Sinopsis Touch Your Heart Episode 3 Part 4

- Februari 14, 2019
>
Sumber: tvN



Yoon Seo tak sengaja mendengar percakapan Sekretaris Yang di telfon Sekretaris Yang bilang kalau Jin Hee butuh perhatian makanya bohong sedang sakit kemarin. 



"Dia pasti sangat kesepian. Aku satu-satunya keluarga yang dimilikinya, tapi aku terlalu sibuk. Dia sakit kemarin, dan pulang lebih awal dari sekolah. Tapi ternyata dia berbohong. Dia pura-pura sakit untuk mendapat perhatianku."

Yoon Seo bergumam, "Perhatian?"



Yoon Seo ke kantr agensinya untuk bertanya perihal Yoon Ha. Yeon Daepyo membenarkan kalau Yoon Ha adalah trainee agensi mereka sampai tahun lalu.

"Sungguh? Dia benar-benar trainee?" Yoon Seo terkejut.



"Ya. Tahun lalu, dia gagal sebagai anggota terakhir dari Girl Group, jadi dia berhenti. Dia bergabung ketika berusia 14 tahun, jadi dia tinggal sekitar lima tahun. Kau kenal Ji Yong X-Teen, kan? Dia mengikuti audisi bersama dengannya, jadi mereka benar-benar dekat. Ji Yong bergabung dengan JD Entertainment. Kemudian dia melakukan debut dan menjadi terkenal. Sangat disayangkan bagi Yoon Ha. Aku ingat dia memiliki banyak bakat, tapi keluarganya tak mampu, jadi dia tak pernah datang untuk berlatih
karena pekerjaan paruh waktunya. Apa gunanya tinggal di sini lima tahun? Akan sia-sia. Jadi tak punya pilihan selain mengeluarkannya. Omong-omong, kenapa bertanya?"

"Tak apa."




Di luar, Yoon Seo melihat Hyuk Joon keluar dari van Min Ji. 

Min Ji: Oppa, aku tahu sulit mengikutiku akhir-akhir ini. Pasti melelahkan, karena Yoon Seo Eonni tak ada pekerjaan sama sekali.

Hyuk Joon: Tidak. Kerja bagus hari ini.

Min Ji: Kupikir kau dan aku sangat cocok. Kenapa tak bekerja saja denganku?

Hyuk Joon: Apa yang kau bicarakan? Kau tahu sudah berapa lama aku bekerja dengan Yoon Seo?



Min Ji: Itu sebabnya. Sepertinya kedepannya dia tak akan ada pekerjaan juga. Jujur, semua aktor membicarakannya. Reputasinya sudah hancur, dan mereka bilang tak mungkin bagi Yoon Seo untuk comeback.

Yoon Seo gak terima dikatai seperti itu, ia berontak, "Yaaa! Kim Min Ji!"

Hyuk Joon kelabakan melihat Yoon Seo.



Min Ji: Omo, Eonni. Sudah lama. Jangan dimasukan ke hati apa yang baru saja kukatakan. Aku hanya merasa kasihan pada Hyuk Joon Oppa seperti ini. Sejujurnya, seluruh orang tahu kau berada di tepi jurang. Bagaimana jika Oppa tetap bersamamu dan ikut jatuh bersamamu? Bukankah begitu?

Yoon Seo sampai gak bisa berkata-kata mendengarnya.



Min Ji melihat jamnya, "Omo, aku ada rapat konsep untuk syuting iklan. Kau pernah menjadi aktris yang sibuk juga, jadi kau paham, kan?"

Min Ji melewati Yoon Seo, tapi Yoon Seo menarik tangannya, "Hei. Apa yang kau lakukan sekarang?"

Min Ji bersikap tidak sopan, ia mendorong Yoon Seo duluan dan mulai bicara banmal. 

"Ada apa denganmu? Kau gila? Iss.."



Yoon Seo tentu saja membalas, ia balas mendorong dan menambahinya dengan memukul kepala Min Ji, "Ya, aku gila. Bagaimana bisa aku waras ketika kau tak menghargaiku seperti ini?"

Hyuk Joon mencoba menghentikan.

Min Ji marah, ia menyerang balik Yoon Seo. Akhirnya mereka saling jambak dan saling lontar teriakan.




Orang-orang yang ada disana memotret mereka. Hyuk Joon panik, yang bisa ia lakukan hanyalah melarang mereka semua memotret, lalu memisahkan keduanya.



Hyuk Joon mengajak Yoon Seo ke tepi sungai. Ia mencoba menghibur Yoon Seo dengan mengatakan kalau pemandangannya menakjubkan, tapi Yoon Seo diam saja.

"Yoon Seo-ya, Oppa akan segera kembali dan membelikanmu kopi manis. Hatimu biasanya lebih baik sesudah minum yang manis-manis. Tunggu aku."

Hyuk Joon pun meninggalkan Yoon Seo.



Yeon Seo mulai menangis sepeninggal Yoon Seo, tapi ia tetap berusaha menahannya. 



Yoon Seo minta diantar kembali ke firma hukum. Hyuk Joon memberi saran, sebaiknya Yoon Seo pulang saja mengingat kondisinya saat ini, ijin sakit saja.

"Tidak, aku baik-baik saja sekarang." Tolak Yoon Seo.



Yoon Seo berjanji pada Hyuk Joon, ia akan selesaikan proyek tiga bulan ini bagaimana pun. Akan ia pastikan comback sebagai aktris. Akan ia buktikan.

"Dan Oppa..."

"Ya?"

"Kedepannya jangan berani berbohon. Aku akan memaafkanmu sekali, tapi tak akan ada kesempatan kedua. Mengerti?"

"Tentu saja mengerti. Oppa akan bekerja dengan lebih baik."

Dan Yoon Seo pun tersenyum.



Di depan firma, Yoon Seo berpapasan dengan Jung Rok. Jung Rok bicara ditelfon.

"Ya. Yoon Ha meneleponku. Aku sedang dalam perjalanan ke kantor polisi sekarang."

Setelah Jung Rok menutup telfon, Yoon Seo tanya, Apa maksudnya? Kantor polisi? Apa sesuatu terjadi pada Yoon Ha?

"Ibu dari korban kasus penipuan menggugatnya, dan dia sudah ditangkap. Kau bisa pulang sesudah menyelesaikan pekerjaanmu."

"Aku akan pergi bersamamu."

"Baik, ayo pergi."




Setelah sampai di kantor polisi, Yoon Seo menyampaikan rasa herannya, kenapa Yoon Ha tidak menghubungi ortnya dan malah menghubungi Jung Rok? 

"Yoon Ha belum bisa menghubungi orang tuanya selama bertahun-tahun."

"Apa? Dia tak bisa menghubungi mereka?"

"Ibunya lari ketika dia masih kecil, dan dia belum berbicara dengan ayahnya selama dua tahun terakhir."

Yoon Seo merasa iba, ia akan turun, tapi Jung Rok melarangnya karena nanti dikenali orang. Jung Rok menyuruh Yoon Seo menunggu di dalam mobil saja. Yoon Seo menurut. 



Sebelum Jung Rok turun, Yoon Seo menyampaikan.

"Memang benar dia trainee di Yeon Entertainment, dan dia benar-benar mengenal Ji Yong. Maksudku, dia tak seburuk yang kukira. Jaga dia baik-baik."

Jung Rok mengangguk.




Ibu teman Yoon Ha menyuruh polisi memenjarakan Yoon Ha segera. Lalu Jung Rok datang, bertanya masalahnya apa.

Ibu: Gadis ini... datang ke rumahku dan membuat keributan.

Yoon Ha: Bukannya membuat keributan. Aku hanya ingin meminta maaf kepada Min Ah.

Ibu: Hei. Jika korban menganggapnya sebagai keributan, itu adalah keributan. Kau datang sesuka hati untuk menyelesaikan masalah ini, kan? Tak bisa kupercaya, sungguh! Kudengar kau hidup sendiri tanpa orang tua. Apa karena kau tak memiliki siapa pun untuk belajar? Kau hanya anak nakal.

Jung Rok: Tolong jaga ucapanmu. Apa yang baru saja kau katakan bisa menjadi penghinaan.

Ibu: Apa?




Jung Rok: Dan pergi ke rumahmu untuk meminta maaf dan menyebabkan keributan sama sekali tak relevan. Jika ternyata kau membuat laporan palsu bahwa dia menyebabkan keributan ketika dia benar-benar pergi untuk meminta maaf, Kau mungkin didakwa atas tuduhan palsu.

Ibu: Kenapa kau begitu serius tiba-tiba? Kita cenderung bereaksi berlebihan ketika kita marah. Kau mengerti bagaimana perasaanku? Kau tahu dia penipu, kan? Dia berbohong, dia berteman dengan orang selebritis untuk mengambil uang dari putriku.

Jung Rok: Kasus ini belum dianggap sebagai penipuan, dan jika kau menyebarkan desas-desus bahwa dia penipu, itu masuk dalam pemitnahan.

Ibu: Astaga. Kau berbicara seolah-olah semua yang kukatakan adalah kejahatan.

Jung Rok menjelaskan pada pak polisi bahwa persidangan sedang berlangsung untuk kasus Yoon Ha, jadi tak ada yang tersisa untuk pak polisi selidiki.

"Sepertinya dia membuat laporan palsu juga. Yoon Ha ikut denganmu secara sukarela, jadi aku akan membawanya." Lanjut Jung Rok.

Pak Polisi mengijinkan Jung Rok membawa Yoon Ha. 




Saat melihat Yoon Ha keluar, Yoon Seo pun keluar dar mobil dan menghampiri mereka. 

Yoon Seo sangat khawatir, apa semuanya sudah beres? Apa Yoon Ha baik-baik saja? 

Yoon Ha hanya menunduk, diam saja.



Mereka singgah di tempat makan. Yoon Ha hanya mengaduk makanannya. Yoon Seo pun menyuruhnya untuk makan.

"Sudah kubilang aku tak lapar." Jawab Yoon Ha.

Jung Rok ada telfon, ia keluar untuk mengangkatnya. 



Yoon Seo terus menatap Yoon Ha sampai membuat Yoon Ha bertanya, kenapa terus menatap?

"Yoon Ha-ya. Sulit, kan? Ini sulit, dan kau merasa kesepian. Itu sebabnya kau berbohong, kan? Karena kau ingin dicintai."

"Apa maksudmu? Sangat memalukan."

"Kenapa? Ingin dicintai sesuatu yang membuat malu?"



Yoon Seo melepas kacamatanya, "Kau benar. Aku Oh Yoon Seo. Seperti yang kau katakan, aktris yang gagal?"

"Itu..."

"Orang-orang bilang aku putus asa dan aku tak akan pernah bisa kembali. Mereka bilang aku berdiri di tepi tebing. Tapi aku... ingin dicintai lagi, seperti sebelumnya. Aku ingin kembali ke tempatku bersinar lebih terang dari siapa pun. Haruskah aku malu dengan apa yang kurasakan?"

"Tidak, yah..."

"Kurasa aku mengerti bagaimana perasaanmu. Impianmu melakukan debut, tapi kau dikeluarkan dari dunia itu. Kau putus asa, berpikir bahwa semuanya sudah berakhir. Kau merasa kesepian, berpikir tak ada orang di pihakmu di dunia ini. 



Tapi Yoon Ha-ya.. kuharap kau berhenti merugikan dirimu sendiri. Dengan bertingkah seperti ini, kau paling merugikan diri sendiri daripada merugikan orang lain. 

Kau pikir aku terlalu ikut campur?"



"Aku takut... Sejujurnya. Jika aku memberi tahu orang-orang kebenaran tentangku, mereka tak akan pernah mencintaiku. Itu sebabnya aku mulai berbohong. Sebelum kusadari, semua kebohongan itu menjadi di luar kendali."



"Tidak, masih belum terlambat. Kau dapat kembali ke keadaan semula. Maka dari itu... jangan pernah menyerah pada diri sendiri."

"Maafkan aku. Aku sangat menyesal."




Yoon Ha mulai menangis. Yoon Seo langsung duduk disebelah Yoon Ha untuk memeluknya. 

Jung Rok masuk saat itu dan ia terharu melihat keduanya.





Yoo Na kembali menjalani sidang, kali ini Jung Rok membelanya.

Jaksa: Kami menuntut terdakwa Kim Yoon Ha dengan tuduhan penipuan sesuai dengan Pasal 347 KUHP. 

Hakim: Pengacara Terdakwa, bagaimana pembelaanmu?

Jung Rok: Kami menolak semua tuduhan dan penyataan itu. Terdakwa mengaku tak bersalah.

Hakim: Dalam sidang sebelumnya, kau mengakui semua tuduhan. Apa alasannya?

Jung Rok: Penipuan adalah yang melanggar UU atau pidana yang dimaksudkan untuk menghasilkan keuntungan finansial atau pribadi. Namun, klienku kehilangan salah satu komponennya. Dia tak menipu siapa pun. Sebagai mantan trainee Girl Group Idol, dia dekat dengan Ji Yong X-Teen karena menjadi trainee di agensi yang sama. Dia hanya menyarankan untuk mendapatkan tanda tangannya... Karena, sebagai temannya, dia yakin dia bisa. Karena dia tak berniat menipu teman-temannya, kami memohon bahwa dia tak bersalah. 

Yoon Seo berkaca-kaca melihatnya. 


Usai sidang, Yoon Seo dan Jung Rok jalan berdua. Yoon Seo khawatir, Bisakah tuntutan penipuan benar-benar dibatalkan?

"Aku hampir yakin akan hal itu."

"Aku hanya berpikir untuk memberinya hukuman yang ringan, tapi kau menemukan cara untuk memenangkan persidangan. Aku benar-benar terkesan."



Jung Rok tiba-tiba berhenti, ia minta maaf pada Yoon Seo.

"Kukatakan sebelumnya untuk tak emosional karena tak akan membantu kasus. Aku minta maaf. Berkat tindakan emosionalmu, Hati Yoon Ha akhirnya terbuka."

"Bukan apa-apa."

"Kerja bagus, Oh Jin Sim-ssi."



Yoon Seo menatap Jung Rok dengan tatapan yang gak biasa. Jung Rok akan jalan lagi, tapi Yoon Seo menarik tangannya.




"Katakan sekali lagi." Pinta Yoon Seo. 

"Ya?"

"Bisakah kudengar pujian sekali lagi? Yang barusan. Aku sangat suka. Cobalah sekali lagi, kumohon."




Jung Rok tersenyum tipis. Ia akan mengatakannya, tapi syal Yoon Seo tiba-tiba tersapu angin dan jatuh.

Jung Rok mengambilkannya, lalu memasangkannya ke leher Yoon Seo sambil berkata, "Kerja bagus."



Yoon Seo menatap Jung Rok.

Jung Rok mengulanginya lagi, "Kerja bagus, Oh Jin Sim-ssi."

Aw aw aw...
>


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search