Sinopsis He Is Psychometric Episode 15 Part 1

Sinopsis He Is Psychometric Episode 15 Part 1



Sumber: tvN



Kemarin kan An melihat Kang Geun Taek mohon agar tidak dibunuh saat memegang tangan Seong Mo. 

Seong Mo menjawab Kang Geun Taek, "Orang yang akan melihat. Satu-satunya orang.. yang bisa menyelamatkanmu."




An syok melihatnya. Seong Mo lalu melepaskan tangan An, "Kita bicara di rumah saja. Di rumah. Kemudian Seong Mo pergi.



Seong Mo ke sel ibunya yang langsung berkaca-kaca saat melihatnya. Seong Mo mengajak ibu pulang.  



Petugas membukakan pintu dan Seong Mo merangkul ibuya keluar sari sana. Semuanya menyaksikannya.


Jae In mendekati Letnan Nam. Letnan Nam tahu apa maksud Jae In, ia menugaskan Detektif Kim dan Detektif Park untuk mengawasi mereka berdua.




Ibu dan Seong Mo bicara berdua. Ibu meminta Seong Mo mengatakan yang sebenarnya, "Seong Mo-ya. Kau tidak melakukan sesuatu terhadap dia, bukan? Benar, bukan? Kau tahu.. Kim Gab Yong membunuh Park So Young dan Kang Hee Sook? Kau tahu mereka mati karena ibu?"

"Bukan karena Ibu. Kim Gab Yong tahu kelemahanku dan berusaha menekanku. Dia punya motif tersendiri. Bukan karena Ibu."

"Kau bilang akan menangkap dan menghukum dia. Bukankah itu alasanmu menjadi jaksa?"

"Aku menjadi jaksa bukan untuk menangkap dia, tapi untuk melindungi Ibu dan diriku dari dia. Kupikir... jika aku mendapatkan kekuasaan, dia tidak akan muncul lagi. Setelah kita kabur dari basemen, aku sadar tidak akan ada yang menolong kita. Setiap hari aku berpikir untuk membunuhnya."

"Jadi, benarkah kau membunuhnya?"

"Kita harus hindari atau hadapi kejadian nahas di masa lalu. Kita sering melarikan diri, tapi semuanya sia-sia. Menghukum dia berdasarkan hukum dan mengakhirinya begitu saja tidak akan membantuku menghilangkan bekas lukaku."

"Seong Mo-ya."




"Orang yang kusayangi telah meninggal. Aku terus menjauhkan dia, tapi tetap ada di sisiku. Lalu dia meninggal. Cerita yang Ibu bacakan untukku dan aku hanya tahu kata-katanya. Orang-orang yang membuatku merasakan maknanya terancam bahaya karena aku dan tidak ada yang bisa kulakukan untuk mereka. Karena pilihan salah yang kuambil, mereka menjadi tidak bahagia. Aku mengatakan semuanya kepada polisi. Bahwa aku tahu Ibu masih hidup dan selama ini Kim Gab Yong mengamankan Ibu. Jadi sekarang, Ibu tidak perlu merahasiakan.. hal yang Ibu ketahui dari polisi."




Jae In rapat dengan An dan letnan Nam.

Jae In: Tidak ada hal yang membuktikan bahwa Jaksa Kang menyekap Kang Geun Taek. Jaksa Kang tahu itu dan mendatangi kita. Benarkah.. dia mengakhirinya?

An: Aku jelas melihat Kak Seong Mo mengurung Kang Geun Taek. Dia ingin Kang Geun Taek menderita dengan cara yang sama.

Letnan Nam: Kau melihat dia disekap, tapi tidak melihat dia dibunuh.

An: Kondisi Kang Geun Taek tidak tampak bagus. Tunggu.



An menghubungi Dokter Hong dan menyalakan speaker agar Jae In dan Letnan Nam bisa mendengar.

Dr. Hong: Jadi, Kang Geun Taek mungkin masih hidup? 

An: Jika benar, berapa lama dia bisa bertahan? 

Dr. Hong: Lima hari lalu, mereka berdua menghilang dari Rumah Sakit Kooyang. Jika luka tembakannya tidak diobati, dia bisa mengidap tetanus atau syok septik. Kondisinya sudah sangat parah.

An: Terima kasih, Dokter Hong.

Telepon pun diputus.


Letnan Nam bingung karena tanpa bukti, mereka tidak bisa menahan Seong Mo dalam interogasi dalam waktu lama.




Jae In berdiri dan menuju ke papan yang penuh dengan foto kasus. Ia menempel sketsa wajah Kang Geun Taek diatas kasus "Pembakaran dan Pembunuhan Panti Wreda Hanmin"

Jae In: Jelas Kang Geun Taek membakar Panti Wreda Hanmin, tapi kebenaran soal Apartemen Yeonseong dan Kim Gab Yong tidak diketahui.

An: Jika Hyeong membunuh Kang Geun Taek, kita tidak akan mendengar kebenaran soal kebakaran Apartemen Yeongseong.



An emosi, "Bagaimana dia bisa bersikap seakan-akan tidak terjadi apa-apa? Di hadapan kita?"

Jae In: An-ah, dahulu kau tidak bisa membaca dia, tapi hari ini kau melihat Kang Geun Taek. 

An: Ini layak dicoba. Kita temui Hyeong.

Sementara An dan Jae In pergi, Letnan Nam memandangi sketsa wajah Kang Geun Taek yang ditempel Jae In. 



Seong Mo mengajak ibunya ke rumah. 

"Aku pindah akhir-akhir ini. Sekarang Ibu akan tinggal di sini." Kata Seong Mo.



Seong Mo menunjukkan kamarnya yang ternyata berantakan banget. 

"Aku harus bersih-bersih dahulu." Kata An. 

"Kau.. masih tinggal bersama pemuda itu?"

"Ya."

"Sepertinya dia sangat mencemaskanmu."




Seong Mo mengambil rubiknya, "Aku tahu. Pemuda itulah yang selama ini.. membuatku bertahan. Juga.. Yoon Jae In, opsir yang Ibu temui di kantor polisi..dalah putri si penjaga keamanan, Yoon Tae Ha."

"Apa?" Ibu terkejut.



An dan Jae In datang. Seong Mo bersikap biasa. 



Saat An mendekat, Seong Mo menyuruhnya untuk membersihkan kamarnya. Tapi An malah memegang tangannya.





An melihat pemandangan kota dari atas. Ada dua tanda salib dari dua Gereja yang berbeda.




Seong Mo: An-ah, aku tidak berniat menghindarimu. Andai berniat begitu, aku tidak mungkin kembali.

Seong Mo mengajak An bicara keluar dan ia menitipkan ibunya pada Jae In.

Seong Mo keluar duluan dan An mengikutinya. 



Di luar, Seong Mo melihat Detektif Kim dan Detektif Park mengawasi. 



An membalik badan Seong Mo dengan kasar, "Di mana Hyeong mengurung Kang Geun Taek?"

"Jika dia hidup, aku dan ibuku harus terus menderita."

"Katakan saja Hyeong membunuhnya atau tidak. Katakan lokasi Kakak mengurungnya."

"Aku tidak bisa memberitahumu."




An meninju pipi Seong Mo dengan keras. Kedua detektif yang menyaksikannya kaget. 

"Jangan melakukan ini kepadaku. Jika Hyeong menyembunyikan pelaku kasus Yeongseong, aku dan Jae In tidak akan bisa menemukan fakta di balik hari itu. Aku tahu alasan Hyeong ingin membunuhnya. Hyeong bukan satu-satunya korban. Kami! Kami juga korban."

"Benar. Aku ingin membunuhnya sendiri. Aku ingin menghancurkan dia. Jika kau dikurung di basemen selama sembilan tahun, jika kau melihat ibuku kabur dengan cemas bahkan setelah saat itu, kupikir kau akan lebih memahamiku."

"Aku paham. Tapi ini bukan cara yang benar."

"Aku tahu ini salah, tapi masa lalu tidak bisa dibatalkan. Ini cara terbaikku untuk sementara."

"Jangan lakukan ini, Hyeong. Katakan lokasi.. Kang Geun Taek."




Seong Mo diam saja, cuma mengulurkan tangannya. Lee An menamparnya dan melihat kenangan mereka bersama. 



Lee An meninggalkan Seong Mo. Dalam hati ia yakin kalau Kang Geun Taek belum mati karena jika Seong Mo membunuhnya pasti sudah bisa ia lihat. 




Ibunya Seong Mo tiba-tiba berlutut di depan Jae In dan bicara sangat formal, "Maaf. Saya sungguh menyesal."

Jae In ikutan berlutut.

"Seharusnya aku kembali dan menyatakan bahwa pelakunya bukan penjaga keamanan itu. Andai aku melakukannya, dia tidak mungkin difitnah. Saat itu, aku terlalu lemah untuk memedulikan.. hidup orang lain." Sesal Ibu.

"Berdirilah."

"Aku akan memberi kesaksian tentang semuanya dengan jujur. Aku tidak akan kabur lagi."

"Anda pergi sebelum kasus Yeongseong terjadi. Maka Anda pasti tahu kebenaran tentang hari itu. Stasiun Saeki-dong. Jaksa Kang memberi tahu Anda tentang lokasi itu?"

Kilas Balik...




Ibu menghubungi Seong Mo memalui telepon umum.

"Seong Mo-ya, ini ibu."

Saat itu Seong Mo sedang bersama stafnya dan ia sedang membawa koran yang memuat berita tentangnya yang memecahkan kasus "Memberantas Pengemis".

Ibu: Kelompok pengemis di basemen ketiga Stasiun Saeki-dong. Mereka berkaitan dengan pria itu, bukan?

Seong Mo: Ya. Itu dari bekas luka leher yang sama dengan tidak adanya nomor jaminan sosial.




Stafnya memberikan berkas, lalu permisi, barulah Seong Mo bicara dengan leluasa, "Aku tidak tahu keberadaan Kang Geun Taek sekarang, tapi stasiun yang terbengkalai adalah rute yang pas untuk bersembunyi. Kemungkinan besar dia masih melakukannya. Aku sedang memeriksanya. Bersabarlah. Sebentar lagi Ibu bisa menemukan kembali nama Ibu. Aku akan mewujudkannya."

Kilas Balik Selesai...


Ibu: Hanya itu informasi yang aku tahu tentang dia. Itu kali terakhirku bertelepon dengan Seong Mo.



Lalu ibu melihat berita ditemukannya mayat Kang Hee Sook dan Park soo Young di dalam koper.




Ibu: Di hari mengetahui Kim Gab Yong membunuh kedua wanita itu, aku berusaha bunuh diri. Tapi begitu sadar, aku memutuskan untuk bunuh diri dan mengakhiri ini. Itulah sebabnya.. aku pergi ke Stasiun Saeki-dong sebagai pilihan terakhir. Seharusnya aku membunuhnya dan mengakhiri segalanya.



Ibu: Di hari mengetahui Kim Gab Yong membunuh kedua wanita itu, aku berusaha bunuh diri. Tapi begitu sadar, aku memutuskan untuk bunuh diri dan mengakhiri ini. Itulah sebabnya.. aku pergi ke Stasiun Saeki-dong sebagai pilihan terakhir. Seharusnya aku membunuhnya dan mengakhiri segalanya.



Saat itu Seong Mo membuka pintu, ia jelas mendengar semuanya.



Jae In melanjutkan, "Meski tidak melakukannya, aku tidak bisa tidur atau bernapas karena rasa bersalah. Lalu, aku membaca kutipan ini. "Hukuman terburuk di dunia adalah waktu". Anda harus terus merasakan harapan dan keputusasaan. Hukuman waktu. Selagi ayahku dipenjara, Anda dan Jaksa Kang pasti menderita karena hukuman waktu. Itulah sebabnya, kalian membantuku secara diam-diam." 

Jae In membimbing Ibu untuk berdiri, "Aku tidak memaafkan kalian, tapi.. aku hanya.. sedikit memahami."




Saat akan keluar, Jae In melihat Seong Mo, "Di mana An?" Tanyanya.

"Dia sudah pergi. Aku membuat dia... terlalu marah."

"Anda sengaja memancing kami ke Stasiun Saeki-dong untuk mencari Kang Eun Joo, bukan? Anda tidak menyangka.. An juga akan membaca Stasiun Kangguk."

"Benar. Aku ingin mencari ibuku.. dan mengakhiri ini tanpa melukai siapa pun. Anggap saja.. itu sedikit.. hati nuraniku.. terhadap kau dan An."

"Andai menemukan keberadaan Kang Geun Taek, seharusnya Anda meminta bantuan Detektif Eun. Dia memedulikan Anda.. lebih dari orang lain."

"Satu-satunya kasus dengan sidik jari Kang Geun Taek adalah kasus pengurungan Gangryeong. Ada bukti dan korban dalam kasus itu, tapi batas waktunya sudah habis. Kasus lain.. tidak punya bukti langsung yang menyatakan Kang Geun Taek sebagai pelakunya."

"Kini situasinya berbeda. Kita menemukan Kang Eun Joo, saksi pembakaran Panti Wreda Hanmin. Anda juga melihat dia membunuh Detektif Eun."

"Menjalani hukuman di penjara.. hanya berlaku untuk orang yang punya emosi. Hukuman itu tidak berarti bagi monster seperti Kang Geun Taek."

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis He Is Psychometric Episode 15 Part 1"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: