Sinopsis He Is Psychometric Episode 14 Part 1

Sinopsis He Is Psychometric Episode 14 Part 1

Sumber: tvN



Ibunya Seong Mo histeris, "Insiden Apartemen Yeongseong dan Panti Wreda Hanmin. Semua itu perbuatannya. Dia melakukannya untuk menculikku lagi."

"Lantas, kenapa Seong Mo Hyeong ada di Panti Wreda Hanmin?"

"Itu tidak pernah terjadi dan bahkan tidak mungkin! Sejak kebakaran itu, aku belum pernah bertemu Seong Mo."

"Lantas, bagaimana Anda tahu soal tingkat B3 Stasiun Saeki-dong? Bagaimana Anda bisa tahu yang dahulu tidak Anda ketahui?!!"




Jae In meminta An berhenti. An baru menyadari bagaimana ketakutannya Ibunya Seong Mo.


Letnan Nam menyuruh Jae In membawa Ibunya Seong Mo keluar. 


Setelah Jae In membopong Ibunya Seong Mo keluar, Letnan An mendekati An.

"Jika kau ingin menangani kasus ini, mandilah dengan air dingin. Ini bukan tempat pelampiasan rasa marahmu!"


Jae In bicara pada Ibunya Seong Mo, "Terkadang ingatan.. bisa menipu diri kita sendiri demi kepentingan kita. Seburuk apa pun rasanya, jika kita tidak memeriksanya dengan cermat, sejarah hanya akan terulang sendiri."



Ibunya Seong Mo berhenti untuk menatap Jae In.

Jae In melanjutkan, "Mengatakan yang sebenarnya.. adalah satu-satunya cara untuk membantu Anda dan Jaksa Kang. Ingatlah itu."


An meyakinkan dirinya kalau Seong Mo tidak mungkin melakukannya. Kang Geun Taek cuma menipu mereka semua.



Dokter Hong menghubungi Lee An dan An sekarang menemui DOkter Hong.

Dokter Hong menjelaskan, "Penyebab kematiannya jelas. Sama seperti para korban dalam kasus Apartemen Yeongseong dan Panti Wreda Hanmin."

"Dokter Hong..."

"Aku tahu itu tidak akan sama seperti membaca korban lain. Pilihan ada di tanganmu."



Dokter Hong memberikan kartu ID-nya lalu meninggalkan An.




Jae In membuka foto-foto kasus yang melibatkan Kang Geun Taek. 


Selanjutnya, ia menghubungi An.


An ada di ruang autopsi, disana ia melihat tubuh Ji Soo terbujur kaku ditutupi selimut. 



An mengingat semua kenangannya dengan Ji Soo selama ini. 




Pelan-pelan An mendekat, tapi ia gak sanggup menyentuh tanganJi Soo, tapi ia memaksanya.




An melihat kejadian itu, mulai saat Ji Soo menembakkan peluru kosong. 

Lalu saat Ji Soo menembakkan peluru dan mengenai lengan Kang Geun Taek, tepat saat itu juga ia tertusuk.




An melihat pesan terakhir Ji Soo, "Kami menemukan ibumu. Jadi, ayo kembali. Kumohon, kembalilah bersamaku."


An menangis tersedu setelahnya.



Jae In menjajar foto-foto di meja dan menunjukkannya pada Letnan Nam dan Detektif Juniornya Ji Soo. 

Letnan Nam: Foto-foto apa ini?

Jae In: Aku menemukannya di Stasiun Saeki-dong saat mencari Kang Geun Taek. Apa NISI mendapat informasi?

Junior: Sebenarnya mereka mendapat informasi. Lihatlah ini.

Letnan Nam: Semua ini milik Kang Geun Taek. Dia ada di seluruh stasiun yang terbengkalai.




Jae In: Awalnya aku juga berpikir begitu. Tapi An bilang... Jaksa Kang meninggalkan ini di sana.

Letnan Nam: Jaksa Kang?

Junior: Bagaimana dia bisa tahu soal itu?

Jae In: Apa kata NISI? Mereka menemukan sidik jari Jaksa Kang?

Junior: Rantai ini bukti dalam kasus pengurungan di Gangryeong dan pembunuhan Kim Gab Yong. Pisau ini bukti dalam kebakaran Panti Wreda Hanmin. Kami memeriksa loker bukti. Jaksa Kang sudah lama mengambil barang-barang ini.

Jae In: Semua ini bukti dalam kasus masa lalu?

Letnan Nam: Apa dia berusaha membongkar suatu masalah? Besok kita akan memberi pengarahan kepada semua orang. Opsir Yoon, siapkan semuanya.

Jae In: Baik.



Junior: Aku akan menyiapkan untuk rapat. Aku cukup memahaminya.

Letnan Nam: Tidak. "Cukup" saja masih kurang. Kau harus sangat paham.




Jae In: Bagaimana dengan An? Bisakah dia ikut bergabung dalam rapat kita?

Letnan Nam: Jika mengamuk seperti tadi, dia tidak akan berguna meski mampu melihat lebih dari ingatan.

Junior: Ingatan?

Letnan Nam: Ajak dia jika kau bisa menenangkan dia.

Junior bingung, ingatan apa? Ada apa dengan An?



Jae In mencari-cari An dan menemukannyab berdiri di luar menatap maskot kepolisian.




An: Barang di dalam tas dari Stasiun Saeki-dong adalah bukti dalam kasus Gangryeong, Hanmin, dan Kim Gab Yong?

Jae In: Ya. Kurasa Jaksa kang terus mengarahkan kita pada kasus masa lalu. Kenapa tadi kau membentak Kang Eun Joo?

An: Saat Kang Geun Taek bertemu dia di Panti Wreda Hanmin, dia menyebutkan soal Apartemen Yeongseong.

Jae In: Dia bilang apa?

An: Dia menyiapkan mayat palsu Kang Eun Joo dan berencana untuk memulai kebakaran, tapi orang yang benar-benar melakukannya bukan dia, tapi Seong Mo Hyeong.

Jae In: Itu tidak mungkin benar. Tidak mungkin Jaksa Kang akan melakukannya.



An: Kang Eun Joo mendengar itu dari Kang Geun Taek. Kurasa dia berbohong soal Seong Mo Hyeong. Entah itu benar atau tidak.

Jae In: Aku harus mencari bukti bahwa Kang Eun Joo bertemu Jaksa Kang selagi dia menyamar sebagai Park Soo Young, Kang Hee Sook, dan Kim Song Hee. 

An: Untuk apa bukti jika aku bisa melihatnya?

Jae In: Ingatan yang kau lihat tidak mengikat secara hukum. Untuk memakainya dalam penyelidikan dan membuat Kang Eun Joo bicara, kita harus mencari hal yang nyata.

An: Sekalipun aku lebih mahir, kemampuanku tetap tidak berguna.

Jae In: Apa itu alasanmu berada di sini sendirian?



An: Tadi aku masuk ke ruang autopsi. Tubuh Ji Soo Noona selalu hangat. Kini tubuhnya dingin. Sangat dingin.

Jae In: Semoga dia pergi hanya dengan kenangan indah. Apa dia ingat adegan pembunuhannya?

An: Kang Geun Taek membunuhnya. Noona mengajak Seong Mo Hyeong untuk pergi bersamanya. Itu permintaan terakhirnya, lalu Kang Geun Taek hilang. Aku terus memikirkan hal yang tidak menyenangkan.

Jae In: An-ah, lupakan ucapan Kang Geun Taek pada Kang Eun Joo di Hanmin. Dia bisa saja membohongi Kang Eun Joo untuk membawanya.

An: Aku juga ingin berpikir begitu. Tapi semua yang kulihat.. membuatku mencurigai Seong Mo Hyeong.





Jae In menulis tiga huruf di tiga kertas. Jae In meminta An melihatnya.

"Lee An. Ini petunjuk, ingatan singkat yang kau lihat. Menurutmu petunjuk ini membentuk kata apa?"

""Jebakan"."

"Benar. Siapa pun akan membaca ini sebagai "jebakan". Jebakan yang terus mengikatmu."

Jae In memutar salah satu hurufnya, "Tapi bagaimana.. jika seperti ini? Katanya menjadi "berlayar". Menggerakkan kapal ke depan. Tapi bisa jadi kebalikannya. Kata ini juga menjadi "jangkar", benda yang menghentikan kapal."

"Jebakan, berlayar, dan jangkar."




Jae In memberikan semua kertas itu untuk An, "Kita harus mencapai akhir agar tahu kata yang sebenarnya. Jika menyerah sekarang, kita tidak akan selesaikan kata apa pun."

Jae In tersenyum dan An pun ikut tersenyum.


An ingat sesuatu, "Berkas yang disimpan oleh Seong Mo Hyeong di kamarnya. Ada satu berkas selain kasus pengemis."




Jae In memriksa berkas kasus yang dimaksud An. 

"Dia sengaja menyimpan ini di kamarnya? Seperti berkas kasus pengemis?" Tanya Jae In. 

"Kau melihat ada yang aneh?"

"Aku hanya menebak Kang Geun Taek memakai tunawisma untuk mengganti identitasnya."

"Untuk mendapatkan identitas baru? Tunggu... Bukankah ini berkaitan dengan Kasus Dragon Head Hunting?"

"Agen tenaga kerja yang dibubarkan Letnan Nam?"





Selanjutnya mereka menemui Letnan Nam. Letnan Nam membenarkan, itu adalah kasusnya. 

Letnan Nam: Mereka memakai tunawisma untuk membunuh dan mencuri identitas. Kim Gab Yong bebas dengan kurangnya bukti. Polisi dan kejaksaan melindunginya pada saat itu.

Jae In: Jika ini kasus Jaksa Kang, selama ini dia tahu Kim Gab Yong karena dia membantu ibunya beralih identitas.

An: Jika Seong Mo Hyeong tahu sejak lama bahwa ibunya masih hidup, maka Kim Gab Yong pasti sangat penting baginya.

Jae In: Tapi saat bersama kita, Jaksa Kang berlagak tidak mengenal Kim Gab Yong.

Jae In: Aku tidak suka situasi ini.



An ingat kata-kata Kim-ssi saat membunuh wanita di koper, "Maaf, tapi dia ingin membereskan semuanya."

Juga kata-kata Kim-ssi saat menghajar Kang Geun Taek di RS, "Aku bisa saja membunuhmu sekarang, tapi jika melakukannya, aku akan kehilangan pelanggan VIP-ku."




An meminta Letnan Nam mengijinkannya menemui Ibunya Seong Mo sekali lagi, ia janji tidak akan memaksa.

An: Jika Seong Mo Hyeong otak pembunuhan Park Soo Young dan Kang Hee Sook dan sungguh memulai kebakaran Apartemen Yeongseong, dia juga akan bingung. Orang yang paling bisa memahami dia.. adalah aku."

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis He Is Psychometric Episode 14 Part 1"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: