Sinopsis My First First Love Episode 3 Part 4

Sinopsis My First First Love Episode 3 Part 4

Sumber: NETFLIX



Usai kelas, Dosen mengumumkan bahwa UTS akan digantikan dengan tugas kelompok. Temanya perubahan pemukiman di masa depan. Presentasinya sekitar sepuluh menit.

"Ketua setiap kelompok mengirim topik dan kesimpulan sebelum pekan depan. Poin tambahan diberikan kepada ketua kelompok." Lanjut Dosen lalu mengakhiri pertemuan hari ini.



Song Yi mengatakan pada teman-teman kalau mereka butuh lebih dari tiga orang untuk satu tim. Teman SOng Yi kenal mahasiswi fakultas seni dan dia jago membuat presentasi.




Ternyata temannya teman SOng Yi itu temannya Se Hyeon, jadinya mereka satu tim.


Saat pertemuan Tim, ketua Tim mengajak semuanya bertukar nomor telefpn untuk memutuskan kapan akan bertemu pekan ini, ia akan membut group.



Se Hyeon kebetulan duduk deket Song Yi, saat menulis nomor Song Yi ia bertanya siapa nama Song Yi. 

"Aku Ryu Se Hyeon. Aku baru tahu kita mengambil kelas yang sama. Kini tinggal di mana?"

"Di rumah teman."

"Ah.. Kau menumpang temanmu?"

"Bisa dibilang begitu."




Datanglah pria dengan mobil keren menjemput Se Hyeon. Se Hyeon pamit pada teman-temannya. 


Semuanya penasaran, apa dia pacarnya Se Hyeon.

"Hanya salah satu temannya. Se Hyeon tak suka hubungan serius." Jelas Temen deketnya Se Hyeon.



Saat ke perpustakaan, Song Yi celingukanm lalu pegawai sana memberinya tugas, mencari buku dalam daftar untuk dibuang.


Song Yi mencari satu persatu bukunya sambil celingukan mencari Do Hyeon. 



Song Yi gak menemukan Do Hyeon, malah Do Hyeon yang melihat Song Yi duluan.



Song Yi menemui kesulitan, lokasi bukunya di rak tertinggi. Saat itu Do Hyeon mendekat untuk membantu.  Song Yi bilang harus mengambil semua buku itu, jadi Do Hyeon membawakan tangga untuk membantu Song Yi. 




Song Yi mengulurkan tangan tanpa menatap Do Hyeon, tapi Do Hyeon malah memberinya plaster bukannya buku. 

"Kurasa kau membutuhkannya." Kata Do Hyeon. 

Song Yi melihat luka goresan di tangannya, ia lalu tersenyum dan mengucapkan Terima kasih.


Bagian disana sudah selesai dan Do Hyeon membawakan buku-buku itu. Song Yi senang memandangi plaster hadiah itu, juga memandangi Do Hyeon.



Ibu menyambut Tae Oh dengan gembira. Tae Oh awalnya bingung. 

"Ah.. Ya, Bagaimana kabar Ibu?" Tanya Tae Oh dingin.


Ayah menuangkan wine untuk Ibu dan Tae Oh, "Ini salah satu wine terbaik dari Prancis. Hanya 500 botol diproduksi tiap tahun. Seruput perlahan dan nikmati."

"Aku naik skuter, jadi tak bisa minum banyak."

"Bukan motor, tapi skuter kecil? Dewasalah."

"Aku akan terima, jika Ayah belikan mobil."



Adiknya Tae Oh minta sgelas juga, tapi ibu tetu saja tidak memberikannya, nanti saja setelah kuliah.

"Bukankah terlalu mengkhayal jika mengingat nilai sekolahnya?" Sindir Tae Oh.

Tapi adiknya malah dengan bangga mengatakan kalau niliainya semakin merosot lagi. Ibu mencubit untuk menghentikannya. 

Ibu: Wajahmu kurus. Kau banyak minum bir?

Tae Oh: Minum bir? Tak mungkin. Aku sibuk belajar sampai larut malam.

Ibu: Belajar tentang wanita?

Tae Oh: Apa maksud Ibu?



Ibu: Kau punya teman akrab bernama Song Yi, 'kan?

Tae Oh: Ada apa dengan Song Yi?

Ibu: Ibunya minggat di tengah malam, 'kan?

Tae Oh: Bagaimana Ibu tahu dia minggat?

Ibu: Bagaimana aku tahu? Ibunya menyewa tempat berjualan gimbap di gedung ayahmu. Dia sudah bulanan tak bayar sewa.

Ayag: Jangan dibahas, aku hilang selera.

Ibu: Bukan cuma kami yang ditipu. Sehari sebelum minggat, dia meminjam uang dari tetangganya. Dia bahkan punya pacar.

Ayah: Benarkah?

Tae Oh: Ibu tak boleh bicara begitu, jika belum tahu pasti.

Ibu: Tae Oh. Buat apa aku mengarang ini? Banyak saksi melihatnya bersama pria. Entah siapa atau apa pekerjaan pria itu, orang bilang dia tergila-gila kepada pria itu.

Tae Oh: Tolong hati-hati, jangan katakan apa pun kepada Song Yi.



Ayah: Usianya 23 tahun, dia sudah dewasa. Itu takdirnya. Orang bilang karma pun diwariskan. Dia harus tahu ibunya punya utang. Tapi sungguh, apa tak ada cara menagihnya?

Tae Oh: Ayah. Ayah seperti lintah darat. Jangan bicara soal uang kepada Song Yi. Nanti kubereskan.

Ayah: Kau bilang ayah seperti lintah darat? Karena itu jangan pinjami uang kepada yang kesulitan keuangan. Ayah yang dimarahi, padahal jadi korban.



Song Yi mendengarkan musik sambil belajar, ia menghubungkan ponsel dengan speaker.

Tae Oh yang baru pulang mendengar suara musik dari atas. Ia pun naik.



Saat itu Song Yi mendapat telepon dari Min Ah. Song Yi mengangkatnya tanpa mematikan speakernya, ia lupa, jadinya Tae Oh bisa mendengar percakapan mereka. 

"Sedang apa, Song Yi?"

"Aku? Sedang mengerjakan tugas. Sulit sekali."

"Aku menelepon untuk bertanya apa kau mau ikut kencan buta."

"Kencan buta?"

"Dia dari Fakultas Pendidikan Jasmani dan anggota tim hoki es. Terdengar keren, 'kan?"

"Anggota tim hoki es? Keren sekali."

"Bagaimana? Kau mau?"

"Aku mau tahu seperti apa rasanya kencan dengan pemain hoki es."





"Aku harus menolaknya."

"Aku yang ikut kencan buta ini jika tak sedang punya pacar. Kau menolak kesempatan besar ini?"

"Aku sedang tertarik dengan seorang pemuda."

"Apa? Serius? Kau belum cerita kepadaku."

"Belakangan ini, aku kesulitan dan dia banyak membantuku. Aku menyukainya tanpa menyadarinya."

Tae Oh terkejut mendengar pengakuan SOng Yi itu. 


"Begitu mendadak. Astaga, kau dimabuk asmara."

"Ya. Aku sangat menyukainya. Aku terus memikirkannya. Saat kami bersama, aku jadi gugup."

"Astaga. Ayolah, katakan siapa dia."

"Aku beri tahu nanti. Ada kabar dari tempat kau mendaftar magang?"

"Jangan mengubah topik pembicaraan. Katakan siapa yang kau sukai."

"Biar kuberi tahu saat semuanya..."

Song Yi baru sadar ia belum mematikan speakernya, ia pun berhneti untuk mematikannya.



Tae Oh buru-buru kabur, tapi malah gak sengaja menjatuhkan pot bunga. Song Yi menoleh karena suara itu dan ia melihat Tae Oh.



Song Yi mengakhiri teleponnya. 

Song Yi memanggil Tae Oh, bertanya apa Tae Oh mendengar semuanya? 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Komentar untuk "Sinopsis My First First Love Episode 3 Part 4"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: