Sinopsis Melting Me Softly Episode 1 Part 2

- September 29, 2019
>
Sinopsis Melting Me Softly Episode 1 Part 2

Sumber: tvN



Hyun Gi menemui Mi Ran secara pribadi untuk merekrutnya. Tapi Mi Ran menolaknya mentah-mentah.

"Kau tahu kenapa aku berpartisipasi dalam eksperimen aneh itu?" Tanya Mi Ran.

"Kau ingin menjadi bagian dalam kemajuan penyiaran dari negara ini..."

"Kenapa aku ingin melakukan itu? Kau mungkin beranggapan aku ingin menantang diri. Tak mungkin. Itu karena uang. Tak ada yang mau melakukan eksperimen itu, aku melakukannya karena kau menawariku banyak uang. Sungguh sedih dan memilukan."

"Semua orang bekerja demi uang. Aku pun sama."



"Aku sering merasa harga diriku benar-benar dilanggar. Contohnya pada eksperimen roket manusia. Sesudah hari itu... aku terus bermimpi jatuhndari langit ke tanah. Dan kemarin dalam mimpiku, aku masuk ke dalam tanah dan jatuh ke mantel bawah tanah, kemudian benar-benar terbakar... sampai mati."

"Jika kau mati terbakar dalam mimpimu, itu artinya keberuntungan."

"Aku tak akan... pernah lagi menjadi bagian dari "Surga Eksperimen Tak Terbatas". "

"Mi Ran-ssi, ini salah paham. Tidak seperti itu!"

Mi Ran kehabisan kesabaran, ia sampai menggebrak meja, "Apa kau pikir aku ikan beku?!"

"Mi Ran-ssi, dengarkan aku sebelum kau marah. Ini eksperimen yang sangat aman. Aku bisa membuktikannya juga."

"Aman? Kau bisa membuktikannya?"

"Ya."

"Tak bisa dipercaya. Aku tak percaya sutradara yang bermodalkan wajah tampan. Jika aman, dia bisa melakukannya sendiri. Katakan padanya untuk melakukannya sendiri!!!!"

"Dia melakukannya sendiri."



Mi Ran melongo mendengarnya.

"Dia berpartisipasi. Dia masuk ke dalam kapsul selama 24 jam."

"Dia benar-benar gila, seperti yang kuduga."

Hyun Gi memberitahu gajinya, 5.000.000 won. Mi Ran nampak tertarik.

Hyun Gi: Kau dapat menemui Hwang Bagsa dan berbicara dengannya. Kau mungkin berubah pikiran.




Hyun Gi pun membawa Mi Ran kepada Hwang Bagsa, disana mereka menonton video pembekuan lumba-lumba.

"Tak mungkin. Itu pasti dibuat-buat." Komentar Mi Ran.

Tapi Hwang Bagsa membantahnya, "Aku berencana menerbitkan ini di majalah "Sains". Itu tak bisa dibuat-buat."



Kemudian Hwang Bagsa menjelaskan pada Mi Ran, "Tahukah kau kenapa ikan di Kutub Selatan tak pernah membeku? Itu karena protein cryoprotective yang mencegah mereka membeku. Tapi ada batas jumlah protein yang bisa bisa kita dapatkan dari ikan. Itu sebabnya aku membuat tipe baru protein cryoprotective senyawa yang mencegah modifikasi asam lemak. Protein khusus ini akan meminimalkan saat manusia dicairkan. Ini adalah teknologi inti dalam meningkatkan persentase kelangsungan hidup."

"Anda menciptakannya sendiri?"

"Benar."

"Maka, tak ada orang lain selain Anda yang bisa mencairkanku?"

"Saat ini, aku satu-satunya orang yang dapat mencairkan manusia saat mereka beku."




Hyun Gi: Itu sebabnya Ma Dong Chan Seonbae mengusulkan program ini. Dan di atas itu, dia berpartisipasi dalam eksperimen. Mi Ran-ssi, tolong pertimbangkan tawaran kami dengan cara yang positif, ya?

Mi Ran: Terima kasih sudah menawarkan ini padaku. Tapi tetap saja, aku tak akan melakukan ini.

Mi Ran pergi dengan langkah mantap tanpa berbalik.

Hyun Gi mengejarnya.



Dong Chan sedang melakukan editing video Percobaat Roket Air, ia mencermati ekspresi Mi Ran dan bisa melihat kalau Mi Ran sangat pemberani.




Dengan takut-takut Hyun Gi mendekati Dong Chan, mengatakan kalau Mi Ran gak mau melakukannya, tapi dia setuju untuk mendiskusikannya dengan seorang profesional.




Seorang Prefessional yang dimaksud Mi Ran dalah seorang peramal, ia pergi kesana bersama dua orang temannya. 

"Aku harus segera mengambil keputusan besar. Apa yang harus kulakukan?" Tanya Mi Ran. 

"Keputusan apa?"

"Kau seorang peramal. Kau harus tahu itu sebelum aku memberitahumu."

Peramal mulai melakukan rtual dengan beras dan lonceng. Mi Ran tanya sekali lagi, haruskah ia melakukannya atau tidak?

"Berapa bayarannya?" Tiba-tiba pperamal bertanya.

"5.000.000 won."



Peramal dengan antusias mengatakan kalau Mi Ran harusnya melakukannya saja. Bahkan ia bersedia menggantikan Mi Ran.  

Kau harus menerima tawaran itu. Haruskah aku melakukannya?

"Astaga, Eonni! Aku datang karena..." Mi Ran memberi jeda karena ditatap kedua temannya, Aku datang untuk bertanya apa tak apa untuk menerima pekerjaan itu. Dan kau menyuruhku melakukannya hanya karena bayarannya bagus? Sebagai peramal, bagaimana bisa kau katakan itu? Benarkah kau bisa membaca masa depan?"

"Apa kau meragukanku?"

"Ayo jujur. Kau dulu penjual asuransi. Dan kau tiba-tiba membuka tempat ini dengan bilang kau kerasukan. Apa tempat ini terdaftar sebagai bisnis yang sah?"

"Hei!" 
Peramal marah dan melemparkan segenggam beras pada Mi Ran.




Kedua teman membela peramal, "Tak perlu diragukan lagi. Dia dirasuki oleh hantu bayi."

"Dia benar-benar pandai meramal. Terakhir kali, dia bilang untuk berhati-hati terhadap api di bulan Mei. Dan pada 5 Mei, Hari Anak, aku hampir tertabrak truk pemadam kebakaran."

Mi Ran: Apa hubungannya dengan api? Kau fokus ke mobilnya, bodoh.

Teman: Soal api, dasar bodoh!



Peramal menghentikan mereka yang bertengkar, kemudian meminta Mi Ran mengatakan tanggal lahirnya. 

"Aku lahir pada jam 02:35 tanggal 14 Februari 1976." Jawab Mi Ran. 

Si peramal kembali melakukan ritual.

Teman: Sekadar informasi, dia kebanyakan menangani percintaan. Dia peramal yang berspesialisasi dalam cinta.


Peramal: Aku melihat sesuatu yang besar. Aku melihat bola keberuntungan besar mendatangimu. Bukan hal biasa. Aku belum pernah melihat keberuntungan semacam ini selama seluruh hidupku sebagai peramal.

Mi Ran: Apa artinya aku harus menerima tawaran itu?

Peramal: Terima tawaran apa pun. Hidupmu akan berubah total. Lakukan!

Mi Ran: Baik, aku mengerti. Lalu, kapan tepatnya masa keemasanku akan datang?



Peramal kembali membunyikan lonceng sebelum menjawab. Setelahnya ia membuka mata, gak seperti tadi yang bicara dengan mata tertutup.

Peramal bicara dengan nada cadel seperti anak kecil, "20 tahun kemudian, kau akan bertemu cinta hidupmu, dan saat itulah kau akan bertemu bola keberuntunganmu. Tapi sebelum itu, akan sangat dingin."

"20 tahun kemudian? 20 tahun kemudian, aku akan berusia 44 tahun. Aku tetap hidup seperti ini sampai saat itu? Aku tak akan mendapatkan pekerjaan, dan tak akan punya uang?"

Peramal mengangguk mantap. Mi Ras lemas sampai merebahkan kepala di meja.



Dong Chan tanya-tanya soal Mi Ran pada Hyun Gi, apa Mi Ran punya pacar?

"Sepertinya punya. Dia pernah mengikutinya ke lokasi syuting."

"Oh benarkah? Maka, dia mungkin tak bisa melakukannya."

"Kenapa?"

"Pacarnya akan menentangnya. Pria seperti apa yang membiarkan pacarnya berpartisipasi dalam eksperimen seperti ini?"

"Cih!"

"Kenapa? Apa? Tidak. Aku merasa sangat yakin dengan eksperimen ini, tapi orang lain pasti akan menganggap aku gila. Itu sebabnya aku sulit meyakinkan orang."

"Setidaknya kau sadar bahwa orang-orang menganggapmu gila."

"Tentu saja. Itulah kenapa aku berpartisipasi dalam eksperimen ini. Aku tak akan melakukannya jika semua orang bisa melakukannya."

"Apa kau begitu yakin akan berhasil?"

"Ya. Kenapa? Apa kau juga ragu?"



"Bukan berarti tak percaya diri. Tapi aku juga tak begitu yakin. Mungkin karena aku mengambil jurusan Sastra Korea. Aku mengalami kesulitan mencoba memahami konsep seluruh eksperimen ini."

"Kau tak pantas menjadi asisten PD program ini. Aku ingin kau membaca ulang materi-materi dan meluruskan pikiranmu. Jika kau masih tak yakin soal eksperimen ini, keluar dari proyek."

"Tidak, tunggu! Seonbae, aku benar-benar yakin."

"Benarkan?"

"Ya."

"Maka, lakukan juga. Ayo bersama masuk ke dalam kapsul."

"Ya ampun, itu... Lalu, siapa yang akan bertanggung jawab atas syuting? Ditambah lagi, aku mudah kedinginan. Aku punya sistem kekebalan tubuh yang lemah, aku mudah masuk angin."

"Tak lucu."

"Benarkan?"


"Omong-omong, apa Mi Ran membicarakannya dengan seorang profesional?"

"Dia tidak akan membalas pesanku. Dia terus menghindariku."

"Siapa sebenarnya profesional itu?"

"Seorang peramal."

"Oh, Peramal? Ada apa dengan dia?"

"Apa?"

"Jika dia tak melakukannya, kau menggantikannya."

"Astaga, ayolah."


Kali ini Dong Chan mulai serius, dari tadi ada yang mengganggunya. 

"Kembali saat Hwang Bagsa belajar biologi di Amerika, pembimbingnya rupanya terbunuh. Tapi masalahnya adal... Hwang Bagsa menolak untuk membahasnya meskipun aku bertanya padanya mengenai profesor pembimbingnya beberapa kali."

"Dia tak pernah membahas itu selama wawancara."

"Sesuatu terasa aneh. Aku harus memastikan ini."


Tapi kemudian Ha Young menelepon, mengajak ketemuan di depan gedung bioskop selesai rekaman.




Ha Young sampai duluan dan saat ia celingukan mencari Dong Chan, tiba-tiba Dong Chan muncul disampingnya langsung menggenggam tangannya.




Tanpa mereka tahu, Mi Ran dan pacarnya (Hwang Bteong Sim) juga ada disana. Mereka membahas mengenai yang dikatakan peramal perihal masa depan Mi Ran. 

"Dia bilang aku akan bertemu cintaku 20 tahun lagi." Kata Mi Ran.

Byeong Sim kaget dong, "20 tahun"? Lalu, maksudmu aku harus menunggu selama 20 tahun? Sebagai jurusan psikologi, aku pribadi berpikir meramal adalah bisnis yang menggunakan mental orang yang lemah untuk menghasilkan uang. Karena orang lemah, kita menciptakan dewa. Dan peramal hanyalah produk sampingan dewa yang kita buat. Yang perlu kau lakukan adalah percaya padaku."

"Baik. Omong-omong, apa kau mulai mengajar putri Kim Gyosu-nim?"

"Ya, kami sudah menyelesaikan dua pelajaran akhir pekan lalu."

"Apa dia pintar?"

"Dia seorang homo sapiens yang lebih terbiasa menggunakan tubuhnya daripada otaknya. Sepertinya aku harus melakukan banyak pekerjaan."



Dong Chan-Ha Young dan Mi Ran-Byeong-Sim nonton film yang sama di gedung yang sama pula. Reaksi mereka pun sama saat menanggapi kalimat dalam film itu.



"Aku sadar bahwa cinta pada akhirnya akan menjadi kenangan masa lalu sama seperti kenangan lainnya. Tapi itu tak terjadi padamu. Aku ingin mengucapkan terima kasih karena mengizinkanku pergi dengan menyisakan banyak cinta di hatiku."

Mi Ran dan Dong Chan sama-sama mengucapkan, "Indahnya."


>


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search