Sinopsis He Is Psychometric Episode 14 Part 2

Sinopsis He Is Psychometric Episode 14 Part 2

Sumber: tvN




Kang Geun Taek terbangun karena suara berita dari Radio dan dalam keadaan tangan diikat di belakang dan kaki dirantai.

"Ada kontroversi mengenai fakta bahwa Kasus Pembunuhan Detektif di Stasiun Terbengkalai dikatakan berkaitan dengan kasus Yeongseong dan kebakaran Panti Wreda Hanmin. Sudah tiga hari sejak kasus itu terjadi, tapi keberadaan tersangka, Kang Geun Taek, belum diketahui. Polisi memasukkannya ke daftar buronan dan membentuk unit khusus untuk mencarinya. Namun penyelidikan belum menunjukkan kemajuan."



Seong Mo mematikan radionya. Kang Geun Taek tanya, dimana ia sekarang?

"Apa hal pertama kusadari setelah kabur dari basemen? Aku sadar.. hubungan manusia tidak begitu mudah seperti buku anak-anak yang dahulu Ibu bacakan untukku." Kata Seong Mo. 

"Hubungan manusia."

"Orang membayar harga untuk mendapatkan keinginan mereka dalam berbagai hubungan."

"Apa maksudmu?"




Seong Mo berjalan menuju hadapan Kang Geun Taek, "Kau penjahat tanpa nomor jaminan sosial, dan itu kesalahan administratif negara. Itulah sebabnya.. detektif diam-diam menutupi kesalahan itu. Pengalaman menyakitkan kami bukan urusan mereka."

"Jadi, kita tidak mungkin sampai sejauh ini jika saat itu aku ditangkap?"



Seong Mo berdiri lagi, "Aku menjadi jaksa untuk melindungi Ibu dan menemukanmu. Tapi aku terus berpikir, apa aku perlu menghukummu menurut tatanan sosial atau menurut keinginanku sendiri."

"Kau akan membalas dendam kepadaku dengan melakukan perbuatanku kepadamu dan Eun Joo?"

"Melakukan hal yang sama itu percuma. Aku akan melakukan hal yang lebih buruk. Itulah pembalasan sejati."




Seong Mo: Lukamu akan mulai berdenyut dan bernanah. Dan pada akhirnya, luka itu akan membusuk.

Kang Geun Taek: Sayang sekali. Aku tetap tidak tahu bagaimana rasanya sakit.

Seong Mo: Jangan cemas. Aku akan memastikan kau tahu rasanya.




Jae In melakukan presentasi di depan para seniornya.

"Kang Geun Taek yang mengurung Jaksa Kang dan Kang Eun Joo di basemen selama sembilan tahun dianggap disekap oleh kelompok pengemis saat masih kecil. Karena itu, nama aslinya dan nomor jaminan sosialnya tidak bisa dipastikan. Saat Kang Eun Joo kabur pada tahun 1996, dia menyatakan Kang Geun Taek mengidap alexithymia dan jadi terobsesi padanya setelah merasakan emosi untuk kali pertama dari Kang Eun Joo. Dia bersikeras kasus Yeongseong dan kebakaran Panti Wreda Hanmin dilakukan oleh Kang Geun Taek karena alasan yang sama. Hampir semua orang akan hadir dalam rapat besok pagi."



Saat itu An pergi menemui Ibunya Seong Mo atas perintah Letnan Nam.

Suara Letnan Nam: Hanya ada sedikit petugas yang menjaga dia. Jadi, temui dia.



Jae In melanjutkan presentasinya, "Untuk menemukan Kang Eun Joo, Kang Geun Taek mengawasi putranya, Kang Seong Mo, dalam waktu lama. Dia melukai atau menculik kenalan Jaksa Kang untuk mendesaknya. Akhirnya, dia membunuh Detektif Eun Ji Soo. Seluruh bukti menunjukkan tersangkanya adalah Kang Geun Taek, tapi..."

Jae In jedanya terlalu lama sampai Detektif junior harus mengingatkannya untuk lanjut.

Jae In lanjut, "Jaksa Kang tidak bisa dikecualikan dari daftar tersangka."

Junior: Apa maksudmu? Kenapa dia jadi tersangka?

Jae In: Dia tahu Kang Eun Joo masih hidup dan ada bukti bahwa dia berkaitan dengan Kim Gab Yong yang dahulu mengganti identitas Kang Eun Joo.



Letnan Nam: Jadi, bagaimana alur penyelidikannya?

Jae In: Saat ini Jaksa Kang mengincar Kang Geun Taek. Tujuan utamanya adalah membunuhnya. Seharusnya melacak Jaksa Kang lebih cepat daripada melacak Kang Geun Taek.

Semuanya kelihatan gak setuju dengan Jae In. 

Salah seorang deteltif berkomentar, "Kang Seong Mo menjadi jaksa untuk menangkap Kang Geun Taek, bukan?"

Detektif Kim, "Benar. Kenapa malah membunuhnya, bukan memenjarakan dia?"

Letnan Nam: Semua pasti sudah berakhir andai seseorang tidak membiarkan dia lolos.

Dan detektif Kim mendapat tabokan dikepala dari Letnan Nam.

Detektif Kim: Dia melepas borgol dan mendadak mencekikku. Bagaimana aku bisa mengendalikan dia? Kau pasti melakukan hal yang sama.


Jae In: Itulah sebabnya Jaksa Kang tidak memercayai hukum, polisi, atau keadilan. Kasus pengurungan itu menjadi kasus beku. Saat kasus Yeongseong terjadi, mayat Kang Eun Joo bukan mayatnya yang sesungguhnya, tapi polisi tidak bisa mengungkap kebenaran apa pun. Tidak. Mereka tidak mau mengungkap apa pun sejak awal.



An: Aku tidak tahu harus memulai dari mana. Aku selalu.. berterus terang hingga tidak tahu cara bertele-tele. Aku akan berkata jujur. Aku datang untuk meyakinkan Anda. Awalnya aku merasa bingung akan apa yang terjadi. Tapi aku memutuskan untuk tidak yakin akan apa pun hingga mendengar langsung darinya.

Ibu: Apa pun yang dia lakukan.. adalah demi aku. Seong Mo tidak bersalah.




An: Jika memang begitu, bukankah ini kesempatan Anda untuk akhirnya melakukan tindakan yang benar untuk Seong Mo Hyeong? Aku melihat Anda melarang dia membunuh Kang Geun Taek. Aku juga ingin menghentikan Seong Mo Hyeong agar tidak bunuh diri. Aku akan memikirkan soal memaafkan, memahami, atau membenci dia nanti. Apa Hyeong tahu.. bahwa Anda masih hidup?

Ibu hanya diam, gemetar.



Rapatnya usai dan setektif Kim menegur Jae In, "Maksudmu, ini terjadi karena polisi tidak bekerja dengan benar. Kau sungguh menyinggung seniormu."

Detektif Park, "Orang-orang seumur dia sangat bersemangat. Abaikan saja dia."



Letnan Nam, "Ingatlah ucapannya. Pernahkah kau menutup kasus sesuka hatimu? Pernahkah kau menyerah dan menandainya sebagai kasus beku? Angkat tangan jika pernah melakukannya bahkan sekali pun. Aku tidak bisa mengangkat tanganku. Kau pasti juga tidak bisa dan hanya menyembunyikan pengalaman itu. Jangan malu dan bekerjalah dengan benar. Pergilah."

Semuanya pergi.


Letnan nam menyuruh Jae In memeriksa apakah An mendapat informasi dari Kang Eun Joo.



An keluar sambil mengingat kata-kata Jae In.

"Ingatan yang kau lihat tidak mengikat secara hukum. Untuk memakainya dalam penyelidikan dan membuat Kang Eun Joo bicara, kita harus mencari hal yang nyata."

AN bergumam, "Kita harus mencari hal yang nyata."

An ingat Seong Mo pernah bicara soal ia yang tidak berniat kembali ke Korea.




Kemudian Jae In datang, bertanya apa yang dikatakan Kang Eun Joo. An menggeleng. 

Jae In: Jangan cemas. Ini baru permulaan.

An: Jae In-ah. Bisakah kita mencari riwayat imigrasinya saat dia hidup sebagai Park Soo Young dan Kang Hee Sook?

Jae In: Ya. Jika kita bisa mendapatkan sertifikat imigrasinya...

An langsung lari setelah berkata akan menelfon Jae In. Jae In juga segera kembali masuk.



An mencari paspor Seong Mo. 





Jae In menelfon, "Aku menemukannya. Saat dia memakai identitas Park Soo Young, dia tinggal di Kanada sejak Januari 2009 hingga Desember 2013."

"Tebakanku benar. Seong Mo Hyeong belajar di Kanada pada saat itu. Dia kembali pada tahun 2010, tapi sejak saat itu pun, dia sering pergi ke Kanada. Dia berhenti mengunjungi Kanada sejak kembali pada tanggal 1 Desember 2013."

"Kang Eun Joo tanggal 2 Desember. Dia kembali sehari setelah putranya."

"Mereka pasti aman jika tinggal di sana. Kenapa mereka mendadak kembali?"



Jae In bertanya pada Letnan Nam, "Letnan Nam. Polisi menyelidiki kelompok Kim Gab Yong mengenai Pembunuhan Tunawisma saat musim dingin tahun 2013?"

Letnan Nam membenarkan.



Jae In kembali bicara dengan An, "Polisi sudah mulai meyelidiki Kim Gab Yong. Kurasa mereka cemas dia akan tertangkap. Saat itu dia mulai hidup sebagai Kang Hee Sook."

"Kim Gab Yong membunuh Park Soo Young dan Kang Hee Sook yang sesungguhnya untuk menutupi jejak mereka. Kim Gab Yong menerima perintah.. dari Hyeong."



Di dalam sel, Ibunya Seong Mo terus kepikiran kata-kata An tadi.




Imo dan So Hyeon menonton berita 

"Kalian pasti ingat detektif yang kehilangan nyawanya di stasiun yang terbengkalai. Kasus pembunuhan ini sepertinya berkaitan dengan kasus Apartemen Yeongseong, kebakaran Panti Wreda Hanmin, serta kasus pengurungan pada tahun 1996..."

Imo: Sepertinya ini tidak kunjung usai. Kasus pengurungan? Artinya semua itu berkaitan dengan kasus Apartemen Yeongseong?

So Hyeon: Apa Jae In yang menyelidiki semua kasus ini? Termasuk kasus Apartemen Yeongseong?

Imo: Itulah yang kudengar. Kebakaran apartemen itu sudah lama terjadi. Kasus pengurungan itu juga terjadi lebih dari 20 tahun silam. Aku cemas dia akan stres.



So Hyeon bilang harus menanyai ayahnya lagi apakah ayahnya yakin ayahnya Jae In yang memberikan jaketnya.

"Kupikir kau tidak berkomunikasi dengannya." heran Imo.

"Kita tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan kedua untuk menemukan si Pembunuh."

"Kau akan melakukan itu untuknya?"

So Hyeon mengangguk pasti.



Sementara itu, Dae Bong memberikan poster Kang Geun Taek pada pelanggannya.

"Temanku menangani kasus itu. Jika Anda melihat pria ini, tolong hubungi polisi." Pinta Dae Bong.




Pegawainya Dae Bong protes bahwa Dae Bong berlebihan.

"Kau bercanda? Kau tidak akan bilang begitu andai tahu arti detektif ini bagi temanku. Pria ini menguntit satu wanita seumur hidupnya, membunuh orang di sekitarnya, dan membakar gedung."

"Tidak mungkin. Bagaimana orang bisa melakukan itu demi cinta?"

"Jika orang yang kau sukai merasa muak denganmu, kau harus menjauh. Itulah tindakanmu."





An mencoba fokus hanya pada fakta.

"Setelah kebakaran Apartemen Yeongseong, Hyeong tahu Kang Eun Joo masih hidup. Namun, dia membiarkan identitasnya tetap mati."



"Kim Gab Yong membunuh Park Soo Young dan Kang Hee Sook untuk memberi identitas baru kepada Kang Eun Joo."



"Hyeong menyelamatkan Kang Eun Joo dari Panti Wreda Hanmin. Lalu..."

An gak bisa melanjutkannya, ia hanya mendesah.





AN mengirimkan foto paspor Seong Mo pada Jae In dan Jae In menunjukkannya pada Letnan Nam.

"Ini membuktikan bahwa Jaksa Kang tahu Kang Eun Joo masih hidup. Bagaimana dengan poligraf?" Tanya Letnan Nam.

"Begitu membuktikan Kang Eun Joo berbohong, kita bisa menahannya lebih lama. Kita harus segera membebaskan dia, tapi dia berpotensi kabur ke luar negeri. Selain itu, berbahaya baginya untuk berada di jalanan saat Kang Geun Taek masih berkeliaran."

"Tes poligraf tidak bisa dianggap bukti. Kita tahu Kang Eun Joo berbohong. Tes itu tidak akan mengungkap informasi baru."

"Bisakah kita menahan dia berdasarkah kejahatan terbarunya? Memalsukan dokumen resmi, hidup dengan identitas palsu, dan obstruksi hukum."


"Apa itu cukup untuk surat perintah? Aku akan meminta surat itu, tapi tidak ada jaminan. Wanita yang dikurung selama sembilan tahun sebenarnya masih hidup, tapi pelakunya masih berkeliaran. Masyarakat sudah mengajukan petisi agar pemerintah membebaskan dia dan menghukum polisi karena ketidakmampuan kami. Mereka tidak menyukai kami."



Detektif Junior menemukan jejak Seong Mo, semuanya melijat layar monitornya.

"Jaksa Kim datang ke rumah sakit untuk menjenguk Detektif Eun. Dia meninggalkan rumah sakit pukul 17.45. Aku memergoki dia di kamera, sedang menyeberangi jalan."

Letnan Nam: Aku ingin garis waktu pergerakannya secara rinci. Ini bukan gang, tapi tengah kota. Hanya hantu yang bisa menghindari seluruh CCTV. Jangan sampai kehilangan dia!





Semuanya bekerja menemukan Seong Mo di rekaan CCTV jalan. Letnan Nam mencatat pergerakan Seong Mo. 


Letnan Nam: Terus lacak Kang Seong Mo dari titik dia meninggalkan motel. Opsir Yoon, ayo.

Jae In: Baik.



Jae In menghubungi An, mengatakan kalau mereka berhasil melacak Seong Mo. 

"Di mana dia?" Tanya An dan langsug bergerak.


Mereka mendatangi kamar sewaan Seong Mo, tapi sudah kosong. Jae In mengataan informasi yang ia dapat dari pemilik gedung, bahwa Seong Mo menginap disana selama tiga hari.

Letnan Nam: Kamarnya sudah dibersihkan. Inilah sebabnya aku benci orang yang rapi.

Jae In: Aku akan menanyakan ke mana sampahnya dibawa. An, tetap di sini dan carilah petunjuk.

Letnan Nam: Di sini?

Jae In: Dia kembali ke sini meski bergegas. Mungkin ada hal mendesak yang dia butuhkan.

An: Baiklah.



Letnan Nam keluar duluuan diikuti Jae In.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis He Is Psychometric Episode 14 Part 2"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: