Sinopsis Kill It Episode 1 Part 2

Sumber: OCN



Di kamarnya, Pavel melihat foto yang diberikan Soo Hyun.



So Hyun juga melihat foto yang Pavel berikan di kamarnya. 

So Hyun tertidur setelah memikirkan kembali kata-kata Pavel bahwa yang menyuruhnya membunuh dirinya adalah ayahnya sendiri. 



Soo Hyun bermimpi, saat dirinya masih kecil ia dikejar oleh mobil. Soo Hyun berlari sekuat tenaga menghindari mobil itu.

Entah ini cuma mimpi atau potongan ingatannya yang hilang.



Soo hyun terbangun tepat saat terdengar suara tabrakan. Ia melihat ke jendela dan sudah terang.

Soo Hyun langsung ke kamar Pavel, tapi kosong.  


Soo Hyun tahu dimana Pavel, makanya ia ngebut kesana dengan mobil tua-nya.


Di dalam vila, si Target dan Karimov Il bicara menggunakan bahasa Rusia.



Sementara itu, Pavel ada di semak-semak depan Vila. Sepertinya ini tempat yang ditunjuk oleh Bos yang mengantar Soo Hyun kemarin. 

Pavel sudah siap dengan senapan jarak jauhnya. Targetnya adalah pria yang berkepala botak.  


Tapi tiba-tiba tangannya gemetar saat siap menembak. Pavel harus melepaskan pegangannya ke senapan untuk menghilangkan tremornya.

Namun saat ia kembali bersiap, targetnya tak terjangkau.  Ia pun terpaksa masuk,



Soo Hyun sampai dibangunan sebelah. Dari atapnya ia memantau dengan senapannya dan melihat Pavel berhasil melumpuhkan satu penjaga. Soo Hyun bergerak.


Sementara itu, si target sedang asyik berenang dengan penjagaan ketat.



Si Bos mengawasi dari atas.

Tanpa sepengetahuannya, Soo Hyun naik ke atap melalui dinding samping. 



Soo Hyun mengawasi dan saat si Bos meninggalkan anak buahnya, ia langsung meloncat turun.



Soo Hyun berhasil melumpuhkan penjaga itu. 



Pavel jalan santai di dalam vila, ia berpapasan dengan Karimov.

Karimov menyadari siapa Pavel, ia pun memberi peringatan kepada yang lain bahwa ada penyusup. 


Karimov mengeluarkan pisau, lalu berbalik mengejar Pavel. Pavel bisa melihat pergerakan Karimov melalui kaca jadi ia bisa bersia-siap. 

Pertarungan pun terjadi. 



Bolo-bolo Karimov datang membantu. Mereka melawan Pavel. Pavel bisa mengatasi awalnya, tapi kewalahan karena mereka bersenjata.



Karimov mengeluarkan pistol juga dan berhasil menembak kaki Pavel. Soo Hyun akan membalas, tapi Karimov berhasil menyandera Pavel. 


Karimov dan Si Bos membawa Pavel ke sebuah ruangan. Pavel mengatakan pada Bos bahwa masih ada satu lagi dan ia ingin dia hidup.  

Bos mengerti..



Karimov menendang Pavel brutal. Pavel sampai batuk-batuk darah. 



Bos memegangi pergelangan tangan Pavel, ia siap memotongnya dengan pisau.

Karimov tanya, "Siapa yang mengutusmu?" Dalam bahasa inggris. 

"Bunuh saja aku."

Karimov langsung menembak dada Pavel.


Soo Hyun masuk ke saluran udara. Disana ia memasang bom. 



Si target dikabari kalau ada penyusup. Ia pun masuk dan mengunci pintu. Untuk berjaga-jaga ia menyiapkan pistolnya.



Soo Hyun melompat turun tepat saat si target jalan di bawahnya. Ia mengancam dengan pistol.

"Cepat suruh semuanya berkumpul." Perintah Soo Hyun sambil mendekatkan radio. 

Si Target pun melakukan apa yang diperintahkan Soo Hyun, "Semuanya, berkumpul."

Mereka bicara dengan bahasa rusia. 



Soo Hyun masuk ke ruangan Pavel disekap. Ia membangunkan Pavel dan mengajaknya pulang.  

"Aturan kedua. Jangan biarkan saksi mata hidup."

"Diam. Kita akan pulang sekarang."

"Pergilah. Ada tugas yang harus kuselesaikan."

"Tidak, dengar. Kita berdua akan pergi dari sini hidup-hidup."

"Mereka datang."

Dan Pavel udah gak sanggup ngomong lagi. Soo Hyun membopongnya. 



Karimov dan yang lain kumpul sesuai perintah Si Target. Tapi si target diem aja waktu diajak ngomong. Jae Karimov memeriksa dan menyadari kalau Target udah gak sadarkan diri atau mungkin udah gak bernyawa.



Tiba-tiba terdengar suara peringatan bom yang mau meledak. Sontak semuanya menoleh ke arah sumber suara. 

Dan.. DUARRR! Bom yang dipasang Soo Hyun meledak.





Beruntung Soo Hyun dan Pavel sudah berhasil keluar dari vila.

Suara sirine meraung-raung.

Soo Hyun membantu Pavel naik mobil dan mereka melarikan diri bersama.


Karimov masih idup dan dia kesel banget karena kecolongan.



Di rumah, Soo Hyun akan melalukan perawatan untuk Pavel, tapi Pavel menampik tangan Soo Hyun yang akan menyuntikkan obat bius (mungkin ya, gak tahu pasti juga obat apaan).



"Apa maksudmu?" Soo Hyun bingung.

"Pikirmu bagaimana takdir pembunuh tua yang sakit demensia?"

"Kamu masih bisa hidup tanpa menjadi pembunuh, tapi sebagai manusia biasa."

"Maaf telah membesarkanmu seperti ini."


Pavel batuk darah. Soo Hyun mengambil kapas untuk mengelap darah di mulut Pavel.

Soo Hyun: Bukan masalah besar. Aku akan menyembuhkanmu.

Pavel: Soo Hyun. Maaf telah membesarkanmu seperti ini. Maaf. Maaf. Hiduplah seperti orang-orang di foto itu. Jangan hidup sepertiku. Berjanjilah.

Pavel bicaranya udah terbata-bata dan setelah selesai nafasnya berhenti.

Soo Hyun panik, "Aku mengerti. Bertahanlah, ya? Bernapaslah. Pavel."


Begitulah.. orang yang Soo Hyun anggap keluarganya pergi meninggalkannya selamanya. 


Philip pulang ke rumahnya sambil menggerutu, "Mereka kalah lagi. Apa dia bermain bisbol dengan kaki?"



Dan ia baru menyadari disana ada seorang wanita, tapi gak ditunjukkin wajahnya.

Philip, "Apa kita saling kenal?"

"Bagaimana dengan permintaanku? Permintaannya sangat panjang."

"Ah.. Suara itu. Bagaimana kamu menemukan tempat ini? Maaf soal itu, tapi mintalah bantuan orang lain."

"Dua puluh persen dari komisi." 



Wanita itu menyuruh Philip menelpon. Philip gak ngerti, telpon siapa? 

"Kau pasti paham."

"Dasar... Ahjumma ini berwibawa sekali. Baiklah."

Philip menelpon Soo Hyun tapi gak diangkat. 



Wanita itu mengirimkan sesuatu untuk Philip. 

"Akan diangkat setelah kamu mengirimkan foto itu." Kata wanita itu lalu pergi.  Kayaknya itu foto yang dikasihkan Pavel untuk Soo Hyun.




Soo Hyun memakai setelah hitam memandang kursi goyang yang kosong. Ia mengingat kebersamaannya dengan Pavel. 


Kini kursi itu kehilangan pemiliknya.




Seseorang menggedor pintu rumah Philip. 

Philip mengintip melalui lubang pintu. Ternyata yang datang adalah bolo-bolonya Karimov. Mereka menggunakan bahas Rusia.



Philip menghidupkan Monitor untuk memantau CCTV. Ternyata yang datang lumayan juga.



Sementara itu, Karimov ada di mobil dan ia menerima foto Soo Hyun saat di menyusup di vila. 



Soo Hyun menerima gambar itu dari Philip. Ia langsung mencocokknnya dengan foto yang diberi Pavel, sama persis.


Soo Hyun segera menelfon Philip saat itu juga.

"Siapa ini?" Tanya Soo Hyun. 

"Nanti kujelaskan. Sembunyilah. Red Mafia mencarimu."



Terdengar suara mobil berhenti di depan rumah. Ternyata itu rumah sekaligus Rumah Sakit Hewan. 

Soo Hyun mengintip melalui celah tirai, ia melihat si Bos dan Karimov. 

Langsung deh Soo Hyun kabur melalui pintu belakang.  




Grey ikut kabur dengan Soo Hyun. 


Karimov siap menembak Soo Hyun, tapi karena ada sirine polisi mereka terpaksa membiarkan Soo Hyun lolos karena kalau polisi terlibat, bisa susah urusannya.



Soo Hyun memberi Gray makan, sementara ia memandangi foto yang dikirim Philip di ponselnya.



Phillip menelfon.

"Ada apa ini?" Tanya Soo Hyun. 

"Aku mencari tahu di mana informasinya bocor."

"Maksudku fotonya. Siapa yang mengirimnya?"

"Klien kita. Ada enam target. Foto lain akan diberikan setiap melenyapkan target. Kata klien, itu bisa membantu menguak masa lalumu."

"Carikan aku tempat tinggal dahulu."

Soo Hyun menutup telpon.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis Kill It Episode 1 Part 2"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: