Sinopsis The Secret Life Of My Secretary Episode 1 Part 1

- Mei 07, 2019
>
Sinopsis The Secret Life Of My Secretary Episode 1 Part 1

Sumber: SBS



Ketika ia masih kecil, moto keluarganya adalah... "Sedikit kesabaran dapat mencegah bencana". 

Jung Gal Hee (Jin Ki Joo) dan keluarga mengagumi motto baru keluarga mereka. 

Dia pikir itu moto keluarga yang bagus. Saat itu, ia benar-benar tidak tahu. Bahwa kesabaran ibunya tak pernah membuahkan hasil... sampai dia meninggal karena kecelakaan.



Ibu tertabrak mobil saat berjualan. 



Di Rumah Sakit, ibu berpesan untuk Gak Hee, "Gal Hee. Moto... keluarga kita..."

"Iya, aku akan ikuti."

"Buanglah."

"Apa Ibu bilang?"

"Sekarang Ibu hampir mati, Ibu baru sadar. Sedikit kesabaran..."

"Ya?"

"Sedikit kesabaran..."

"Iya, apa?"

Pada akhirnya ibu meninggal tanpa sempat menyelesaikan wasiatnya. 

Pada akhirnya, gadis berusia 19 tahun- Jeong Gal Hee tak pernah tahu kata-kata terakhir ibunya.



Gal Hee: Tidak, mana bisa Ibu pergi begitu saja! "Sedikit kesabaran"... "Sedikit kesabaran" terus Ibu mau bilang apa?

Dan suatu hari setelah 10 tahun, dia tak sengaja menemukan jawaban dari kata-kata terakhir ibunya.



Episode 1
Apa yang Terjadi Setelah Sedikit Kesabaran?




10 tahun kemudian

Gal Hee belanja berlian. Girang banget wajahnya. Gal Hee mau membayar dengan kartu kredit, tapi sebelumnya ia meminta pegawai menunjukkan model lainnya.

Saat pegawai pergi, Gal Hee bergumam, "Apa sekarang sudah dimulai?"



Ki Dae Joo sedang mencari seseorang, di belakangnya anak-anak TK sedang melakukan gladi bersih.



Bintang utama kita sedang berjalan penuh pesona, dia adalah Do-Min-Ik (Kim Young Kwang). 

Diem-diem ia mengawasi empat pria yang sedang membicarakannya.



Direktur Kim Oh Chan: Bahkan jika dia kompeten, dia masih terlalu muda. Kita tak bisa beri dia wewenang. Bukan begitu, Presdir Sim?

Min Ik bisa membaca mimik wajah seseorang, kali ini ia membaca Diektur Kim. 

"Lihatlah matanya yang melebar dan lubang hidung yang membesar. Dia mungkin terdengar kasar, tapi aku setuju." Batin Min Ik.



Presdir Sim Hae Yong: Astaga, anda harus berhenti bertanya soal pengangkatan kembali jabatan. Dua hal yang paling saya benci adalah perkelahian geng dan permusuhan keluarga.

Presdir Sim melihat Min Ik. Ia melambai sambil tersenyum.

Min Ik membacanya sambil jalan mendekat, ""Aku akan diangkat kembali sebagai presiden". Ya ampun, pamanku. Dari ekspresinya pun sudah ketahuan."



Manajer Park: Astaga, Direktur Do. Ada peningkatan 8% pada anggota baru tahun lalu. Jujur, saat anda meluncurkan layanan IPTV, tak ada yang menyangka anggota baru  akan bergabung dengan layanan seluler kita hanya agar mereka bisa menonton itu.


Min Ik: Jika saya sehebat itu, kenapa anda malah mendukung paman saya?

Manajer Park: Apa? Saya?

Min Ik: Senyummu sedikit lebih lambat dari ucapanmu. Jangan-jangan anda memikirkan rencana lain?

Manajer Park: Sudah, cukup. 

Min Ik: Ah, aku benar lagi.




Lalu Min Ik berbisik, "Tapi... tidak apa-apa jika mendukung paman saya.  Dua orang lain di sini..."

Tiba-tiba Dae Joo memanggil. Min Ik meralat ucapannya, bukan dua tapi tiga termasuk Dae Joo yang ada dipihaknya. 



Sebelum bicara dengan Min Ik, Dae Joo membungkuk hormat pada Presdir Sim.

Dae Joo: Latihan hampir selesai.

Min Ik: Kamu kan tahu, aku benci keramaian.


Kemudian Min Ik pamit pada semuanya, "Silahkan lanjutkan menghina saya. Saya permisi dulu."

Manajer Park: Dia membuatku merasa telanjang  setiap kali aku bertemu dia.





Saat Min Ik masuk ke ruang pertunjukkan, ada suara seorang pria.

"Dia bisa ingat wajah orang setelah sekali pertemuan. Dan dia bisa tahu pikiran orang cuma dengan melihat wajahnya. Tidak heran mereka memanggilnya... bukan hanya Direktur Do, tapi Direktur Pembaca Pikiran juga."


Min Ik bisa mengenali semua anak yang baru ditemuinya. Mereka bertepuk tangan karena Min Ik menyebutkan nama mereka semua tanpa cela.



Min Ik diminta naik ke panggung untuk mengetes Kamera.

Direktur Kim: Bagaimana bisa putra pemilik perusahaan jadi begitu cerdas? Maksudku, kenapa dia harus peduli apa kata orang?



Min Ik diminta naik ke panggung untuk mengetes Kamera.

Direktur Kim: Bagaimana bisa putra pemilik perusahaan jadi begitu cerdas? Maksudku, kenapa dia harus peduli apa kata orang?


Ada pengumuman kalau Reporter akan tiba 5 menit lagi. Min Ik sih tenang-tenang saja, malah melakukan video call.

Mo Ha Ni: Direktur Do kok bisa tenang begitu ya? Kalau aku jadi dia, pasti gugup banget.

Boo Se Young: Kenapa dia harus gugup? Mungkin orang lain yang merasa gugup. 



Yang dimaksud adalah Gal Hee yang langsung gemetar saat menerima panggilan video Min Ik. 

"Kode biru!" Teriaknya. 


Ini pembicaraan keempat sekretaris tadi dengan latar Gal Hee/

Ko Myung Jung: Maksudnya Jung Gal Hee?

Se Young: Jangan sebut namanya. Dia dijuluki Pelayan. Di sini tak ada yang memanggil namanya. Aku yakin, dia pasti lagi sibuk ke sana kemari mengurus Direktur.



Se Young: Tahu kenapa dia cuma pakai sepatu platform? Bosnya memanggil dia setiap 10 menit. Kalau dia pakai heels, mana bisa lari cepat.


Ha Ni: Dan jangan buat aku bicara soal tas besar yang dia bawa. Pisau cukur, kaus kaki, payung, dan sandal. Dia bawa semua yang bosnya minta.


Myung Jung: Entah ini benar atau tidak. Tapi dia ikut latihan pertahanan sipil menggantikan bosnya.


Ha Ni: Aku dengar, dia bahkan tes urin atas namanya.


Myung Jung: Dengan kata lain, jika dia lahir di Zaman Penemuan, dia pasti kerja di perkebunan gula. Dan jika dia lahir saat Dinasti Joseon, dia pasti terlahir sebagai budak.



Suara khas Gal Hee adalah langkah sepatunya. Keempat sekretaris langsung bisa mengenali walaupun belum lihat orangnya.

Gal Hee buru-buru karena bosnya mencari tapi Se Young malah menghentikannya. 

Se Young: Kudengar kau memberi makan ikannya saat akhir pekan.

Gal Hee: Ya, aku bersyukur dia mempercayakan hal itu padaku.

Gal Hee akan lanjut jalan tapi Se Young kembali menahannya. 



Ha Ni: Aku juga dengar kau menyupiri dia karena supirnya berhenti.

Gal Hee: Aku lega dia mempercayakan hidupnya padaku.

Lagi-lagi Se Young menghentikan Gal Hee saat mau pergi.

Se Young: Kita, sekretaris disamakan seperti pelayan karena kau terus melakukan semua perintahnya.

Ketiganya setuju dengan Se Young. 



Gal Hee: Maaf ya, Gu Se Young. Tapi kau bisa urus sendiri harga dirimu. Aku sudah mengubur harga diriku bersama abu ibuku. Jadi tidak pernah melihat cahaya setelah Piala Dunia FIFA 2010. Dia yang menggajiku paling banyak diantara bos-bosku sebelumnya. Dan aku akan lakukan apa pun untuknya. Jadi, bisa biarkan aku pergi? Aku benci membuat bosku menunggu.

Gal Hee langsung lari. Kali ini Se Young menghentikan dengan kata-kata, bukan fisik.



Se Young: Bukankah Direktur Do memecat sekretarisnya setelah setahun?

Myung Jung: Jung Gal Hee sudah bekerja untuknya hampir 1 tahun.

Gal Hee sempat berhenti tapi kemudian masa bodoh. 



Min Ik memanggil Gal Hee, tepat saat itu Gal Hee masuk sambil mengiyakan panggilan Min Ik. 

"Kamu terlambat." Kata Min Ik setelah Gal Hee memberikan pakaiannya. 



"Ya, itu karena jika anda ingin mengganti jas, anda juga harus mengganti dasi. Jika dasi diganti, anda butuh sepatu yang berbeda." Jelas Gal Hee sambil melepaskan jas dan dasi Min Ik. 

"Kenapa aku harus alami semua ini?

"Aku yakin... Tim Video akan memakai latar belakang kuning, sudah aku cek dua kali."

"Tapi kamu tidak cek tiga kali."

"Sejak tadi pagi, aku sibuk membeli hadiah untuk ibu anda."

"Kamu bahkan tidak menyiapkan ini?"

"Tidak, kenapa jas ukuran anda harus habis di hari seperti hari ini?"

"Dan kamu tidak punya solusi? Aigo.."

Akhirnya Gal Hee minta maaf, ia mengaku kalau ini salahnya.



Tiba-tiba Min Ik monyongin bibirnya tepat dihadapan Gal Hee. Gal Hee sempet bingung naum cuma sepersekian detik, lalu ia mengeluarkan lipbalm untuk ia oleskan ke bibir Min Ik.


"Dan alih-alih menambahkan konten di TV, Saya pikir akan lebih baik menambahkannya di ponsel karena anda bilang akan menambahkan film ke layanan."

"Sepatu." Pinta Min Ik.



Gal Hee segera jongkok untuk menyiapkan sepatunya. Min Ik agak oleng karena berdiri dengan satu kaki, Gal Hee menyuruhnya pegangan ke kepalanya. Tanpa berpikir dua kali, Min Ik menggunakan kepala Gal Hee sebagai pegangan.   



Direktur Do Min Ik dari TnT Mobile diminta naik ke atas panggung ssetelah acara dimulai.

"Halo, semuanya. Saya Do Min Ik dari TnT Mobile. TnT Mobile dimulai dengan memproduksi konten kami sendiri untuk anak-anak. Tapi tidak berhenti di sana, kami akan terus memproduksi konten kami sendiri sehingga kami bisa mengatasi batas IPTV. Karena itu... "Ponsel Pengganti TV". "Ponsel Pengganti Film". Agar tidak merendahkan slogan kami, kami akan terus lakukan yang terbaik untuk konten berkualitas tinggi."




Gal Hee menyaksikannya dari pinggir, ia mengikuti apa yang harsnya Min Ik sampaikan dan Min Ik melafalkannya dengan lancar.




Tiba-tiba Dae Joo menghampiri. Gal Hee heran, kenapa gak ikut naik? 

"Dia bisa melakukannya sendiri."

"Tetap saja, kalian mengerjakannya bersama."

"Min Ik tidak pernah pakai mantel karena dia selalu bekerja lalu pulang,  langsung dari tempat parkir bawah tanah."

"Betul."

"Kamu juga tak bisa pakai mantel karena bosmu tidak memakai mantel. Tapi terlalu dingin untuk tidak memakai mantel. Itu sebabnya kamu menggunakan ini. Cardigan merah itu untuk di luar dan di dalam ruangan."

"Direktur Gi, Anda benar sekali. Dari mana Anda tahu?"

"Sebelum Do Min Ik dapat sekretaris, dia dulu sering memanggil namaku daripada kamu. Aku pernah tidur pakai sepatu saat kami masih sekolah dulu, jadi aku bisa langsung lari saat dia memanggilku."




Gal Hee semangat karena ia mengalami hal yang sama, "Aku bahkan pernah menggambar alisku sebelum tidur."

Gal Hee refleks mau mengajaknya tos, tapi Dae Joo tidak meresponnya. Gal Hee segera minta maaf karena ia lancang.



Dae Joo: Tapi... Jangan berusaha terlalu keras. Selalu siap sedia dan cepat tanggap... tidak menjamin pengakuan.

"Harap nantikan apa yang kami tawarkan melalui layanan IPTV kami. Terima kasih." Min Ik mengakhiri penjelasannya.



Di rumah, Gal Hee menatap motto keluarganya sambil memikirkan kata-kata Dae Joo tadi.

Gal Hee: Tidak kan Bu! Aku masih yakin bahwa kesabaran dan kerja keras akan membuatku diakui. Iya kan?



Saudara laki-lakinya (Jung Joong Hee) masuk sambil heboh mengatakan kalau surat penerimaan Nam di di Universitas Pennsylvania sudah datang. 



Gal Hee segera mengambilnya dan membukanya. Ternyata cuma berisi poster restoran pesan antar.

Joong Hee tanya, "Apa katanya? Dia diterima? Apa mereka menerimanya?"

Gal Hee membacanya, "Dongboseong, terkenal akan jjajangmyeon pedas". "Tukar 30 kupon untuk yangjangpi gratis". Di mana bus ke Crazy Land? Aku akan ke sana sendiri jika itu bisa membuatmu melihat."




Gal Hee membuka lebar-lebar mata Joong Hee. Joong Hee menampik tangan Gal Hee dari wajahnya.

"Tidak masuk malah baik. Belum tentu kita bisa bayar uang sekolahnya."

"Aku pasti bisa. Sekolah itu... sekolah bosku dulu. Aku akan buat Nam Hee mengikuti jalan bosku. Bukan terjebak di belakang panggung sepertiku, dia akan membentangkan sayapnya dan menjadi sorotan.."

"Memang kamu punya uang?"


Joong Hee pun masuk dan Gal Hee terdiam karena pertanyaan itu.



Besoknya Gal Hee kebagian Manajemen Personalia. Pegawai mengatakan kalau mereka sudah mengirim kontrak perpanjangan Gal Hee ke Direktur Do.

"Benarkah?" Gal Hee agak kecewa.

"Kamu sudah tahu, kan? Dia tak pernah mempekerjakan sekretaris  yang sama selama lebih dari setahun."

"Betul." Gal Hee manggut-manggut.




Pegawai itu membuka berkas dan melihat ada satu orang yang. Gal Hee langsung semangat, ada? Siapa?

"Sekretaris pertamanya. Dia bekerja untuknya selama 3 tahun dari 2013."

Bahkan Min Ik menulis pesan untuk menjadikan sekretaris itu pegawai tetap.

Gal Hee bergumam, "Dia berusaha mendapat posisi permanen untuknya. Berarti aku masih ada kesempatan."
>


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search