Sinopsis The Secret Life Of My Secretary Episode 9 Part 2

- Mei 22, 2019
>
Sinopsis The Secret Life Of My Secretary Episode 9 Part 2

Sumber: SBS




Min Ik dan Gal Hee mengamati setiap Direktur yang masuk ke lobby perusahaan hari ini.

Min Ik: Pria berambut keriting dengan tinggi badan sekitar 172 cm? Direktur Lee?

Gal Hee memberikan tepuk tangan, Min Ik hebat! 



Min Ik: Pria berambut klimis dengan tinggi badan sekitar 176 cm..

Min Ik menatap Gal Hee kemudian turun untuk menyapa DIrektur itu, Direktur Kim.

"Selamat pagi, Direktur Kim."

"Kenapa kamu menunggu di luar?"

"Astaga, Anda selalu mendukungku. Aku hanya menyesal tidak bisa berbuat banyak untuk Anda."

Direktur Kim gak gitu senang disambut Min Ik.



Lalu datanglah Direktur Park dan DIrektur Woo, Min Ik bisa dengan mudah mengenali mereka. Gal Hee tersenyum lebar.

Gal Hee berbisik, "Jika terus seperti ini, tidak ada yang akan tahu kamu prosopagnosia."

"Aku belum puas mentang-mentang tahu mereka siapa. Aku tidak bisa melihat wajahnya."

"Wajahnya?"

"Aku harus cerdik setiap kali menghadiri rapat dewan."

Gal Hee memperhatikan ekspresi Direktur Kim dan Direktur Park, "Sepertinya, Direktur Kim dan Direktur Park terlihat agak serius."



Saat Direktur Park mendekati Min Ik, Min Ik memanggilnya.

"Kenapa Anda terlihat begitu serius? Kudengar ibu Anda diopname. Dia belum sembuh?"

Direktur Park bergumam, "Astaga, pantas saja dia disebut sebagai Direktur Pembaca Pikiran." Kemudian berkata pada Min Ik, "Mari bicara di dalam."


Presdir Sim memimpin rapat, "Hasil pemungutan suaranya delapan banding tiga, berarti kita akan meneken perjanjian lisensi paten dengan PT YK."




Min Ik menawarkan diri untuk mentraktir makan karena rapat sudah selesai. Tapi Dir. Lee menyuruhnya duduk.

"Kenapa? Apa kita sudah memesan makan siang di sini?"

"Begini, aku menerima sebuah video pagi ini."

Dan ternyata semua DIrektur menerima video yang sama.






Nyonya Sim heran, soalnya dia sendiri yang tidak menerima video itu. Dir. Kim menyodorkan tablet, memperlihatkan video yang dimaksud. Nyonya Sim melihatnya bersama Min Ik.

"Apa ini? Min Ik-ah." Reaksi kaget Nyonya Sim setelah melihat bideo itu.

Presdir Sim sok gak tahu, "Apa yang terjadi?"

Nyonya Sim membela putranya, pasti Min Ik punya alasan melakukan itu, benar kan?

Min Ik: Begini... Sebenarnya ada kesalahpahaman.

Dae Joo hanya diam.


Dir. Park: Aku tahu. Baik narkotika maupun alkohol, pasti ada alasannya.

Dae Joo: Direktur Park.

Dir. Park: Pokoknya, itu memang penyerangan. Semua direktur sudah menerima video itu. Media akan mengetahuinya, tinggal menunggu waktu.


Dir. Kim: Kenapa kamu menyerang sopirmu? Apa kesalahannya? Penyalahgunaan jabatan sedang memanas belakangan ini. Ini dapat memicu kampanye boikot.

Min Ik: Direktur Kim, kenapa Anda mengatakan itu?


Dae Joo: Penyerangan tidak bisa dihukum atas keberatan. Dia tidak akan disidang sebelum korban menuntut. Anda pernah menjadi jaksa, Direktur Lee.

Dir. Lee: Maksudku, ini bukan soal hukuman. Citra perusahaan ini dipertaruhkan.

Dir. Park: Jika mau rumor ini perlahan hilang, kamu sebaiknya mundur.


Min Ik: "Mundur"? Kalian pandai sekali menutupi kesalahan masing-masing. Dan kini kalian memintaku untuk mundur dengan dalih martabat perusahaan?

Dir Park: Lantas apa? Kamu ingin mengadakan rapat pemegang saham?

Nyonya Sim: Apa-apaan kalian? Kalian pernah memaksanya mundur dengan trik itu tiga tahun lalu. Kalian pikir itu masih ampuh?

Dir Park: Sebaiknya ini dirahasiakan.

Min Ik: Apakah kalian.. memihak Direktur Park?




Semua hanya diam. Min Ik mengulangi pertanyaannya lagi, "Apakah kalian.. memihaknya?"

Min Ik mengedarkan pandangan pada orang-orang tapi ia tidak bisa melihat siapa dan berapa orang yang memihaknya.



Di luar ruangan, Gal Hee cemas banget karena rapatnya belum juga usai. Kemudian ia mendengar suara Dir. Park, "Angkat tangan!"

Gal Hee penasaran apa maksudnya, ia pun mendekatkan telinga ke pintu agar mendengar lebih jelas.


Dir Park: Maka kita bisa langsung memutuskan.

Presdir Sim: Astaga. Haruskah kita melakukan ini?




Nyonya Sim: Astaga. Kalian pikir ini pemilihan ketua kelas?

Batin Min Ik, "Enam. Setidaknya, aku butuh enam orang memihakku. Bagaimanapun, Ibu pasti memihakku. Mereka berdua selalu memihakku. Direktur Lee. Kurasa aku bisa membujuknya. Antara dia dan Direktur Kim akan mengangkat tangan. Dan Dae Ju pasti memihakku. Jadi, aku punya lima orang. Artinya, bisa jadi enam orang."

Dir Park: Jika kamu keberatan, silakan mundur.

Min Ik: Aku tidak keberatan.


Nyonya Sim gak setuju dengan keputusan Min Ik itu, tapi karena Min Ik sudah bersedia, merekapun melakukan voting.

Presdir Sim: Baiklah. Mau bagaimana lagi? Mari kita lanjutkan. Jika enam dari 11 direktur mengangkat tangan, keputusannya akan bulat.






Pokoknya yang sebaris Dir. Park semuanya mengangkat tangan termasuk Dir. Lee, tapi Min Ik berhasil membuat Dir. Lee menurunkan tangannya.



Terakhir, Presdir Sim yang mengangkat tangan. Min Ik lega karena cuma 5 orang yang ingin ia mengundurkan diri, artinya ia menang.

Presdir Sim: Tunggu. Ada satu orang lagi.

Presdir Sim menatap Dae Joo, "Kamu setuju.. atau menentangnya?"



Dae Joo menatap Min Ik, sayangnya ia mengangkat tangan kemudian. Jadi Min Ik kalah.



Dae Joo mengikuti Min Ik ke ruangannya. Gal Hee juga ikut, tapi Dae Joo meminta Gal Hee keluar, juga memburamkan kaca.



Min Ik: Apa-apaan? Bahkan cerita dengan alur kejut masih memiliki beberapa kemungkinan. Dua hari lalu, kamu ingin hengkang. Tapi kamu mengeluarkanku dari anggota dewan hari ini?

Dae Joo: Lanjutkan di rapat pemegang saham.

Min Ik: Apa?

Dae Joo: Jika kamu tidak mundur dengan sukarela, mereka akan berusaha mati-matian untuk menjatuhkanmu sampai presdir baru ditunjuk. Tidakkah kamu mengerti?

Min Ik: Bagaimana kalau tidak berhasil?

Dae Joo: Kenapa tidak berhasil? Kini kamu sehat. Mereka bisa melakukan itu tiga tahun lalu karena kamu sakit, tapi kini kamu baik-baik saja. Sepertiga pemegang saham harus menghadiri rapat itu. Kemungkinan besar, rapat itu akan dibatalkan. Waktu kita dua bulan lagi sebelum pemilihan. Jika itu dibatalkan, kita tidak bisa mengadakan rapat. Meskipun rapat pemegang saham diadakan, keputusannya akan ditolak. Lalu anggota dewan tidak akan berkutik.



Min Ik: Jika kamu begitu memedulikanku, aku ingin menanyakan satu hal. Kenapa kamu ingin hengkang? Kenapa?

Dae Joo gak bisa menjawabnya.



Kembali ke ruangannya, Sek. Lee mengaku kalau kemarin ia ke kantor polisi.

"Bagaimanapun, Anda ke sana. Anda bilang apa kepada mereka?"

"Aku mengatakan yang sebenarnya. Ada hal mendesak, jadi, aku menemui ibuku malam itu. Dan aku tidak menemuimu malam itu."



Tapi nyantanya Sek. Lee ada di persimpangan Hwangcheon waktu itu. Bahkan menghentikan mobilnya secara tiba-tiba.




Jeong Su membuka USB tapi cuma ada video anjing lucu. Ia bicara di telepon

"Aku sudah mendengarnya, Bos. Maaf. Aku akan menyelidikinya lagi."

Jeong Su membuang USB itu kedalam tempat sampah.




Para Sekretaris makan bersama plus menggosip.

Myung Jung: Rupanya mereka memutuskan dengan angkat tangan. Dan enam orang mengangkat tangan.

Ri Ra: Lalu apa yang terjadi?

Se Young: Sudah jelas. Jika dilarang menghadiri rapat pemegang saham, dia tidak akan mungkin menjadi presdir. Tapi biasanya, mereka mundur sebelum rapat pemegang saham diadakan.

Gal Hee hanya memasang wajah murung.



Sek. Lee datang, semua langsung berdiri memberi hormat, tapi Gal Hee pamit. 




Sek. Lee: Dia mau ke mana berlari tergesa-gesa?

Ri Ra: Anda sudah tahu? Video tentang Direktur Do yang menyerang sopirnya sudah tersebar.

Myung Jung menyenggol Ri Ra yang ember dan kamera fokus pada ekspresi Ha Ni.

Sek. Lee: Ada video?



Nyonya Sim menyuruh Min Ik segera memecat Dae Joo. Min Ik tentu saja membantah.

"Kamu melihat Dae Ju mengangkat tangan tadi. Kamu selalu mudah percaya dengan orang lain. Bisa-bisanya kamu memercayai orang setelah kejadian tiga tahun lalu.

"Tiga tahun lalu"





Dalam rapat, Direktur Park menunjukkan resep obat Min Ik. Min Ik terkejut karena Dir. Park bisa mendapatkan resep obatnya. 

Dir. Park: Kalian tahu obat ini untuk apa? Ini untuk mengobati sindrom psikogenik degeneratif akibat kecacatan pada pembuluh darah otak. Ini sama saja mengidap demensia atau penyakit otak sebagai efek samping kelak.

Semua Direktur bisik-bisik meragukan kemampuan Min Ik, bagaimana mungkin pengidap demensia mengelola perusahaan?

Sebelumnya...




Min Ik menemui Dokter Gu bersama sekretarisnya.

Dokter Gu: Kubilang kamu baik-baik saja. Kenapa kamu terus mendatangiku?

Min Ik: Anda harus memeriksaku baik-baik untuk memastikan kesehatanku.

Dokter Gu: Sudah kubilang, pemilihan presdir diadakan sebentar lagi. Jika begitu khawatir, bagaimana kalau kamu mencoba ini?

Min Ik: Apa itu?

Dokter Gu: Ini semacam pendongkrak otak. Ini suplemen nutrisi. Ini yang dicari para siswa saat hendak menghadapi ujian. Sudah kuduga kamu akan memberiku sesuatu.



Dokter Gu mencetak resep obat untuk Min Ik dan tanpa ragu Min Ik memberikan kepada sekretarisnya.



Min Ik mengerti siapa pelakunya yaiyu sekretarisnya senidiri yang memberikan resep itu kepada Direktur Park atau mungkin Presdir Sim langsung.

Min Ik: Aku sudah lebih dari 10 tahun dinyatakan sembuh total. Dokterku meresepkan obat itu hanya untuk berjaga-jaga.

Dir. Park: "Orang yang secara fisik maupun mental mengalami gangguan dan tidak bisa menjalankan kewajiban mustahil dipilih sebagai presdir.". Kamu tahu ini tertulis di regulasi perusahaan kita, bukan? 

Kembali ke saat ini.



Ny. Sim: Bisa-bisanya kamu tidak tahu sekretarismu sendiri memihak mereka. Dasar bodoh. Kamu bahkan ingin menjadikannya pegawai tetap. Orang akan melakukan apa pun demi uang.



Presdir Sim pulang. Min Ik menjawab ibunya sambil menatap Presdr Sim.

"Lebih tepatnya, mereka yang punya uang mengontrol orang lain dengan uang."


Presdir Sim memanggil pelayan, memintanya menyiapkan makan malam untuknya.

Presdir Sim kepada Min Ik dan Ny. Sim, "Aku belum makan, tapi lagi-lagi aku kenyang." Kemudian tersenyum lebar dan berjalan ke kamarnya sambil bersenandung. Ny. Sim menatapnya gak suka.



Ny. Sim: Mundur sebelum rapat pemegang saham diadakan.

Min Ik: Aku akan mempertimbangkannya.

Ny. Sim: Mundur saja. Sebelum kamu mempermalukan dirimu dengan bukti video yang mutlak itu. Termasuk Gi Dae Joo, sopirmu, dan sekretarismu, pecat semua orang yang ada di sekitarmu.

Ny. Sim gak mau dibantah, ia langsung meninggalkan Min Ik.


Min Ik mendapat telepon, tapi kemudian ia menghela nafas setelah melihat siapa peneleponnya.



Min Ik keluar rumah, ternyata Gal Hee datang.

"Sejak kapan kamu, sebagai sekretaris, diizinkan datang ke rumah bosmu dan menyuruhnya keluar?"

"Anda akan mundur? Jangan mundur?"

"Apakah pantas.. perintah diberikan oleh sekretaris kepada bos? Bukankah seharusnya sebaliknya?"

"Ayo bertukar jabatan khusus hari ini. Saya harus memberi Anda perintah. Jangan mundur, Direktur Do."

"Jika mundur dari dewan, tentu saja aku tidak bisa menjadi presdir, tapi bukan berarti aku akan kehilangan jabatanku. Dengan begitu, kontrakmu akan tetap berlaku."

"Anda pikir saya melakukan ini demu kontrak?"

"Bukan demi kontrak?"



Gal Hee meremas tangannya sebelum menjawab, "Hanya saja, menurut saya itu keren. Saat Anda berani menelan ludah sendiri, menemui saya, dan membujuk saya untuk kembali. Saat Anda bilang tidak akan dikalahkan penyakit Anda, meskipun tidak bisa diobati. Saat Anda menghafal tinggi badan dan gaya rambut semua pegawai, lalu menyapa para direktur dengan lancar."

"Apa-apaan? Kamu menyanjungku."

"Saat bos saya tersanjung, saya pun turut tersanjung. Saat bos saya murung, saya pun turut murung. Itu memang sudah menjadi tugas saya. Jadi Jangan menyerah. Teruslah berjuang sampai Anda bisa menjadi presdir. Saya akan membantu Anda. Dengan menjadikan bos saya keren, saya pun akan menjadi keren."

>

1 komentar:

avatar

Kak semangat lanjut episode 11


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search