Sinopsis My First First Love Episode 3 Part 1

- April 26, 2019
>

Sinopsis My First First Love Episode 3 Part 1

Sumber: NETFLIX 



Song Yi terkejut karena Tae Oh tiba-tiba muncul. Tae Oh mengajak Song Yi bicara diluar nanti. 



Pak polisi memastikan, Tae Oh kah walinya Song Yi? Dan Tae Oh baru sadar ada Do Hyeon disana.

"Kenapa kau di sini?" Tanya Tae Oh. 

"Itu..." Song Yi bingung mau menjawab apa.

Do Hyeon melihat Tae Oh merangkul Song Yi, akhirnya ia bilang kalau SOng Yi bersamanya tadi. Tae Oh masih belum puas dengan jawaban Do Hyeon itu.


Song Yi menjelaskan, "Kami bertemu di toserba tempatnya bekerja tanpa disengaja. Jadi, kami mengobrol sebentar. Lalu, ibuku menelepon."

Tae Oh: Ibumu menelepon?

Pak Polisi menyuruh Tae Oh mengisi dokumen dulu.



Do Hyeon juga mendapat telepon dari bosnya, ia harus segera kembali. Tae Oh mengerti, ia akan menelepon nanti.


Do Hyeon sempat menatap punggung keduanya sebelum membuka pintu. Song Yi menatap Do Hyeon saat Do Hyeon keluar.


Tae Oh membawa Song Yi bersamanya. Mereka gak bicara apapun selama perjalanan.



Tae Oh menurunkan Song Yi dihalaman sekolah mungkin dan ia tampak kesal sampai Song Yi gak berani menatapnya.

Tae Oh tanya, kenapa tak menjawab telepon?

"Kusenyapkan teleponku seharian. Syukurlah kau datang. Polisi mau menghubungi waliku. Hanya kau yang terpikir olehku."

"Kau hanya mengingatku setelah semua terjadi? Pemilik baru rumahmu sudah cerita semua. Saat kau diusir dan tak bisa menelepon ibumu, kau mengingatku juga?"

Song Yi hanya diam.



"Apa kau... mencoba bunuh diri?"

"Buat apa aku lakukan? Apakah aku tipe orang yang akan bunuh diri dengan cara itu? Aku hanya... Itu terjadi begitu saja."

"Kau hanya kebetulan di jembatan dan dibawa polisi? Kau mau aku percaya? Saat polisi meneleponku dan menyebut namamu... Kau tahu perasaanku? Kupikir terjadi hal terburuk..."


Tae Oh: Begitu sulitkah memercayaiku? Apa karena itu...

Song Yi: Aku tak mau tampak menyedihkan!

Tae Oh: Sejak kapan itu jadi masalah?

Song Yi: Sejauh yang kuingat, aku selalu menyedihkan!

Tae Oh: Apa salahnya?



Song Yi: Aku selalu bergantung kepadamu sehingga membuatku tak nyaman. Tapi sebenarnya kupikir aku bisa menahan penghinaan darimu. Jadi aku berniat cerita semuanya dan pindah ke rumahmu, tapi aku tak bisa. Teman-temanmu memohon diizinkan tinggal. Bagaimana aku bisa memohon saat itu? Bagaimana aku bisa memohon saat kau tampak stres?

Tae Oh: Kau berbeda dari mereka.

Song Yi: Karena itu aku tak cerita. Aku tak mau jadi beban bagimu.


Song Yi membuang helm yang sedaritadi dipeganginya, "Baik, aku akui. Aku mementingkan harga diriku. Aku mau urus sendiri tanpa bantuan siapa pun. Apa salahnya? Kenapa menyalahkanku atas semuanya?"

Tae Oh hanya bisa menghela nafas dan Song Yi mulai menangis.




Tae Oh melepas jaketnya dan dipakaikannya pada Song Yi.

"Maafkan aku yang begitu bodoh. Andai aku menyadari ada yang tak beres."

"Kenapa kau justru meminta maaf? Bukan salahmu keluargaku bangkrut."

"Tetap saja, kita bersahabat. Seharusnya aku lebih perhatian kepadamu."

"Jangan begitu."

"Kau berutang maaf juga."

"Untuk apa?"

"Karena merahasiakannya dariku. Karena tak memberiku kesempatan.. membantumu melewati masa sulit. Kau tahu itu menyakitkan?"

Akhirnya Song Yi mengangkat kepalanya dan mengucapkan maaf.

"Jangan biarkan harga dirimu menghalangi."

Song Yi mengangguk.

"Jangan tak nyaman di dekatku."

"Baik."



Selanjutnya Song Yi menggunakan jaket Tae Oh untuk membunag ingus. Tae Oh mau mencegahnya tapi terlambat, akhirnya ia memberikan jaketnya untuk Song Yi.


-=MENGKHAWATIRKAN SESEORANG=-



Tae Oh memberi pujian pada Song Yi. 

"Wah! Saat wanita pakai baju pria, ukurannya biasanya terlalu besar. Tapi kau berbeda. Baju itu pas untukmu. Karena bahumu lebar."

Tae Oh membawa selimutnya, ia menyuruh Song Yi tidur di kamarnya. SOng Yi bilang ia bisa tidur di sofa.

"Hanya hari ini." Kata Tae Oh.



Sebelum keluar, Tae Oh menanyakan apa yang dikatakan ibunya SOng Yi? Kapan dia bilang akan kembali?

"Aku ceritakan nanti." Jawab Song Yi,

Tae Oh mengerti, ia tak memaksa dan menyuruh Song Yi segera tidur saja.



Do Hyeon menerima telepn Tae Oh. 

"Kau sudah di rumah?" Tanya Do Hyeon. 

"Aku pulang cepat. Aku mau tidur karena dia sudah tidur."

"Baik."

"Aku tak bisa bertanya kepadamu karena situasinya rumit. Kenapa kau tadi di kantor polisi?"

"Banyak insiden terjadi saat malam. Itu bukan kali pertamaku. Kejadian tadi sudah biasa dan aku kebetulan bertemu dia."

"Ah.. begitu."

"Aku harus pergi. Istirahatlah."

"Baik. Sampai nanti."

"Dah."




Paginya, Seluruh penghuni rumah Tae Oh duduk bersama di meja makan..

Hoon: Aku tahu sejak awal. Tak sulit menebak saat dia datang membawa koper besar.

Tae Oh: Kalian lihat kopernya?

Hoon: Kau tak lihat? Kau lihat?

Ga Rin: Ya.

Tae Oh: Hanya aku yang tak lihat?

Hoon: Berarti tiga orang menumpang di sini.

Tae Oh: Tiga apa? Jika harus memilih, aku jelas pilih Song Yi.

Hoon: Kalian pacaran?

Tae Oh dan Song Yi kompak membentak Hoon karena bicara yang tidak-tidak.

Hoon: Jadi apa alasannya? Kenapa dia boleh dan aku tidak?

Ga Rin setuju dengan Hoon.

Tae Oh: Karena dia... Astaga.

Tae Oh menyingkir dari sana karena gak bisa menjelaskan posisi Song Yi.



Paginya, Seluruh penghuni rumah Tae Oh duduk bersama di meja makan..

Hoon: Aku tahu sejak awal. Tak sulit menebak saat dia datang membawa koper besar.

Tae Oh: Kalian lihat kopernya?

Hoon: Kau tak lihat? Kau lihat?

Ga Rin: Ya.

Tae Oh: Hanya aku yang tak lihat?

Hoon: Berarti tiga orang menumpang di sini.

Tae Oh: Tiga apa? Jika harus memilih, aku jelas pilih Song Yi.

Hoon: Kalian pacaran?

Tae Oh dan Song Yi kompak membentak Hoon karena bicara yang tidak-tidak.

Hoon: Jadi apa alasannya? Kenapa dia boleh dan aku tidak?

Ga Rin setuju dengan Hoon.

Tae Oh: Karena dia... Astaga.

Tae Oh menyingkir dari sana karena gak bisa menjelaskan posisi Song Yi.



Song Yi: Ibuku minggat di tengah malam. Katanya tak berniat mau kembali ke Seoul meski dia tahu aku tak punya rumah. Kurasa karena hidupnya lebih penting. Rumahku dilelang dan kini sudah dihuni pemilik baru. Aku belum dapat gaji, jadi tak punya uang. Asal tahu saja. Aku lanjutkan jika kalian mau dengar.

Ga Rin dan Hoon langsung meminta Song Yi berhenti.



Song Yi: Kalian tak punya tujuan, 'kan? Bagaimana kalau begini? Mungkin tidak tiga kali sehari, tapi biar aku yang memasak. Kalian bersihkan rumah.

Ga Rin: Aku?

Hoon menunjuk Ga Rin, "Dia?"

Tae Oh gak ngerti, apa maksud mereka? Song Yi tanya ke Tae Oh, apa Tae Oh mau mengusir mereka berdua?

Tae Oh: Aku tak bisa jawab sekarang, tapi...

Song Yi: Sebagai manusia berhati nurani, kita tak mau menumpang gratis, 'kan?

Hoon: Tentu.

Ga Rin: Kau benar.

Tae Oh: Kalian serius soal tinggal di rumahku?

Song Yi mengajak Ga Rin dan Hoon agar tidak menjadi beban untuk Tae Oh. Hoon dan Ga Rin mengangguk pasti. 


Lalu mereka menatap Tae Oh dengan tatapan memohon. Tae Oh gak bisa menjawabnya.

Ada yang membunyikan bel. Song Yi menyuruh Tae Oh duduk, ia yang akan periksa.
>


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search