Sinopsis My First First Love Episode 4 Part 2

- April 29, 2019
>
Sinopsis My First First Love Episode 4 Part 2

Sumber: NETFLIX


Usai audisi, Hoon mengajak Ga Rin makan Tteokbokki. Ga Rin sangat kagum dengan rasanya. 

"Baiklah, makan semua yang kau mau. Setelah tepuk tangan begitu. Kau biasa, tapi penuh hasrat. Kau mirip penggemar." Kata Hoon.

"Belum pernah kucicipi rasa ini. Cita rasanya kuat dan sangat nikmat. Juga manis dan membuat lidahku kebas."

"Kami menyebutnya vetsin, penambah rasa."

"Vetsin?"

Hoon mengangguk.



Ga Rin menyebut Hoon juga seperti vetsin.

"Maksudnya bagus?" Tanya Hoon.

"Kau hebat."

"Benarkah? Juri tak memperhatikan, tapi penampilanmu hebat di panggung, mengharukan."

"Astaga, mereka tak tertarik?"

"Hanya saat pertama. Mereka sangat fokus akhirnya. Aku yakin kau akan lulus."

"Aku lulus?"

"Lulus!"

"Sungguh?"

"Ya. Aku bisa merasakan aku akan lulus."




Hoon memuji Ga Rin yang sangat sangat pandai meningkatkan semangat orang.

"Benarkah? Aku punya bakat begitu?"

"Ya, tak setiap orang bisa melakukannya. Bakat sejak lahir."

"Aku pandai meningkatkan semangat orang. Andai itu pekerjaan, aku pasti hebat melakukannya."

"Tentu. Kini, makanlah. Kau bingung setelah kabur dari rumah. Kau tak perlu belajar banyak hal. Paham? Memalukan! Sekarang makan!"

"Tentu, aku makan."

Ga Rin kembali menikmati makanannya.



Saat sedang mengerjakan maket, Song Yi mendapat pesan dan ia terkejut. Ternyata Min AH juga mendapatkan pesan yang sama, mereka diterima magang di tempat yang sama, semuanya memberikan selamat.

Song Yi sangat berterimakasih pada Tuhan dan ia janji akan lakukan yang terbaik.

Song Yi: Harus beri tahu Yun Tae Oh.



Tae Oh melamun saat jalan bareng Do Hyeon. 

"Saat berteman 20 taHoon lebih, kita bisa jadi bingung. Aku pun mengalaminya." Batin Tae Oh.

Karena kebanyakan melamun, ia jadi salah jalan. Do Hyeon memanggilnya. 

"Hei! Mau ke mana?" Tanya Do Hyeon. Tae Oh langsung mengubah arah jalannya mengikuti Do Hyeon. 



Tae Oh masih terus melamun, "Bagaimana jika bukan sementara? Kini kami bahkan hidup bersama. Bagaimana dia bisa melupakanku jika bertemu tiap hari?"



Do Hyeon mengulurkan minuman untuk Tae Oh, "Kenapa kau?"

"Tak apa-apa."

"Ada masalah? Kau menghela napas terus."

"Ayo main basket jika kau ada waktu, jernihkan pikiran."

Do Hyeon memeriksa jam dan ia masih punya waktu, ia akan mengambil bola, Tae Oh bisa ke lapangan duluan.




Tak sengaja Tae Oh melihat Song Yi yang sedang menunggunya dan ia kaget gitu. Tae Oh akan kabur, tapi Song Yi memanggilnya.

"Woah.. Kini dia mengikutiku di muka umum." Gumam Tae Oh.



Song Yi lari mendekati Tae Oh, "Kau pasti terkejut. Tak terduga, ya?"

"Apa? Kenapa kau kemari?"

"Ayo ke kafe kampus. Bolu mereka lezat. Aku traktir, ayo."

Song Yi merangkul Tae Oh, tapi Tae Oh cepat-cepat melepaskannya. 



"Aku sibuk, tak ada waktu mengobrol denganmu."

"Aku juga sibuk, butuh 30 menit saja."

"Aku tak perlu ikut hanya karena kau mengajakku. Aku juga punya kehidupan sendiri."

"Tak perlu begitu kejam. Aku mau bilang kabar baik."

"Kabar baik?"

"Tentang yang kau dengar di atas atap."

"Apa?"

"Soal magang. Aku dan Min Ah sama-sama mendaftar dan dapat pekerjaan itu."

"Ah.. Soal magang. Benar. Selamat." Tae Oh lega karena ia kira soal menyukainya itu. 



Do Hyeon melihat mereka.

Song Yi: Karena itu aku mengajakmu ke kafe,nsayang sekali kau sibuk.

Tae Oh: Jadi karena itu.

Song Yi: Sampai jumpa di rumah.

Song Yi sangat gembira sampai menepuk kedua pundak Tae Oh dengan riang. tae Oh hanya menghela nafas memandang kepergian Song Yi.



Do Hyeon mendekat, ia tanya, kenapa Song Yi ada di fakultas mereka?

"Sudah jelas, 'kan? Dia mungkin sangat merindukanku. Ayo. Aku butuh pengalihan."

Tae Oh lari duluan. Do Hyeon tersenyum menatap kepergian Song Yi.



Saat main, Do Hyeon selalu berhasil mencuri bola Tae Oh dan tiap Tae Oh mendapat bola, ia gak pernah masukin bola ke ring. 

"Ada apa?" Tanya Do Hyeon saat Tae Oh terkapar. Tae Oh diam saja.



Mereka istirahat, "Ada apa? Pikiranmu sudah jernih, sekarang bicara." Kata Do Hyeon.

"Kurasa bisa dibilang terjadi sesuatu. Tapi mungkin juga tak penting." 

Tae Oh minum minuman pemberian Do Hyeon.


Tae Oh memutuskan untuk menceritakan semunaya pada Do Hyeon, "Kurasa... ada yang mau bilang dia menyukaiku. Ada yang sangat menyukaiku."

"Benarkah? Siapa? Aku kenal dia?"

"Kau tak kenal dia."

"Lalu apa masalahnya?"

"Aku harus menolaknya. Menolak orang pun butuh keberanian, tapi aku tak yakin tega kepadanya."

"Sebenarnya, aku memikirkan seseorang juga."

"Kau?"

"Ya, aku baru bertemu dia."

"Baru bertemu, tapi kau sudah cerita kepadaku. Cinta pandangan pertama?"



Do Hyeon berpikir, "Pandangan pertama? Dia sangat mengesankan."

Do Hyeon mengingat bagaimana pertemuan pertamanya dengan SOng Yi dampai beberapa hari belakangan.

"Kami kebetulan jumpa beberapa kali. Tapi situasinya selalu agak canggung. Dia sangat ramah, walau situasinya canggung. Aku suka itu. Aku merasa nyaman, meski jantungku berdebar."



Tae Oh memandangi Do Hyeon yang cerita sambil senyum-senyum, ia sulit mempercayai Do Hyeon yang bicara tentang seorang gadis.

Tae Oh: Kau sungguh menyukainya.

Do Hyeon: Aku hanya cerita. Jangan menyimpulkan sendiri.

Tae Oh: Dia cantik?

Do Hyeon: Cantik. Aku tak bisa menahan diri menatapnya, dia tampak makin cantik. Aku mau mengenalnya.

Tae Oh: Aku iri. Gadis yang menyukaiku tak punya sifat baik. Kurasa dia bisa dibilang cantik. Tapi wataknya galak dan merepotkan. 

Do Hyeon: Siapa pun dia, aku kasihan. Kau anggap dia merepotkan.

Tae Oh: Tapi dia teman yang sangat baik. Aku tak bisa pura-pura tak tahu. Semoga dia tak bilang menyukaiku.



Do Hyeon: Berarti jangan beri dia harapan. Tunjukkan perasaanmu tak sama seperti dia kepadamu.

Do Hyeon lalu pamit karena ia mau ke kelas.

Tae Oh berpikir, "Tunjukkan"?


Song Yi ke gudang, ia mencari sesuatu dan akhirnya mendapatkannya.  
>


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search