Sinopsis He Is Psychometric Episode 6 Part 4

Sinopsis He Is Psychometric Episode 6 Part 4

Sumber: tvN




Si Pria misterius ada di depan apartemen Seong Mo. Ternyata ia memasang kamera tersembunyi di langit-langit yang ditatapanya kemarin.

Sekarang ia melihat rekamannya, tepat saat Seong Mo menekan sandi pintu rumah. Kelihatan jelas dari posisi kamera itu.



Pria itu masuk rumah dan ada suara gonggongan anjing. Anjingnya An yang aku lupa namanya.




Kemudian masuk ke kamarnya Seong Mo. Disana ada kandang burung + burung tentunya.


Lalu pria itu menemukan foto Seong Mo dan ibunya. Ia menatapnya dan mengucapkan kata yang sama seperti di Desember 2008.

"Aku menemukan Kau."



Sketsa Kang Hee Sook palsu sudah selesai dibuat, petugas langsung memberikannya pada Seong Mo.





Ji SOo cemas karena Seong Mo gak datang-datang. Sementara Jae In dan An masih sibuk membaca berkas kasus.

Ji Soo memutuskan, "Mari memulai tanpa dia."



An dan Jae In menurut saja. An mendekat dan memegang tangan Kang Hee Sook. 



An melihat sekelompok orang dan Kang Hee Soo yang sudah lemah dan berdarah ada di tengah mereka.

Suara Kim Gab Yong (Saksi kebakaran Rumah Perawatan), "Tunggu. Kang Hee Sook, rupanya Kau belum mati. Maaf, tapi klienku ingin semuanya beres."

Terakhir, An melihat Kim-Ssi memukul Hee Soo dengan palu gedhe.







An membuka matanya sambil menyentuh kepalanya yang sakit.

An: Dia tergeletak di lantai dan berdarah dari kepalanya.

Jae In: Jangan bergegas dan perlahan saja. Apa yang Kau lihat?




"Koper hitam. Palu. Dan seorang pria."

"Pria? Pria seperti apa?" Tanya Jae In.


Sementara itu, Seong Mo menuruni tangga.



Si Pria misterius menatap foto Seong Mo dan ibunya 


An bilang ia pernah melihat wajah pria itu. Lalu ia kembali ke berkas kasus dan menunjuk foto Kim Gab Yong. 

"Dia. Aku yakin." Kata An.



Ji Soo: Kim Gab Yong? Kau yakin dia?

An: Aku yakin. Pria ini membunuh Kang Hee Sook.



Jae In: Bukankah dia saksi dalam kasus kebakaran Panti Wreda Hanmin? Lantas, kenapa dia membunuhnya?

Ji Soo: Aku masih ingat dengan jelas. Dia dibunuh tepat setelah bertelepon dengan Jaksa Kang. Kenapa dia...




An udah gak mampu menahan sakit kepalanya, ia jatuh pingsan. Jae In dan Ji SOo bingung. 




Seong Mo masuk saat itu. Jae In mengatakan kalau An tiba-tiba pingsan. 




Ayahnya Jae In mengingat kata-kata Jae In sambil menatap celah di jendela.

Kata-kata Jae In: Aku akan mencobanya. Aku tidak akan kabur atau menghindar. Aku akan mencari tahu yang terjadi. Aku berniat menjalani hidupku dan melupakan Ayah. Karena pikiranku tidak tenang, semua yang kulakukan terasa sia-sia.


Teman satu sel Ayah merasa kesal karena ayah bersikap dramatis lagi. 

"Cepat tidur. Penjaga akan segera berpatroli." Kata si teman. 

"Mereka sudah berpatroli. Tugas mereka sudah selesai."

"Kini Kau juga membuatku terjaga. Sial." 



Ayah mengikatkan selimutnya ke pagar jendela membentuk lingkaran. Karena tinggi, ayah menggunakan pijakan. Setelah memasukkan kepalanya ke lingkaran selimut itu, ayah menendang pijakannya. Tahu kan apa yang dilakukan ayah, iya.. ayah bunuh diri.



An sudah sadar, pelan-pelan. 

Jae In: LeeAn, Kau baik-baik saja? Kau bisa mendengarku?

Semua pun bisa bernafas lega.




Seong Mo: Jadi, Kim Gab Yong membunuh kedua wanita di dalam koper ini dengan palu?

An: Ya. Tapi, sepertinya dia menuruti perintah. "Maaf, tapi klienku ingin semuanya beres."


Jae In: Rupanya seseorang memerintahkan pemukulan kedua wanita itu.




Ji Soo: Di mana sketsa untuk Kang Hee Sook palsu?

Setelah menemukannya, Ji Soo menunjukkannya pada An, "Kau juga melihat orang ini?"

"Tidak, hanya itu yang kulihat."

Jae In: Dia Kang Hee Sook palsu?

Ji SOo mengiyakan Jae In, lalu meminta An memikirkannya lagi, "Apa dia wanita yang Kau lihat saat melakukan pembacaan soal korban kebakaran Panti Wreda Hanmin?"

"Kubilang aku tidak melilhat wajah. Aku hanya memastikan kembali."





Jae In: Mungkinkah dia memerintahkan pembunuhan itu agar bisa mengambil identitas mereka? 

Ji Soo: Pokoknya, Kim Gab Yong membunuh Kang Hee Sook asli dan membiarkan penirunya menggantikan dia.

Seong Mo: Dia memberi pernyataan saksi untuk kebakaran Panti Wreda Hanmin. Kemungkinan dia berbohong.

Ji Soo: Lantas, siapa wanita ini?

Jae In: Kita harus memulai dengan memeriksa Kim Gab Yong lagi. Kita mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan dari Kang Hee Sook dan berhenti mencari penirunya.

Kata-kata Jae In tadi adalah pemikiran Ji Soo dan Seong Mo. Mereka terkejut dong dengan kemampuan Jae In. 

Jae In: Maaf. Aku tidak sopan, bukan?

Seong Mo: Tidak. Semua ucapanmu benar.



An menyela, "Maaf mengganggu kalian, tapi apa maksudnya tidak mungkin kita menemukan peniru Kang Hee Sook?"

Yang lain langsung memalingkan wajahnya dari An.

An: kenapa?

Ji Soo: Dia melihat TKP untuk kita. Kurasa kita bisa memaklumi kebodohan ini.

Jae In: Maaf.

Ji Soo: Kenapa Kau minta maaf?

An: Benar.

Jae In: Tugasku sekarang adalah mengajari dan membimbing dia.

An: Oh.. Menurut Peraturan 10.000 jam, Kau harus menunggu 416.666666667 hari. Aku akan memulai dari sana.

Ketiganya kompak mengoreksi, "Dari awal!"

An meringsut.




Mereka keluar bareng-bareng dan berhenti di depan pintu masuk.

Ji Soo: Kinerja kalian berdua hari ini bagus. Jika terus begini, tidak akan butuh selama 416.666666667 hari.

An: Itulah maksudku.

Ji Soo: Ini berlaku untuk An dan Kau, Opsir Yoon. Bertahanlah.

Jae In: Aku akan terus menggosok dan meminyaki dia lagi.

An: Aku bukan mesin.

Seong Mo: Opsir Yoon, kupercayakan dia kepadamu.





Seong Mo akan pergi duluan, tapi An menahannya, "Tunggu. Kita tidak akan pulang? Kakak tidak ingin mengatakan apa pun?"

An menunjukkan lukanya, "Lihatlah. Bukan sebelah sini. Lihat. Kita tidak pernah mengobrol sejak aku diserang."

"Kau pasti punya banyak pertanyaan, tapi pertanyaannya (Ji Soo) juga banyak."

Ji Soo: Benar. Malam ini dia miliku. Menyingkirlah.


An gak percaya kakaknya begitu, "Apa dia kakakku? Kau melihatnya, "

An geleng-geleng.



Jae In sibuk nyetop taksi tapi An malah duduk aja, gak mau bantuin.

An: Kenapa dia membunuhnya? Dan kenapa dia juga mati?

Jae In: Apa?

An: Dia membunuh dua orang. Orang bernama Kim Gab Yong itu. Lalu, orang lain membunuh dia.




Jae In ikutan duduk, "Kang Hee Sook palsu yang Kau baca di ruang autopsi... Wanita bercincin. Kau mengingat hal lain?

An: Kejadiannya dua tahun lalu. Dua tahun yang panjang. Pasti aneh jika ingat.

Jae In: Aku ingat semua tentang Kau sejak dua tahun lalu.




An: Apa maksudmu?

An menatap Jae In penuh harap, tapi Jae In kemudian ketawa, "Dahulu Kau sangat aneh."

An kecewa mendengarnya.


Jae In menerima telfon dari Imo-nya dan suara Imo bergetar.

"Jangan terlalu terkejut. Kakak iparku. Ayahmu..."




Tiba-tiba Jae In buru-buru menyetop taksi lagi.

"Apa yang terjadi?" An bingung.

"Aku harus pergi."



Nafas Jae In mulai gak teratur lagi. 

"Kambuh lagi? Hiperventilasi? Kau punya kantong kertas?"

"Tidak."

An juga bingung, soalnya disana gak ada apa-apa. 



Akhirnya An menggunakan mantelnya untuk menutupi Jae In.

"Jangan cemas. Aku tidak akan menyentuhmu  hingga Kau mengizinkan aku."

****

Komentar:

Sejauh ini menurutku pelaku utamanya adalah Si Pria misterius itu. Ingat kan waktu dia masuk ke rumah Seong Mo, dia bawa koper dan dari dalam kopenya nyembul jari manusia. 

Terus Kang Hee Sook itu jangan-jagan adalah orang yang mergokin si pria saat mau masuk apartemen sambil bawa koper yang kelihatan berat banget (Episode 1).

Pria itu mungkinkah dia ayahnya Seong Mo? Bisa muncul pertanyaan itu karena Ibu dan Seong Mo takut banget sama dia sampai harus pindah-pindah rumah. Waktu kecil Seong Mo kan dirantai di kamar mandi oleh seorang pria, mungkinkah dia Pria misterius itu?

Eh satu lagi, yang bunuh Kim Gab Yong kan merantai kakinya, sama kaya Seong Mo waktu kecil, makanya Seong Mo bilang kalau pembunuhnya mau menantang mereka.

Dan kliennya Kim Gab Yong si Pria itu bukan?

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis He Is Psychometric Episode 6 Part 4"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: