Sinopsis Touch Your Heart Episode 3 Part 1

Sumber: tvN



Jung Rok memberi kesempatan Yoon Seo untuk menjadi sekretarisnya dan itu membuat Yoon Seo sangat senang. 

"Mari kita mulai dari awal."

"Sungguh, kah?"




Jung Rok mengangguk lalu mengulurkan tangannya untuk bersalaman.

Yoon Seo gembira banget, ia janji akan bekerja keras. 




Saking semangatnya, Yoon Seo jadi tersandung kakinya sendiri saat akan berlari menuju Jung Rok.

Tapi kali ini Jung Rok tidak menghindar, ia menangkap Yoon Seo yang jatuh ke arahnya.




Jung Rok: Aku... kali ini tak menghindar.

Yoon Seo: Bagaimanapun, kedepannya, mohon kerja samanya.

Jung Rok: Ya aku juga, mohon kerja samanya.




Yoon Seo pamit pergi duluan, tapi Jung Rok memanggilnya. Yoon Seo langsung menoleh, apa?

"Lewat sini, jalannya." Jung Rok menunjukkan arah jalan pulang Yoon Seo.

"Oh benar..." Yoon Seo pun mengubah arah jalannya.


Jung Rok menatap punggung Yoon Seo.


Sampai di rumah, Yoon Seo masih memikirkan Jung Rok, "Melihat dia mencegahku terjatuh, dia pasti merasakan ikatan persahabatan. Dia tak sekasar yang kukira."



Di rumahnya, Jung Rok menyalakan TV, ada berita mengenai wanita yang dicurigai membunuh suaminya sendiri dan sudah ditangkap oleh jaksa malam ini.

"Mayat suaminya rusak parah bersama dengan dua luka tusuk. Dan akhirnya Im dirawat di rumah sakit selama sembilan minggu."

Jung Rok mematikannya karena ia harus konsen membaca berkas kasus.



Se Won pulang telat malam ini. Jung Rok menyinggungnya dan Se Won langsung tanya, kenapa? Merindukanku ya?

"Mana mungkin."

"Aku harus cepat lihat file kasus."



Se Won membaui molut Jung Rok dan ia mencium bau alkohol, habis minum kah? 

"Ya." Jung Rok membenarkan. 

"Makan malam perusahaanmu banyak."

"Bukan makan malam perusahaan."

"Kencan?"

"Bukan juga kencan."

"Mencurigakan."

"Tak ada yang mencurigakan. Aku habis minum dengan sekretaris baru."

"Hanya kalian berdua? Bukankah kau tak menyukainya? Sekertaris baru itu."

"Ya, tadinya sih begitu."

" "Tadinya sih begitu"? Dia pasti baik-baik saja sekarang."

"Ya."



"Cantik?"

"Kau gila."

"Katamu dia baik-baik saja."

Jung Rok langsung melemparkan handuk ke arah Se Wan sambil menjelaskan, "Dia baik-baik saja sebagai sekretarisku, maksudku."

"Ah.. Sebagai sekretarismu? Wah, brengsek."

"Cepat mandi, tubuhmu bau."

Se Won hanya ketawa.


Pagi ini Yoon Seo berkata akan melakukan yang terbaik karena Jung Rok sudah menerimanya menjadi sekretarisnya. 

"Ah! Maka aku harus berpakaian seperti sekretaris sungguhan. Haruskah belanja pada akhir pekan?"



Hyuk Joon menelfon, ia berbohong kalau ia cidera, kakinya terkilir selama pelatihan kemarin.

"Bagaimana ini? Sepertinya aku takkan bisa menjemputmu beberapa hari." Lanjut Hyuk Joon.

"Sekarang bukan itu masalahnya. Tak serius, kan?"

"Tidak. Aku minta manajer lain untuk antar-jemput, jangan khawatir. Dan hubungi aku jika terjadi sesuatu. Omong-omong, beri tahu langsung jika pengacara kasar itu jahat padamu lagi. Mengerti?"


Yoon Seo: Dia tak akan jahat padaku lagi. Saat ini dia akhirnya menyadari nilaku yang sebenarnya. Dia secara resmi memintaku bekerja sebagai sekretarisnya. Dia bahkan mentraktirku babat sapi. Maka dari itu, jangan khawatirkan aku, dan pastikan kau sehat kembali. Mengerti?




Pak Lee menulis di cermin yang mengembun, "Hidup". Sebenarnya ia sedang memperhatikan Sekretaris Yang Eun Ji dari cerminnya itu.



Yoon Seo menyapa semuanya pagi ini dengan ceria. 

"Kuharap kalian memiliki hari yang menyenangkan. Hwiting!"


Yoon Hyuk: Suasana hati Yun Seo-ssi tampaknya sedang baik. Mungkinkah karena pagi-pagi sudah melihatku?



Sampai di ruangannya, Yoon Seo langsung menyapa Jung Rok.

"Selamat pagi, Kwon Byeonhosa-nim. Kau pasti kelelahan karena hari yang panjang kemarin, tapi kau tiba pagi sekali."

"Benar, yah..."

Dasi yang kau pakai sangat cocok. Kau tampaknya punya selera mode yang bagus. Apa kau mungkin berbelanja sendiri?"



Jung Rok tidak menanggapi itu, ia malah memberi daftar pekerjaan untuk YooN Seo. 

"Aku menyusun daftar pekerjaan yang harus kau lakukan kedepannya."

"Pekerjaan yang harus kulakukan?"

"Menghubungkan panggilan dan membuat salinan bukan satu-satunya hal yang dilakukan sekretaris firma hukum."


Jung Rok juga memberikan buku harian sekretarisnya yang sebelumnya. Disana ada cara dan metodenya, Yoon Seo bisa mempelajarinya dari sana.

"Silakan bekerja keras." Tutup Jung Rok. 

"Baik."


Kembali ke mejanya Yoon Seo bicara sendiri, "Wah, apa ini? Bukankah kita sudah berteman?"



Yoon Seo membaca daftar pekerjaannya dan itu banyak banget.


Suara Jung Rok:

"Semua kasus harus diurutkan ke dalam kode dan kemudian dikategorikan tergantung pada yang diterima atau dikirim."



"Semua file yang terkait dengan kasus harus dicap seperti "Untuk pihak lawan", "Untuk penggunaan pengadilan", atau "Arsip"."



"Juga, bawakan sertifikasi konten."

Jadinya Yoon Seo harus mengurus ke departemen yang berwajib. Tak lupa ia memakai syal dan kacamata hitam agar tidak dikenali. 

"Ingin cepat atau lambat?" Tanya petugas.

"Semakin cepat semakin baik."





AKhirnya semuanya selesai. Yoon Seo kembali ke mejanya setelah beberapa ja,. tapi Jung Rok segera memberikan pekerjaan lagi, membuat salina dokumen. 

"Aku akan bertemu klien, akan kuhubungi nanti." Kata Jung Rok dan langsung pergi.


Yoon Seo merengek, "Dia bilang akan memperkerjakanku dengan baik, tapi ini lebih mirip perbudakan. Seharusnya aku tak makan malam dengannya kemarin. hik hik hik."


Sampai di rumah, Yoon Seo langsung merebahkan tubuhnya karena lelah. Tapi ia menahannya saat melihat naskah dramanya.


Yoon Seo sangat ingin memerankan karakter drama itu. Terutama saat Lead-Female dengan karisma membaranya di pengadilan. Itu akan benar-benar sangat keren.



Yoon Seo membayangkan beralting sebagai pengacara yang membala terdakwa.

"Kontruksi Bujin, tempat kerjamu, menandatangani kontrak pembongkaran dengan terdakwa yang diimplementasikan."

"Ya." Jawab Saksi. 

"Terdakwa meminta Konstruksi Bujin menyelesaikan pembongkaran, tapi gagal membayar biaya karena kekurangan dana!"

Semua orang bertepuk tangan.



Yoon Seo juga mempraktekkan bagian tepuk tangan penonton. Dan yang menjawab adalah bonekanya, "I love you! I love you!".


Dan saat ingat Jung Rok, Yoon Seo lemas lagi, "Aku yakin bedebah itu akan memberiku pekerjaan lain besok. Melihat aksi pengacaralah yang akan membantuku."



Tapi Jung Rok besoknya malah mengajak Yoon Seo untuk bertemu seniornya. 

"Apa? Sungguh? Sungguh, aku bisa pergi bersamamu untuk bertemu seniormu?" Yoon Seo sangat tertarik.

"Dia bukan sekedar senior. Dia pengacara yang menentang kasus kompensasi korban Perusahaan JN."

"Bukankah kau biasanya bertemu dengan pengacara lawan untuk memprediksinya, melihat apa yang dia punya, dan mendapatkan kegelisahannya? Aku tak yakin itu bagianku."



"Kita hanya bertemu untuk makan malam bersama. Tak usah ikut jika tak mau. Aku hanya berpikir itu akan membantu pekerjaanmu sebagai sekretaris."

"Tentu saja. Benar-benar akan. Aku pasti akan ikut. Tapi, kurahasiakan bekerja disini, jadi sepertinya aku harus menyamar."

Yoon Seo punya ide, ia akan menambahkan tahi lalat did wajahnya. 



"Kupersiapkan untuk itu, jangan khawatir." Jung Rok menjaminnya.

"Sungguh? Kau benar-benar teliti."



Ide Jung Rok adalah memberikan pakaian olahraga, masker dan kacamata hitam.

"Bagaimana? Kau tak bisa dikenali, kan?" Tanya Jung Rok yakin.

"Tentu saja. Jika seperti ini, bagaimana akan dikenali?



Sebenarnya Yoon Seo kesal, ia langsung mencopot masker dan kacamatanya. "Apa harus benar-benar seperti ini? Tak masuk akal sekretaris firma hukum memakai ini untuk bekerja. Orang jarang mengenaliku ketika kupakai kacamata hitam."

"Dia bukan sembarang orang."

"Apa?"

"Seniorku itu penggemar beratmu."


Kata-kata Jung Rok telat dicerna oleh Yoon Seo, jadinya ia tetap marah, tapi kemudian langsung kalem saat mengetahui masih ada penggemar beratnya. 

"Dia menonton setiap dramamu." Jelas Jung Rok. 

"Omonaaaa! Ya Tuhan! Kulihat seniormu ini punya selera tinggi. Kasus ini mengalah saja. Kenapa mencoba menang melawan orang yang sangat manis?"

"Ya?"

"Bercanda."



Jung Rok menjelaskan tujuannya, "Pokoknya, begitu dia tahu kau menemaniku, dia hanya akan fokus padamu. Itu akan membuatmu tak nyaman, dan aku tak suka situasi itu."

"Jika begitu, akan kupakai ini. Kupakai sekarang juga."

"Aku punya satu permintaan lagi."

"Apa?"

"Kau tak boleh mengucapkan sepatah kata pun."

"Kenapa begitu? Karena dia mungkin kenal suaraku? Aku mengerti. Jangan khawatir."





Saat Yoon Seo masuk, Pengacara Senior Jung Rok jelas saja menatapnya aneh walaupun Jung Rok sudah menjelaskan kalau Yoon Seo adalah sekretarisnya. 

"Kenapa pakaiannya..."

"Pakaiannya rusak dalam perjalanan ke tempat kerja, jadi dia memakai baju olahraga perusahaan. Wajahnya... penuh jerawat karena masalah kulit."

Yoon Seo menatap Jung Rok tak percaya, tapi ia mengangguk pada Pengacara Senior.



Saat makanan disajikan, Yoon Seo terus menatap makanan Jung Rok. Pengacara Senior meminta Yoon Seo melepas maskernya sebentar agar bisa makan. Tapi Yoon Seo langsung menolaknya.  



"Seonbae-nim, kau masih bermain golf?" Tanya Jung Rok. 

"Waktu dari mana? Pekerjaanku penuh. Dan gugatan yang kukerjakan belakangan ini cukup merepotkan. Lain kali, harukah kita bermain golf?"

"Haruskah?"

"Ya. Mari bermain, lalu makan makanan sehat. Aku tahu tempat belut bakar yang lezat."

"Kedengarannya bagus."





Pengacara Senior kembali bicara pada Yoon Seo, ia minta maaf karena hanya mereka berdua yang makan. 

Jung Rok: Dia sedang diet, jadi tak perlu memikirkannya. Dia naik 3kg akhir-akhir ini, dan tak ada satu pun pakaian yang pas untuknya.

Kali ini Yoon Seo gak tinggal diam, ia menusuk paha Jung Rok sebagai tanda protes. Jung Rok menyamarkan rasa sakitnya dengan senyum tipis.



Saat di kamar mandi Yoon Seo menggerutu kesal.

"Apa? Wajahku berjerawat karena masalah kulit? Naik 3kg, dan pakaian tak pas? Katanya dia pengacara lawan, kupikir akan ada perang pikiran. Kenapa mereka membahas sesuatu yang tak perlu? Jika kutahu akan seperti ini, aku tak akan ikut. Aku terlihat sangat jelek."


Karena kesal, Yoon Seo membuka resleting jaketnya.



Pengacara Senior mencegat Yoon Seo yang akan kembali masuk "Oh Biseo, kan? Kau tak makan satu gigit pun. Kau tak lapar?"

Yoon Seo menggeleng. 

"Omong-omong, aku penasaran mengenai sesuatu. Kwon Byeon pandai dalam pekerjaannya, tapi kepribadiannya kacau. Bukankah sulit bekerja untuk bos seperti itu?"



Pengacara Senior lalu mengeluarkan kartu namanya, "Jika kau punya ide lain, kau dapat menghubungiku kapan saja. Salah satu sekretaris kami berhenti belakangan ini, jadi ada posisi kosong."

Yoon Seo hanya diam saja. Pengacara Senior memaksanya mengambil kartu namanya. Yoon Seo pun mengambilnya.



Pengacara Senior merasa tangan Yoon Seo gak asing, Yoon Seo segera menyembunyikan tangannya. 

"Wajahmu juga tampak familier. Di mana aku melihatmu? Bisa lepaskan maskernya sebentar? Atau kacamata hitam itu. Aku tahu ini tak sopan, tapi bahkan garis lehermu anehnya tampak familiar. Ini bukan pelecehan seksual. Itu hanya karena kau tampak sangat familiar. Karena itu, bisakah lepas maskernya sebentar? Aku tak tahan ketika penasaran."

Yoon Seo mulai terpojok, apalagi saat Pengacara Senior akan segera menyentuhnya.




Yoon Seo mulai terpojok, apalagi saat Pengacara Senior akan segera menyentuhnya.

Untungnya Jung Rok muncul tepat waktu. Jung Rok langsung berdiri di depan Yoon Seo untuk melindunginya.

"Kau dengar pembicaraan kami?" Tanya Pengacar Senior.

"Ya. Jangan bertindak kasar lagi.. kepada sekretarisku."

Jung Rok lalu menggandeng tangan Yoon Seo, mengajaknya pergi.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis Touch Your Heart Episode 3 Part 1"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: