Sinopsis Melting Me Softly Episode 1 Part 3

- September 29, 2019
>
Sinopsis Melting Me Softly Episode 1 Part 3

Sumber: tvN




Byeong Sim mengantarkan Mi Ran sampai di depan rumah. Sebelum berpisah, Byeong SIm menyampaikan perkataan Freud.

"Emosi yang diekspresikan tak akan pernah mati. Jika emosi dikubur hidup-hidup akan muncul lewat jalan yang lebih buruk".

"Kenapa Freud selalu membuat semuanya Terdengar sangat sulit? Jika dia menjaga hal baik dan sederhana, bukunya akan terjual lebih banyak."

Byeong Sim mentoel hidung Mi Ran karena perkataannya itu.  

"Artinya kau harus selalu jujur dengan perasaanmu alih-alih menahannya." Jelas Byeong Sim dan tiba-tiba ia mengajak Mi Ran berciuman sampai gigi depan mereka patah.



Mi Ran gugup banget sampai menutup mata dan menggenggam tali tasnya erat banget. 






Udah tinggal beberapa inci tapi gagal karena Byeong Sim melihat hantu. Byeong Sim sampai terjengkal ke tumpukan sampah saking kagetnya.

Ternyata yang dikira hantu oleh Byeong Sim adalah Nam Tae. 

"Nam Tae, apa yang kau lakukan? Apa kau menunggu Nuna?" Tanya Mi Ran saat menatap ke arah Byeong Sim menatap.

Nam Tae mengangguk. Mi Ran pun mengajak Nam Tae masuk tanpa menolong Byoeng Sim.



Dong Chan juga mengantar Ha Young pulang. Sebelum masuk, Ha Young mengajukan pertanyan untuk Dong Chan. 

"Kenapa kau menjalani kehidupan yang begitu sulit? Selalu ada rute yang lebih mudah. Kenapa kau selalu mencoba melakukan hal yang tak dilakukan orang lain?"

"Aku... melakukan apa yang diperintahkan oleh hatiku. Apapun itu. Aku mendengarkan hatiku daripada otakku. Sampai sekarang pun begitu. Agar di saat waktunya aku mati... aku tak akan menyesal. Alasanku mencintaimu pun... seperti itu."




Ha Young terharu mendengarnya. Kemudian ia mendekat untuk mencium bibir Dong Chan, "Berjanjilah untuk kembali hidup-hidup. Dari eksperimen."

"Ya, aku berjanji."

Dong Chan memasangkan cincin di jari manis Ha Young sebagai bukti janjinya. Mereka bertatapan setelahnya lalu saling berpelukan.

Atmosfer di hubungan Dong Chan-Ha Young sama Mi Ran-Byeong Sim beda banget. Satunya romantiiis banget, satunya lucuuu banget.

Kilas Balik selesai...




Di ruang percobaan si Maknae penasaran dengan isi kapsul lainnya. Siapa tahu Freddie Mercury atau mantan presiden mungkin terbaring di sana.

"Kenapa kau tak menjadi penulis saja?" Tegur Hyun Gi. 

"Aku sangat penasaran. Haruskah aku melihatnya?"



Sebenarnya Hyun Gi juga penasaran dan ia yang bergerak terlebih dahulu. Ia mendekat sambil pura-pura meregangkan otot, namun belum jelas ia melihat sudah kepergok oleh Hwang Bagsa.



Si Maknae kabur jadi Hyun Gi doang yang kena tegur. 

"Sudah kuberitahu dengan jelas!"

"Itu... aku terlalu penasaran. Tak bisakah kau memberitahuku? Aku tak akan memberitahu orang lain."

"Apa kau ingin berhenti syuting?"

"Tidak, maaf."

Buru-buru Hyun Gi menyusul Maknae yang barusan kabur keluar.



Hwang Bagsa melihat sebuah foto. Ingatannya terbagng ke masa lalu,





Di sebuah bar ada pembunuhan masal, dimana pembimbing Hwang Bagsa juga menjadi salah satu korbannya. 

Hwang Bagsa satu-satunya yang selamat karena kebetulan gak ada di ruangan itu. Saat ia kembali, semuanya sudah meninggal.



Hwang Bagsa melihat sekilas wajah si pembunuh sebelum akhirnya si pembunuh melemparkan pemantik untuk membakar seluruh ruangan.



Hwang Bagsa dikepung api. Si Pembunuh berjalan keluar dengan senyum kepuasan.



Mengingatnya membuat Hwang Bagsa mengepalkan tangan kesal, ia mendapatkan bekas luka bakar karena insiden itu.

Waktu eksperimen tinggal 11 jam lagi.

Kilas Balik..




Atasan DOng Chan gak setuju soal Cryonics karena itu wilayahnya film dokumenter bukan variety show.

Dong Chan mamaksa, "Pernahkah kau memperhatikan perubahan paradigma dalam pertunjukan? Jatuhnya batas antara variety show dan film dokumenter. Artinya sutradara variety show bisa membuat drama suatu hari nanti."

"Omong kosong. Apa itu mungkin? Apa yang akan dilakukan sutradara drama?"

"Gugjang-nim. Variety show tidak boleh lagi hanya untuk hiburan. Kulakukan eksperimen cryonics apa pun yang terjadi."

Hyun Gi juga ada disana tapi cuma menjadi penonton. DOng Chan yang melakukan semuanya untuk membujuk Gugjang. 



Dong Chan: Ini proyek acara tv pertama yang pernah dicoba di dunia.

Gugjang: Aku tahu. Aku mengerti apa maksudmu. Ya itu bagus. Tapi Ma PD. Ayo kita tetap dengan apa yang biasanya kita lakukan. Energi seluruh alam semesta terfokus padamu. Setiap kali kau menyentuhnya menjadi populer. Bahkan sebuah iklan terjual habis dengan namamu. Ayo tetap pelan-pelan. Pada acara stasiun penyiaran dan keinginan publik. Bukankah begitu?

Dong Chan: Gugjang-nim.  Aku percaya setidaknya satu stasiun penyiaran harus menerima nasib menciptakan pertunjukan dengan rasa kewajiban.

Gugjang: Saat kau merasakan kewajiban, kau menjadi bodoh.

Dong Chan: Seseorang harus menjadi bodoh. Si bodoh itu bisa membangunkan bangsa. Apa kau butuh perlu orang bodoh yang peduli nilai pertunjukan daripada uang?

Gugjang: Kenapa kita harus sebodoh itu?

Dong Chan: Karena tak ada yang mau.

Gugjang: Lihat? Menurutmu kenapa tak ada yang mau?

Dong Chan: Ini takdir kita. Bukannya mereka tak mau. Mereka tidak bisa.

Gugjang: Tentu. Baik. Lalu, bagaimana dengan anggaran? Siapa yang akan mensponsori proyek seperti itu?

Dong Chan: Baik. Itulah inti dari pertunjukan ini. Yang dibutuhkan dokter itu sekarang adalah dukungan bangsa dan nasional. Stasiun kita akan berperan sebagai katalis. Maksudku kita kembangkan teknologi cryonics tanpa modal asing.

Gugjang: Baik. Soal dokter itu, banyak penentangan.. karena alasan hak asasi manusia. Bagaimana jika ada yang salah dan ditandai oleh pemerintah?



Emosi Dong Chan naik sampai ia membantik domumen di meja Gugjang bahkan mengumpat walau pelan, tapi Gugjang mendengarnya jadi ia marah.

"Hai, Ma Dong Chan! Apa kau gila?!"

"Hyeong. Kau pikir keadilan media mengkhawatirkan pemerintah? Mereka anjing otoritas."

"Apa? Anjing?"

"Karena kau selalu berbaring, kau tak melakukan apa-apa selain duduk di belakang meja. Hyeong. Ayo miliki identitas, kumohon! Kenapa kau begitu khawatir?"

"Apa? Apa katamu?"

"Jika aksi kita membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik walau bahkan sedikit, itu harus kita lakukan. Aku percaya masyarakat harus menonton proyek cryonics ini dan berpikir. Kenapa? Karena ini revolusi untuk bioteknologi Korea. Untuk melakukan itu, kita membutuhkan minat bangsa. Ini akan menjadi legenda. Ini akan menjadi sejarah. Hyeong. Ayo kita rekam.. sejarah itu."

"Sejarah?"

Gukjang mulai luluh.




Dong Chan mendekat, bicara dengan lebih pelan naun sangat meyakinkan, "Gugjang-nim yang terhormat. Ayo kita tunjukkan kekuatan penyiaran Korea. Percaya dan ikuti saja aku. Percayalah padaku."

Hyun Gi bertepuk tangan. 

Akhirnya Gukjang setuju.


Hyun Gi memuji kehebatan Dong Chan, Luas Biasa! DOnG Chan yang terbaik pokoknya!

"Ingat. Seorang PD bukan hanya juru kamera. Kita tak boleh melupakan kewajiban sebagai kreator. Ketulusan atas uang dan kehormatan. Mengerti?"

"Ketulusan. Aku akan mengingatnya."



Ha young menunggu di depan tangga. Dong Chan menunjukkan tanda OK, artinya kalau proyek nya disetujui. 




Hyun Gi kembali membicarakan Mi Ran, tapi DOng Chan masih belum ingat siapa MI Ran kalau Hyun Gi tidak menjelaskan keterlibatan Mi Ran dalam acara mereka.

"Dia menolak." Kata Hyun Gi. 

"Tak peduli berapa banyak kau membujuk?"

"Dia menolak dengan tegas. Karena itu bisa mengancam jiwa."

"Kita harus melakukan apa pun untuk membujuknya."

"Tak ada yang berhasil. Dia menolaknya bahkan jika langit jatuh, katanya."

"Hyun Gi. Ini adalah hal terhebat yang bisa membuat langit jatuh. Dimana dia sekarang?"

"Dia bilang dia akan mengikuti temannya memotret foto profil."

"Kenapa dia melakukan itu? Di mana temannya memotret foto profil? Aku akan pergi menemuinya secara pribadi dan membujuknya."




Teman yang melakukan sesi foto profil adalah Park Kyung Ja sedangkan yang memotret adalah Oh Young Sun, sementara Mi Ran cuma malas-malasan sambil berkomentar.

Young Sun capek dari tadi motret terus tapi Kyung Ja belum puas karena tujuaannya adalah mengirim foto ke agensi perjodohan.

"Mi Ran, bisakah kau memotret?" Kesal Young Sun. 

"Lakukan saja apa yang kau bisa." Jawab Mi Ran.



Kyung Ja menyerah, ia akan membayar Mi Ran dan tawar menawar terjadi. Mereka deal diangka 2.000 won per jam dan akan traktir ayam dan bir sesudah selesai.






Mi Ran pun bangkit untuk melakukan tugasnya, ternyata ia adalah seorang professional dalam memotret.

Naik darah. Mi Ran mengumpat sebelum nyamperin Byeong Sim.



DOnG Chan dan Hyun Gi sampai di taman itu. Mereka mencari-cari Mi Ran dan ternyata Mi Ran malah melewati mereka sambil lari dan marah-marah.

Hyun Gi mengikuti kedua teman Mi Ran mengejar.



Teman-teman Mi Ran gak tahu sebenarnya Mi Ran kenapa sampai meeka melihat Byeong Sim dengan wanita itu.



Mi Ran langsung mengambil pelampung, menyuruh kedua temannya mengayuh perahu menuju Byeong Sim.



Hyun Gi dan Dong Chan sampai di tepi, mereka hanya menyaksikannya.



Perahu Mi Ran menabrak perahu Byeong Sim. Awanya mau marah, tapi setelah melihat Mi Ran, Byeong Sim jadi takut sendiri.



Byeong Sim menyuruh ceweknya mengayuh perahu untuk menjauhi Mi Ran. Mi Ran gak mau kalah, ia dan teman-temannya mengejar Byeong Sim sambil memaki-maki.



Mereka menjadi tontonan pengunjung lainnya termasuk Dong Chan dan Hyun Gi.





Mi Ran melangkah ke tepi. Young SUn khawatir nanti Mi Ran bakalan jatuh ke air. 

"Jangan coba menghentikanku. Aku roket manusia yang melayang hingga 30 m ke udara. Aku akan membunuh kalian hari ini."






Mi Ran meloncat ke udara sama seperti saat ia menggunakan roket air. 





Dari udara ia mengisyaratkan agar ceweknya Byeong Sim minggir, jadi kakinya bisa mendarat tepat di wajah Byeong Sim.

Byeong Sim pun tertendang jatuh ke air. Ia panik dan teriak minta tolong.



Ceweknya Byeong Sim menelepon polisi, melaporkan ada wanita aneh menyerang pacarnya.



Dong Chan bertanya pada Hyun Gi, apa pria yang jatuh ke air itu pacarnya Mi Ran? 

"Sepertinya begitu." Jawab Hyun Gi. 

"Astaga, benarkah itu yang dia sukai? Lihatlah betapa marah hatinya. Dia harus pergi ke suatu tempat yang dingin untuk menenangkan diri. Dia kandidat yang sempurna untuk eksperimen cryonic. Bukankah begitu?"

Hyun Gi tampak gak setuju tapi Dong Chan mengintimidasi, akhirnya HYun Gi pun setuju dengan Dong Chan.
>


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search