Sinopsis Kill It Episode 1 Part 4

Sinopsis Kill It Episode 1 Part 4

Sumber: OCN





Rumah itu adalah rumah kosong, di dalamnya kek rumah hantu, ada patung-patung serem.



Soo Hyun menemukan sebuah ponsel. Ia membukanya dan ada foto itu lagi, tapi kali ini fokus pada foto Ibu dan anak perempuan yang ada disebelahnya.



Soo Hyun mendengar sesuatu saat fokus melihat foto itu, yaitu suara hitung mundur sebuah bom. Soo Hyun menyadari bahaya itu, ia langsung berlari keluar dan BOOOMMMM! Bomnya meledak.




Soo Hyun terpental karena ledakan itu, beruntung ia tidak terluka.


Lalu ada yang menelfon, suaranya seorang pria tapi disamarkan, "Pertama, jika kamu mencari ibu itu dan putrinya, mereka akan mati. Kedua, jika kamu coba-coba mencari sang klien, ibu itu dan putrinya akan mati. Begitu juga denganmu."

Cuma itu, telfonnya langsung dimatikan.



Pimpinan menyelamati anak buahnya karena sudah berhasil memecahkan kasus Yoo Dae Heon.

"Sebagai rasa terima kasih atas kesigapan kalian, Kapten memberi kita uang untuk makan malam nanti." Kata Pimpinan.

Semuanya bersorak gembira kecuali Hyun Jin dan Yoon Seung.  



Ternyata Hyun Jin gak ikut makan-makan bersama dan saat dikantor, Yoon Seung kembali. Hyun Jin tanya, kenapa kembali? Apa makan malamnya tidak asyik?

"Aku tidak mau perutku mulas. Kamu juga curiga Kim Jong Sik pelakunya?"

"Tidak."



"Benar, bukan? Ini aneh, bukan? Tapi kenapa kamu... Orang bodoh macam apa yang meninggalkan tas di TKP? Lalu apa-apaan nota itu? Tapi yang utama, dia tidak punya motif untuk membunuh."

"Kita harus percaya dia pembunuhnya."

"Apa? Apa maksudmu?"

"Setelah dia ditangkap sebagai pembunuh, pembunuh sebenarnya akan merasa sudah bebas."

"Jadi, kamu ingin pembunuhnya lengah dan menyerangnya pada saat yang tepat? Siapa pembunuhnya?"



Di saat yang sama, Soo Hyun sedang olahraga di ruang rahasianya. Pamer badan makmudnya, hehehehe.



Hyun Jin dan Yoon Seung mendatangi restoran istrinya Kim Jong Sik. Si Ibu menanyakan nasib suaminya.

Hyun Jin: Dia sedang diinterogasi. Jika terbukti bersalah, dia akan dibawa ke kejaksaan dan diadili.



Tepat saat itu Soo Hyun sampai di depan dan ia melihat serta mendegar semuanya.



Ibu: Aku tahu dia sering kena masalah akibat kecanduan narkoba, tapi dia tidak akan membunuh.

Hyun Jin dan Yoon Seung melihat memar di kedua lengan si Ibu. 

Hyun Jin: Mau kubantu mencarikan rumah aman untuk korban KDRT? Bayangkan betapa sedihnya putrimu.

Ibu: Dia tidak ada di sini. Dia sudah lama melarikan diri. Aku tidak bisa pergi karena dia. Siapa tahu dia akan kembali. Suamiku bisa kutinggal, tapi anakku tidak.

Soo Hyun pergi saat itu dan Hyun Jin menoleh ke luar, tapi terlambat, Soo Hyun sudah menghilang.

Yoon Seung: Baiklah. Akan kami kabari setelah semua beres.

Ibu: Baik. Terima kasih.



Tiba-tiba perut Yoon Seung keroncongan. Yoon Seong minta maaf, lalu pergi, tapi perutnya bunyi lagi, akhirnya ibu menyuruh mereka makan dulu baru pergi.


Besoknya seorang pria mendatangi RS Soo Hyun, tapi cuma ada Grey disana. 




Di luar, Hyun Jin menunggu. Pria itu pun keluar, "Ada di lantai empat. Itu kamar terbaik sejauh ini. Aku ingin perlihatkan yang terbaik terakhir, tapi gedungnya kosong. Tunggu. Pemilik gedung ini pasti masih di sekolah."

"Oh.. Pemiliknya guru, ya?"

"Bukan, pemiliknya anak kelas 3 SMA. Astaga. Aku ragu dia akan menjawab telepon. Aku kurang mengetahui kondisinya. Tapi dia semacam.. yatim piatu yang kaya raya."

Hyun Jin mendapat telfon dari Seniornya yang di forensik itu.



Mereka makan malam bareng + minum. Hyun Jin menolak saat Senior mau menungkan soju karena ia harus menyetir. 

"Tidak perlu diminum. Biarkan aku menuangnya. Membosankan jika minum sendiri."

Akhirnya Hyun Jin menerimanya saja, tapi tidak meminumnya, mereka hanya bersulang. 

Senior: Benar juga. Ini bukan hal menarik. Tapi pada hari kita memindahkan mayat Yoo, petinggi menelepon.

Hyun Jin: Apa katanya?

Senior: Seperti biasa. "Pikirkan jabatan korban dan dampaknya terhadap masyarakat. Tangani kasus ini sebagai kecelakaan."

Hyun Jin: Lalu?

Senior: "Aku merekam teleponnya" Aku cerdas, bukan?

Hyun Jin mengangguk.

Snior: Kamu tidak apa-apa? Bukankah ini berbahaya karena petinggi terlibat?

Hyun Jin: Justru itu harus kuhadapi.





"Ini karena Hyuk, bukan?" Kata Senior yang membuat Hyun Jin langsung diam. Senior melanjutkan, "Itu alasanmu terobsesi pada kasus ini. Penemuan cadocolin itu juga mengejutkan bagiku."

"Ini yang pertama kita temukan sejak kasus itu. Ini kali ketiga orang yang tertulis di bukunya dibunuh dengan modus yang sama. Di setiap kasus, mereka selalu menunjukkan tersangkanya."

"Benar. Terima saja kebaikan mereka. Baik-baiklah kepada mereka seperti aku baik kepadamu. Aku juga ingin menguak fakta di balik kematian Hyuk. Tapi yang hidup lebih penting. Kini aku lebih mencemaskanmu."

"Kita perlu menemukan gadis itu. Saksi tunggal."

"Sembilan tahun lalu"











Hyun Jin syok menemukan Hyuk yang sudah gak bernyawa. Disana juga ada anak kecil yang sama syok-nya dengan dirinya. Anak itu memiliki luka di dahi atas sebelah kiri. 



Anak itu adalah anak sekolah pemilik gedung RS Hewan Soo Hyun, Kang Seul Gi, juga anak yang makan di RS Soo Hyun kemarin.

Bekas luka itu masih ada dan Seul Gi menutupinya dengan poni.



Hyun Jin aga mengantuk sampai ia tidak fokus kalau ada kucing menyeberang di depan mobilnya. Hyun Jin menabrak kucing itu.



Sementara itu, Soo Hyun sedang memeriksa chat-nya dengan Philip, ia menerima foto lagi, fotonya Hyun Jin yang sedang mengamati seorang pria.


Hyun Jin turun dari mobil, mencari kucing itu. Ia mendengar suara kucing dari tepi jalan.



Ada foto Hyun Jin lagi, saat memayungi nenek-nenek dari salju.


Seul Gi mengirim pesan, "Naiklah pukul 20.00 nanti. Kakekku lapar."



Hyun Jin menemukan kucing itu, tapi sudah lemas, ia segera membawanya ke mobil.


Soo Hyun membuka kotak, ada suntikan dan obat, ia mengisi suntikan itu dengan obat, lalu menutup laptopnya.




Di mobil, Hyun Jin membaringkan kucing itu. Ia bingung mau kemana, lalu iangat kartu nama Soo Hyun, ia pun pergi ke alamat yan g tertulis di sana.



Soo Hyun mencopot jas dokternya, saat itu Hyun Jin masuk.

"Kucingnya melompat ke depan mobilku."

Soo Hyun melihat kucing yang digendong Hyun Jin, lalu menatap Hyun Jin kembali.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Komentar untuk "Sinopsis Kill It Episode 1 Part 4"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: