Sinopsis Touch Your Heart Episode 7 Part 3

- Februari 28, 2019
>
Sumber: tvN





Jung Rok tanya, kenapa Yoon Seo kabur darinya? Dan hari ini, kenapa tak masuk kerja?

"Karena terlalu malu bertemu denganmu."

"Malu?"

"Tentu saja aku malu. Aku mabuk dan mengajakmu kencan."

"Sebenarnya, aku sudah mengajakmu berkencan."

"Ya?"



Jung Rok: Aku membuatmu menunggu dan mengekspresikan diriku dengan sangat ambigu. Dan membuatmu merasa malu. Aku sudah mengajakmu berkencan.

Yoon Seo: Kwon Byeonhosa-nim.

Jung Rok: Jadi meskipun mungkin terlambat... Aku ingin mengajakmu berkencan dengan benar kali ini.




Jung Rok memberikan suratnya. 

"Apa ini?" Tanya Yoon Seo. 

"Aku tak tahu apa yang kau sukai, jadi kucari sedikit di internet. Dan aku melihat klip video wawancara yang kau lakukan di warung ceker favoritmu. Kau suka ceker ayam dan ingin dilamar melalui surat tulisan tangan."

"Lalu ini..."

"Aku tak membelikanmu kaki ayam, walau begitu terimalah ini."


Jung Rok malu karena Yoon Seo akan membuka suratnya langsung di depannya. Maka ia berkata akan menunggu di mobil. 



Tulisan Jung Rok singkat dan langsung ke tujuannya, "Mari kita berkencan!"

Yoon Seo puas, ia mengejar Jung Rok sambil tersenyum.




Tanpa pikir panjang, Yoon Seo langsung mengiyakan ajakan berkencan Jung Rok. Jung Rok tersenyum lega. 



Jung Rok berbalik, "Terima kasih sudah menerima lamaranku."

"Terima kasih karena akhirnya memberitahuku."



Yoon Seo terus membaca surat Jung Rok bahkan saat mereka sudah sampai di depan rumah Yoon Seo.

"Aku akan membacanya sampai mataku bosan." Kata Yoon Seo.




Yoon Seo meminta Jung Rok menunggu, ia akan ganti baju agar mereka bisa ke kantor bersama. 

"Hari ini kau istirahat saja." Kata Jung Rok. 

"Kenapa? Ada banyak kasus yang tertuda karena Kasus Im Yun Hee. Kau akan sangat sibuk. Akan lebih sulit tanpaku."

"Kau tahu itu, tapi hari ini memilih tak masuk kerja? Terima kasih, tapi hari ini cukup istirahat saja. Aku tak akan ada di kantor sore ini."

"Kenapa?"

"Pergi ke pengadilan, kantor kejaksaan, dan kemudian bertemu klien. Sepertinya akan selesai sekitar jam 7 malam. Bagaimana?"

"Apa?"

"Kita harus berkencan karena hari ini, hari pertama kita."



Yoon Seo ketawa, Jung Rok juga ikutan.

Jung Rok: Kenapa tertawa?

Yoon Seo: Hanya saja... Kau bilang "berkencan" dan "hari pertama" sangat cantik.

Jung Rok: Lalu aku akan menjemputmu sekitar jam 7 malam.



Sebelum keluar, Yoon Seo dadah-dadah cantik. Jung Rok membalasnya. Manis banget...



Kepala Jaksa menegur Yeo Reum karena kalah di sudang Im Yoon Hee.

"Terdakwa ternyata menjadi korban. Kita ditekan untuk mengungkapkan apa ada paksaan. Apa yang kau pikirkan?"

"Dia tak dipaksa."

"Bagaimana kau tak bisa menyelidiki dan secara membabi buta percaya akan pengakuannya?!"

"Maafkan aku."

"Keluar."


Saat Yeo Reum berbalik, Kepala Jaksa menggerutu kalau harusnya ia menyerahkan kasus ini pada Jaksa Im. Yeo Reum menahan diri.


Di luar, Yeo Reum memegangi perutnya lagi, ia mengernyit kesakitan. 




Jaksa Im menghampiri, "Sudah kudengar. Terdakwa menjadi korban. Benar-benar twist."

"Tolong hentikan."

"Yah, kau juga seperti itu. Hidupmu sebagai jaksa juga penuh twist. Kau meremehkan seniormu, setahuku kau punya talenta hebat. Sebaliknya, kau ceroboh dan lemah. Kenapa kau menangkap Im Yun Hee yang tak bersalah?"

"Apa maksudmu tak bersalah? Mungkin dia tak membunuhnya dengan tangannya sendiri, tapi dia bisa membantu atau setidaknya tidak melakukan apa pun untuk menghentikannya. Dia menutupi Park Su Myeong."

"Ah.. Kau mempermalukan kantor ini, tapi kau masih mengocehkan mulutmu."




Kebetulan Jung Rok bertemu Yeo Reum di depan kantor kejaksaan. 

"Yeo Reum-ah. Kau baik-baik saja? Kau terlihat pucat."

"Bagaimana kau tahu bahwa Park Su Myeong ada di TKP?"

Jung Rok menghela nafas dan menunduk diam.

"Kau menangkapnya, tapi kenapa aku tidak? Aku tahu kau tak bisa disalahkan, mari bicara lain waktu."


Tapi baru dua langkah melewati Jung Rok, Yeo Reum jatuh pingsan.



Jung Rok membawanya ke RS.

Dokter: Dia menderita gastritis akut akibat stres, dan kelesuan menyebabkan demam. Dia akan baik-baik saja begitu suhunya turun.

Dokter lalu permisi. Jung Rok hanya bisa menatap Yeo Reum yang terbaring lemah.

Jung Rok menelfon Se Won, tapi tidak diangkat karena Se Won sibuk meeteng dengan staffnya.




Sementara itu, jam sudah menunjukkan pukul tujuh kurang lima menit. Yoon Seo di rumah sudah siap dan langsung sumringah saat Jung Rok menelfon. 

"Maaf.. Hari ini sepertinya tidak bisa..." Kata Jung Rok. 

"Kenapa?"

"Yeo Reum Geomsa pingsan, jadi aku membawanya ke UGD."

"Apa yang terjadi?"

"Dia menderita gastritis dan demam. Aku memanggil teman lain untuk menjaganya hari ini, aku masih harus bertemu dengan klien. Aku khawatir kita tak akan bisa bertemu hari ini."

"Ya. Mau bagaimana lagi. Aku mengerti. Ya."



Jung Rok sudah pergi dan Se Won menggantikannya menungggui Yeo Reum. Yeo Reum bangun dan menanyakan apa yang terjadi.  

"Kau pingsan sesudah berbicara dengan Jung Rok. Kau tak ingat?"


Yeo Reum menghea nafas, lalu bangun, "Tapi, kenapa kau ada disini?"

"Sesudah cairan habis, dokter bilang kau bisa pulang."

"Aku bertanya kenapa kau ada disini."

"Apa penting?! Aku pun bisa menanyakan hal sama padamu."




Mereka keluar RS bersama.

Se Won: Bagaimana mungkin kau hidup seperti ini? Kita akan terus mengalami persidangan, dan beberapa kita akan kalah. Bagaimana bisa kau akan hidup jika seperti ini?

Yeo Reum: Inilah aku. Bagaimana lagi? Aku sungguh benci. Benci jika hancur sesudah persidanganku kalah. Juga, aku benci kau.. melihatku seperti ini.

Se Won: Aku pun benci. Situasi kita seperti ini. Mengingat kebelakang, kau dulu jujur di depanku. Tertawa saat kau ingin dan menangis saat kau mau.



Akhirnya Yeo Reum menumpahkan tanginsya. Se Won mendekat untuk memeluknya.


Yoon Seo menunggu telfon Jung Rok dengan cemas, "Masih sibukkah dia? Bagaimana mungkin dia tak meneleponku sama sekali?"



Sampai akhirnya JunG Rok menelfon juga, Yoon Seo langsung menjawabnya dengam manis.

"Mungkinkah aku membangunkanmu?" Tanya Jung Rok. 

"Tidak. Kau baru akan pulang?"

"Ya. Pertemuanku dengan klien memakan waktu lama. Jam segini, kau pasti sudah makan malam. Kau ingin minum teh?"


Yoon Seo tampak tertarik, tapi ia menolaknya karena Jung Rok pasti lelah. Ia menyuruh Jung Rok istirahat saja.

Yoon Seo: Tapi, Kwon Byeonhosa-nim... Aku tak ingin hari ini jadi hari pertama kita.

Jung Rok: Ya?

Yoon Seo: Dengarkan aku. Siapa yang membiarkan hari pertama berlalu sangat tak berarti seperti ini? Jadi kenapa kita tak membuat besok hari pertama kita?

Jung Rok: Baiklah. Kalau begitu, mulai besok kita berkencan. Maaf tak bisa menepati janjiku hari ini.

Yoon Seo: Tidak... Berkendaralah dengan aman. Sampai jumpa besok.



Yoon Seo menghibir diri, "Ya. Kita sudah teleponan, sudah cukup."

Lalu ia membuka lagi surat Jung Rok, "Baiklah, mulai besok mari berkencan dengan benar."





CEO Yeon menyampaikan kalau ia ingin Yoon Seo pindah ke kantor Choi Byeonhosa-nim.

CEO Yeon: Itu... Bisakah kau membantuku selama beberapa hari? Sejejurnya, selama periode ini tepat sesudah liburan, tingkat perceraian naik dengan cepat. Haruskah kita menyebutnya musim puncak perceraian? Jadi Choi Nyeon punya banyak kasus perceraian yang menumpuk untuk diproses saat ini. Dan Yang Biseo tak bisa membantu... Dan Byeon mengurus kasus perusahaan farmasi.

Yoon Seo jelas enggan, ia mencari alasan, "Tapi... Itu... Jika aku tak ada, Kwon Byeonhosa-nim akan mengalami kesulitan sendirian."

Tapi Jung Rok malah bilang ia bisa tanpa Yoon Seo. Yoon Seo jelas kecewa.



Setelah keduanya keluar, CEO Yeon laporan ada Yeon Daepyo.

"Hei, Jun Seok. Seperti yang kau minta,  kupisahkan Kwon Byeon dan Yoon Seo-ssi."

"Terima kasih, Hyeong. Aku takut Yoon Seo tak mau berangkat kerja kemarin karena pengacara itu. Kudengar dari manajernya, dan ke dua orang itu punya banyak masalah selama ini. Kudengar Yoon Seo bilang dia akan menghancurkan Kwon Jung Rok dengan segala cara."

"Apa seburuk itu?"

"Pokoknya, mulai sekarang, kau harus recycle... Bukan, pisahkan mereka."

"Jangan khawatir. Jika untuk kebahagiaan Yoon Seo-ssi, Kedepannya kupastikan mereka berdua tak saling bicara lagi."


Moon Hee mengajak pacarnya makan siang bareng, tapi pacarnya menolaknya. Dan sama seperti kemarin, ia kepergok oleh Yoon Seo.



"Dan Byeonhosa-nim.. Punya pacar baru?"

"Ya itu... Aku memang punya, tapi..."

"Tapi kenapa kau menghela nafas?"

"Itu..."

Yoon Seo siap mendengarkan, tapi Moon Hee berubah pikiran.

"Lupakan. Terakhir kali, kau memberitahuku aku punya kesempatan dengan orang pengiriman itu, jadi aku bergerak dan ditolak. Kau tak ingat? Sudah kuputuskan. Aku tak akan pernah menerima saran kencan darimu lagi."



"Maaf soal waktu itu. Tapi ada lebih banyak pasangan yang berhasil dengan saranku. Selama "Sandabang",pasangan menerima konseling dariku dan mengungkapkan perasaan mereka dengan jujur. Dan mereka akhirnya menikah."

"Menikah? Menikah?"

"Ya."

"Ini rahasia, sebenarnya pacarku pemilik kafe yang adadi seberang jalan. Dia keren dan tampan seperti americano, tapi suaranya halus seperti latte, dan ketika dia bertanya sambil menatap mataku, rasanya manis seperti karamel macchiato."

"Romantis. Lalu? Kenapa kau menghela nafas?"

"Nah, masalahnya... Aku merasa kesal karena sepertinya aku satu-satunya yang jatuh cinta. Aku ingin mengesampingkan semua hal untuk bertemu dengannya dan tetap di sisinya sepanjang waktu. Tapi kurasa dia tak merasakan hal yang sama."

"Apa begitu?"

"Kami seharusnya pergi kencan waktu malam juga. Tapi mendadak dia bilang pengiriman biji kopi tiba. Katanya dia harus memanggang, dan membatalkan kencan kita. Baru saja pun, aku bilang padanya akan mampir sebentar saat makan siang, tapi katanya dia sibuk memeras jeruk. Aku mengerti dia sibuk, tapi sepertinya aku selalu mengomel dan ingin bertemu. Kesal."



Situasi Moon Hee mirip dengannya, jadi Yoon Seo pun sangat mengerti, "Aku juga."

"Apa?" Moon Hee terkejut mendengar jawaban Yoon Seo. 

"Maksudku, jika aku berada dalam situasimu, sepertinya aku juga akan kesal."

"Yoon Seo-ssi, kau benar-benar pandai bersimpati karena kau seorang aktris. Kupikir kau juga kesal karena mulai berkencan."

"Kenapa bicara omong kosong begitu..."
>


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search