Sinopsis Touch Your Heart Episode 3 Part 2

- Februari 14, 2019
>
Sumber: tvN


Di mobil, Yoon Seo memegangi lengannya yang tadi digandeng Jung Rok, lalu curi-curi pandang menatap Jung Rok.


Jung Rok tanya, apa Yoon Seo bak-baik saja? 

"Ya? Tentu. Meskipun dia sangat kasar."



Yoon Seo kemudian menatap Jung Rok dengan tatapan mautnya. Jung Rok heran, kenapa sebegitunya menatapnya? 

"Mendadak aku ingat orang kasar yang lain. Aku tak punya masalah kulit! Aku punya kulit yang luar biasa. Dan berat badanku tak naik! Selalu kupertahankan berat badan di 48kg."

Jung Rok pelan-pelan memiringkan kepalanya menjauh saar Yoon Seo mengomelinya dan ia kembali menagakkannya lagi saat Yoon Seo sudah selesai.

"Maaf. Itu alasan paling persuasif pada saat itu."

"Aku tahu. Meskipun begitu, bagaimana jika aku masih jengkel?"

"Mari makan. Kau pasti lapar karena tak makan tadi. Akan kubelikan sesuatu yang enak."

"Lupakan. Aku tak lapar."


Namun sedetik kemudian terdengar suara perut keroncongan Yoon Seo. Jung Rok memutuskan untuk mencari Restaurant terdekat.



CEO Yeon menemui Yeon Daepyo.  Yeon Daepyo menanyakan keadaan Yoon Seo, baik-baik saja, kan?

"Tentu. Dia beradaptasi sangat baik. Dia bahkan bisa bertahan 30 tahun, bukan hanya 3 bulan. Dia pandai bekerja, baik, dan cantik. Dia akrab dengan karyawan juga."

"Tapi kudengar dia tak dalam kondisi baik dengan rekan pengacarnya. Kudengar mereka tak akur. Siapa namanya? Kwon Jung Rok? Kudengar dia benar-benar menjengkelkan."

"Menjengkelkan? Menjengkelkan... Nah, bisa dibilang begitu."

"Kenapa satu timkan Yoon Seo dengan pria seperti itu?"

"Dia yang terbaik dalam pekerjaannya. Dia nomor satu dalam kemenangan, dan dia adalah pengacara yang paling disukai di antara klien kami. Dia kartu as kita."



Yeon Daepyo ketawa, "Itu sebabnya kau tak bisa mengendalikannya."

"Kau tahu berapa banyak uang yang dia hasilkan untuk kita?"

"Wah. Kau sangat mengecewakan, Hyeong. Seorang CEO harus memiliki karisma. Saat dia tampak akan menyerang martabat atau kelasmu, kau harus memecatnya, terlepas dari apa dia kartu as atau bukan. Begitulah cara agar mendapatkan rasa hormat sebagai CEO. Kenapa? Kau tersinggung?"

"Sedikit. Memang terdengar meyakinkan. Aku CEO dari Firma Hukum "ALWAYS", dan aku tak boleh kehilangan martabat dan kelasku karena berandal seperti dia. Akan kupanggil Kwon Byeon segera dan memberitahunya dengan tegas. Akan kuberitahu dia untuk mempersiapkan restrukturisasi besar di staf kami."

"Itu dia."




Min Ji menghubungi Yeon Daepyo. CEO Yeon langsung hoboh mendengar nama Min Ji disebut. Min Ji adalah Cinta pertama pria Korea.

"Ada masalah apa? Kenapa lagi?" Tanya Yeon Daepyo. "Apa? Kau ingin berhenti syuting program itu? Kau bermain-main denganku?!"


Tapi sedetik kemudian Yeon Daepyo langsung mengubah nada bicaranya menjadi lembut, "Hei. Kapan aku marah? Apa? Tak akan perpanjang kontrak? Min Ji, apa yang kau bicarakan? Halo? Min Ji. Kalau dipikir-pikir, aku mengerti kenapa kau marah. Kau pasti sangat kesal. Aku akan menelepon sutradara dan berbicara baik-baik dengannya. Jadi mari kita perpanjang kontrak seperti yang direncanakan. Babat daging sapi? Tentu, ayo kita makan. Dan tadi, aku tak marah. Sesuatu tersangkut di tenggorokanku, jadi suaraku serak. Jangan salah mengerti. Baik, Min Ji. Hwaiting! Baik, sampai jumpa."



Setelah menutup telfon, Yeon Daepyo kembali duduk dengan menyilangkan kaki. CEO Yeon mengomentari kalau Yeon Daepyo terlihat sangat bermartabat.

CEO Yeon: Jika sesuatu seperti ini terjadi lagi, kau mungkin memohon berlutut. Kenapa? Tersinggung?

Yeon Daepyo: Tidak. Pekerjaan ini tak mudah.

CEO Yeon: Aku hanya mampir untuk memberitahumu bagaimana kinerja Yun Seo, tapi jika tetap disini, aku akan melihat betapa menyedihkannya kau, jadi aku akan pergi.

Yeon Daepyo: Baik, Hyeong. Hati-hati di jalan.



CEO Yeon sudah mengambil mantelnya siap pergi, tapi ia kembali. Yeon Daepyo heran, kenapa? 

"Kenapa aku tak pernah terbiasa kau memanggilku "Hyeong"? Tidak masalah ketika hanya ada kita. Kau boleh memanggil "Hyeong" ketika hanya ada kita. Tapi bagaimana menurutmu perasaanku jika kau memanggilku "Hyeong" di depan orang lain?"

"Hyeong, belum lama ini aku pergi ke dokter kulit. Kau tahu apa yang dia katakan? Dia menyuruhku mengenakan seragam sekolah. Lihatlah kulit yang bersih dan halus ini. Seperti kulit bayi."

"Kau mengenakan seragam sekolah, sangat menyeramkan hanya membayangkan saja. Kulitmu bukan masalahnya. Cobalah otolaryngologist. Sepertinya itu baik untukmu. Aku pergi sekarang."


Sebelum pergi, Yeon Daepyo menyuruh CEO Yeon macarons untuk dibagikan ke karyawan di Firma Hukum.


Pelayan menyajikan makanan banyaaaak dan Jung Rok terlihat syok melihatnya.

Lalu Yoon Seo masuk setelah berganti pakaian, ia sangat senang melihat semua makanan itu. 



"Kau benar-benar akan memakan semua ini?" Tanya Jung Rok. 

"Bahkan jika tak bisa, aku akan coba karena kau yang beliin. Aku akan membalas dendam karena bersikap kasar padaku."


Dan Yoon Seo mulai memakannya. Jung Rok tersenyum tipis melihat reaksi Yoon Seo setelah suapan pertama, sayangnya Yoon Seo gak melihatnya.




Yoon Seo curiga, Jung Rok sengaja kan menyuruhnya memakai pakaian yang tadi? 

"Aku tak mengerti maksudmu. Seperti yang kukatakan, seniorku itu penggemarmu. Aku harus melindungi..."

"Jika khawatir, kau seharusnya tak menawarkanku ikut denganmu. Setelah kupikir-pikir, sangat aneh. Dari awal seharusnya tak mengajakku. Aku penasaran kenapa kau mengajakku dengan mengambil resiko seperti ini, Kau sengaja melakukannya untuk menarik perhatian, kan? Apa yang kau rencanakan?"

"Sejujurnya, dia terkenal di bidang ini. Dia pura-pura baik dan menggunakan kepribadiannya yang ramah untuk mengambil informasi dari pengacara lawan. Ada banyak pengacara yang tertipu olehnya."

"Sudah kuduga, dia orang jahat!"

"Tapi dia mudah terganggu. Dia bagus dalam rapat satu lawan satu, tapi jika ada orang lain, dia mudah terganggu dan cenderung membuat kesalahan."

"Itu sebabnya kau mengajakku? Untuk mengalihkan perhatiannya?"



"Aku juga ingin membuatmu terbiasa dengan pekerjaan, tapi ya. Alasan itu benar. Maaf tak memberitahumu dari awal. Aku berencana memberitahumu, tapi aku takut kau bertindak ceroboh."

"Apa? Ceroboh?"

"Itu yang dikatakan semua orang. Kau ceroboh saat bertindak."



"Ya ampun. Tak bisa kupercaya. Sebelumnya tak ada yang pernah bilang begitu padaku. Aku bisa menuntutmu karena pencemaran nama baik, kan?"

"Tentu, bisa. Tapi apa itu berarti kau juga akan menuntut semua orang di negara ini?"

"Apa katamu?"

Yoon Seo kesal dan menyudahi perdebatannya.


Moon Hee tak bersemangat saat memberikan berkas kasus minggu ini pada Hae Young. 


Lalu datanglah CEO Yeon sambil membawa macarons. Pak Lee ikut bergabung dengan mereka, ia berkata kalau macarons adalah makanan penutup favoritnya.




Moon Hee tak mau, ia tak nafsu. CEO Yeon memperhatikan wajah Moon Hee yang murung, kenapa? 

Hae Young: Dia ditolak pekerja paruh waktu di toko sandwich.

CEO Yeon: Astaga, itu sebabnya? Kau ditolak putra kedua pemilik restoran sup iga babi. Kau ditolak koki restoran Italia. Dan kau ditolak pemilik restoran barbekyu. Kau sudah ditolak berkali-kali. Tapi kau selalu cepat melupakannya dan mulai menyukai orang lain.


Terdengar suara guntur dan tatapan Moon Hee langsung berbeda.

Moon Hee: Kali ini berbeda. Kali ini, aku sangat mencintainya. Aku... Aku tak akan pernah bisa jatuh cinta lagi.

CEO Yeon: Maafkan aku. Kukira aku membuat kesalahan.




Tapi saat pengantar paket datang, Moon Hee langsung jatuh cinta lagi padanya. Kata-katanya tadi hanya tinggal kenangan. 

Bahkan Moon Hee memberikan sekotak Macarons untuknya. Cameo oleh Chansung 2PM.



CEO Yeon: Dia jatuh cinta pada pria pengiriman secepat kilat. Bukankah dia terlalu cepat jatuh cinta?





CEO Yeon melihat Jung Rok kembali, ia langsung memanggilnya untuk bergabung. 

"Bukankah tadi kau pergi bersama Yoon Seo-ssi? Yoon Seo-ssinya ke mana?" Tanya Sekretaris Yang. 

"Dia pergi ke Kantor Kejaksaan Distrik." Jawab Jung Rok.

CEO Yeon kaget, "Apa? Apa dia ditangkap lagi?"

"Tidak, dia pergi ke sana untuk menyalin catatan litigasi."

"Astaga, kaget. Seharusnya kau mengatakannya dari awal. Tapi. Maksudmu Yoon Seo-ssi sudah tahu cara menyalin catatan litigasi sendiri?"

"Ya."

"Hanya butuh waktu sebanyak ini untuk menjadi profesional? Ya ampun, dia menjadi anggota sungguhan firma kita. Aku sangat tersentuh. Tahun depan, dia bisa menjadi pengacara."




Tim jaksa Yeo Reum kembali dari makan siang bersama. Di depan Kantor kejaksaan mereka berhenti karena ada sekelompok wanita yang berunjuk rasa. 

"Korban dirawat di rumah sakit selama sembilan bulan! Hukuman dia benar-benar tak masuk akal! Akui kenyataan dia hanya berusaha membela diri!"



Jaksa Seniornya Yeo Reum kembali meminta pada Kepala Jaksa untuk menangani kasus itu walaupun ia sadar sudah memintanya dua kal. 

"Kenapa? Berita selalu membicarakannya. Kau menginginkan kasus karena pers memfokuskannya?"

"Tidak, bukan itu sebabnya. Aku hanya merasa aneh, kedua mantan suaminya dan suami saat ini meninggal."

"Apanya yang aneh? Segera masuk kedalam."


Saat semuanya sudah kembali jalan, Yeo Reum masih memperhatikan para pengunjuk rasa. Kepala Jaksa memperhatikannya. 


Yoon Seo menghubungi Jung Rok setelah ia menyelesaikan tugas.

"Kwon Byeonhosa-nim, aku menemukan kasus yang kau ceritakan dan mengirimimu daftar bukti melalui email. Aku melakukan pekerjaan dengan sempurna."

"Kerja bagus. Kau bekerja keras hari ini, kau bisa pulang lebih awal."

"Pulang lebih awal?"

"Ya."

Dan Jung Rok langsung mematikan telfonnya.

Yoon Seo bergumam, "Tapi baru jam 3 sore. Apa aku benar-benar dibolehkan pulang? Akan lebih baik jika aku bisa melihat persidangan karena datang jauh-jauh ke sini."

>

1 komentar:

avatar

Tambah seru sj....lnjut ya


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search