Sinopsis My First First Love Episode 3 Part 2

Sinopsis My First First Love Episode 3 Part 2

Sumber: NETFLIX



Ternyata yang datang adalah Do Hyeon. Tae Oh heran, ngapain DO Hyeon datang pagi-pagi. 

"Kurasa dia membawakan koperku. Biar aku buka pintunya." Jawab Song Yi.




Benanr dugaan SOng Yi, Do Hyeon membawakan kopernya + rodanya sudah dibenerin. Song Yi berterimakasih atas bantuan Do Hyeon, ia berhutang banyak.

"Omong-omong, kenapa kau di kantor polisi semalam?" Tanya Song Yi.

"Kau sendiri kenapa di sana?"

"Ada sedikit salah paham. Memalukan, jangan tanya."

Do Hyein hanya tersenyum. 

"Kau sendiri kenapa?"

"Karena kau tak kembali. Aku menelepon polsek terdekat, begitulah caraku menemukanmu. Aku bilang pada Tae Oh, aku ke sana karena urusan kerja dan kebetulan menemuimu di sana. Aku bohong agar kau tak dapat masalah."

"Terima kasih. Ayo sarapan bersama kami."

"Tidak usah, aku harus pergi."

"Baik, sampai jumpa di kampus."



Song Yi akan membawa masuk kopernya, tapi Do Hyeon bilang ia saja. Dan tanpa Song Yi pindah dari gerbang, Do Hyeon langsung aja mengangkat koper ke dalem, jadinya mereka dekeeeet banget. Song Yi menunjukkan wajah yang beda, ia mulai tertarik pada Do Hyeon.


Setelahnya, Do Hyeon langsung pamit.

Setelah Do Hyeon pergi, SOng Yi ngintip-ngintip punggungnya dan menghela nafas.

"Jantungku tadi berdebar-debar?" Song Yi bertanya pada dirinya sendiri.



Hoon dan Ga Rin naik bus bersama dan Ga Rin penasaran dengan tombol disana, ia akan menekannya tapi Hoon melarang sambil menjelaskan kalau menekannya nanti saja saat mau turun. 

"Maaf, aku baru pertama kali naik bus." Jawab Ga Rin riang seperti biasa.

"Kau pasti sangat kaya karena tak pernah naik bus. Ayo berteman."

Hoon mengulurkan tangan dan Ga Rin langsung menjabatnya erat. 



Omong-omong, Ga Rin gak tahu mereka mau kemana. Hoon mengatakan kalau mereka mau cari uang. 

"Uang?" Ulang Ga Rin karena gak ngerti. 

"Aku cemas meninggalkanmu di rumah karena kau ceroboh, jadi aku ajak. Ada pekerjaan paruh waktu, katanya aku boleh mengajak orang."

"Kerja paruh waktu? Aku akan lakukan sebisaku. Kerja semacam apa?"

"Kerja di belakang. Lihat saja."

"Kerja di belakang?"



Tae Oh bingung milih kue. Akhirnya ia membeli satu tidap variannya karena tak tahu kesukaannya. 

Sementara menunggu pegawai mengemas kuenya, Do Hyeon mengajaknya berbincang.

"Temanmu memutuskan tinggal sementara di rumahmu?" Tanya Do Hyeon.

"Teman-teman, bukan teman. Aku terpaksa menampung mereka bertiga. Jika kau bertengkar dengan ayahmu, jangan ke rumahku. Tak ada kamar lagi."

"Kau akrab dengannya?"

"Song Yi? Bagai keluarga. Kami sudah lama kenal. Tapi dia merepotkan. Semoga dia punya pacar. Siapa pun itu. Aku pun akan segera pacaran, jadi tak bisa terus menjaganya."




Kue Tae Oh sudah siap. setelah membayarnya, ia membawanya dengan ati-hati. DO Hyeon heran, kenapa Tae Oh memperhatikannya jika tak akrab?

"Kau tak lihat aku begini agar mengenalnya lebih baik? Biar aku beri tahu caranya..."

Tae Oh menghentikan kalimatnya karena melihat majalan Se Hyeon ada disana. 

"Itu dia." Kata Tae Oh.



Saat Se Hyeon masuk ke ruang club, Tae Oh membaca biodatanya yang ada di majalan tadi. 

"Nama. Ryu Se Hyeon. Fakultas Seni. Masuk taHoon 2013. Dia mahasiswi Korea pertama yang ikut magang desain grafis di studio luar negeri". Kau memang hebat. Kau pernah ke Amerika?"

"Inggris. Perusahaan produksinya di London. Kapan kau kemari?"

"Baru saja." Tae Oh melanjutkan membaca, "Dia pergi ke seluruh dunia bersama ayahnya, juru foto. Dia fasih bahasa Inggris dan Spanyol, bisa bicara tiga bahasa".



Makin kagum Tae Oh sama Se Hyeon. Se Hyeon kesal karena Tae Oh masih bicara informal.

"Aku tak mau memakai panggilan hormat. Bukannya tak sopan, tapi aku mau kau menganggapku pria."

Se Hyeon ketawa.

"Kau tertawa? Kupanggil namamu saja, ya?"

"Kau tak bisa masuk klub."

"Kenapa?"

"Butuh banyak komitmen untuk masuk klub ini. Mengabdikan waktu."

"Aku punya banyak waktu."

"Impianmu membuat film?"



Tae Oh agak bingung nih, ia belum punya impian. 

"Lihat? Kau belum siap untuk ini."

"Ini tak akan berhasil. Aku harus menawari sogokan."

"Sogokan?"



Tae Oh membuka kue yang dibelinya tadi. Se Hyeon kembali tersenyum karenanya. Tae Oh lalu memberinya satu yang dipilih Se Hyeon. 



Song Yi ketemu Do Hyeon di Toserba, mereka sama-sama membeli makanan siang. Song Yi mengajak makan bareng. Tapi sayang, mejanya sudah penuh. 

"Kita bisa makan siang di suatu tempat. Kau mau coba?" Tawar Do Hyeon. 




Tempat pilihan Do Hyeon adalah atap. Song Yi sangat suka, ia tidak tahu di kampus mereka ada tempat seperti itu, tapi apa boleh mereka kesana? 

"Tentu tidak." Jawan Do Hyeon dan mereka hanya tersenyum.




Saat memberikan kotak makanan Song Yi, DO Hyeon melihat tangan Song Yi banyak luka goresan kecil, kenapa?

"Ini? Kebanyakan mahasiswa arsitektur punya bekas luka. Terjadi saat membuat tugas."

"Tugas?"

"Harus memotong, menempel, dan pekerjaan kasar lainnya. Memikirkan fakultas arsitektur, mereka mengingat romansa karena film Architecture 101. Padahal berbeda. Mahasiswa arsitektur membuat lelucon bahwa kami fakultas kerja kasar."

Do Hyeon menatap Song Yi beda gitu. Song Yi minta maaf karena sudah membuat Do Hyeon bosan. 

"Menurutku apa pun ucapanmu menarik." Jawab Do Hyeon. 



"Kau pernah mengajak orang lain kemari?"

"Ya."

Song Yi tahu kalau Do Hyeon bohong. Do Hyeon mengakuinya dan keduanya ketawa. 

"Menurutku kau lucu." Kata Song Yi.

"Benarkah? Belum ada yang bilang begitu."

"Aku pasti yang pertama menyadarinya."

"Kurasa begitu. Ayo makan."

"Ya."





Tae Oh menawarkan diri untk mengantar Se Hyeon. Se Hyeon tanya, Tae Oh punya mobil. 

"Tentu saja." Tae Oh menunjuk sekuternya.

Se Hyeon tersenyum, ia belum pernah naik motor sebelumnya. 

"Sangat seru. Aku akan pelan-pelan jika kau takut." Kata Tae Oh. 

"Kenapa sia-siakan yang seru? Ayo."

"Wah."




Hoon dan Ga Rin sampai dilokasi kerja part time, mereka menjadi figuran dalam drama.

Yang harus mereka lakukan adalah mengobrol biasa saja.

"Tidak sulit. Saat sutradara bilang, "Siap, action!" kita makan seperti biasa saja." Jelas Hoon. 

"Seperti biasa?"

"Ya, seperti kau biasa makan."

"Baik, aku bisa."

Action! 





Ga Rin makan seperti biasa saat para aktor berakting, ia memasang serbet di lehernya. Sutradara langsung berteriak CUTTT!

"Kenapa ada serbet di situ?" Kesal sutradara.

Hoon langsung inta maaf sambil membungku 90 derajad.



Hoon heran dengan Ga Rin, "Kubilang biasa saja, 'kan?"

"Ini yang biasa kulakukan."

"Apa?"




Selanjutnya adegan jalan dan Ga Rin lagi-lagi melakukan kesalahan. Hoon lagi-lagi yang harus meminta maaf. 



Hoon heran, kenapa dengan Ga Rin, "Kenapa kau ini? Kau semestinya berjalan seperti biasa."

"Aku tak ingat bagaimana berjalan biasa."

"Apa?"



Ga Rin dimarahin orang yang memberikan Hoon pekerjaan. Hoon lagi-lagi membujuk untuk meminta maaf tapi Hyeong itu mendorong-dorong Hoon.

Ga Rin kesal, "Ahjussi! Kenapa kau memukulinya..."

Hoon menghentikan Ga Rin dan agar Hyeong tak marah ia rela gak dibayar dan jika butuh orang, ia mau kerja gratis. Hyeong pun pergi akhirnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Komentar untuk "Sinopsis My First First Love Episode 3 Part 2"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: