Sinopsis My First First Love Episode 4 Part 3

- April 30, 2019
>
Sinopsis My First First Love Episode 4 Part 3

Sumber: NETFLIX


Saat Tae Oh pulang, sudah ada tenda di halaman. Hoon dan Ga Rin mengajaknya makan ayam bareng. 

Tae Oh: Apa lagi sekarang? Tunggu. Ini milikku, 'kan?



Tae Oh melihat ke dalam dan dikagetkan dengan munculnya SOng Yi. Song Yi membenarkan, tenda itu memang miliknya Tae Oh. 

Song Yi: Kau beli taHoon lalu untuk berkemah. Tapi disimpan, jadi aku keluarkan.

Tae Oh: Untuk apa?

Song Yi: Aku mau tidur di sini.

Tae Oh: Apa?


Hoon: Dia tak bisa tidur, Ga Rin mendengkur.

Ga Rin: Kenapa kau beri tahu dia?

Hoon: Kenapa tidak?



Tae Oh: Ini konyol. Mana bisa tinggal di tenda?

Song Yi: Kenapa? Aku tak akan seharian di sini.

Tae Oh: Ada ruang tamu dan loteng.

Song Yi: Loteng dipakai untuk gudang. Ruang tamu tak nyaman, tak ada privasi. Aku suka di sini. Enak.

Tae Oh: Kau lakukan untuk menarik perhatianku?

Song Yi: Buat apa aku lakukan itu?

Tae Oh: Itu...



Hoon menyela, "Hei, Song Yi-ah. Kau pikir seekor ayam cukup untuk empat orang?"

"Kubelikan seorang seekor saat gajian."

Hoon langsung membernya jempol, Okee-oke. Song Yi menyuruh Tae Oh makan ayamnya juga. Tae Oh menolaknya dan langsung masuk.



Dari jendela kamarnya, Tae Oh melihat mereka berebut ayam di luar. 

Tae Oh: Sulit dipercaya. Selimut itu tak cukup, dia bisa flu.




Tae Oh membawakan selimut untuk SOng Yi, "Ambil ini, jangan masuk kamarku karena dingin."

"Kau anggap apa aku ini? Tapi, terima kasih."

"Kau sudah pasang perangkap serangga?"

"Apa itu?"

Tae Oh menghela nafas.





Tae Oh memasangnya untuk Song Yi, ia juga memberikan meja dan rak. 



Bukan hanya itu, Tae Oh juga memperbaiki tenda Song Yi. 


Sebagai rasa terimakasih SOng Yi membelikan Tae Oh es krim, tapi ia janji akan mentraktir yang lebih enak setelah gajian. 

"Tidak perlu."

Song Yi: Saat dapat pesan soal aku diterima magang, kau yang pertama kuingat. Rumahmu membawa keberuntungan. Semua berjalan lancar sejak aku pindah ke sana.


Tae Oh: Magang apa? Kau akan kerja di kantor?

Song Yi: Kelompok amal milik perusahaan konstruksi, Better Than Home. Memasang kertas dinding, membangun rumah bagi tunawisma. Dapat poin ekstra dari kampus sambil beramal.

Tae Oh: Kau harus ke lokasi konstruksi?

Song Yi: Sesekali.

Tae Oh: Jika ke sana, jangan lupa pakai helm dan hati-hati melangkah.

Song Yi: Baik. Hanya kau yang sungguh memperhatikanku.



Tae Oh terdiam oleh kata-kata Song Yi itu. Tae Oh mencari alasan, "Karena kita teman. Bukan karena kau spesial bagiku. Kau hanya salah satu sahabatku. Aku hanya memperhatikanmu karena kau temanku. Kau tahu maksudku, 'kan?"

"Tentu. Beri aku sedikit es krim."

"Apa?"

"Tampaknya lebih enak."




Tae Oh kaget karena Song Yi tiba-tiba memakan es krimnya, ia sampai menjatuhkan es krimnya. 

"Sayang sekali." Kata Song Yi. 

"Kau tak mendengarkanku?"

Tae Oh pergi meninggalkan Song Yi. 




Paginya Ga Rin mengumumkan akan mengadakan pesta saat akhir pekan.

Ga Rin: Aku berutang pada kalian semua. Selain itu, hanya Tae Oh yang mengaitkan kita semua. Kita tak terlalu saling mengenal. Akan kusiapkan semuanya, kalian hanya perlu datang.

Tae Oh: Tentu saja aku datang. Pestanya di rumahku.

Ga Rin: Astaga, Semuanya! Aku akan siapkan semuanya. Ini akan jadi pesta dengan Oh Ga Rin sebagai tuan rumahnya!

Membayangkannya saja membuat Ga Rin sangat senang. 


Song Yi bertanya, perlu mengundang DO Hyeon juga? Hoon tanya, siapa Do Hyeon? 

Song Yi: Dia di sini saat kita pertama bertemu.

Hoon: Orang yang selalu mengabaikanku?

Song Yi: Lebih meriah jika lebih ramai. Dia sudah bertemu kita semua.

Tae Oh: Do Hyeon tak terlalu suka pesta.

Song Yi: Aku tetap akan ajak.

Tae Oh: Baik, terserah.



Tae Oh penasaran, sejak kapan mereka berteman? 

"Kami satu fakultas. Kami beberapa kali bertemu dan menyapa." Jawab Song Yi dan Tae Oh gak curiga lagi.



Song Yi dan Do Hyeon kembali ke atap. SOng Yi cerita soal magangnya. 

"Itu tetap pekerjaan, jadi kutraktir kau hari ini." Kata Song Yi. 

"Selamat. Jika tahu, aku yang akan mentraktirmu."

"Ulangi agar bisa kurekam." SOng Yi mengeluarkan ponselnya dan itu membuat Do Hyeon tersenyum. "Jadi, kau bisa datang? Kuberi tahu yang lain."

"Tentu. Kau memang ingin menjadi arsitek?"

"Ya, ayahku dahulu arsitek. Aku mengikuti jejaknya."

"Keren."

Song Yi: Dan kau? Tampaknya kau belajar terus.

Do Hyeon: Untuk ujian pegawai negeri. Terdengar membosankan?

Song Yi: Tidak. Kita semua punya alasan untuk tujuan dan rencana hidup kita. Jangan dinilai dari apa itu menyenangkan.






Do Hyeon: Song Yi-ya. Minta nomormu?

Do Hyeon mengulurkan ponselnya. Song Yi memberitahu, "Kau tahu ini pertama kalinya kau memanggil namaku?"

"Benarkah?" DO Hyeon gak sadar.

"Ya. Kau selalu memanggilku "Hei" atau "Kau", atau hanya menepuk bahuku."

"Aku tak biasa dekat dengan wanita."

"Aku bisa tahu."




Song Yi selesai menuliskan nomornya lalu mengambalikan ponselnya Do Hyeon. Do Hyeon menghubungi SOng Yi dan begitulah mereka memiliki nomor satu sama lain.

Saatnya Interview club film. Se Hyeon menyuruh ketiga temannya menanyai Tae Oh dengan santai karena Tae Oh dua ahun lebih muda dari mereka.

Teman 1, 2, 3 -> urutan dari kiri ke kanan.

Teman 2: Kenapa mau masuk klub kami?

Tae Oh: Benar. Aku sudah lama ingin masuk klub seperti ini.

Teman 2: Begitu, kau ditolak.

Tae Oh: Apa? Tunggu, kenapa?

Teman 2: Aku tak suka sikap setengah hati. Kau tak bisa masuk klub ini untuk iseng. Klub ini akan menyita waktumu.

Teman 3: Tak perlu begitu kasar. Tak apa-apa, jangan gugup. Kau pernah merekam video?

Tae Oh: Itu hobiku sejak lama. Mulai merekam pakai kamera 6 mm.

Teman 1: Benarkah? Artinya kau berpengalaman.

Tae Oh: Tidak juga. Tapi aku sering membuat video pendek. Ada ungkapan di buku pengembangan diri. "Ketekunan mengalahkan bakat".

Teman 1: Benar. Orang yang tekun akhirnya akan menang. Dia cukup mengerti.

Teman 2: Tunggu, kami tak buat pengumuman mencari anggota baru. Kau tahu klub ini dari siapa?

Tae Oh memandang Se Hyeon, "Kurasa takdir yang membawaku kemari."


Se Hyeon hanya tersenyum.

Mereka memutuskan untuk menerima Tae Oh karena Tae Oh orang yang menyenangkan dan tak ada alasan untuk menolak anggota yang berkeinginan keras.

Se Hyeon: Kurasa.. Tetap saja belum cukup. Ini klub film. Dia tak bisa masuk karena surat pengantar.

Tae Oh: Akan kurekam apa pun yang kalian minta. Perintahkan saja.

Teman 1: Baik. Serahkan film pendek lima menit. Topik dan bentuknya bebas.

Tae Oh: Baiklah.





Se Hyon: Tunggu. Satu syarat. Film pendekmu harus... membuatku tertawa. Jika kau buat aku tertawa dengan videomu, kau diterima. Setuju?

Tae Oh: Setuju. Akan kupastikan kau tertawa.
>


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search