Sinopsis Touch Your Heart Episode 4 Part 2

Sumber: tvN



Sampai di kamarnya, Jung Rok melihat kembali tiket teater tadi.


Se Won memergokinya dan langsung merebut tiketnya dari belakang, "O... Kau habis nonton film, kan? Dengan siapa?"

"Bukan urusanmu." Jung Rok mengambil kembali tiketnya dan mengantonginya.



"Kenapa? Aku sangat penasaran. Ah.. Aku berharap melihatmu bersama pacar."

"Bukan pacarku."

"Bukan apanya? Sudah jelas jika orang sepertimu yang tak pernah menonton film melakukan ini."

"Sudah kubilang bukan! Untuk belajar."

"Apa? Belajar?"



"Sekretarisku ingin belajar hukum. Kami menonton film tentang hukum, untuk belajar."

"Kau pikir itu masuk akal?"

"Kau pikir masuk akal tetap tinggal di rumahku? Bukankah sudah saatnya kau pergi?"

"Aku mengerti. Hari ini kita sudahi sampai di sini. Beristirahatlah. Pria yang menonton film untuk belajar hukum, Kwon Jung Rok-ssi."


Se Won keluar dan Jung Rok meniup poninya.




Setelahnya Yoon Seo mengirim pesan.

"Kwon Byeonhosa-nim, terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk mengajariku hari ini. Selamat tidur."

Jung Rpk tersenyum membacanya.



Jung Rok membalas, "Oh Jin Sim-ssi juga semoga mimpi indah."

Yoon Seo juga tersenyum. 


Yoon Seo ingat saat Jung Rok membantunya soal pengendara yang kasar tempo hari, "Astaga. Kenapa dia membantuku saat itu? Kenapa? Kenapa? Kenapa? Karena dia mengkhawatirkanku?"



Lalu ingat saat Jung Rok memakaikan syalnya yang jatuh, "Padahal bisa memberikannya saja. Kenapa dia memasangkannya di leherku? Kenapa? Kenapa? Kenapa?"



Terakhir, ingat saat Jung Rok tersenyum di mobil tadi, "Kenapa dia tersenyum secerah itu? Mungkin dia tak bisa menahan senyum ketika menatapku. Tak bisa kupercaya! Kenapa? Kenapa dia tersenyum seperti itu?"

Yoon Seo tak bisa menahan senyumnya.



Yoon Seo melihat Jung Rok menunggu lift di lantai parkir. Yoon Seo menyapanya dengan anggun, tapi Jung Rok kembali cuek.  


Di dalam lift, Yoon Seo memulai pembicaraan lagi, ia membahas jas Jung Rok, tapi tersela oleh CEO Yeon yang masuk di lantai 1.



CEO Yeon: Yoon Seo-ssi, liftnya cenderung ramai kalau pagi. Apa baik-baik saja? Aku khawatir orang lain mungkin mengenalimu.

Yoon Seo: Omo, Anda bisa mengenaliku?




CEO Yeon: Tentu saja... Apa aku satu-satunya? Aku bahkan bisa mengenalimu ketika mengenakan niqab. Kenapa? Karena aku penggemar...

Jung Rok menatapnya dingin. CEO Yeon bisa merasakannya dan langsung meralat ucapannya.

CEO Yeon: CEO perusahaanmu.

Yoon Seo: Memang, Daepyo-nim.




Jung Rok menyadari sesuatu, apa CEO Yeon selalu menunggunya di depan lift setiap pagi? Sepertinya mereka bertemu di sana setiap waktu.

CEO Yeon: Kau benar. Kita selalu bertemu di lift. Aku pun berpikir aneh. Inilah yang di sebut takdir. Aku sama kau dan juga Yoon Seo-ssi. Takdir. Bukankah begitu, Yoon Seo-ssi?

Yoon Seo: Kurasa begitu.


CEO Yeon mendapat telfon dari Lee PD-nim, PD stasiun penyiaran. Lee PD meminta satu orang lagi. 



CEO Yeon langsung merapatkannya dengan yang lain.

CEO Yeon: Kita menerima permintaan untuk siaran di program TV. Dan permintaan itu datang kepadaku secara pribadi.

Pak Lee: Program apa itu?


CEO Yeon: Diskusi mengenai revolusi industri keempat. Mereka ingin mendengar apa yang kita pikirkan dari perspektif pengacara. Aku berpikir untuk melakukannya sendiri, tapi membuatku tak nyaman. Kalian semua tahu, aku tak tertarik sama sekali dalam menerima perhatian atau menjadi selebritas terkenal. Aku hanya pria yang mengabdikan yang terbaik untuk pekerjaan yang diberikan kepadaku. Kalian tahu kan?  Tapi PD itu benar-benar memohon padaku. Dan ini adalah kesempatan bagus untuk mempromosikan firma hukum kita. Aku memutuskan untuk mengorbankan diri dan akhirnya setuju untuk tampil di program ini.



Hae Young menunjukkan kalau CEO Yeon sudah mempostingnya di sosmed.

Dalam video itu, CEO Yeon berkata, "Halo. Aku CEO Yeon Joon Gyu dari Firma Hukum "ALWAYS". Aku sudah memutuskan untuk keluar pada program debat. Ini akan mengudara pada jam 9 pagi pada tanggal 15 Februari. Kuharap kalian mendengarnya."

Semua manahan tawanya. 


CEO Yeon: Bagaimanapun, siaran langsung akan tayang pada jam 9 pagi besok. Aku baru saja menerima telepon dari PD. Dia ingin satu pengacara lagi ikut di acara itu. Satu orang lagi. Siapa yang harus melakukannya?

Yoon Hyuk dan Moon Hee menunjukkan ketertarikannya.



Sekretaris Yang: Menurutku, dia tak boleh gugup ketika berbicara di TV. Dia harus memiliki kemampuan berbicara dan wajah tampan yang sesuai untuk TV.

Yoon Hyuk sudah akan berdiri, tapi langsung duduk lagi setelah mendengar kalimat selanjutnya.

Kalimat Sekretaris Yang selanjutnya adalah, "Bagaimana jika Kwon Byeonhosa-nim?"



CEO Yeon: Benar, kan? Kwon Byeonhosa-nim adalah pilihan terbaik, kan? Ok. Kemudian Kwon Byeonhosa-nim dan aku akan mengikuti program besok pagi.

Sayangnya Jung Rok menolaknya dengan tegas karena banyak pekerjaan besok dan ia langsung meninggalkan rapat itu. 

Jung Rok memerintahkan Yoon Seo untuk bersiap sebelum bangkit karena mereka akan ke pengadilan.

CEO Yeon: Bagaimana mungkin pria sangat berhati dingin? Bahkan jika dia menolak, tak bisakah dia setidaknya melakukannya sambil tersenyum?



Hae Young: Tahu sendiri Kwon Byeonhosa-nim tak mudah tersenyum.

Yoon Seo: Entah... Bukankah dia akan tersenyum di depan seseorang yang membuatnya tersenyum? Dia mungkin akan tersenyum jika dia bahagia. Sebagai contoh...




Semua menantikan lanjutkan kalimat Yoon Seo. Tap Yoon Seo mengubah topik, ia langsung pamit.



Sekretaris Yang: Omong-omong, jika Kwon Byeonhosa-nim tak akan melakukannya, siapa pilihan kita selanjutnya?

CEO Yeon: Choi Byeon dan Dan Byeon, kalian ingin jadi sukarelawan?

Yoon Hyuk dan Moon Hee sama-sama mengacungkan tangan dengan bersemangat, bahkan mereka langsung berdiri. 

Yoon Hyuk: Turunkan tanganmu.



Setelah dari pengadilan, Yoon Seo memastikan jadwal selanjutnya, "Lalu, persidangan selanjutnya akan terbuka dalam dua minggu, kan?"

"Ya. Periksa tanggal dan lokasi."

"Baik."

Yeo Reum melihat Jung Rok, ia pun memanggilnya. 

"Yeo Reum? Oh, benar." Gumam Yoon Seo.



Yeo Reum: Ada sidang?

Jung Rok: Ya. Sudah selesai kerja?

Yeo Reum: Ya. Kebetulan. Kau ingin minum kopi terlebih dahulu?

Jung Rok: Hmm.. Aku punya sekitar 30 menit.


Yeo Reum menyapa Yoon Seo. Yeon Seo agak terkejut juga Yeo Rum bisa tahu nama marganya, "Oh". 

"Bagaimana kau tahu?"

"Kudengar secara kebetulan. Tak apa ikut bersantai bersama kami, kan?"

Jung Rok: Oh Biseo-nim tak suka tempat ramai.

Yoon Seo: Tidak, tak apa. Aku akan ikut bersamamu.





Yeo Reum mengajak merea ke ruangannya. 

Yeo Reum: Aku dan Oh Biseo-nim americano, dan kau kopi mix, kan? Seleramu masih seperti anak kecil. Kau hanya minum kopi manis.

Jung Rok: Aku tak paham kenapa orang-orang suka kopi pahit.

Yoon Seo: Selera anak kecil?

Yeo Reum: Kau tak tahu? Dia tak bisa minum selain kopi instan manis. Tidak hanya itu, selera makanannya juga...

Jung Rok: Hentikan.

Yeo Reum: Baiklah kalau begitu.



Yeo Reum meminta maaf pada Yoon Seo karena membawa Yoon Seo ketempat seperti itu. 

Yeo Reum: Ini satu-satunya tempat yang tak banyak orang dan bisa berbicara dengan tenang yang kutahu.

Yoon Seo: Tidak. Aku baik-baik saja. Tempat mana pun tak masalah bagiku.

Yeo Reum: Sebenarnya, aku tahu siapa kau.  Kau Oh Yoon Seo, kan?


Yoon Seo terkejut dan langsung menoleh pada Jung Rok penuh curiga, jangan-jangan..

Jung Rok: Aku tak memberitahunya.




Yeo Reum: Choi Yun Hyuk Byeonhosa memberi tahuku. Kami bertemu baru-baru ini.

Yoon Seo: Begitu rupanya.

Yeo Reum: Bagaimana pekerjaanmu sebagai sekretaris? Jung Rok itu menjengkelkan, pasti kau kesulitan.

Yoon Seo: Ya...




Jung Rok menyela Yoon Seo yang akan menjelaskan, "Di mananya aku menengkelkan?" Sangkalnya.

"Di mana? Kau tak tahu seberapa kasarnya kau. Terkadang, kau benar-benar menyulitkan orang."

"Aku?"

"Ya."

Yoon Seo berkomentar, "Kalian berdua pasti benar-benar dekat."

Yeo Reum: Kami berteman sejak kuliah.

Yoon Seo: Hanya kalian berdua?

Jung Rok: Ada satu lagi. Pria bernama Kim Se Won.

Yoon Seo: Kim Se Won?

Yeo Rum nampak tidak nyaman. Jung Rok mengatakan kalau mereka semua harus bertemu nanti. Yeo Reum tidak boleh menghindarinya selamanya.

Yeo Reum: Kami berdua sangat sibuk. Kau dan aku harus bertemu untuk makan nanti. Sudah lama tak makan bersama.

Jung Rok: Baik, kapan pun aku siap.

Yeo Reum: Aku akan tersentuh olehmu lagi?




Jung Rok mulai tersenyum dan Yoon Seo jelas melihatnya, ia gak suka.

Yeo Reum: Kita terus mengabaikannya. Kau harus bergabung dengan kami lain waktu.

Yoon Seo: Ya. Kita lihat saja nanti.


Sikap Yoon Seo langsung berubah saat mereka di luar. Yoon Seo tanya, kenapa tidak memakai syal hari ini? Tak dingin?

"Tidak, cuaca hari ini baik-baik saja."

"Sepertinya kau tak terlalu sensitif terhadap suhu dingin."

"Ya. Itu sebabnya aku suka musim dingin."

"Kau tak suka "Yeoreum" (Musim Panas)?"

"Apa?"

"Tidak, lah."

"Oh ya, mohon periksa dokumen yang kuminta jam 5:00."

"Tak mau, akan kukerjakan jam 5:10. Aku lelah."

Jung Rok merasa ada yang aneh.



Yoon Seo tiba-tiba berhenti.

"Omong-omong, Kwon Byeonhosa-nim. Kenapa kau tersenyum berlebihan?"

"Tak ada yang pernah berkata seperti itu sebelumnya. Ditambah lagi, beberapa hari yang lalu. Kau bilang, aku terlihat bagus ketika tersenyum, bukan?"

"Semuanya harus ada takarannya. Sekarang kulihat-lihat, kau tak terlihat bagus ketika tersenyum."



Jung Rok kembali tersenyum dan itu malah membuat Yoon Seo kesal.

"Yang kumaksud, berhentilah tersenyum!"


Yoon Seo jalan duluan dengan kesal. Jung Rok bingung, ada apa dengan Yoon Seo?



Jeong Mi (Staffnya Yeo Reum) dan Jaksa pembantu Se Won (Aku lupa namanya) sedang berbincang di toilet.

"Restoran pasta yang kau rekomendasikan sangat bagus. Aku harus pergi ke sana lagi dengan rekan-rekan lain." Kata Jeong Mi.

"Jika kau memberi tahu semua orang, itu tak lagi istimewa."

"Begitukah? Oh ya, bagaimana dengan Kim Se Won Geomsa-nim?"

"Apanya?"

"Dia seperti bintang idola di sini. Begitu banyak karyawan wanita yang menangis ketika dia diangkat ke kantor Chuncheon dua tahun lalu."

"Omong-omong, apa menurutmu Kim Geomsa-nim punya pacar?"

"Tak punya, dia putus dua tahun lalu."

"Bagaimana kau tahu?"



"Dia berkencan dengan Yeo Reum Geomsa-nim. Semua orang tahu tentang mereka."

"Yeo Reum Seonbae?"

"Ya, mereka berkencan sekitar tujuh tahun. Tapi mereka putus dua tahun lalu. Benar-benar putus."

"Kenapa?"

"Entah."

"Kudengar Yoo Seonbae punya kepribadian buruk. Mungkin itu sebabnya."




Tepat saat itu Yoo Reum keluar dari bilik toilet. Jeong Mi dan jaksa itu langsung menunduk tegang. 

Yeo Reum: Kenapa kau sangat tegang? Kau takut aku melakukan sesuatu karena kepribadian burukku?

Jaksa: Maafkan aku.

Yeo Reum: Lagian itu benar. Jeong Mi-ssi.

Jeong Mi: Ya?

Yeo Reum: Kau harus membawaku ke restoran pasta itu. Jika ada sesuatu yang baik, kau harus membagikannya.

Yeo Reum keluar. Jeong Mi lega. Jaksa itu sepertinya menyimpan sesuatu.



Saat kembali ke ruangannya. Jaksa itu mendekati meja Se Won. 

"Sepertinya moodmu tak baik."

"Tidak." Bantah Se Won.

"Aku sudah mendengar... kau dan Yoo Geomsa-nim lulus dari perguruan tinggi yang sama."

"Ya."

"Kudengar kalian berteman. Waktu dulu."


"Benar. Tapi aku berencana untuk berteman lagi dengannya pada saat ini."

"Kenapa? Kau tahu piring yang pecah tak berguna bahkan jika mencoba untuk menyatukannya kembali."

"Itu terserah padaku. Aku tak tahan melihat hal-hal yang rusak."

"Maka kukira aku harus rusak juga."

"Apa?"

"Bukan apa-apa."

Jaksa itu langsung kembali ke mejanya.




Pak Lee mengambilkan sayuran untuk Moon Hee. Moon Hee sangat berterimakasih, tapi langsung cemberut saat Pak Lee mengambilkan daging untuk Sekretaris Yang. 




CEO Yeon: Bagaimana ini? Untuk siaran. Aku tak tahu siapa yang harus kupilih di antara kalian berdua. Apa yang kalian pikirkan? Menurutmu siapa yang harus kupilih?

Hae Young: Dan Byeonhosa-nim sepertinya lebih bagus. Karena Daepyo-nim pria, jadi alangkah baiknya memiliki pasangan wanita.

Yoon Hyuk: Entah... Ini bukan variety show keluarga. Kenapa kita harus memilih 1 pria dan 1 wanita?

Sekretaris Yang: Kupikir Choi Byeonhosa-nim sepertinya pilihan yang bagus. Cara bicaranya fasih, dan kupikir dia takkan terlalu gugup daripada Dan Byeonhosa-nim.

Pak Lee: Aku... sepenuh hati setuju dengan Yang Biseo-nim.

Yoon Hyuk: Aku menghormati kalian berdua karena memiliki selera yang luar biasa.

CEO Yeon: Tunggu sebentar. Jadi kalian berdua berpikir Choi Byeon akan menjadi pilihan yang lebih bagus, kan? Tapi kupikir Dan Byeon akan lebih bagus karena dia benar-benar tenang. Jadi itu berarti kau dan aku berpikir Dan Byeonhosa-nim akan lebih bagus.

Sekretaris Yang: Maka 2 melawan 2. Ini seri.

5Hae Young: Heol.

CEO Yeon: Aku pribadi berpikir, Dan Byeon...

CEO Yeon tidak bisa menyelesaikan kata-katanya karena ada telfon. Ia menjauh untuk mengangkatnya. 



Yoon Hyuk berbisik pada Moon Hee, "Kenapa tak bisa membiarkanku melakukannya saja?"

"Maaf, tapi aku juga benar-benar ingin melakukan ini."

Sekretaris Yang: Kau pasti benar-benar ingin siaran di TV. Kau sangat tertutup, jadi kupikir kau tak akan menyukai hal-hal seperti itu.

Moon Hee: Aku belum punya banyak klien akhir-akhir ini, jadi kuharap siaran TV akan membantuku membuat terobosan.

Hae Young: Terobosan?

Moon Hee: Semuanya berjalan dengan baik begitu siaran di TV termasuk restoran dan tempat wisata. Aku juga ingin menjadi pengacara populer dan kartu as perusahaan ini. Daepyo-nim selalu mengomeli kinerjaku, dan itu benar-benar mencekik.



Tanpa Moon Hee tahu, ternyata CEO Yeon ada dibelakangnya. 

Dan perkataan Moon Hee tadi langsung mengubah pemikiran CEO Yeon.

"Aku pribadi berpikir kau harus memberikan kesempatan ini untuk Choi Byeon. Aku tak ingin mencekikmu selama pertunjukan. Dan Byeon, aku kecewa. Tak kusangka kau tipe orang yang suka membicarakan orang dari belakang."


Moon Hee: Daepyo-nim, bukannya begitu...

CEO Yeon: Ingat bagaimana aku memilihmu sebelumnya? Kutarik kembali. Aku bisa melakukan itu, kan? Maka itu berarti Choi Byeon mendapat tiga suara dan Dan Byeon mendapat 1 suara. Mari bersenang-senang di siaran besok.



Yoon Hyuk mencium tangan CEO Yeon, "Aku menghormatimu karena membuat keputusan yang rasional."

Semua tepuk tangan.



Usai makan, Yoon Hyuk langsung menghubungi ibunya, "Ibu, jangan kaget. Aku... Aku akan siaran di TV! Dalam acara debat! Aku sangat bahagia! Ibu, kenapa tak bilang apa-apa?"

Moon Hee tak sengaja mendengarnya, ia pun berhenti jalan.


Yoon Hyuk: Ibu nangis? Jangan nangis. Ibu membuatku nangis juga.



Yoon Hyuk bahkan merengek, dan saat menoleh ia melihat Moon Hee sedang menatapnya, segeralah ia bersikap cool kembali. Yoon Hyuk menutup telfonnya.

Moon Hee mencoba berbasa basi, "Kau terlihat bahagia."

"Aku terlihat bahagia? Kesedihan seorang kolega sama baiknya dengan kesedihanku."

Kata-kata itu membuat Moon Hee super kesal.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis Touch Your Heart Episode 4 Part 2"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: