Sinopsis My First First Love Episode 2 Part 4

- April 26, 2019
>
Sinopsis My First First Love Episode 2 Part 4

Sumber: NETFLIX



  
Do Hyeon membawa Song Yi ke Minimarket tempatnya kerja, diruangan penyimpanan ada ranjang lipat lengkap dengan bantal dan selimut.

"Kau bisa tidur di sini. Kamar mandi di lantai satu." Kata Do Hyeon.

"Kau tak perlu begini untukku."

"Ini karena aku merasa tak tenang."




Do Hyeon akan pergi, tapi putar badan lagi, "Biarkan pintunya terbuka sedikit jika kau takut."

Perut Song Yi tiba-tiba bunyi, "Aku tahu... Aku berutang budi kepadamu, tapi boleh minta mi instan?"



Maka keduanya makan mi instan di lantai pertama. Do Hyeon tanya siapa yang Song Yi andalkan.

"Kau tadi bilang ada orang yang kau andalkan, hanya perlu bertahan sedikit." Jelas Do Hyeon karena Song Yi gak mudeng pertanyaannya.

"Itu... Ibuku. Dia yang aku andalkan. Entah apa yang kau dengar di hari pindahan waktu itu, tapi Ibu meninggalkanku setelah rumah kami disita. Dia pasti tak bisa mengabaikanku lagi setelah sudah ada pemilik baru menempati rumah kami. Dia pasti tahu kini aku tak punya tempat tinggal. Dia akan meneleponku. Mungkin hari ini atau besok."

"Meskipun dia menelepon, kau tetap tak punya rumah."

"Aku yakin ada solusinya. Ibuku tak akan membiarkan putrinya tak punya rumah."



Song Yi memeriksa ponselnya dan ternyata Tae Oh menelponnya berkali-kali. Saat itu ibunya menelpon. Song Yi menunjukkan pada Do Hyeon dengan riang. Do Hyeon menyuruhnya segera mengangkatnya. Song Yi ijin keluar sebentar.



"Ibu di mana? Kenapa tak menjawab teleponku?"

"Maaf, Ibu tak meneleponmu balik."

"Apa Ibu tahu situasiku? Sejak kemarin, aku... Ibu di mana? Kapan Ibu akan kembali?"

"Song Yi, Ibu tak bisa pulang untuk sementara waktu."



Song Yi jelas terkejut, Apa? Kenapa? Dan ia menjelaskan kalau rumah mereka sudah dilelang dan ada orang lain yang tinggal disana, ibu tahu kan?

"Aku tahu Ibu kabur karena merasa bersalah." Lanjut Song Yi.

"Song Yi, Ibu..."

"Aku tahu Ibu stres karena harus bekerja di toko. Kucoba lebih memahami. Aku tak marah kepada Ibu..."

"Ibu tak akan datang. Jangan telepon dahulu!"

"Apa maksud Ibu? Aku tak punya tempat..."

"Kau lahir.. saat Ibu berusia 22 tahun dan hidup tanpa tujuan. Ibu hidup sebagai ibu, mencari nafkah setelah ayahmu wafat. Ibu bahkan berutang. Suatu hari Ibu sadar, selama yang Ibu ingat, hidup Ibu hanya dipenuhi penyesalan, kebencian, dan rasa bersalah."

"Ibu..."

"Ibu ingin hidup tanpa perasaan itu. Ibu berupaya membesarkanmu dengan baik. Kau.. lebih dewasa dari Ibu."

"Tidak. Ibu, aku..."

"Jadi... tolong beri waktu sampai Ibu lebih dewasa. Ibu akan menelepon lagi."

Dan telepon diputus.



Ibu menahan tangisnya sejak tadi menelepon, ia meluapkannya sekarang. Sementara Song Yi hanya terdiam.



Tae Oh mencari-cari Song Yi di restoran, tapi Song Yi gak ada. Ia bergerak lagi, menuju klub yang Song Yi ikuti di kampus, tapi kosong juga.


Do Hyeon juga memikirkan SOng Yi yang tiba-tiba hilang.



Sementara itu, Song Yi berjalan sendiri di jembatan. Saat ia menatap sungai, ia melihat ada telepon umum bertuliskan "SOS LAYANAN PENCEGAHAN BUNUH DIRI."



Song Yi mendekat dan ia membaca tulisan, "KAU SEDANG SEDIH? KAMI DI SINI UNTUK MENDENGARKANMU" Maka ia  memutuskan menggunakan telepon itu.

"Halo, ini Layanan Pencegahan Bunuh Diri." Kata Seorang pria yang menjawab telepon Song Yi.

"Aku di Jembatan Mapo."

"Baik, silakan lanjutkan."

"Kurasa ada wanita... yang mau bunuh diri... dengan melompat ke sungai. Aku paham kenapa dia merasa begitu. Karena dunia tidak indah. Menurutmu... dunia ini indah?"

"Apakah kau orang yang mau bunuh diri?"

"Boleh aku bertanya?"

"Ya, silakan."

"Umurku 23 tahun. Bukankah aku... semestinya menikmati masa mudaku di usia ini? Tapi kenapa begini buruk? Jika Tuhan sungguh ada, aku mau bertanya pada-Nya, "Apa rencana-Mu untukku? Bukankah ada alasan Kau menciptakanku ke dunia ini?""


Tiba-tiba mobil polisi dan mobil ambulan berhenti di dekat Song Yi. Pak Polisi menenangkan Song Yi dan bilang akan mendekati SOng Yi.


Tae Oh mendapat telepon dari kantor polisi. Ia terkejut dan langsung kesana.


Do Hyeon masih kepikiran Song Yi apalagi saat melihat ada mobil polisi, ia kemudian menghubungi kantor polisi.

"Aku mau tahu... adakah kecelakaan terkait wanita berusia 20-an yang dilaporkan malam ini?"

Do Hyeon mendapat jawaban, ada wanita yang dimaksudnya.


Tae Oh mengebut menuju kantor polisi.


Di Kantor Polisi, Song Yi menjelaskan dengan paksa kalau ia tidak mau bunuh diri hanya butuh udara segar dan kebetulan melihat telepon, ia telepon iseng saja.

"Kami akan melepasmu setelah walimu tiba. Sudah dihubungi, dia datang." Jawab petugas.



Lalu datanglah Do Hyeon dengan nafas ngos-ngosan.

"Bagaimana kau..." Song Yi heran melihat Do Hyeon.

Do Hyeon mendekat, "Kau menghilang tanpa kabar. Kenapa tak meneleponku saja?"

"Aku tak punya nomor teleponmu."



Petugas polisi menanyai Do Hyeon, apa dia walinya Song Yi? Do Hyeon bingung mau menjawab apa Song Yi juga sama.

Petugas: Jika bukan, kami tak bisa melepaskanmu karena ada prosedur.

Do Hyeon: Ya, aku...



Tiba-tiba datanglah Tae Oh dan langsung mengaku walinya Song Yi.
>


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search