Sinopsis He Is Psychometric Episode 9 Part 4

Sinopsis He Is Psychometric Episode 9 Part 4

Sumber: tvN


Ji Soo keluar dari ruang interogasi mafia itu. Percakapan mereka membuat Ji Soo berpikir.

Mafia: Aku memberi tahu Kang Geomsa-nim semua yang aku ketahui kemarin.

Ji Soo: Katakan semua hal yang kamu katakan kepadanya. Ke mana kamu membawa dia?

Mafia itu mengatakan mengenai identtas terakhir wanita itu, "Kim Song Hee".

Kemudian Si Junior masuk dengan membawakan salinan KTP Kim Song Hee dari data Dragon Head Hunting yang disita.

"Seperti ucapan pria itu, dia diopname di Sanatoriun Pureum tahun 2016. Berarti dia menghilang pada hari itu. Kenapa Jaksa Kang merahasiakan petunjuk penting ini dari kita?" Jelas si Junior. 

"Kamu juga merasa ini aneh? Dia tahu wanita itu mengganti identitasnya dari Park Soo Young dan Kang Hee Soo menjadi Kim Song Hee. Tapi kenapa dia merahasiakan itu dariku?"

"Mungkin dia ingin memecahkan masalah ini sendiri agar dipuji."

"Kenapa kamu menyimpulkan itu?!"


Dr. Hong menghubungi, menyuruh Ji Soo datang sekarang. 



Setelah menutup telfon, Dr. Hong melihat kembali lapiran otopsi ibunya Seong Mo. 




Seong Mo ada di ruang CCTV pemerintah. Kemudian seorang petugas memberikan salinan rekaman CCTV di Seoheun-dong selama sepekan.

"Omong-omong, untuk apa kamu membutuhkan ini?" Tanya petugas.

"Aku juga butuh peta yang menandai seluruh lokasi CCTV."

"Baik."








Seong Mo mendatangi tempat-tempat yang memasang CCTV. Intinya Seong Mo mencari jalan si pria misterius itu dan jalann yang dilewatinya adalah jalan yang dilewati pria misterius itu.





Tujuan Seong Mo adalah mencari rute bagaimana pria itu bisa tiba di depan kantornya Jae In. 

Di bawah CCTV Kantor, si pria misterius mengendorkan sweeternya dan terlihat seperti ada bekas luka bakar di lehernya.



Seong Mo masuk ke pelataran kantor, ia tersenyum mengingat percakapan mereka dahulu mengenai pohon natal dan bagaimana Jae In akhirnya bisa membuatnya tersenyum.

Seong Mo langsung pergi lagi.



Dr. Hong menjelaskan pada Ji Soo, "Aku tahu ini tidak masuk akal. Tapi, lihatlah. Lihatlah sketsa wanita yang mengambil identitas Kang Hee Sook dan Park Soo Young. Bukankah dia mirip Kang Eun Joo, ibunya Jaksa Kang? Karena terus memikirkan obrolan kita kemarin, aku memeriksa laporan autopsi Pembakaran dan Pembunuhan Aparteman Yeongseong. Saat melihat foto ini, aku merasa seakan-akan kepalaku dipukul sama seperti Kang Hee Sook."

"Tapi ibunya.. meninggal dalam kecelakaan itu. Jasadnya ditemukan bersama wanita lainnya dari Masyarakat Wanita."

"Saat itu, jasad Kang Eun Joo sangat rusak hingga tidak dikenali. KTP-nya ditemukan di jasadnya dan itulah sebabnya mereka melewatkan tes DNA. Kamu bilang Jaksa Kang tahu bahwa wanita ini sekarang hidup sebagai Kim Song Hee. Tapi aku tidak paham alasan dia tidak memberitahumu. Sejujurnya, ini aneh."


Ji Soo membawa dokumen itu, tak tahu tujuannya akan kemana.




An mengantar Jae In pulang. Jae In menyinggung mengenai CCTV yang kembali dimatikan, bahkan lampu jalannya.

"Apa?" Heran An. 

"Seseorang terus mengacaukan CCTV ini. Bulan ini sudah terjadi tiga kali."

"Kamu punya manusia CCTV. Apa yang perlu dicemaskan?"

"Bagaimana kamu bisa membandingkan dengan CCTV?"

"Apa aku terlalu memuji diriku?"

"Sebaliknya. Selama ini kamu melihat masa lalu pahit orang lain, tapi selama ini aku meremehkan kamu."

"Kamu terlalu memuji dalam kencan pertama."

"Kotak musik yang kubuat ada di kursi belakang. Aku berusaha keras. Semoga kamu menyukainya."

"Kotak musik itu untukku?"

"Kamu tidak membuat kotak musikmu untukku juga? Itulah sebabnya kamu melarangku melihat saat kamu membuatnya."

"Kamu suka berasumsi. Kamu terlalu pintar untuk bekerja di pusat keamanan masyarakat."



An yakin Jae In pasti akan menyukai kotak musiknya karena ia bersungguh-sungguh membuatnya. Tapi jangan terlalu terharu.

An memberikannya dan Jae In berterimakasih.



Jae In membawanya ke kamarnya, membukanya dan itu merupakan kotak musik pohon natal. 

"Rupanya tangannya punya banyak bakat."



Jae In memutarnya dan ia langsung ingat kalau kotak musik itu mirip banget sama hadiah pemberian ayahnya. Jae In terharu. 


Lee An menatap jendela kamar Jae In dari bawah, "Semoga malam ini kamu tidur dengan kenangan indah saja, Yoon Jae In."



Saat An berbalik, ia tak sengaja melihat pria misterius itu. Pria itu menyadari An melihatnya, ia langsung pergi.




An mengikutinya, tapi Jae In malah keluar dan tiba-tiba memeluknya. Sambil menangis, Jae In mengatakan kalau kotak musik itu..

"Aku tidak tahu apa kotak musik itu mirip dengan yang dibelikan ayahmu. Aku hanya melihat sekilas."

"Kotak musik itu sama persis. Terima kasih banyak."




An akan menghapus airmata Jae In dan saat kulit mereka bersentuhan, An bisa membaca masa lalu Jae In. Kali ini An melihat wajah ayahnya Jae In yang adalah Yoon Tae Ha, tersangka pembunuhan dan kebakaran apartemennya. 



Lee An refleks mundur, "Kamu... Ayahmu adalah.. Yoon Tae Ha?"

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis He Is Psychometric Episode 9 Part 4"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: