Sinopsis My First First Love Episode 2 Part 3

- April 26, 2019
>
Sinopsis My First First Love Episode 2 Part 3

Sumber: NETFLIX 



Kilas Balik waktu SMA. Teman Song Yi memastikan, beneran Song Yi tak pernah punya perasaan terhadap Tae Oh? 

"Tidak." Jawab Song Yi, "Dia manis, tampan, dan baik, tapi dia bukan tipeku."

Tapi Song Yi pernah hampir menyukainya saat kelas sembilan.

"Awalnya, Tae Oh lebih pendek dariku. Lalu meninggi sepuluh senti. Hatiku berdebar saat menengadah melihatnya." Jelas Song Yi.

Semua temannya penasaran kelanjutannya. 

"Debaran itu membuatku tegang. Lalu menjadi tak nyaman. Lalu aku putuskan berhenti." Lanjut Song Yi. 

"Bagaimana bisa mengendalikan perasaanmu? Berarti kau tak menyukainya."

"Karena itu kubilang hampir menyukainya. Semua sudah berlalu."



Kilas Balik Selesai..


Song Yi melingkari kata "uang" dengan frustasi.



Song Yi jalan dan gak sengaja ia lihat pengumuman lowongan kerta paruh waktu untuk perpustakaan. 

Tae Oh curhat ke Do Hyen, ia yakin Se Hyeon itu mahasiswi kampus mereka karena ia lihat nama kampus mereka di jaket Se Hyeon. 

"Lupakan dia. Lucu juga, kau salah mengenalinya. Lucunya lagi, dia biarkan saja." Kata Do Hyeon. 

"Kau tahu yang menarik? Aku kebetulan melihatnya di kampus sebelum kencan buta. Aku berpikir, "Cantik sekali, semoga dia kencan butaku". Lalu? Dia ada di sana."

"Menarik sekali. Sekarang bagaimana?"

"Dia suka membuat film. Dia bahkan punya kamera canggih. Apakah ada Jurusan Film di kampus?"

"Kenapa? Kau mau mencarinya? Kau berlebihan."



"Berlebihan apa? Lebih baik aku lanjutkan. Akhirnya aku bertemu gadis yang kusuka. Menurutku tak berlebihan."

Tae Oh meminta Do Hyeon menemaninya, tapi Do Hyeon gak bisa karena ia harus kerja.



Tae Oh: Hei, Do Hyeon! Aku tak berani ke sana sendirian. Katanya kau temanku.





Do Hyeon kerja di perpustakaan ternyata dan disana ia melihat Song Yi sedang melamar. Song Yi juga melihat Do Hyeon.

Do Hyeon bertugas mengajari Song Yi dan menjelaskan apa yang boleh dan gak boleh dilakukan saat bekerja, termasuk gak boleh menghidupkan suara ponsel saat bekerja karena Pustakawan sensitif suara.



"Kau tidur di mana semalam?" Tanya Do Hyeon, "Aku memang tak cukup akrab untuk menanyakan itu. Tapi sulit mengabaikannya karena aku tahu situasimu."

"Banyak tempat di kota yang bisa kudatangi jika mau. Tidurku nyenyak, jangan cemas."



"Baik."

Song Yi menatao sofa yang ada disana.



Tae Oh masuk ke ruangan club film, tapi disana kosong. 



Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang bicara menggunakan bahasa inggris, Tae Oh menguping. Wanita itu adalah Se Hyeon.




"Magangku berakhir bulan Juni. Tapi mau tinggal di Korea sebentar. Aku sibuk pindahan. Menyita seluruh waktuku."

Layar yang menjadi penghalang mereka diturunkan Se Hyeon. Jadi mereka berpandangan. Tae Oh sangat senang melihat Se Hyeon.

Se Hyeon mengakhiri pembicaraannya di telepon.

Tae Oh: Sulit dipercaya, aku menemukanmu.

"Sedang apa di sini?"



"Aku mencarimu."



Se Hyeon meminta Tae Oh menjelaskan cara Tae Oh menemukannya. 

"Kau bilang suka membuat film. Jadi, kau mungkin di Jurusan Film, lalu aku ke gedung Fakultas Seni, dan kebetulan menemukan klub ini. Itu caraku menemukanmu." Jelas Tae Oh. 



"Kau sangat hebat."



Tae Oh mengambil kursi untuk duduk di depan Se Hyeon, "Tapi, kenapa kau membohongiku?"

"Aku tak pernah membohongimu."

"Kau tak berniat kencan buta waktu itu."

"Aku tak pernah bilang sedang kencan buta. Kau yang berasumsi dan terus bicara. Aku hanya... membiarkannya karena seru."

"Lalu, siapa nama aslimu?"

"Ryu Se Hyeon. Orang sering mengira margaku "Yu"."

"Karena itu..."

"Akhirnya kau bertemu kencan butamu?"

"Tidak. Aku tak mau menemuinya. Karena sudah menemuimu."



Se Hyeon tersenyum.



Tae Oh tiba-tiba bertanya syarat untuk bergabung dengan klub. Se Hyeon heran dong.

"Ini pasti takdir. Tak ada penjelasan lain. Pikirkanlah. Seharusnya aku menemui orang lain, tapi justru menemuimu, tipe idealku. Kita menyukai hal yang sama." Tae Oh menjelaskan.

"Menyukai hal yang sama bukan berarti takdir."

"Bagiku kau adalah takdir. Aku ingin bergabung dengan klub ini. Apa syaratnya?"

"Kau bilang namamu Yoon Tae Oh, 'kan?"

"Ya. Kenapa?"

"Kapan kau daftar masuk kampus ini?"

"Tahun 2015. Kenapa?"

"Kau ikut ujian masuk lagi setahun setelahnya?"

"Apa? Tidak."

"Apa kau tahu? Aku lebih tua darimu."

"Begitu. Kau lebih tua?!"



Tae Oh kecewa.


Saat menunggu kereta lewat, Tae Oh memendang wajahnya dari spion, "Noona?"

Tae Oh menghubungi Song Yi, tapi gak diangkat, "Dia tak pernah menjawab ponsel di waktu yang tepat."



Pintu perlintasan dibuka kembali dan Tae Oh segera melanjutkan perjalanannya.




Do Hyeon selesai merapikan perpustakaan, tapi saat akan keluar ia mendengar suara sirine keamanan. Do Hyeon pun kembali.



Ia memeriksa perpustakaan yang gelap dan kosong. Ia mendengar sesuatu. Do Hyeon melihat tangan dari balik sofa.



"Siapa? Keluar!" Kata Do Hyeon.




Orang itu kabur. Do Hyeon mengejarnya. 



Do Hyeon berhasil menangkapnya dan ternyata dia adalah Song Yi.



Tae Oh ada di depan rumah SOng Yi, ia menelepon tapi gak ada jawaban, ponselnya mati.



Tae Oh menggedor pintu memanggil Song Yi, tapi gak ada jawaban juga. Tae Oh heran, bukannya kerjanya Song Yi sudah berakhir? 



Tiba-tiba ada yang keluar dari rumah. Tae Oh heran, siapa?  

"Aku pemilik rumah ini. Kau sendiri siapa?" Ahjumma balik nanya.

"Pemilik? Tapi, ini rumah temanku."

"Temanmu? Maksudmu gadis yang pernah tinggal di sini? Gadis kurus dan berambut panjang?"



"Ya."




Tae Oh melihat papan nama, Ryu Tae Ho. Ia pun pamit. 




Tae Oh ke tempat pembuangan sampah dan disana ada barang-barang Song Yi. Tae Oh mengambil foto SMA mereka.




Suara Ahjumma: Entah bagaimana dia bisa hidup dengan aliran air terputus. Setelah keluargaku kemari, dia terpaksa pindah mendadak. Katamu kau temannya, tapi tak tahu?



Tae Oh mengingat apa yang ia katakan kemarin pada Song Yi. Ia menyesal dan kesal karena SOng Yi gak bilang padanya. 





Song Yi menunggu di luar sementara Do Hyeon mengunci pintu perpus. Setelahnya ia mendekati Song Yi. Do Hyeon tanya, ngapain Song Yi disana? Bukannya tadi sudah pergi? 

"Benar, tapi aku kembali lagi. Kau memberitahuku sandi kuncinya."

"Bukan berarti kau boleh menyelinap masuk. Jangan bilang kau mau tidur di sana."

"Itu... Jangan beri tahu Tae Oh soal ini."

"Pergi saja ke rumahnya. Jangan memperkeruh keadaan."

"Dia sudah cukup kewalahan. Teman-temannya kemarin meminta tinggal bersamanya."

"Apa?"

"Jika aku juga, Tae Oh jadi menampung tiga orang. Aku tak tahu malu jika ada di sana."

"Kau tak punya teman selain Tae Oh?"

"Ada banyak. Hanya tak cukup akrab untuk bilang aku tak punya tempat tinggal. Aku punya harga diri."

"Lalu apa rencanamu? Kau mau begini tiap malam?"



"Ada orang yang kuandalkan, aku hanya perlu bertahan sedikit. Aku pergi. Sampai jumpa."




Tapi baru beberapa langkah, koper Song Yi rodanya lepas. Ia pun berhenti, "Kenapa kau menyusahkanku juga?"

Do Hyeon menghela nafas melihatnya. Ia lalu menenteng koper SOng Yi dan menyuruh Song Yi ikut dengannya.

"Kita mau ke mana?" Tanya Song Yi.

"Ikut saja."

Song Yi mau membawa kopernya sendiri tapi Do Hyeon gak mengijinkannya.
>


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search