Sinopsis He Is Psychometric Episode 13 Part 3

- April 24, 2019
>
Sinopsis He Is Psychometric Episode 13 Part 3

Sumber: tvN



Seong Mo kembali ke kamar sewaannya. Pertama yang ia lakukan membalut lukanya dengan kain yang ia sobek dari sarung bantal. 




Kedua, Seong Moo mencabut kabel telepon untuk ia gunakan melingkari peta. Ia memperkirakan kemana larinya Kang Geun Taek. 


Selanjutnya, Seong Mo mencopot petanya juga tempelan di cermin. Ia melepas foto Kang Geun Taek yang paling terakhir.


Berita kaburnya Kang Geun Taek menjadi trending.

"Di tingkat B3 Stasiun Kangguk kemarin sore, seorang pria berusia 50-an ditangkap setelah kabur dari TKP setelah menusuk seorang detektif. Namun, dia kabur dari tahanan polisi selagi dipindahkan dan masyarakat mengkritik polisi atas kinerja payahnya. Detektif bergegas ke rumah sakit, tapi meninggal karena pendarahan. Polisi mengejar tersangka berdasarkan rekaman CCTV dari daerah sekitar. Detektif yang diserang adalah letnan di Kepolisian Metropolitan Seoul. Insiden itu terjadi selagi berusaha menangkap tersangka dan dia diketahui bersenjata pada saat itu. Dia menembakkan satu peluru kosong dan satu peluru aktif. Menurut pernyataan saksi, lengan penjahat terluka karena peluru dan menghindari polisi..."



Ayah Ji Soo membawa jam tangan Ji Soo yang digunakannya saat kejadian. Sekarang ayah mendengarkan berita.


An di rumahnya juga melihat berita yang sama.



Begitu pula Letnan Nam dan Jae In di kantor polisi.



Detektif Kim yang semalam membawa Kang Geun Taek meminta Letnan Nam mematikan TV karena tak sanggup mendengarnya.

"Kau tidak berhak mengeluh. Berani sekali kau merengek padahal kehilangan orang itu." Bentak Letnan Nam.

"Akankah ini terjadi andai kau memberitahuku bahwa dia berbahaya? Kenapa kau mendadak melibatkanku dalam masalah ini? Aku harus tahu sesuatu jika harus menyelidiki atau membuat alasan. Kenapa Eun Ji Soo harus mati?"

"Lupakan saja. Apa hakku menyalahkan orang lain? Akulah yang ingin mundur."



Jae In menyela, ia memberikan semua kasus yang Ji Soo tangani, "Ini kasus yang ditangani oleh Detektif Eun. Kebakaran Apartemen Yeongseong, kebakaran Panti Wreda Hanmin, dan pembunuhan Kim Gab Yong."

"Pria yang kabur itu melakukan semua ini?" Tanya Detektif Kim. 

"Ada satu lagi." Jae In gak menyebutkan kasusnya cuma meletakkannya di meja, itu kasus dengan judul "Kasus Pengurungan di Pabrik Besi Gangryeong".

"Di sinilah semua itu berawal." Tegas Jae In.


An kepikiran kata-kata Kang Geun Taek mengenai Seong Mo, "Hanya karena Seong Mo menyelamatkanmu, jangan mengira dia penyelamatmu. Dia hanya menjinakkanmu."



An langsung menggeledah kamar Seong Mo tapi ia gak menemukan apa-apa. Kesal, AN meninju meja dan itu membernya penglihatan.


An melihat Seong Mo sedang membaca berjas kasus di meja itu. Seong Mo menggaris bawahi kalimat "Stasiun hantu Saeki-dong", kemudian kalimat "Agar pengemis anak-anak tidak bisa pergi, dia mengurungnya dengan rantai di lehernya."



Kasus yang dibaca Seong Mo adalah "Memberantas Pengemis dalam 100 hari". Ia menutupnya dan meletakkan rubrik di atasnya.



An mengerti sekarang bahwa Seong Mo sengaja menaruh berkas kasus itu disana. 

Kemudian An menyentuh rubik itu, seseorang dulunya mengeluarkan rubrik itu dari kotak.





An melihat kalau Seong Mo yang memberikan cincn itu untuk Kang Eun Joo. Cincin yang An lihat saat kebakaran RS.


An terkejut melihat fakta itu, ia mereamas rubik-nya kuat-kuat.



Jae In menelfon, An langsung mengatakan semuanya sebelum Jae In sempat bicara.

"Yoon Jae In. Hyeong memancing kita untuk pergi ke Stasiun Saeki-dong. Dia meninggalkan berkas itu agar kita menemukan tempat itu. Dia.. sudah tahu Kang Geun Taek ada di Stasiun Kangguk, tapi mengirim kita ke Stasiun Saeki-dong agar tetap hidup."

"An-ah. Tenanglah."

"Tanpa tahu soal itu, aku mengirim Noona ke sana.. untuk menghentikan Hyeong. Aku membuat Noonaterbunuh."

"An-ah, jangan bilang begitu. Itu.. kecelakaan."



An mengacak-ack rak buku Seong Mo sambil lanjut bicara, "Hyeong.. sudah tahu ibunya masih hidup. Dia ada di Panti Wreda Hanmin."

"Kau ada di mana? Aku akan datang."



Pusat Kemanan Masyarakat Seoheun ditutup permanen. Letnan Nam datang kesana dan mendapati tulisan itu.

Ada langkah dibelakang Letnan Nam, tanpa berbalik Letnan Nam mengatakan kalau kantornya sudah di tutup. Letnan Nam langsung diam saat melihat yang dibelakangnya ternyata adalah Kepala Eun.




Mereka bicara berdua dan Letnan Nam yang memulai, "Entah apakah ini akan memberi penghiburan, tapi Detektif Eun seperti kau pada masa kejayaanmu. Dia fokus pada pekerjaan, tanpa memedulikan apa pun."

"Aku harus melakukan banyak hal seperti menyiapkan pemakamannya. Jadi, aku akan langsung saja. Aku ingin.. kau mengambil alih kasus ini."

"Apa?"

"Kau tahu yang diselidiki oleh Ji Soo. Kau yang paling tahu ada kesalahan dalam penyelidikan Apartemen Yeongseong. Aku memintamu karena kau akan membuat kemajuan lebih cepat daripada orang yang belum pernah mempelajari kasus itu."

"Kasus Gangryeong, Panti Wreda Hanmin, Apartemen Yeongseong. Semua orang akan fokus pada penyelidikan yang buruk. Kau.. sudah bersiap untuk itu?"

"Kasus Apartemen Yeongseong dan Panti Wreda Hanmin. Ji Soo sering memintaku untuk melakukan penyelidikan ulang. Aku selalu menolak. Bahkan saat tahu rahasiaku, dia bilang kami bisa memulai dari awal sebelum terlambat. Akulah yang memperburuk situasi. Aku.. membunuh Ji Soo."



Detektif Kim memarahi bawahannya karena belum ada kemajuan. Ia menyuruh Detektif Park untuk memeriksa arah yang berlawanan.



Letnan Nam menghampiri, bertanya apa mereka melacak Kang Geun Taek?

"Dari TKP tempat dia kabur, kami mengikuti dia hingga Persimpangan Uinam. Kami tidak tahu tempat tujuannya dari sana." Detektif Kim menjelaskan sambil menunjuk peta.

"Melacak dia dengan CCTV tidak memungkinkan. Dia menghindari CCTV saat menculik Opsir Yoon. Bukankah Kang Seong Mo membawa Detektif Eun ke rumah sakit?"

"Ya. Aku menelepon untuk berusaha mendapatkan pernyataannya, tapi dia tidak menjawab."

"Di mana ibunya?"


Detektif Kim membawa Letnan Nam melihat Ibu yang ada di ruang interoasi melaui ruang CCTV. 

"Dia juga frustrasi. Dia hanya bungkam sejak kemarin." Jelas Detektif Nam.

"Dia hidup sebagai orang mati selama 13 tahun. Dia tidak akan mudah bicara. Tunggu saja. Aku punya rencana."




Jae In datang ke rumah An. Mereka ada di kamar Seong Mo dan An menjelaskan, "Kang Eun Joo memberi kubus Rubik pada Hyeong. Cincin yang dia pakai adalah pemberian Hyeong."

"Maka Jaksa Kang sudah tahu dia masih hidup sejak awal."

"Ya. Hyeong yang mengeluarkan dia dari Panti Wreda Hanmin."

"Begitulah.. dia tahu soal Stasiun Saeki-dong."

"Apa?"

"Kau hanya melihat kalimat "tempat yang tidak ada" soal Kang Geun Taek di basemen. Tapi Kang Eun Joo datang ke Stasiun Saeki-dong dengan pisau."

"Kang Eun Joo.. mendengar Kang Geun Taek berkaitan dengan Stasiun Saeki-dong dari Kak Seung Mo?"


Jae In menjelaskan, "Kebakaran Panti Wreda Hanmin terjadi pada tahun 2016. Jaksa Kang memecahkan kasus pengemis di Saeki-dong tahun 2015. Jika mereka berdua tetap berkomunikasi, itu memungkinkan."


An mengacak-acak rambutnya, "Semakin tahu, aku semakin tidak paham. Jika Seung Mo berkomunikasi dengan ibunya, kenapa dia melakukan sketsa komposit untuk ibunya? Kenapa dia membiarkan kita mencari ibunya? Tidak masuk akal."

Lalu An kembali ingat kata Kang Geun Taek. Ia berkata pada Jae In kalau ia harus menemui ibunya Seong Mo sekarang karena cuma Ibunya Seong Mo yang bisa memberitahu kebenarannya. 



Letnan Nam menghubungi Jae In, "Aku ingin bertanya. Bagaimana kau tahu Kang Eun Joo berada di Stasiun Saeki-dong? Bagaimana kau tahu Kang Geun Taek ada di Stasiun Kangguk?"

"Soal itu..." Jae In gak bisa menjawabnya, ia hanya 

"Kang Geun Taek dan Seung Mo menghilang tanpa jejak dan Kang Eun Joo bungkam. Jadi, kami stagnan. kau tahu informasi lain soal kasus ini? kau bilang ingin membersihkan nama ayahmu. Segera datang dan bergabung dengan kami."

"Ada satu orang lagi yang ingin bergabung."

Jae In menutup telfon. 


Dalam perjalanan, Jae In berkata pada AN kalau orang-orang akan tahu kemampuan An. Apa An tidak keberatan?

"Aku tidak peduli." Jawab An.
>


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search