Sinopsis He Is Psychometric Episode 14 Part 3

Sinopsis He Is Psychometric Episode 14 Part 3

Sumber: tvN



Letnan Nam dan Jae In jala di lorong. Letnan Nam bertanya, apa An juga bisa membaca ingatan pada benda? Jae In membenarkan.

Sementara itu, di dalam, An mengawasi sekeliling.



Ternyata pemilik gedung sudah membuang sampahnya ke luar, bahkan kemungkinan sudah diangkut truk sampah.

Beruntung Letnan Nam masih menemukan kantong sampahnya di luar. Mereka mengeluarkan isinya.



An menyentuh meja, ia melihat semua penyewa kamar termasuk Seong Mo saat menatap kaca di meja itu.

Kemudian An menyentuh kaca. Ia melihat saat Seong Mo menempelkan catatan dan foto disana.





Jae In dan Letnan Nam menemukan catatan dan foto-foto itu juga obat dan wadahnya. Mereka memasukkan obat ke dalam kantong.





An menyentuh kabel telepon juga dan ia melihat saat Seong Mo menggunakannya untuk melingkari peta.



Dari petunjuk itu mereka menghubungi Kantor. An mengatakan tempat-tempat yang dilihatnya melalui ingat Seong Mo. 

"Rumah Sakit Kooyang, Area Promosi Pembangunan Kembali Jangseok, Pasar Tradisional Uinam, Apartemen Joongi-dong.

Detektif Kim menemukan kesamaan keempat tempat tersebut yaitu tempat itu kosong dan terbengkalai.

Detektif Kim: Aku sering berpatroli di area ini dan paham benar.

Detektif Kim menyuruh Detektif Park untuk memeriksa Rumah Sakit Kooyang dan Vila Uinam.

An bertanya pada Detektif Nam, apa tempat-tempat itu dekat dengan Stasiun Kangguk? Detektif Kim membenarkan.

An: Kurasa Seong Mo Hyeong berpikir Kang Geun Taek bersembunyi di salah satu tempat itu.

Jae In: Apa dia berjaga-jaga jika kehilangan Kang Geung Taek di Stasiun Kangguk?

Letnan Nam meminta Detektif Kim mengirimkan petanya, mereka akan membantu mncari.

Detektif yang di kantor mulai bergerak.




An, Jae In dan Letnan Nam menjadi satu tim. Jae In memutuskan pergi ke Rumah Sakit Kooyang.

Letnan Nam: Benar, bukan? Kau juga berpikir begitu? 

Jae In: Kang Geun Taek ditembak.

Letnan Nam: Benar. Kau bisa bersihkan toilet, tapi selalu meninggalkan jejak. Dia akan pergi ke rumah sakit dan mengambil sesuatu yang akan membantunya.

An manggut-manggut saja.




Seong Mo mendekaktkan kursinya di depan Kang Geun Taek. Kang Geun Taek melihat lukanya dan dari ekspresinya ia kesakitan. 

"Aku yakin memberi kau dan Eun Joo obat minimum yang kalian butuhkan." Kata Kang Geun Taek.

"Benar. Aku tidak tahu rasa sakit, tapi setiap kali merasa aku tampak kurang sehat, Ibu meminta obat darimu. Sebagai gantinya, dia harus membantumu."

"Aku melindungi kau dan Eun Joo dari bahaya dunia luar. Begini cara kalian membalasku?"



"Hal yang melindungi Ibu adalah harapan kami bisa keluar. Tapi begitu keluar, dia juga kehilangan harapan itu. Itu bukan salahnya, tapi dia menyalahkan diri sendiri. "Kenapa banyak orang harus meninggal karena aku?" Dia harus menanggung rasa sakit saat menjadi korban karena penyerangnya tidak perlu menebus kesalahan. Aku terlambat menyadarinya."

"Bagaimana jika kau membuat Eun Joo.. melihat tubuhku membusuk? Jika begini situasinya, sekalipun sebagai mayat yang membusuk, aku ingin melihat dia saat aku mati."

Seong Mo ketawa.



Ketiganya sampai di Rumah Sakit Kooyang. Letnan Nam menyuruh An tetap di luar. Sementara ia dan Jae In masuk.



Pelan-pelan, Jae In dan Letnan Nam memasuki ruangan demi ruangan, mereka juga ekstra waspada.



Seong Mo ketawa, "Kau melihat Ibu dalam keadaan hidup? Itu tidak akan pernah terjadi."

Kang Geun Taek hanya menatap Seong Mo.





An menyentuh pintu dan ia meluhat Kang Geun Taek masuk kedana, juga melihat Seong Mo masuk.





Letnan Nam dan Jae In menemukan ruangan yang di kunci, mereka mendobraknya tapi kosong. Tepat saat itu An masuk.



Jae In menerima kabar kalau tim yang lain juga tidak menemukan apa pun. 

"Sekarang kita hanya bisa memercayai dia?" Gumam Letnan Nam.





An ditinggal di dalam, ia menyentuh semuanya dan sampailah ia pada pintu ruangan Pediatri. An melihat semuanya. Mulai saat Kang Geun Taek melihat Seong MO ada disana dan Kang Gaeun Taek yang terjebak saat mencoba kabur dari Seong Mo.



Seong Mo menyuntikkan obat penenang pada Kang Geun Taek.




An: Kurasa Seong Mo Hyeong membawa Kang Geun Taek ke suatu tempat.

Jae In: Mereka tidak menemukan apa pun di lokasi lain pada peta.

An: Ke mana dia membawanya?

Letnan Nam: Tidak mungkin ada CCTV di sini. Sepertinya kita tersesat. Ayo kembali ke kantor polisi.




Tepat setelah itu ketiganya mendapat pesan mengenai hari dan tempat pemakaman Ji Soo.








Semuanya menghadiri pemakaman dengan haru. Ji Soo dimakamkan di Pemakaman Nasional.



Junior Ji Soo memimpin penghormatan terakhir untuk Ji Soo.



Sementara itu, Seong Mo sedang mengisi bak mandi.



Dokter Hong, An dan Jae In jalan bertiga.

Dr. Hong: Pemakamannya ditunda lama. Sepertinya aku terlalu lama menyimpan Ji Soo. Kudengar kau membantunya dalam penyelidikan. Bagaimana kemajuannya?

An: Seperti biasa, aku sama sekali tidak membantu.

Jae In: Tidak. Kinerjamu sangat bagus. Detektif Eun.. juga akan berpikir begitu.

Dr. Hong: Kalian belum menemukan Jaksa Kang, bukan?

An: Ya.




Dr. Hong memberi mereka obat yang ditemukan di tempat sampah. Dr. Hong menjelaskan bahwa sidik jari Seong Mo ditemukan di wadah obat itu.

"Dan ini pil fluvoksamin. Inhibitor reuptake serotonin. Intinya, obat ini dipakai untuk mengobati gangguan obsesif kompulsif." Lanjut Dr. Hong.

An: Maksudmu dia minum obat untuk mengobati gangguan kompulsifnya, bukan sakit kepala? Berarti jelas dia tidak mengidap alexithymia?

Jae In: Kita tidak seharusnya senang soal itu. Dia membuang pil itu. Berarti.. dia tidak berniat mengendalikan rasa marahnya lagi.




Seong Mo mencelupkan kepala Kang Geun Taek ke dalam air. Setelah diangkat, Kang Geun Taek ngos-ngoosan, artinya Seong Mo mencelupnya lama.

"Ini tidak akan membuatku merasa sakit." Kata Kang Geun Taek.

"Ini lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa."

"Maaf karena aku mengatakan ini. Pemuda yang mengira kau penyelamat hidupnya sepertinya mulai mencurigaimu."

"Kecurigaan akan mengarah pada keyakinan dan segera berubah menjadi rasa marah. Dia akan.. mencari aku dan kau secara obsesif. Aku ragu kau mampu bertahan hingga saat itu."




Letnan Nam mendekati Kepala Eun yang sendirian di makam Ji Soo. Letnan Nam menyampaikan bahwa penyelidikan ini tidak akan mudah. 

"Manajemen atas memaksa kita untuk berhenti. Karena kenyataan bahwa tersangkanya tidak terdaftar, Kementerian Administrasi dan Keamanan Publik juga panik. Media mulai meliput konstruksi Apartemen Yeongseong yang buruk." Jelas Kepala Eun.

"Kejaksaan akan segera membentuk unit khusus untuk menyelidiki YSS Construction."

"Dae Nam-ah. Semua akan usai begitu orang lain menggantikan posisiku. Aku akan menyerahkan diri setelah kasus ini. Bekerja keraslah. Aku akan melakukan hal yang sama."




Selanjutnya mereka bicara sambil duduk. 

Kepala Eun: Aku tahu ini terdengar seperti alasan, tapi awalnya kupikir Yoon Tae Ha adalah pelaku sesungguhnya. Aku yakin akan itu.



Padahal Ayahnya Jae In membantu semua orang untuk menyelamatkan diri. 

Kepala Eun: Salah satu penghuni menunjukkan seragam bernoda darah dan bilang itu pemberian Yoon Tae Ha untuk menutup mulutnya. Aku juga mendengar dia bertengkar dengan masyarakat wanita. Semuanya cocok.



Kepala EUn dulu didatangi pegawai dari YSS Construction, memberinya uang suap untuk menyelesaikan kasus Apartemen Yeongseong dengan cepat dan ia menerimanya. 

Kepala Eun: Dia bilang perusahaan memberiku insentif karena niat baik untuk menyelesaikan kasus ini dengan cepat. Aku tidak menganggapnya suap karena jumlahnya tidak banyak. Aku tidak perlu merasa malu soal penyelidikan itu. Tapi..



Seong Mo mendatangi Kepala EUn setelah sehat kembali, menanyakan soal orang yang ia sebutkan, apa sudah diperiksa?

"Sudah kukatakan. Tidak ada orang seperti itu." Jawab Kepala Eun. 

"Aku melihatnya dengan jelas. Dia mengawasi rumahku dari seberang apartemen tempo hari."




Kepala Eun: Kang Seong Mo mengunjungiku beberapa kali dan bersikeras pelakunya orang lain. Aku juga mendengar soal kasus pengurungan itu.

Letnan Nam: Kau pasti tidak bisa menyelidiki kasus itu lagi.

Kepala Eun: Serta anggota kongres yang membiarkan YSS Construction soal konstruksi buruknya sibuk menyuapku karena takut untuk berjaga-jaga aku akan menyelidiki kasus itu.




Kepala Eun mengeluarkan Arloji Ji Soo, "Saat aku mendengar polisi kehilangan pelaku yang membunuh Ji Soo, kau tahu yang kupikirkan? Kupikir wajar jika tubuh tidak berfungsi tanpa kepala."

Letnan Nam hanya menandang Kepala Eun tanpa menganggapi apa pun dan Kepala Eun malah pergi.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis He Is Psychometric Episode 14 Part 3"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: