Sinopsis He Is Psychometric Episode 14 Part 4

Sinopsis He Is Psychometric Episode 14 Part 4

Sumber: tvN






Di mobil, Jae In menulis di buku. An tahu kalau buku itu adalah catatan psikometrisnya.

"Kau tahu soal itu?" Jae In heran.

"Ya."

"Kenapa Jaksa Kang memberikan ini kepadaku?"



"Jika kita menganggapnya sebagai "jebakan" seperti perkataanmu, mungkin agar aku jinak dan memakai kemampuanku untuk penyelidikannya."

"Bagaimana jika kita menganggapnya sebagai "berlayar"?"

"Karena dia menyesal."

"Menyesal?"

"Kebakaran itu terjadi karena ibunya dan itu membuat... kita berdua menjadi korban."

"Kalau begitu, aku akan menganggapnya ini."

Jae In menulis "jangkar". Ia menjelaskan, "Dia ingin kita.. menghentikan dia."


Seong Mo datang ke pemakaman Ji Soo. Ia membawa bunga dan meletakkan liontin yang ada foto mereka berdua di atas bunga itu.

Kilas Balik..








Ini adalah cerita dibalik foto itu. Ji Soo mamaksa Seong Mo melakukan photobox. Awalnya kaku, tapi Ji Soo berhasil membuat Seong Mo tersenyum.


Seong Mo juga mengingat kenangannya dengan Ji Soo selama ini sampai saat terakhirnya.

Ji Soo pernah menatap foto di liontin itu dengan mata berkaca-kaca.

Kilas Balik Selesai..




Seong Mo menangis, "Maaf karena aku terlambat. Seperti perkataanmu... aku akan kembali sekarang."

Dan Seong Mo pergi.



Letnan Nam mendapat perintah dari Jaksa untuk membebaskan ibunya Seong Mo, ia marah besar.

Jae In: Tidak boleh! Dia tidak punya tempat tinggal di luar. Selain itu, dia bisa terancam lagi.



Tepat saat itu Seong Mo datang, "Jangan cemas soal itu, Opsir Yoon."

Semuanya terkejut melihat Seong Mo. 

Seong Mo "Aku akan membawa ibuku. Sekarang dia akan aman. Sebelum melakukannya, sepertinya aku harus memberi pernyataan dahulu."



An: Kau bercanda? Kau mendadak muncul. Lantas? Kau akan memberi pernyataan?

Seong Mo: Aku tahu kau juga penasaran.



Seong Mo minta ijin ke letnan Nam, "Aku ingin Opsir Yoon yang menangani interogasi. Apa itu tidak masalah, Letnan Nam?"





Sebelum masuk ke ruang interogasi, Seong Mo berhenti, lalu An mendekatinya.

Seong Mo minta tolong An untuk memberikan sesuatu kepada ibunya sebelum interogasi. Seong Mo memberikan cincin itu.

Melalui cincin itu An bisa melihat. Seong Mo menghadiahkan cincin itu untuk ibunya.




"Ini hadiah pertamaku untuk Ibu. Berjanjilah Ibu akan melupakan semua yang telah terjadi setidaknya selagi Ibu memakai cincin ini. Berhentilah bermimpi buruk dan jangan cemas lagi. Serta jangan merasa bersalah."

"Baiklah, ibu akan melakukannya. Ibu juga punya sesuatu untukmu."


Ibu memberikan kotak yang berisi rubik.




An tidak mengatakan apapun dan Seong Mo juga langsung masuk ruangan.




An kembali mendatangi ibunya Seong Mo. Ibu memastikan apa benar Seong Mo ada disana? An mengiyakan. 

"Hyeong.. menyuruhku memberikan ini pada Anda." An mengulurkan cincinnya dan ibu langsung mengambilnya.



"Apa Seong Mo menangkapnya?" Tanya Ibu. "Tidak mungkin. Jangan bilang Seong Mo membunuhnya."





Seong Mo mulai diinterogasi setelah AN masuk ke ruangan CCTV.

Seong Mo: Sebelum kita memulai interogasi, aku harus mengatakan ini dahulu. Maaf karena aku tidak membantu saat Kang Geun Taek menculikmu.

Jae In: Berkat peta yang Anda tinggalkan, An bisa segera menemukanku.

Seong Mo: Syukurlah.


Lalu Seong Mo menatap ke ruang CCTV yang tidak bisa dilihatnya karena kacanya cuma satu arah. "Pasti lebih baik andai aku memberi tahu dia soal masa laluku. Namun, masa laluku bukan dongeng."



Jae In: Aku mengerti. Aku juga kesulitan memberi tahu orang.. tentang ayahku.

Seong Mo: Kalau begitu, kita harus mulai dari mana?

Jae In: Aku akan langsung saja. Kang Geun Taek. Di mana dia?

Seong Mo: Apa yang membuatmu yakin.. aku tahu keberadaanya?


Jae In gak bisa menjawabnya, ia menatap An, lalu berkata, "Di rumah sakit yang terbengkalai, kami melihat Anda membius Kang Geun Taek."

"Aku ingin semua detailnya. Seseorang menyaksikannya sendiri? Atau melalui psikometri?"


Orang-orang yang ada di ruang CCTV bertanya-tanya apa itu Psikometri? Letnan Nam membentak mereka untuk diam.



Seong Mo: Penglihatan dengan kemampuan tidak berdasarkan sains. Itu tidak bisa dianggap sebagai bukti. Kau pasti tahu itu.

Jae In: Baiklah. Kalau begitu, mari mulai dengan kasus Apartemen Yeongseong. Pembakaran dan Pembunuhan Apartemen Yeongseong. Siapa dalangnya?

Seong Mo: Kasus Apartemen Yeongseong, kebakran Panti Wreda Hanmin, dan pembunuhan Kim Gab Yong. Semua korbannya tewas dengan cara yang sama. Berdasarkan situasinya, aku menduga Kang Geun Taek sebagai pembunuhnya.

Jae In: Jadi, Anda tidak terlibat dalam pembunuhan itu?

Seong Mo: Sepertinya aku terlibat karena akulah yang membantu ibuku kabur sebelum apartemen itu dibakar.

Kilas Balik..




Seong Mo memberikan tas pada ibunya, "Ada ponsel dan uang di situ. Hanya aku yang tahu nomornya. Bersembunyilah hingga kuhubungi."

"Seong Mo-ya..."

Maka ibu lari dengan menutupi sebagian wajahnya.

Kilas Balik Selesai..



Jae In: Jadi, Anda tahu sejak awal Kang Eun Joo masih hidup.

Seong Mo: Ya. Dia dalam perlindunganku. Aku meninggalkan Unit 701 dan menuju ke Unit 1501 untuk menemui polisi yang menawarkan bantuan kepadaku. Tidak ada orang di rumah. Saat itulah aku tahu terjadi kebakaran.



Letnan Nam: Lee An, apa dia berkata jujur?

An: Aku tidak tahu ucapannya benar atau tidak.



Seong Mo: Aku berusaha kembali ke unitku untuk melihat situasinya, tapi tidak memungkinkan karena asap. Aku melintasi lift saat bertemu Yoon Tae Ha dan Lee An. Kau dan An tahu kejadian berikutnya.

Jae In: Lantas, kenapa Anda tidak memberi tahu semua orang ibu Anda masih hidup? Apa karena hukum yang tidak pernah membuat Anda aman?

Seong Mo: Opsir Yoon, kita berdua punya banyak persamaan. Kita tidak memercayai hukum atau polisi, tapi memilih untuk bekerja dalam bidang ini. Tujuannya untuk memecahkan masalah kita sendiri.

Jae In: Melalui Kim Gab Yong, Anda bisa memberi identitas baru untuk ibu Anda.

Seong Mo: Ya. Namun, aku tidak tahu dia akan membunuh Park Soo Young dan Kang Hee Sook.




Jae In: Kang Eun Joo kembali dari Kanada dengan nama Park Soo Young. Saat itulah Kim Gab Yong diselidiki terkait kasus Pembunuhan Tunawisma. Setelah itu, ibumu mengubah identitasnya sekali lagi menjadi Kang Hee Sook. Jadi, Anda tidak tahu bahwa Kim Gab Yong menganggap Anda sebagai klien VIP-nya?

Seong Mo: Klien VIP-nya? Biar aku ulangi. Apa pun yang terkait pembacaan An tidak bisa dijadikan bukti menurut hukum.


An mengepalkan tangannya erat mendengar ucapan Seong Mo itu.



Jae In: Anda seperti orang yang berbeda, Jaksa Kang. Kenapa Anda bersikap seperti ini?

Seong Mo: Aku hanya memberitahumu polisi tidak punya bukti tentang pembunuhan Park Soo Young dan Kang Hee Sook. Tapi aku mengakui pencurian identitas itu.



Detektif Kim: Dia hanya mau menerima tuduhan pencurian identitas. Sebagai jaksa, dia paham cara kerja hukum.

Letnan Nam: Dia hanya akan mendapat masa percobaan, tapi mungkin itu tidak dianggap situasi yang meringankan.



Jae In: Anda ada di Panti Wreda Hanmin.

Seong Mo: Benar. Kim Gab Yong membantuku menyelamatkan ibuku.

Jae In: Anda tetap bungkam meskipun tahu Kang Geun Taek membunuh mereka. Sebelum ibuku siuman, aku meninggalkan tempat itu dan meminta bantuan Kim Gab Yong. Aku menyelidiki insiden panti wreda itu berdasarkan pernyataan Kim Gab Yong.




Jae In: Kim Gab Yong bersaksi bahwa Song Hee Jung membunuh pasien lain, lalu membunuh diri sendiri. Anda memercayai.. kebohongan yang mustahil itu?

Seong Mo: Semua orang memercayai dia. Komisaris polisi dan petugas di kantor kejaksaan memercayai dia. Hanya satu orang yang berpikir sebaliknya. Orang yang meragukan kebenaran itu adalah Detektif Eun Ji Soo. Hanya dia. Jika ada bukti, aku akan menebus kesalahanku Itulah sebabnya aku kembali kemari.




Jae In: Jaksa Kang.

Seong Mo berdiri, "Aku permisi dahulu. Meninggalkan ibuku di sel.. sangatlah kejam."

Lalu Seong Mo keluar.





AN ikut keluar dan mencegatnya, "Apa yang Hyeong pikirkan?"

"Aku hanya ingin tahu kebenarannya."

"Lantas, kenapa Kakak mencari Kang Eun Joo setelah terjadi insiden Panti Wreda Hanmin? Semua itu kebohongan? Semua yang Kakak tunjukkan kepadaku.. adalah kebohongan?"

"Setelah insiden Panti Wreda Hanmin, ibuku menghilang. Aku akan menanyakan alasannya saat bertemu dia hari ini."

"Kang Eun Joo menghilang.. karena Kang Geun Taek memberitahunya bahwa Hyeong mendalangi kasus Apartemen Yeongseong. Benarkah.. Hyeong tidak mendalanginya?"

"Kau akan percaya jika aku menyangkalnya?"

"Tidak. Aku tidak lagi memercayai apa pun!"



Seong Mo mengakhirinya, "Jika kalian membutuhkan aku, aku akan kembali untuk interogasi."



Saat Seong Mo akan pergi, An menahan tangannya. An melihat Kang Geun Taek memohon agar tidak dibunuh. 





"Kau pasti mengira aku tidak tahu malu karena mengatakan ini, tapi aku tidak ingin mati di sini dan seperti ini." Lanjut Kang Geun Taek.

"Dia akan melihat ini. Orang yang bisa.. menyelamatkanmu." Jawab Seong Mo.




Jelas An terkejut melihatnya.


-= E P I L O G =-




Seong Mo memainkan rubik di akhir pekan dan An memprotesnya. 

"Kenapa kau menyulitkan diri sendiri di akhir pekan?"

"Kau mau mencoba?" Tanya Seong Mo.

"Lupakan saja. Hyeong mengacaknya, lalu menyelesaikannya. Apa yang seru?"



Seong Mo menyelesaikannya lalu melempernya pada An, "Jika tahu rumusnya, ini lebih mudah daripada dugaanmu. Jangan hanya fokus pada satu sisi. Anggaplah kau menyelesaikan keenam sisinya sekaligus dan kerjakan satu per satu."

"Bagaimana aku bisa memikirkan keenam sisinya? Mungkin hanya satu sisi."

"Pasti lebih mudah dengan cara itu. Tapi aku ingin kau menyelesaikan sisi ini dan sisi itu (sisi yang berlawanan), lalu menyelesaikan sepenuhnya tanpa merusak apa pun."

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis He Is Psychometric Episode 14 Part 4"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: