Sinopsis Touch Your Heart Episode 7 Part 4

- Februari 28, 2019
>
Sumber: tvN



Jung Rok keluar untuk memberi Yoon Seo tugas. Sejenak ia lupa kalau Yoon Seo sudah bukan sekretarisnya lagi. 

Ia menghala nafas saat melihat Yoon Seo masuk ke ruangan Yoon Hyuk.


Yoon Hyuk: Yoon Seo-ssi, terima kasih sudah menawarkan diri untuk membantuku. Karena aku punya tingkat kemenangan yang tinggi, klienku datang padaku seperti ngengat pada api.



Yoon Hyuk memberikan jadwalnya.

Yoon Hyuk: Kau dapat menghubungi klien dan memberi tahu mereka kapan mereka dapat berkunjung.

Yoon Seo: Ya, aku mengerti. Sebentar. Hwang Yeon Du yang seharusnya datang untuk konseling pada jam 2 siang. Bukan Hwang Yeon Du yang kukenal, kan?

Yoon Hyuk: Mungkin saja iya. Bukankah dia dulu sainganmu? Jika kau bicarakan aktris, itu dia. Oh benar... Kau bekerja di sini bersifat rahasia. Lalu kenapa kau tak keluar sebentar?

Yoon Seo: Ya, sepertinya aku bisa melakukannya. Tapi apa dia.. akan bercerai?

Yoon Hyuk: Melihat dia datang kepadaku untuk konseling, sepertinya begitu.

Yoon Seo: Kenapa? Kenapa dia bercerai?

Yoon Hyuk: Pasal 26 UU Pengacara. "Pengacara tak boleh mengungkapkan informasi rahasia apa pun yang berkaitan dengan representasi klien."

Yoon Seo: Ah.. Ini cukup menjengkelkan. Kupikir dia hidup bahagia sesudah menikah.

Yoon Hyuk: Kau dekat dengannya?


Yoon Seo: Dekat... kakimu. Dia sama seperti saingan abadiku.



Saat Yoon Seo memakai hak tinggi dan lebih tinggi darinya, ia langsung minta sepatu 20 cm. 


Tapi itu membuatnya lebih tinggi dari aktor dan akhirnya ia yang harus tersiksa.



Saat Yoon Seo terlihat sangat cantik dengan reflektor. Hwang Yeon Du langsung meminta Sutradara memberinya banyak reflektor. 



Yoon Seo: Dia adalah tipe orang yang seperti itu. Dia harus lebih baik dari aku, dan harus diperlakukan dengan baik. Dari awal karirnya sampai pensiun, dia benar-benar membuatku kesulitan. 

Yoon Hyuk: Tiba-tiba aku tak ingin membelanya lagi. Haruskah aku tak mengambil kasus ini?

Yoon Seo: Itu tak benar. Ini pekerjaanmu. Dan kau seorang profesional.



Yoon Hyuk punya ide, ia akan bicara seperti robot saat sesi konsultasi maupun saat bicara dengan hakim nanti. Dan itu membuat Yoon Seo ketawa. 



Yoon Seo keluar karena sudah waktunya Hwang Yeon Du datang. Tapi ia malah melihat Hwang Yeon Du sudah bicara dengan Hae Young. Ia pun segera lari menjauh, ia memilih bersembunyi di ruangan Jung Rok. 




"Sekarang ini, apa yang kau lakukan?" Heran Jung Rok karena Yoon Seo tiba-tiba bersembunyi di balik punggungnya. 

"Diluar, ada aktris. Kau tahu tak ada yang tahu kalau aku bekerja di sini."

"Lalu aku akan menurunkan tirai. Kau bisa tinggal di kantorku."

"Tidak, dia punya mata elang. Akan lebih baik bagiku untuk pergi keluar."




Sayangnya Yoon Seo harus ketemu Hwang Yeon Du di depan lift karena Hwang Yeon Du harus mengambil dompet merek desainernya yang penuh dengan uang tunai dan kartu kredit yang ketinggalan di toilet.

Yeon Du mengenali Yoon Seo tentu saja walaupun Yoon Seo mengelaknya. Yeon Du bahkan membuka paksa kacamata Yoon Seo.

"Tapi apa yang kau lakukan di firma hukum ini?" Tanya Yoon Seo. 

"Aku di sini sebagai klien."

"Omo! Apa kau harus pergi ke pengadilan lagi? Ya Tuhan! Bahkan belum lama sejak terakhir kali kau menyebabkan keributan di pengadilan. Kehidupanmu sungguh tak beruntung. Bukankah seharusnya kau meminta dukun untuk melakukan pengusiran setan? Apa kau butuh uang?"

"Bagaimana denganmu? Ada perlu apa kemari? Bukankah kau di sini sebagai klien juga?"

"Kenapa aku datang ke firma hukum sebagai klien? Seperti yang sudah kau ketahui, aku dicintai oleh suamiku yang kaya, dan aku menjalani kehidupan yang bahagia. Aku hanya... disini untuk melihat gedung karena aku mungkin membelinya. Akhir-akhir ini, aku sangat tertarik pada gedung. Maafkan aku. Aku merasa seperti terlalu membanggakan. Kau tak akan dapat kembali sebagai aktris, Kau mungkin berjuang secara finansial, dan bahkan sepertinya kau terlibat dalam gugatan hukum. Kau hampir mencapai titik terendah. Aku agak terlalu keras padamu, kan?"



"Yoon Seo. Hati-hati di jalan. Pastikan wartawan tak mengambil fotomu. Atau apa wartawan tak lagi peduli denganmu?"

"Eonni!"



Yoon Seo mengadu pada Jung Rok soal Yeon Du.

"Serius! Sepertinya dia dilahirkan untuk melecehkanku. Suatu kali, aku memilih gaun untuk upacara penghargaan, tapi dia mengambilnya dariku dan memakainya sendiri. Dan kedua kali, dia menemui sutradara yang mengcastingku sebagai karakter utama dari sebuah drama. Kemudian dia bilang dia lebih baik dariku dan dia rela dibayar lebih rendah. Jadi akhirnya, dia mendapatkan peran sebagai karakter utama. Dasar! Insiden drama itu masih membuat marah. Kwon Byeonhosa-nim, apa sudah terlambat untuk mengajukan gugatan soal ini?"

"Ya, sudah terlambat."

"Apa?"



Jung Rok menjelaskan, "Agar itu menjadi penghalang bisnis atau tindakan ilegal, dia harus menyebarkan informasi palsu atau membuatmu dipecat secara tak adil. Tapi apa yang dia lakukan hanyalah menawarkan yang lebih baik kepada sutradara dengan bayaran lebih rendah. Dia tak menipu atau curang."

"Astaga, kau sangat logis."

"Ya?"




Yoon Seo: Aku hanya mengeluh kepada pacarku. Barusan, aku sungguh berpikir sedang konseling dari seorang pengacara. Jika kau memberitahuku bahwa seseorang jahat padamu, aku akan ada pihakmu terlepas dari apa yang kau perbuat. Sepertinya aku juga akan sangat membenci orang itu. Tapi kau tak merasa seperti itu.

Jung Rok: Bukan begitu.

Yoon Seo: Juga... Tak jadi.



Sampai di depan pintu gerbang, Yoon Seo berkata, "Dan aku sangat minta maaf mengatakan ini, tapi aku juga tak ingin hari ini jadi hari pertama kita."


Jung Rok mengerjakan kasus, tapi ia tidak bisa fokus. Ia memikirkan saat ia membatalkan kencan pertama mereka.

"Dia terdengar agak sedih hari itu."


Juga saat ia menerima usulan CEO Yeon bahwa Yoon Seo harus bekerja untuk Joon Hyuk. 

"Dan dia tampak agak kesal saat itu. Tapi aku hanya setuju untuk itu demi dia karena akan lebih baik baginya untuk merasakan berbagai kasus."

Jung Rok tidak bisa diam, ia harus bergerak.


Yoon Seo jadi ragu, apa benar Jung Rok menyukainya? 




Tiba-tiba Jung Rok menekan bel. Yoon Seo terkejut, kenapa Jung Rok ada disana? 

"Ponselmu dimatikan."

"Apa sudah dimatikan? Apa itu sebabnya kau datang? Untuk memberitahuku itu?"

"Tidak. Mari kencan."

"Apa? Kencan?"



Yoon Seo pun keluar, tapi ia gak ngerti, Kenapa mendadak?

"Sekeras apa pun kupikirkan. Sepertinya aku tak bisa menunda hari ini. Aku tak ingin menundanya lagi. Mari buat hari ini sebagai hari pertama kita. Itu yang ingin kulakukan. Apa tak bisa?"

"Harus begitu."

Lalu Jung Rok menyuruh Yoon Seo masuk mobil.




Yoon Seo baru pertama kalinya ke observatorium sebelumnya. Ia kagum, bagaimana Jung Rok kepikiran pergi ke tempat itu?

"Sudah larut untuk pergi ke mana pun, dan kita tak dapat melakukan kencan pertama kita di restoran gamjatang 24 jam. Lokasi harus istimewa tapi tak ramai. Kupertimbangkan pilihanku dan datang ke tempat yang cukup layak untuk berkencan di malam hari. Apa kau menyukainya?"

"Aku menyukainya. Ini yang terbaik."

Yoon Seo kemudian mengajak Jung Rok masuk ke bangunna untuk melihat bintang di sana. Pasti lebih mudah.


Jung Rok lega melihat Yoon Seo antusias begitu.



Yoon Seo melihat bintang jatuh, sayangnya Jung Rok tidak melihatnya. 

"Aigoo, serius! Kau harusnya cepat mengikutiku. Kenapa jalan lambat?" Kesal Yoon Seo.



Jung Rok terus menatap Yoon Seo, ia merasa bersalah. Yoon Seo tak mengerti maksudnya. 

"Karena jalanku lambat, aku merasa bersalah kepada Oh Jin Sim-sii."

"Itu bukan sesuatu yang perlu di sesalkan."

"Tadi, setelah kupikirkan tindakanku, dan aku lalai. Butuh waktu lama untuk mengajakmu kencan dan aku membatalkan kencan pertama kita. Aku terus mengecewakanmu dalam banyak hal. Itu semua karena aku canggung dalam mengekspresikan perasaanku. Hatiku tak enak karena ketidakmampuanku adalah penyebabnya. Aku orang yang lambat, jadi mungkin tak bisa menyamai kecepatanmu."



Jung Rok, "Namun, aku akan mengambil langkah ke arahmu dengan kecepatanku sendiri. Perlahan, untuk waktu yang lama."




"Kwon Byeonhosa-nim, bisakah aku bertanya sesuatu padamu?"

Jung Rok mengangguk.

"Apa kau.. menyukaiku?"

"Ya?" Jung Rok terkejut dengan pertanyaan mendadak itu. 

"Tidak. Lupakan jika tak dengar."






Yoon Seo balik badan. Tapi Jung Rok mendadak menarik tangannya laly memeluknya. 

Jung Rok: Aku menyukaimu. Oh Jin Sim-ssi aku menyukaimu. Sangat.
>


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search