Sinopsis He Is Psychometric Episode 13 Part 2

Sinopsis He Is Psychometric Episode 13 Part 2

Sumber: tvN




Dari radio polisi di UGD, Jae In mendengar ada laporan mengenai satu opsir yang ditusuk dan tersangkanya kabur, mereka butuh bala bantuan dari opsir di dekat Stasiun Kangguk.

Jae In mengambil radio itu dan membalasnya dengan panik, "Korbannya Detektif Eun Ji Soo? Tentukan korbannya. Tentukan korbannya!"

"Korban di tingkat B3 Stasiun Kangguk adalah Detektif Eun Ji Soo dari Kepolisian Metropolitan Seoul. Pelaku memakai jaket dan topi hitam. Dia ditembak dan kabur. Meminta bala bantuan dari opsir di dekat Stasiun Kangguk."

Juniornya Ji Soo langsung bergerak, ia meminta petugas memeriksa diawa ke RS mana Ji Soo lalu segera menghubunginya.

Sementara Jae In melepaskan radio itu saking kagetnya.



An sampai di stasiun Kangguk. Ia memarkir mobilnya tepat dibelakang mobil Ji Soo. Lalu Jae In menelfon. 

"Kau ada di mana?"

"Aku di Stasiun Kangguk."

"Kang Geun Taek kabur dari lokasi."

"Apa?"

"Detektif Eun ditusuk dengan pisau. Polisi sedang menuju ke sana. Jangan melakukan hal berbahaya. Kau mendengarku?"



Belum selesai Jae In bicara, An melihat Kang Geun Taek keluar dari stasiun dan membuat orang-orang ketakutan. An langsung mengejarnya. 

Sementara itu polisi tiba, mereka mengepung stasiun. 


An kelihalangan jejak. Kemudian ia ingat kata-kata Ji Soo.

SUara Ji Soo, "Dia menghindari CCTV dengan hidup di bawah tanah dan berpindah melalui stasiun yang terbengkalai. Kurasa dia tahu cara melakukannya selama menjadi anggota kelompok pengemis."



An mencari lokasi yang tepat dan manemukan lorong rel yang tidak digunakan lagi. Ia segera berlari kesana.





Kang Geun Taek beneran ada di sana, An langsung merobohkannya dengan tendangan. Selanjutnya, An memukulinya dan karena sentuhan kulit, An bisa melakukan psikometris.  


An melihat bagaimana Kang Geun Taek menusuk Ji Soo dan bagaimana reaksi Seong Mo.

Sebelum kejadian itu, An mendengar Kang Heun Taek berkata, "Bagaimana rasanya hidup seperti orang yang tidak terlihat di dunia ini?"

An terus memukuli Kang Geun Taek.

Kang Geun Taek bicara dalam penglihatan An, "Sekarang kau pasti lebih memahamiku."





An mencekik Kang Geun Taek dan ia bisa melihat kejadian di Panti Wreda Hanmin. Kang Geun Taek berkata akan membunuh wanita di ruang itu satu per satu setiap 30 menit.



An: Rupanya kau. Kau membunuh orang-orang di Panti Wreda Hanmin.


Suara ibunya Seong Mo sebelum pingsan karena disuntik obat bius oleh Kang Geun Taek, "Hee Jung-ssi. kau bilang tidak akan membunuh mereka jika aku datang."

"Berhentilah mencoba kabur dariku. Sekarang mari bersama-sama." Kata Kang Geun Taek.





Saat Kang Geun Taek akan membawa ibu keluar dari sana, Kim-ssi muncul dan menghajar Kang Geun Taek sama seperti saat An menghajarnya saat ini. 


Kim Gab Young: Aku bisa membunuhmu sekarang juga, tapi jika melakukannya, aku akan kehilangan pelanggan VIP-ku. Kau butuh musuh agar punya sekutu.

An kelelahan karena terlalu banyak menyentuh, Kang Geun Taek menggunakan kesempatan itu untuk mendorong An menjauh darinya. Tapi An segera melumpuhkannya lagi. An memukulinya lagi.




Kim Gab Young meninggalkan Kang Geun Taek yang sudah tidak berdaya, tapi Geun Taek berhasil meraih tabung pemadam kebakaran dan menghantamkannya ke kakinya. Kim-ssi meringis kesakitan.

Saat ini pun Gab Young meraih balok kayu, untung An sigap dan berhasil mematahkan balok kayu tersebut dengan tinju sikunya. 



An melihat Geun Taek bicara di telfon dengan ibunya Seong Mo.

Ibu: Jangan membunuh orang lagi karena aku. 

Geun Taek: Kau pikir aku yang membakar apartemen 11 tahun lalu? Aku akan memberitahumu kebenaran soal hari itu jika kau kemari.



An: Kebenaran soal hari itu? Apa kebenaran di balik kasus Yeongseong? Kebenaran apa itu?





An melihat Seong Mo membawa kabur ibunya dengan mobil, sementara Kang Geun Taek mengejar dibelakang dengan berlari. 


An: Kenapa Seong Mo Hyeong ada di sana? Kenapa Seong Mo Hyeong ada di Panti Wreda Hanmin?

Batin Geun Taek: Bagaimana kau...

An: Dia membawa Kang Eun Joo? Kenapa Hyeong ada dalam ingatanmu?



Petugas bersama Letnan Nam datang, An tetap memaksa Geun Taek untuk menjawab pertanyaannya. 

Letnan Nam, "Kang Geun Taek. Kau ditangkap karena penculikan, pengurungan, dan upaya pembunuhan. Kau berhak untuk tetap diam. Apa pun ucapanmu bisa dipakai untuk melawanmu di pengadilan. Kau berhak berkonsultasi dengan pengacara."



Sementara An masih terus memaksa Kang Geun Taek untuk menjawabnya. 

Kang Geun Taek: Hanya karena Seong Mo menyelamatkan kau, jangan mengira dia penyelamatmu. Dia hanya menjinakkan kau. Itu saja.




An gak ngerti maksud Kang Geun Taek, tapi polisi malah menjauhkannya untuk memborgol Kang Geun Tae. An meronta untuk meminta jawaban, tapi sia-sia.

Letnan Nam meminta An berhenti dan lekas memeriksa keadaan Ji Soo. 

"Jaksa Kang pergi ke rumah sakit bersamanya, tapi situasinya tampak genting." Lanjut Opsir Nam.



Ji Soo sedang dioperasi saat ini.





Seong Mo menunggunya di luar tapi dibalik dinding agak jauh dari ruang operasi dan ia menangis.

Seong Mo mengingat kata-kata Ji Soo tadi.

"Membunuh dia tidak akan menyembuhkan lukamu. Itu hanya akan memperburuknya. Jadi, kumohon kembalilah bersamaku, Kang Seong Mo."



Seong Mo menatap tangannya yang berdarah, ""Sudah terlambat.. untuk kembali."


Kemudian datanglah Ayah dan junior Ji Soo. Seong Mo malah pergi.



Sebenarnya Seong Mo lewat sesaat sebelum pintu lift An menutup, tapi baik keduanya tidak ada yang sadar.




An sampai di depan ruang operasi, ia tanya mengenai keadaan Ji Soo pada Juniornya Ji Soo. 

"Dia masih dioperasi."

"Apa kau bertemu Seong Mo Hyeong?"

"Jaksa Kang? Dia ada di sini?"



Jae In menunggui Ibunya Seong Mo di IGD dengan penjagaan ketat polisi. Ibunya Seong Mo sadar dan kaget karena Jae In tahu namanya. 

"Kau tahu siapa aku?" tanya Ibu.



Petugas yang membawa Kang Geun Taek melihat luka di bahu yang darahnya terus mengalir, ia merasa harus merawat luka itu dulu. 

Petugas yang menyetir melapor kalau mereka harus mengobati lukanya dulu. 




Mendadak ada laporan darurat, "Situasi darurat. Sebuah mobil menabrak di Taman Bukseong. Banyak orang cedera."

Kang Geun Taek memanfaatkan kelalaian mereka untuk membuka borgol dengan potongan kawat yang sudah ia siapkan.





Ibunya Seong Mo diperbolehkan keluar RS dan Jae In menyerahkannya ke petugas.

Petugas, "Kang Eun Joo dinyatakan meninggal di kebakaran Apartemen Yeongseong, tapi ternyata masih hidup. Kang Geun Taek, yang menusuk Detektif Eun, adalah pelaku sebenarnya dalam kebakaran itu?"

"Ya. Penyelidikan harus tetap dilakukan, tapi aku yakin dia juga dalang dalam kebakaran Panti Wreda Hanmin."

"Kebakaran Panti Wreda Hanmin? Tersangka kasus itu bunuh diri. Apa yang terjadi?"

"Dia berpotensi kabur ke luar negeri dan sudah berusaha bunuh diri. Selalu awasi dia selama menyelidiki. Mohon bantuannya."

"Baiklah."




Saat petugas akan masuk mobil ada laporan bahwa Kang Geun Taek kabur dari penahanan dan mereka menyisir lokasi untuk menemukannya, mereka butuh bantuan.

Petugas terpaksa kesana karena kebanyakan opsir menuju ke Taman Bukseong.

Ibunya Seong Mo tampak ketakutan dan Jae In menyadari hal itu. 



Yang menunggui Ji Soo di depan ruang operasi sangat cemas. 



Di dalam, dokter dan tim berusaha menyelamatkan nyawa Ji Soo. Tapi.... suara tiiiiiiiiiiit terdengar bersamaan dengan airmata yang keluar dari sudut mata Ji Soo.







Dokter keluar dan mengumumkan kematian Ji Soo. Semuanya terdiam, lalu menangis.


An menjauh dari sana, nangis di balik tembok. 





Jae In datang saat itu, ia melihat semuanya menangis, lalu ia memeluk An dan menangis bersama.


Dokter Hong yang ada di ruang otopsi menangis seorang diri, mengingat kenangannya bersama Ji Soo selama ini. 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis He Is Psychometric Episode 13 Part 2"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: