Sinopsis Touch Your Heart Episode 7 Part 1

Sumber: tvN




Jung Rok memasukkan tangan Yoon Seo kedalam sakunya. Yoon Seo menatapnya gak percaya.

"Aku khawatir. Sama seperti kau mengkhawatirkan dan menghiburku, Aku pun... ingin melakukannya juga."

"Apa itu berarti... aku jadi lebih sedikit.. istimewa daripada sebelumnya?"

"Ya."



Sayangnya ada telfon yang memaksa mereka menjauh karena Jung Rok harus menjawab telfon dari kliennya.


Sampai di rumah, Jung Rok mengirimi Yoon Seo pesan. Ia berterimakasih atas bantuan Yoon Seo untuk sidangnya.

"Istirahatlah untuk besok." Lanjut Jung Rok. 



Yoon Seo senang, ia senyum-senyum dan menduga kalau besok Jung Rok pasti amu mengutarakan perasaannya padanya.  

"Apa ini! Tahu lah... Dia akan mengajakku kencan besok."




Besoknya Yoon Seo menyapa semua orang dengan senyuman ceria.

Sek. Yang: Sedang baikkah perasaan Yoon Seo?

Hae Young: Entah...



Masuk ke ruangan, Yoon Seo tidak melihat Jung Rok, tapi ia melihat ada buket bunga besar di mejanya. 

"Jangan-jangan... Byeonhosa-nim..." Yoon Seo mulai yakin.



Usai mencium bunga, Yoon Seo membaca surat dengan perasaan deg-deg an. 

Akhirnya usai, hari-hari dingin yang seperti tak ingin pergi, dan hari-hari musim semi yang hangat semakin dekat.

"Wah, Byeonhosa-nimku bisa seromantis ini?"


Meskipun bukan hadiah besar, hatiku yang menyiapkannya, jadi kuharap kau rela menerimanya.

"Apa maksudnya bukan hadiah besar? Betapa berharganya ini!"

Pertarungan itu berat, tapi kau tak pernah menyerah. Itu sebabnya dia tak dijadikan kambing hitam.

Perasaan Yoon Seo mulai gak enak. Ia pun segera melanjutkan membacanya.


Terima kasih sudah mengambil kasus Im Yun Hee.
Dari CEO Lee Yeong Ok dari Asosiasi wanita Korea.


Tepat setelah selesai, Jung Rok masuk, Yoon Seo langsung menunjuk bunga itu.

"Bunga? Asosiasi wanita Korea mengirimnya. Aku tak suka bunga, jadi kutempatkan di sini untuk kau nikmati."

"Begitu rupanya."


Hae Young mengetuk pintu, memberitahukan kalau CEO Yeon memanggil semua orang untuk briefing.


Yoon Seo kecewa. 



Pertama, CEO Yeon meminta tepuk tangan yang lain karena Jung Rok sudah memenangkan kasus Im Yun Hee. 


CEO Yeon memulai briefingnya, "Firma hukum kita menangani Kasus Sangji-dong. Karena ini kasus besar, Kwon Byeonhosa-nim akan mengarahkan kita dan membagikan gagasannya."

"Ya."



Jung Rok maju dan menyalakan LCD-nya. 

"Sebelum briefing, terlebih dahulu akan kutunjukan foto terdakwa."



Semua orang terkejut karena yang ditampilkan adalah foto Oh Yoon Seo. Mereka mempertanyakan apa kejahatannya Yoon Seo?



"Kejahatannya? Dia melakukan kejahatan karena mencuri hatiku. Dia melakukan penyerangan dengan membutakanku atas keindahannya. Bahkan dia melakukan percobaan pembunuhan dengan menghancurkan hatiku jika aku tak melihatnya sehari saja. Aku berpendapat Oh Jin Sim-ssi menerima hukuman penjara seumur hidup bersamaku selama sisa hidupku. Oh Jin Sim-ssi, Tolong terimalah hatiku!"


Sontak Yoon Seo langsung berdiri, "Bawa aku. Borgol aku.Bawa aku segera!"


Doeng!! Semua itu hanya khayalan Yoon Seo. Yang lain heran dong melihat Yoon Seo mengulurkan tangannya begitu. 

CEO Yeon: Yoon Seo-ssi? Sedang apa kau?



Yoon Seo mendingakkan kepalanya untuk melihat layar dan ternyata bukan fotonya yang terpampang disana melainkan foto terdakwa. 



Otaknya langsung diperas untuk menjawab pertanyaan semua orang secara logis.

"Orang itu! Orang itu sebaiknya... penjarakan. Kwon Byeonhosa-nim akan pastikan untuk mewujudkannya."

Yoon Seo selamat.




Sek. Yang: Oh Yoon Seo, kadang kau sangat lucu.

CEO Yeon: Itulah daya tariknya. Penampilannya menakjubkan, tapi dia punya sisi aneh.

Yoon Seo: Terima kasih sudah memikirkanku dengan baik. Dia bedebah jahat.


Jung Rok minta ijin untuk memulai briefingnya.


Yoon Seo: Sudah gila, serius! Ada apa denganmu?



Lalu Yoon Seo menasehati dirinya sendiri sambil menatap cermin. 

"Sadarlah kau Oh Yoon Seo! Kau aktris, tunggu dia dengan elegan. Dengan elegan."



Tak terasa sudah jam 6 sore. Yoon Seo melihat Jung Rok memberikan tanda hati utuknya. 

"Apa itu hati? Tangannya mengarah padaku? Dia memberitahuku bagaimana perasaannya dengan gerakan kecil dan sepele."


Yoon Seo pun membalasnya.


Tapi ternyata Jung Rok cuma menyeka kaca. Yoon Seo lagi-lagi kecewa. 


Jung Rok: Aku terlalu sibuk untuk memperhatikan, tapi kantor sedikit kotor. Sepertinya aku harus komplain pada petugas kebersihan. Aku akan melakukannya, jangan khawatir. Kalau begitu, permisi.



Yoon Seo menghentikan Jung Rok, apa cuma itu saja? Tak ada hal lain untuk dikatakan? Jung Rok gak mengerti maksudnya.

Yoon Seo menyudahi pembicaraan, ia ijin pulang duluan. 



Sebelum membuka pintu, Yoon Seo menoleh pada Jung Rok, tapi Jung Rok masih gak tahu apa maksud Yoon Seo.


Yoon Seo: Kubuat diriku tampak bodoh. Lagi! Tuh lagi! Kau janji buat menunggu. Sekarang, nyalakan mode aktris yang sulit didapat.



Yoon Seo mengarahkan tangannya dari atas ke bawah wajahnya. Mode ON!


Yoon Seo menghabiskan malam dengan minum anggur, ia janji akan dengan santai menunggu Jung Rok.


Jung Rok sedang mempelajari kasus, tiba-tiba Yoon Seo menelfon, ia pun mengangkatnya dengan sumringah.  

"Ya, Oh Jin Sim-ssi..."

"Aku tak bisa menunggu." Sela Yoon Seo yang membuat Jung Rok bingung.


Yoon Seo menjelaskan kalau ia tak sabar menunggu, ia tak akan main sok jual mahal, ia lebih suka bilang semua yang ada di benaknya.

Yoon Seo: Aku menunggu kau untuk mengajakku berkencan seperti orang gila.

Jung Rok: Apa maksudmu?



Yoon Seo: Kau tak mau ajak aku berkencan? Oke! Oke! Aku akan melakukannya duluan.



Tapi Yoon Seo tidak bisa mengatakannya, ia malu. 

Sampai akhirnya ia memantapkan diri untuk mengatakannya, "Kwon Byeonhosa-nim, aku menyukaimu!"


Yoon Seo melanjutkan sebelum Jung Rok sempat menjawab, "Ingat perkataanku waktu itu, kan? Kubilang waktu itu, ada yang ingin kukatakan. Tak bisa kukatakan sekarang, tapi akan kupastikan memberitahumu suatu hari. Itu... Serius! Itu..."


Yoon Seo menyandar ke bonekanya dan bonekanya berbunyi, "I love you!"



Yoon Seo gak memerdulikannya, ia tetap melanjutkan acara pengakuan cintanya, "Itu... Kau sudah mengambil tempat di dalam hatiku. Jadi... Dalam hatiku yang bersih, kosong, dan suci... kau datang dan membuat tempat sendiri. Itu yang kumaksud.

Makanya itu... saat kemarin malam kau katakan padaku aku sedikit istimewa bagimu... Aku sangat suka."


"Lalu hatiku menunggumu mengatakan sesuatu. Tapi, bagaimana bisa kau permalukan aku seperti itu? Kepada Oh Yoon Seo?"


"Kwon Byeonhosa-nim, kau sangat jahat!"



Setelah membentak Jung Rok, Yoon Seo mematikan telfon.

Jung Rok-nya bingung.



Sampai Jung Rok merebut minuman Se Won.

"Ada apa? Apa ada masalah? Kasusmu mengalami masalah lagi?"

"Sudahlah..." 

Jung Rok mengembalikan minumannya. 

"Serius ada apa dia?" Gumam Se Won karena Jung ROk kembali ke ruang kerjanya.



Tapi Jung Rok mendadak balik kanan. "Akan kuberitahu faktanya, dengarkan baik-baik. Pria mulai punya perasaan untuk wanita. Jadi dia bilang padanya, "Kau sudah menjadi orang yang istimewa bagiku". Ini yang dia katakan. Si pria berpikir itu sudah cukup. Pria itu berniat untuk pelan-pelan, karena toh mereka juga saling suka. Tapi wanita itu punya pemikiran berbeda. Dia ingin membuat langkah selanjutnya, tapi ketika tidak bisa, dia marah-marah. Apa ini sungguh kesalahan pria itu?"

"Apa benar ini soal kasus? Bukan kau?"

"Aku apanya... Ini soal klienku."

"Kau bercanda. Lagian kau tidak mendirikan agen kencan... Aigoo."

"Lupakan. Tidak ada gunanya bertanya."



Jung Rok akan kembali ke ruang kerjanya lagi tapi Se Won menahan pundaknya. 

Se Won: Itu bukan kesalahan pria itu. Karena yang kau katakan tidak salah.

Jung Rok mulai tertarik, "Apa benar?"


"Walau begitu, aku ingin memihak wanita itu. Siapa sih yang berkencan dengan logika sepertimu? Berkencan berarti sudah mengenal satu sama lain. Pria itu sudah melakukan langkah pertama. Si pria mengatakan sesuatu yang krusial, dengan mengatakan si wanita istimewa. Tapi jika si pria hanya berakhir seperti itu, siapa yang mau?"

Jung Rok tampak berpikir. 

Se Won menghela nafas, "Kau masih tak mengerti?"


Se Won pun menganalogikan agar Jung Rok mengerti.

"Dengarkan, katakanlah kau sedang dalam persidangan. "Yang Mulia, mempertimbangkan semua bukti tak langsung, terdakwa tak berperilaku seperti itu dengan sengaja, dan alibinya pada hari kejadian sudah dikonfirmasi. Oleh karena itu, aku..." Bagaimana menurutmu jika persidangan berakhir seperti ini?"



Tentu saja Jung Rok merasa kesal. 

Se Won: Benar? Kau bilang semua kata-kata penting, tapi tak ada kesimpulan. Itu yang... Bukan.. Itu yang sudah klienmu lakukan pada wanita itu. Oke?

Jung Rok tampak mengerti.


Kembali ke ruangannya, Jung Rok menulis pesan untuk Yoon Seo. 

"Oh Jin Sim-ssi, maaf. Kupikir kita berada dalam tahap saling mengenal." Tapi ia menghapusnya.

"Oh Jin Sim-ssi, aku tak peka. Maafkan aku, dan jadilah kekas..." Dihapus lagi.

Terakhir ia menulis, "Oh Jin Sim-ssi, mari bertemu dan bicarakan besok."



Tapi belum ia kirim sampai Se Won masuk lagi. 

Se Won: Anu... mendadak ada sesuatu yang harus kau beritahukan pada klienmu. Dia harus mengajaknya kencan segera, dan menyiapkan bunga, atau sesuatu yang kecil dan berkilau. Dia harus menyiapkan apa pun yang dia sukai.

Jung Rok: Apa?

Se Won: Pergi dengan tangan kosong saat mengajak seseorang berkencan sama seperti pergi ke pengadilan tanpa bukti. Aku tahu, aku belum pernah bertemu klienmu itu, tapi aku hanya memberi saran karena dia terlihat sangat buruk dalam berkencan. Semoga beruntung.

Jung Rok: Akan kuberitahukan.



Akhirnya Jung ROk mengirimkan pesannya tapi Yoon Seo nya sudah terlelap. 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis Touch Your Heart Episode 7 Part 1"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: