Sinopsis He is Psychometric Episode 3 Part 6

Sumber: tvN


Di salah satu dinding sekolah ada tulisan dengan cat merah, "Yoon Jae In, anak pembunuh". Inilah tulisan yang ditulis orang itu tadi malam. Beberapa anak berkumpul untuk melihatnya.


An syok melihatnya, "Apa-apaan ini?"


An menemukan botol catnya, ia memegangnya dan melihat kalau Guru MTK yang melakukannya. 



An segera mencoret nama Jae In dan menyuruh temen-temannya segera enyah. 


An berlari ke kelas, tapi Jae In gak ada disana.



Sebelum An sampai, Jae In menangis melihat tulisan itu diantara anak-anak lain. Nafasnya ngosngosan.


An keatap, tapi Jae In juga gak ada disana.


An ke tempat kerja Jae In, tapi disana juga gak ada.


Ia berlari ke halte deket rumah, Jae In masih gak ada juga.


An berlari ke rumah Jae In. Gerbangnya gak dikunci, ia menerobos masuk. 



Pintu rumahnya pun gak dikunci, An bisa masuk dengan mudah. Tapi keadaan rumah Jae In udah berantakan banget. 





An menyntuh foto An kecil dengan bibinya, ia langsung melihat masa lalu Jae In dan gak nyangka ternyata Jae In adalah anak yang waktu itu. 

"Dia anak itu?"




An lalu menyentuh gagang pintu dan bisa melihat Jae In sebngaja bicara padanya sebelum pergi.

"Lee An. Mungkin ini bisa berhasil. Jika kau dapat membacaku dengan kemampuanmu, aku ingin kau mendengar ini. Kau menawarkanku bantuan, memberiku dukungan saat sulit. Bekerja keraslah mengasah kemampuanmu. Saat akhirnya aku siap, aku akan mancarimu."


An keluar rumah Jae In dengan lemas. 


[2 tahun kemudian]



An jadi makin keren, udah bukan anak SMA lagi dia. Bukan bis lagi levelnya, tap mobil sport.



Saat berhenti di lampu merah, An melihat Jae In nyebrang, ia pun langsung keluar.



Sayang.. dia bukan Jae In. An pun menunduk minta maaf. Orang itu pun pergi.


Lampu sudah hijau kembali, An diklaksoni banyak mobil. Tapi ia gak mampu bergerak. 



Dae Bong kerja di perusahaan keluarga sepertinya. Ia sekarang sedang menghitung gaji karyawan paruh waktunya.

"Baiklah. Lihat di sini. UMR 7.530 won per jam dan kau kerja 5 jam sehari hanya pada hari kerja. Jadi 31 dikurangi 8..." Dae Bong bingung.

"Sudah 23 hari."

"Benar. Astaga, kau pintar. Ya, benar 23 hari. Jadi 23 hari kali 7.530 won..."

Ada pelanggan datang mau mengisi BBM, cewek itu akan me;awaninya tapi Dae Bong melarang.

"Akan kuurus. Kau bantu aku berhitung. Aku bos yang hebat, kan?"



Dae Bong kagum karena mobil pelanggan itu sama persis dengan mobilnya. Lalu ia menyapa pengemudinya, "Sajang-nim, berapa yang kau ingin?"

Ternyata pengemudinya adalah An. Dae Bong langsung melihat plat nomornya dan yakin kalau itu mobilnya.


Dae Bong mengonfirmasi pada An, "Ini mobilku."

"Kau lemparkan ke toko kemarin. Aku membacanya."

"Woah.. Sekarang kau baca semuanya, kan?"

"Isi bensinnya, mari bercerita."

"Kau mau kemana? Kenapa terus mengambil mobilku?"

"Ini hari yang penting bagiku."

"Apa itu? Beri aku alasan yang cukup bagus agar aku bisa meminjamkan mobilku. Atau aku tak akan membiarkanmu pergi."


An menunjukkan kartu peserta ujian Masuk Hukum 2018 miliknya.



Ji Soo mendatangi Seung Mo, "Kang Geomsa-nim. Apa kau tahu An akan mengikuti Ujian Hukum hari ini?"

"Dia tak pernah peduli soal buku, tapi tiba-tiba mulai belajar keras akhir-akhir ini."

"Bagaimana jika dia lolos? Bahkan jika dia curang, jika dia lolos... Itu berarti keterampilannya agak meningkat."

"Ayo menunggu. Kita bisa khawatir soal itu jika dan saat dia lolos."

"Baik."


"Apa kau... datang ke sini pada akhir pekan untuk itu?"

"Ya. Tentu saja."

"Sampai jumpa. Aku sibuk."


Seung Mo masuk ke ruangannya. Ji Soo manggil.

"Kang Geomsa-nim."

"Apa?"

"Aku ada... kencan buta hari ini. Haruskah aku membatalkannya?"

"Kenapa?"

Jawaban Seung Mo gak seperti harapan. Ji Soo pun diam.


Di dalam lift, Ji Soo baru menunjukkan kekecewaannya. 

"Ini sangat memalukan." 

Lalu ia ingat soal An, "Aku harus menghindari An untuk sementara waktu. Aku akan membawa ini hingga mati."



An sudah ada di ruang ujian, ia mendekatkan mejanya ke depan, lalu melemaskan tangan dan matanya.

"Bantu aku. Hasilku tergantung padamu." Batin An.


An mulai pemanasan untuk menyentuh orang di depannya.


Pengawas ujian masuk dan naskah soal ujian dibagikan.

Soal pertama mengenai Sejarah Korea. An menghela nafas membaca soalnya yang pangjang, ia juga mengucek matanya. An menyerah.




Ia memutuskan menyentuh tengkuk orang di depannya.

AN melihat kalau orang itu belajar mati-matian untuk ujian ini. An merasa bersalah, "Ini benar-benar menyakiti hatiku." Gumam An.


Tapi ia gak punya pilihan lain, ia akan menyentuhkan kembali, tapi pengawas menyuruhnya berhenti. An pura-pura sedang melakukan peregangan.



Pengawas mendekati An, "Jawaban diperoleh dengan cara apa pun kecuali mencontek, dan kau akan diminta keluar segera setelah ketahuan."



Suara pengawas itu gak asing. An langsung menatap wajahnya dan dia adalah Yoon Jae In yang dicarinya.




An berdiri, "Aku menemukanmu. Yoon Jae In."

Jae In sekarang udah jadi perwira polisi.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis He is Psychometric Episode 3 Part 6"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: