Sinopsis Melting Me Softly Episode 1 Part 4

- September 29, 2019
>
Sinopsis Melting Me Softly Episode 1 Part 3

Sumber: tvN



Mi Ran, Byeong Sim dan cewek itu di kantor polisi. Dua teman Mi Ran juga ikut mengawasi, sementara Hyun Gi dan Dong Chan ada di luar pintu.



Byeong Sim kedinginan banget sampai menggigil. Pak polisi salfok sama kaus yang dipakai ketiganya. Byeong Sim memakai kaus bertuliskan "Soul" sementara Mi Ran dan cewek itu sama-sama memakai kaus bertuliskan "Mate".

Pak Polisi menanyakan nama Byeong Sim dan karena menggigil pelafalan Byeong Sim kacau jadi cewek itu yang mengoreksi.

Hyun Gi: Seperti yang kita duga, pacarnya pasti berselingkuh.

Dong Chan hanya tersenyum.

Pak Polisi: Jadi, wanita ini adalah satu-satunya yang memukuli pria ini?



Cewek: Ya, sudah kubilang. Wanita gila itu memukuli pacarku hampir mati.

Mi Ran sangat kesal mendengar jawaban cewek itu. Lalu polisi bertanya alasan Mi Ran memukuli Byeong Sim.




Mi Ran menyuruh Byeong Sim yang ceritakan.

Byeong Sim: Freud pernah bilang ini. "Jika keinginanmu tertahan, pikiran bawah sadarmu akan membuatmu melakukan hal yang tak terduga."

Mi Ran: Freud, Pink Floyd, lupakan mereka dan katakan apa yang kau pikirkan.

BYeong Sim: Aku berselingkuh.

Semua jelas kaget dengan pengakuan blak-blakan Byeong Sim itu. 

Polisi: Hwang, kaulah yang salah.



Byeong Sim kemudian membujuk Mi Ran, Mi Ran, tolong dengarkan aku. Aku mencintaimu. Tapi aku memiliki begitu banyak identitas dalam diriku. Dan salah satunya adalah kejahatan gelap yang ada di dalam diriku..."

"Apa aku memukulmu di tempat yang salah?"

"Ini membuatku gila juga. Aku seorang pria bergairah berusia 20-an, wajar aku melakukan ini. Hidup ini singkat, dan ada terlalu banyak wanita cantik di luar sana. Freud bilang..."

"Kau gila. Luar biasa. Berhentilah mengubah Freud menjadi sialan dan tutup mulut saja!"

"Ayo kita atasi kesulitan ini bersama. Ya? Kau juga mencintaiku. Kau bahagia bersamaku, bukan?"



Si cewek menyela, bagaimana dengan dirinya? 

"Ketika aku putus dengannya,  aku akan bicara denganmu." Jawab Byeong SIm.

Hyun Gi yang mendengarnya geleng-geleng kepala. Anehnya si cewek mengerti, lalu Byeong Sim kembali lagi bicara pada Mi Ran.

Mi Ran: Kenapa aku tak pernah sadar bahwa kau seperti ini?

Byeong Sim: Jadi, kenapa kau datang ke taman?

Mi Ran: Apa?

Byeong Sim: Jika kau tidak datang, kita akan damai sekarang.



Mi Ran tambah marah dan kembali memukul Byeong Sim, tapi ceweknya malah membentak Mi Ran karena kembali memukul Byeong SIm.

Cewek: Kenapa kau terus memukulnya?

Mi Ran: Bukankah kau bilang kau ikut ujian masuk perguruan tinggi tahun ini? Apa kau di bawah umur?

Cewek: Ini adalah pengulangan kelimaku. Aku mungkin lebih tua darimu.




Pak Polisi menghentikan mereka, kemudian bertanya pada Byeong Sim, apa Byeong Sim akan selesaikan kasus ini?

Si cewek : Seonsaeng-nim. Hei, Byung Sim, jangan selesaikan kasus ini. Seorang gadis seperti dia perlu diberi pelajaran. Orang-orang terus selesaikan kasus dan dia terus membuat lebih banyak korban sepertimu.

Tapi Byeong Sim malah menangis.

Mi Ran: Beraninya kau menangis? Hei, berhentilah menangis. Apa Freud menyuruhmu menangis di saat seperti ini?



Dan saat suara tangisan Byeong Sim makin kencang, Mi Ran minta ijin untuk pulang, ia gak mau menunggu Byeong Sim sampai berhenti menangis.

Dong Chan yang melihat itu kembali tersenyum.

Kilas Balik selesai..





Hwang Bagsa melihat Hyun Gi dan SI Maknae ketiduran, ia menghela nafas lalu iseng melihat ke luar dan ternyata ada yang mengawasi. Hwang Bagsa mungkin menyadari itu, lalu ia menutup jendela.

Kilas Balik




Dong Chan menghubungi Mi Ran untuk bertemu secara langsung. Saat mereka jalan, Dong Chan memberikan minuman yang menurut Hyun Gi adalah minuman kesukaan Mi Ran.

"Ini adalah satu-satunya minuman yang diberikan perusahaan penyiaran. Aku meminumnya karena mereka memberiku. Aku sangat suka barang gratis. Sekadar informasi, aku benci minuman ini."

Dong Chan tersenyum kecut, "Intinya, aku seharusnya menyapamu lebih awal. Maaf baru melakukannya sekarang. Mi Ran-ssi, Apa impianmu?"

"Impianku adalah mencari nafkah. Menghasilkan uang yang layak dan menjalani kehidupan yang bahagia."



Dong Chan menghentikan langkahnya, mencoba bicara manis.

"Kau dan aku benar-benar sepemikiran."

Tapi Mi Ran bisa membaca maksud Dong Chan, "PD-nim. Kau mencoba meyakinkanku untuk berpartisipasi dalam eksperimen, bukan? Apa kau tahu betapa mencoloknya penampilanmu? Dapat kulihat kau mengalami kesulitan dan memasang senyum palsu."

"Ya, kau benar. Aku datang untuk meyakinkanmu. Tapi.. senyum ini tidak palsu. Aku tak bisa memasang senyum palsu. Ko Mi Ran-ssi. Kau tak perlu melakukannya jika tak ingin."




Mi Ran mentapnya, kok tiba-tiba bilang gitu. Dong Chan mengambil minuman Mi Ran, membukanya kemudian menyerahkannya kembali pada Mi Ran. 

Dong Chan: Aku pergi ke taman untuk meyakinkanmu, dan di sanalah kulihat kau memukul pacarmu. Kerja bagus. Itu adalah cara yang mengesankan untuk membalas dendam pada pacarmu yang selingkuh. Aku melihat kemarahan dan semangat tantanganmu yang ada jauh di dalam hatimu. Sangat mengesankan sehingga aku benar-benar memimpikanmu malam itu.

Mi Ran: Sepertinya kau terkesan dengan hal yang sangat aneh. Atau mungkin kau cabul. Apa kau ingin dilecehkan oleh seseorang atau semacamnya?

Dong Chan: Aku sudah menjalani hidupku melakukan hal yang tak dilakukan orang lain. Dan setiap kali melihat seseorang yang sepaham, otakku melepaskan dopamin. Itu sebabnya aku tertarik pada eksperimen cryonic. Aku mulai berpikir bahwa kita dapat menyembuhkan orang yang punya penyakit yang tak dapat disembuhkan jika eksperimen ini berhasil. Kita tak bisa menyembuhkan mereka sekarang.. tapi mereka mungkin bisa disembuhkan di masa depan.

Mi Ran mulai tertarik.



Dong Chan: Bukankah luar biasa kau dapat mengambil bagian dalam peristiwa bersejarah seperti itu?

Mi Ran: Apa mereka sungguh bisa disembuhkan?

Dong Chan mendapat telepon, ia mundur beberapa langkah untuk menjawabnya. Sementara Mi Ran memikirkan adiknya.




SUatu hari, Mi Ran mencari adiknya keliling kompleks dan ia menemukan adiknya duduk dibawah tiang listrik dalam keadaan tasnya terikat di tiang istrik. 




Mi Ran lega sekaligus miris menemukan adiknya. 

"Nam Tae, Jika tasmu diikat ke tiang, kau bisa saja tinggalkan tas di sini dan pulanglah."

Mi Ran gak bisa menahan tangisnya.





Saat ini pun Mi Ran masih menangis mengingatnya. Dong Chan yang selesai menelepon memergoki Mi Ran sedang menangis.

"Mi Ran-ssi. Kau tak perlu melakukannya jika tak ingin. Aku akan melakukannya sendiri."

Mi Ran permisi dengan alasan ia ada urusan.





Tapi Mi Ran malah kekeh ingin berpartisipasi walaupun DOnG CHan melarangnya.

"Kenapa kau tak membiarkanku melakukannya?" Heran Mi Ran.

"Minta izin orang tuamu. Jika mereka menolak, kau tak boleh melakukannya."

"Aku bukan anak kecil. Dan orangtua seperti apa yang membiarkan anak mereka melakukan itu? Aku akan melakukannya bagaimanapun juga, jadi ingatlah itu. Tapi dengan satu syarat."

"Apa itu?"

"Bisakah aku mendapatkan tanda tangan dari semua anggota Fin.KL? Adikku penggemar beratnya. Dan aku mendengar Leslie Cheung akan mengunjungi Korea bulan depan. Bisakah kau membiarkanku bertemu dengannya?"

Kembali ke saat eksperimen.




Hyun Gi memberitahu si Maknae kalau Dong Chan tak membiarkan Mi Ran berpartisipasi tapi Mi Ran bersikeras untuk berpartisipasi. Mereka bertengkar lagi karena itu.

"Benarkah?"

"Mereka berdua benar-benar gila."

"Mereka akan bangun sesudah 2 jam dan 30 menit. Aku ingin tahu bagaimana perasaan mereka."

"Seonbae ingin pergi ke sauna segera sesudah keluar."



Namun tiba-tiba Hwang Bagsa mengusir mereka. Mereka gak boleh syuting apa pun mulai sekarang dan harus pergi.

Hyun Gi: Apa yang kau bicarakan? Kita hanya tersisa 2 jam dan 30 menit lagi.

Hwang Bagsa: Kau tak bisa syuting proses pencairan. Kembalilah sesudah dua jam. Kau bisa syuting di luar. Keluar dari sini. Cepat.



Kim Gukja menggila di kantor saat Hyun Gi mengabari perihal larangan Hwang Bagsa.

"Dia tak membiarkanmu syuting? Apa kau bercanda?"

"Sepertinya dia tak ingin membocorkan proses pencairan. Itu... Ini seperti membocorkan informasi rahasia."

"Hyun Gi, apa kau pikir ada yang salah?"

"Astaga, tidak mungkin. Tak perlu khawatir. Itulah satu-satunya bagian yang tak diizinkan syuting. Ma PD-nim akan kembali bagaimanapun caranya. Kau tahu betapa populernya pemilik restoran yang tak membagikan resep rahasia mereka dengan menantu perempuan mereka? Sedikit mirip dengan itu."

"Apa kau yakin. Jika ini salah, kita semua akan kehilangan pekerjaan."

"Ya. Jangan khawatir. Katakan pada Ma PD untuk datang menemuiku begitu dia bangun."

"Baik, aku mengerti."





Tiba-tiba Hwang Bagsa mau pergi. Sang Asisten mencegahnya tentu saja karena waktunya tinggal 2 jam lagi sebelum waktu pencairan.

"Aku akan kembali sebelum itu." Janji Hwang Bagsa, "Aku ingin kau mengawasi kapsul. Jangan biarkan siapa pun masuk."

"Baik."

Dan Hwang Bagsa pergi mengendarai mobilnya tapi ia gak sadar kalau sedang diikuti.




Ha Young sedang berlatih membaca narasi untuk Variety Show nya Dong CHan.

"Para hadirin, negara kita baru saja berhasil membekukan manusia hidup untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia. Bisakah kalian percaya itu? Ini adalah kelahiran cryonic yang merupakan sesuatu yang hanya kita lihat di film. Tapi benar-benar terwujud dalam kehidupan nyata. Bagaimana perasaanmu sekarang sesudah bangun? Apa yang kau impikan selama 24 jam tidurmu?"

Ha Young gak bisa melanjutkannya, ada kesedihan di wajahnya, lalu ia menatap cincin pemberian Dong Chan.



Ha Young menuju ke meja Dong Chan, disana ia melihat artikel tentang Hwang Bagsa yang dikumpulkan DOng Chan dan mengendus ada yang gak beres.

"Ada apa ini?"




Hwang Bagsa baru sadar kalau ia diikuti saat berhenti di lampu merah, maka setelah lampu berubah hijau ia berusaha lepas dari mobil yang mengikutinya. Jadilah kejar-kejaran di jalan raya.



Asisten panik di ruangan eksperimen karena waktu tinggal 7 menit lagi.



Hwang Bagsa hampir aja tertabrak truk, tai beruntung ia bisa menghindar. 


Mengira selamat dari maut dan bisa menghindari si penguntit, Hwang Bagsa melanjutkan perjalanan tapi baru beberapa meter mobilnya meledak. 



Si penguntit keluar dari mobil untuk melihat mobil Hwang Bagsa yang terbakar.





Waktu habis, alaram peringatan berbunyi. Asisten main bingung. APalagi saat ada tulisan "WARNING" di monitor.



Di luar, Hyun Gi dan Maknae juga mendengar suara alaram. Mereka menggedor pintu, memaksa masuk karena sudah waktunya syuting.

"Kenapa? Apa mereka baik-baik saja di sana?" Tanya Hyun Gi dengan nada khawatir.




Tapi si asisten malah menutup pintu rapat-rapat. Jadi gak ada yang bisa melihat ke dalam.  

Kemudian ia menuju tuas pengendali dan dengan segera menarik tuasnya ke bawah. Semua lampu mati dan monitor juga mati.



Tapi selanjutnya semuanya bergetar seperti gempa bumi. Sementara kapsul Mi Ran serta Dong Chan menyala. 
>

1 komentar:


EmoticonEmoticon

This Newest Prev Post
 

Start typing and press Enter to search