Sinopsis Touch Your Heart Episode 2 Part 1

Sumber: tvN



Yoon Seo memberanikan diri bertanya, apa Jung Rok membenci wanita? Jung Rok menjawabnya sambil mendekati Yoon Seo. 

"Aku... suka wanita. Sangat suka. Benar-benar suka. Hanya saja... Sama sekali tak ada ketertarikan padamu. Lalu, bisakah kau keluar dari ruanganku?"



jung Rok kembali sibuk. tapi Yoon Seo memanggil, "Permisi... Biarkan kuberi nasihat karena kau sangat cinta wanita. Kau harus ubah kepribadianmu. Tak ada wanita yang ingin bersama orang yang sangat rewel dan sensitif."

"Aku tak akan pernah memintamu untuk menyukaiku, jangan khawatir."

"Siapa bilang aku khawatir? Lebih baik pastikan kata-kata yang baru saja kau ucap. Kenapa? Kau tak percaya diri?"



"Bukannya tidak, karena tak ada waktu. Saat ini aku perlu menemukan dokumen yang hilang gara-gara kau, Oh Jim Sin-ssi."

"Oh Yoon Seo kubilang! Oh Yoon Seo!"

Yoon Seo keluar dengan kesal.


Yoon Seo berjalan penuh emosi, bahkan tak menghiraukan Yoon Hyuk yang mengabari akan mengadakan pesta penyambutan untuknya.



"Apa aku melakukan kesalahan?" Tanya Yoon Hyuk pada Hae yPung dan Moon Hee.

"Kupikir karena dia bertengkar dengan Kwon Byeonhosa-nim."

"Kenapa? Mereka tak akur?"

"Bagaimana aku tahu?"

Moon Hee: Lalu kenapa kau berasumsi mereka bertengkar?

Hae Young: Tak ada alasan.



Hae Young berlalu kembali ke mejanya. Moon Hee dan Yoon Hyuk sama-sama penasaran, "Apa sih?".



Yoon Seo tiba di atap dan ia langsung menyumpahi Jung Rok.

"Kwon Jung Rok, bedebah gila! Dasar brengsek! Kau bedebah gila menjengkelkan! Aku marah!"

Yoon Seo sangat kedinginan ketika angis berhembus, ia langsung mendekapkan tangan. 

Yoon Seo: Inilah yang dikatakan Vivien Leigh di "Gone with the Wind". "Lagipula, besok adalah hari yang lain".


Yoon Seo mengatakannya dengan penuh karisnya tapi langsung berubah saat angin berhembus menerpanya lagi, ia menggigil. Yoon Seo pun cepat-cepat kembali masuk.

Yoon Seo: Wah, dingin. Aku sungguh ingin menghilang di bawa angin.




Yoon Hyuk masuk saat Jung Rok sedang mencari dokumennya. 

"Kebetulan, kau berkelahi dengan Yoon Seo-ssi?" Tanya Yoon Hyuk.

"Mana mungkin begitu."

"Lagian, kenapa berkelahi dengan sekretaris yang luar biasa? Kau tahu aku jarang memuji orang, kan? Tapi Yoon Seo-ssi aku memujinya. Penampilan dan kepribadiannya semuanya sempurna. Dia akan lebih baik bersamaku karena aku jauh lebih sempurna daripadamu. Tidakkah kau pikir Daepyo-nim menugaskannya ke pengacara yang salah?"



Jung Rok mulai kesal, "Kau datang kemari untuk mengocehkan itu?"

"Ya ampun, aku hampir lupa. Aku datang untuk mengembalikan ini. Terima kasih."

"Kenapa kau punya ini?"

"Apa?"

"Kubilang kemarin akan meminjamnya... Oh benar... Akan kuberitahu ketika kau tiba, aku lupa."

Jung Rok membentaknya, "Kenapa mengambil barangku tanpa memberitahu?!"

"Maaf. Aku harus mengajukan permintaan untuk perintah pengadilan awal terhadap pengalihan kepemilikan. Jadi aku melihat kasus itu untuk referensi. Aku akan memberitahumu, tapi aku lupa karena sangat sibuk. Kuharap kau akan memahamiku karena kita berdua sama-sama sibuk."



Dokumen itulah yang Jung Rok cari sampai ia memarahi Yoon Seo tadi.


Jung Rok memandang keluar, ia melihat Yoon Seo barusan kembali dan menatapnya penuh kebencian. Jung Rok hanya menghela nafas.


Di mejanya, Yoon Seo mencoreti list pekerjaan yang harus ia laukan hari ini.



Jung Rok akan pergi dan ia pamit pada Yoon Seo. 

"Ada rapat klien sesudah pengadilan hari ini."

"Terserah."

"Juga... Maafkan aku."



Yoon Seo tanya, untuk apa? Jung Rok menjelaskan, file yang ia pikir di pindahkan Yoon Seo itu ternyata diambil Yoon Hyuk.

"Apa?"

"Karena aku sudah menuduhmu. Maafkan aku."

"Tunggu sebentar. Maka dari itu... itu salahmu dan bukan salahku? Begitu?"

"Ya aku minta maaf..."




Yoon Seo langsung berdiri,  "Kau pikir maaf saja cukup? Kau sudah melukaiku, permintaan maaf saja tak cukup. Jika file-file itu penting, harusnya kau jaga dengan baik. Kenapa meneriakiku karena kesalahanmu sendiri? Kedepannya, jangan lakukan hal-hal seperti tindakan tak bijaksana. Jika aku membersihkan mejamu, hargai itu daripada marah-marah tak jelas."

"Kukira tidak. Aku minta maaf atas tindakan gegabahku, tapi aku mengatur mejaku sesuai dengan sistem, kedepannya jangan menyentuhnya lagi. Permisi..."


Lagi-lagi Jung Rok meninggalkan Yoon Seo. 

"Permisi? Apa itu? Apa itu benar-benar permintaan maaf?"



Jung Rok ketemu CEO Yeon di lobi dan CEO Yeon kembali mengingatkannya soal pesta penyambutan Yoon Seo malam ini.

"Sudah kubilang hari ini ada rapat dengan klien."

"Bagaimana mungkin kau tak ada di sana? Dia sekretarismu."

"Siapa yang membuat rencana tanpa memberitahuku terlebih dahulu?"

"Aku. Kau tak akan datang bahkan jika kau senggang."

Jung Rok sudah jalan lagi. CEO Yeon berteriak, "Dia akan kecewa jika kau tak ada. Jangan lupa."

Jung Rok tidak menjawabnya.


CEO Yeon akan naik lift dan tak sengaja ia melihat Moon Hee sedang memohon pada kliennya untuk mendengarkannya. 

"Sudahlah, kau bukan satu-satunya pengacara! Beraninya kau membuatku terdengar seperti penjahat!"

Kliennya langsung pergi.





Moon Hee sadar ia kepergok oleh CEO Yeon, ia pun segera inta maaf dan menjelaskannya. 

"Dia pria kaya yang menolak bayar pajak. Dewi Keadilan dalam diriku tiba-tiba muncul."

"Kerja bagus. Berbuat adil itu penting. Siapa peduli jika klien kita berkurang? Paling sewa gedung akan menunggak. Kita mungkin harus pindah, setidaknya kita masih punya hati nurani. Kerja bagus. Kau paham yang kubicarakan, kan? Kerja bagus."

CEO Yeon mengakhirinya dengan hembusan nafas panjang. 


Yeo Reum rapat dengan rekan se-firma hukumnya. 

Yeo Reum: Buktinya tampak definitif. Hukuman tak akan kurang dari 15 tahun.

CEO: Benar. Kerja bagus.



Lalu rekan Yeo Reum minta ijin CEO untuk menangani kasus wanita yang menikam suaminya. Is akan menempatkan wanita itu ke penjara.

"Kasus apa itu?"

"Dia menikam dan membunuh suaminya, dan kemudian dia membakar jasad suaminya. Aku mencium ada yang aneh. Mungkin ada permainan busuk di sana."




Yeo Reum: Apa alasanmu berpikir begitu?

Pengacara: Aku memeriksa log investigasi, dan dia tampak seperti penggoda.




CEO membahas soal kembalinya Kim Se WOn sambil memandang Yeo Reum. Yeo Reum satu-satunya orang disana yang gak tahu akan hal itu bahwa Se Won akan mulai bekerja besok. 

CEO: Jangan menyebabkan masalah. Aku tak peduli dengan urusan pribadimu, tapi aku tak akan membiarkanmu mempermalukan kantor ini lagi.

Yeo Reum: Ya, aku minta maaf.

Yeo Reum dan Se Won adalah mantan kekasih.



Yeo Reum tak sengaja bertemu Se Won di lift. Se Won yang menyapa Yeo Reum duluan.




Saat di dalam lift pun, Yeo Reum memulai pembicaraan, "Aku mendengar berita itu. Kau kembali ke kantor."

"Ya, sepertinya begitu. Kabarmu baik?"

"Baik, berkatmu. Kau ingin bertemu Bujang-nim?"

"Ya."


Se Won bertanya, apa Yeo Reum sudah makan siang? Yeo Reum menjawab sudah. 

"Kau harus makan lebih banyak. Kau tampak kurus."

Se Won langsung keluar setelah mengatakanya, kebetulan pintu liftnya juga sudah terbuka.




Yoon Seo mengabari Hyuk Joon kalau ia ada pesta penyambutan malam ini. 

"Haruskah kau hadir? Bagaimana jika kau mabuk dan membuat masalah?"

"Jangan khawatir. Akan kukontrol minumku. Setidaknya minum segelas karena pestanya untukku. Omong-omong, aku akan meneleponmu jika sudah selesai."

"Baiklah. Aku akan menunggu disekitarnya, hubungi aku. Jangan minum terlalu banyak."

"Aku mengerti. Oppa, aku Oh Yoon Seo. Kau sungguh berpikir aku akan membuat masalah? Aku akan mempertahankan citraku yang elegan dan halus, jangan khawatir."



Yoon Seo sama sekali gak ada anggunnya saat sudah minum banyak. Ia mulai mengoceh mengenai Jung Rok.




Yoon Seo: Makanya itu... akan kulakukan dengan baik. Aku menginginkan pujian. Itu sebabnya aku melakukan apa yang kulakukan. Kau tahu itu, kan, Ahn Biso-nim?

Eun Ji: Ya, tentu saja aku tahu kerja keras yang kau lakukan. Kau tampaknya minum terlalu banyak.

Yoon Seo: Tapi Kwon Byeonhosa-nim membentakku dan meremehkanku. Mungkinkah dia memiliki masalah temperamen?



Yoon Hyuk membenarkan, bisa dibilang begitu. Tadi juga, ia membuat kesalahan yang bisa dilakukan siapa saja dengan mudah, tapi wajahnya langsung berubah.

Yoon Seo: Benar, kan? Begitulah dia! Itu yang kukatakan.

Yoon Seo menemukan sekutu. 

Yoon Seo: Tapi, kenapa Kwon Byeonhosa-nim tak ada di sini? Ada sesuatu yang mau kukatakan kepadanya.



Yoon Seo mendadak tidak sadarkan diri. 

Eun Ji: Bagaimana ini, dia sepertinya kebanyakan minum.

CEO Yeon: Kita tunggu sebentar sampai dia agak sadar. Oh Yoon Seo-ssi kita bagaimana ini... Dia dan Kwon Byeon tak akur.



Yoon Hyuk: Daepyo-nim, inilah maksudku. Ini tak akan terjadi jika kau mengirimnya kepadaku sebagai gantinya. Aku akan membimbingnya dan membantunya beradaptasi.

Moon Hee nyeletuk. "Dan berkencan dengannya."

Dan Yoon Hyuk refleks latah menyetujuinya, "Ya, dan berkencan dengannya."

Tapi saat ia sadar, ia langsung menegur Moon Hee, apa itu tadi maksudnya? 

"Maafkan aku. Sepertinya kau tertarik padanya."



Yoon Hyuk: Aku tak bisa bilang bahwa aku tidak.

CEO Yeon: Kenapa kau harus begitu? Beraninya kau tertarik padanya?

Yoon Hyuk: Beraninya aku? Bukannya aku tak kekurangan apapun. Aku memiliki penampilan yang baik, kepribadian yang hebat, uang, dan bakat.

Moon Hee kembali nyeletuk, "Juga, aku anak yang baik."

Dan Yoon Hyuk kembali latah menyetujuinya. 

Yoon Hyuk: Dan Byeon, kau mencoba memancing emosiku?

Moon Hee: Tidak, tentu saja tidak. Kenapa aku harus? Maafkan aku. Apa yang salah denganku?




Eun Ji kembali membahas Yoon Seo dan Jung Rok, apa tidak apa-apa membiarkan mereka terus bersama? 

Hae Young: Menurut tabloid, Oh Yoon Seo-ssi temperamennya agak buruk. Bagaimana jika dia mengamuk di kantor satu hari?

CEO Yeon: Jangan khawatir. Sebelum itu terjadi, Aku akan melakukan pekerjaanku sebagai CEO dan menengahi perselisihan mereka.

CEO Yeon melihat jam, sudah makin larut tapi Jung Rok kenapa gak datang-datang?



Mendengar nama Jung Rok disebut, Yoon Seo langsung bangun. Yoon Seo mengira Jung Rok sudah datang, dimana dia?

Yoon Seo memandang sekitar dan menghentikan pandangannya pada Pak Lee, ia mengira Pak Lee adalah Jung Rok.

"Kwon Byeonhosa-nim? Kenapa wajahmu? Apa gara-gara alkohol? Kau terlihat lebih menakutkan."


Pak Lee tidak menanggapinya, ia hanya terus minum.



Jung Rok masih meeteng dengan kliennya dan ia juga gak tenang sebenarnya, dari tad ia terus melihat jam.

Jung Rok: Ini demi urusan terbaikmu, untuk menyelesaikan alih-alih pergi ke pengadilan.

Klien: Ya tentu saja. Aku seorang pria yang dihormati oleh rekan-rekannya dan di komunitasnya. Aku tak ingin terlihat buruk dengan menuntut seseorang karena masalah dengan anjing. Namun, karena gonggongan anjing itu, anakku tak bisa fokus pada studinya. Dia masih belum diterima di universitas.

Jung Rok: Aku mengerti.

Klien: Sudah 4x mencoba. Jika dia...



Jung Rok: Maaf, hari ini sampai disini.

Klien: Kenapa? Yah, setidaknya minum denganku.

Jung Rok menolaknya, "Sudah menjadi peraturan untuk tak minum dengan klien. Juga..."

Jung Rok berhenti sebentar karena ada yang menelfon, ia melihat layar ponselnya, lalu melanjutkan, "Aku akan duduk dengan pengacara lawan segera."

"Baiklah kalau begitu. Makanya izinkan kutuangkan segelas minuman."

"Maaf, tapi hari ini aku harus pergi terlebih dahulu. Selamat malam."


Saat sendirian, Yoon Hyuk bicara dengan ibunya di telfon.

"Ibu, bagaiamana kalau menantu selebriti? Apa? Langkahi mayatmu? Tapi Ibu...  Kenapa kau harus sedrastis itu? Tolong izinkan."

Yoon Hyuk bicara dengan logat anak kecil, manja banget. Tapi setelah ia mendengar suara rekan-rekannya, ia langsung menggati nada bicaranya menjadi lebih berwibawa.



Yoon Hyuk mengajak pergi ke putaran kedua, ada bar anggur di seberang jalan.

CEO Yeon: Ayo pulang. Semua orang kelelahan, dan Yoon Seo-ssi masih mabuk.

Yoon Hyuk: Tapi masih belum terlalu malam. Tapi, dimana Yoon Seo-ssi?

CEO Yeon: Manajernya...  Tidak, apa ini... Maksudku sepupunya. Dia di telepon memintanya untuk menjemput. Dengan sepupunya.




Eun Ji pamit duluan karena sudah waktunya Jin Hee pulang sekolah. CEO Yeon tentu saja mengijinkan. Pak Lee akan mengatakan sesuatu dan CEO Yeon langsung memotongnya.

CEO Yeon: Samujang-nim juga pulanglah. Kalian sama arahnya, kan?

Pak Lee: Ya. Kemudian, seperti busa di atas bir hari ini, kuharap kalian menghabiskan malam yang subur dan lancar.

Eun Ji dan Pak Lee pulang duluan.



Hae Young menanyakan apa maksud kata-kata Pak Lee tadi pada CEO Yeon, tapi CEO Yeon juga tidak tahu apa maksudnya.

Moon Hee melihat Jung Rok datang. Semuanya megeluh karena Jung Rok baru datang, jadi mereka harus menunggu lama.

Jung Rok: Rapatku memakan waktu lebih lama dari yang kukira.




Yoon Seo mendadak muncul dan langusng mengenali Jung Rok. Ia sudah mabuk berat sampai bicara dengan banmal. 

"Hei. Kwon Jung Rok. Kwon Jung Rok."

Selanjutnya, Yoon Seo bicara sambil menari, "Kwon Byeonhosa-nim, kenapa baru datang sekarang? Ada banyak hal... yang ingin kuberitahukan padamu!"

"Kau mabuk?"

"Aku tak mabuk sama sekali. Aku tak mabuk kok! Kwon... Jung... Rok... Byeonhosa-nim. Mumpung kita masih sadar, ayo kita bicara serius!"





Yoon Seo menunjuk Jung Rok dan jalan menujunya tapi Jung Rook menghindar. Yoon Seo tersandung kakinya sendiri dan berakhir menabrak tong sampah Ahjumma cleaning service. 

Tong itu ada rodanya, jadi Yoon Seo kebawa sampai jauh sebelum akhirnya jatuh mengenaskan. 



Langsung deh Yoon Seo menatap Jung Rok penuh benci, "Kau baru saja melemparkanku ke tanah?"






Jung Rok tdak bisa menjawabnya. Ia menatap yang lain dan mereka menunjukkan tatapan kala dirinya yang salah.



Jung Rok kembali menatap Yoon Seo dan Yoon Seo makin membencinya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Komentar untuk "Sinopsis Touch Your Heart Episode 2 Part 1"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: