Sinopsis Touch Your Heart Episode 2 Part 2

- Februari 08, 2019
>
Sumber: tvN


Sebelum turun dari mobil, Jung Rok sempat memikirkan kejadian tadi dan itu membuatnya menghela nafas.



Saat turun, Jung Rok dipanggil Se Won. Se Won menunggunya selama 2 jam di depan rumah.

"Apa ini?" Tanya Jung Rok.

"Aku mulai bekerja besok."

"Jadi?"

"Aku datang buru-buru, dan tak punya tempat tinggal."

"Jadi?"

"Biarkan aku tinggal bersamamu. Kau sudah makan malam? Kau terlambat. Ayo masuk."



"Kim Se Won!"

"Apa? Aku kedinginan. Aku menunggu di sini selama dua jam. Ayo masuk. Aigoo. Ayo pergi."

Jung Raok terpaksa menurut.




Se Won suka dengan rumah Jung Rok. Setelah duduk ia membahas soal Jung Rok yang ia dengar barus merekryt sekretaris baru, sudah pesta penyambutan?

"Bagaimana kau tahu?"

"Joon Gyu Hyeong memberitahuku. Dia wanita yang luar biasa."

"Dia memberitahumu siapa?"

"Tidak. Kenapa? Dia orang yang kau kenal?"

"Kau tak harus tahu."

"Kenapa? Siapa?"



Jung Rok mengubah topik, bertanya apa Se Won sudah bertemu dengan Yeo Reum? 

"Aigoo.. Sebentar. Dia bahkan tak menatapku dengan benar."

"Apa yang kau harapkan?"

"Benar juga. Badannya makin kurus."

"Benar, kah?"

"Wanita itu masih cantik."

Se Won mengajak Jung Rok tinggal bersama, menurutnya rumah Jung Rok cocok untuk dua orang. 

"Jika kau dapat tidur di sofa tanpa selimut, silakan." Jawab Jung Rok.

"Bagaimana jika kau saja?"

"Bisakah kau enyah saja?"

"Tidak, aku akan tinggal."

Se Won langsung mengajak min, Jung Rok punya bir di kulkas kan? Tanpa menunggu jawaban Jung Rik, Se WOn mencari di kulkas.



Yoon Seo merengek, ia sungguh malu sampai tahap bisa gila. 

"Tenang, Yoon Seo-ya. Yoon Seo, tenang sedikit. Apa maksudmu memalukan? Seorang aktris seharusnya tak merasa seperti itu!"

"Kenapa? Bukankah ini cara terbaik untuk mengekspresikan perasaanku saat ini? Aku sangat terhina sebelumnya, dan aku benar-benar ingin mati."

"Ya benar."

"Kwon Jung Rok, brengsek jahat. Bagaimana bisa melemparku ke tanah?"

"Ketika kudengar, dia tak benar-benar melemparmu."



Yoon Seo menunjukkan tatapan mautnya. Seketika itu Hyuk Joon meralat omongannya.

"Benar. Jika si brengsek itu langsung menangkapmu, Kau tak akan jatuh menyedihkan seperti itu. Apa perlu keluar duit untuk menangkap orang agar tak jatuh? Pengacara sialan."

"Itu maksudku!"

"Ya."

"Aku tak akan melupakan hal ini. Aku akan balas dendam padanya."

"Bagaimana kau akan balas dendam? Dasar."



Lagi-lagi Yoon Seo menunjukkan tatapan mautnya. Sudah bisa diprediksi bagaimana reaksi Hyuk Joon selanjutnya.

"Akan kubalaskan dendammu! Apa yang harus kulakukan? Haruskah aku mencincangnya?"

"Tidak, aku akan melakukannya sendiri."

"Kau akan mencincangnya?"



"Tidak. Aku akan menjadi sekretaris yang sempurna, dan menjadikannya seseorang yang tak bisa melakukan apa pun tanpa aku. Setelah tiba-tiba berhenti sesudah tiga bulan, dia akan menyadari betapa pentingnya aku dan menangis dengan sedih."

"Kedengarannya seperti membalas dendam pada mantan pacar."

"Aku akan menghancurkanmu, Kwon Jung Rok. Aku akan membalas dendam dan membuatnya membayar!"

Yoon Seo kembali menangis.



Besoknya, Yoon Seo berangkat pagi-pagi, ia memastikan pada Hyuk Joon kalau kantor pasti kosong kan?

"Tentu saja. Pekerjaan dimulai jam 9, dan sekarang baru jam 8. Akan memalukan jika kau berpapasan siapa pun, pergi ke ruanganmu dan tetap disana."

"Benar. Mulai sekarang aku akan fokus kerja seperti orang gila Aku akan tinggal di kantorku dan fokus kerja."

"Fokus? Wow, aku suka kata itu. Ide bagus. Yoon Seo, kau harus bekerja seperti orang gila hari ini! Ready..."



Yoon Seo turun gak bilang-bilang hingga membuat Hyuk Joon bicara sendiri.

Jyok Joon: Kuharap dia tak terlalu gila.




Yoon Seo sukses masuk kantor tanpa bertemu siapapun. Tapi ia dikejutkan dengan kemunculan Pak Lee yang tiba-tiba. 

"Kenapa..." Yoon Seo terkejut.

Pak Lee hanya mengambil daun yang jatuh dan memasukkannya kedalam buku.



Yoon Seo akan lanjut ke ruangannya, tapi ia malah disapa oleh Eun Ji, Moon Hee dan Hae Young yang barusan keluar dari Pantry. 

Yoon Seo pun terpaksa balik badan dan menyapa balik mereka.

Hae Young: Benar. Kau baik-baik saja? Sepertinya kau memar?

Yoon Seo: Tidak, aku baik-baik saja.

Eun Ji: Apa maksudmu?

Yoon Seo: Oh...




Hae Young: Kemarin malam, Oh Yoon Seo-ssi tersungkur. 

Eun Ji tak mengerti, Hae Young pun menjelaskannya dengan semangat menggebu membuat Yoon Seo malu abis.


"Nah, Kwon Byeonhosa-nim bergabung dengan kami agak larut malam, dan Oh Yoon Seo-sso berlari ke arahnya bilang dia punya sesuatu untuk dikatakan. Tapi dia tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan mulai tersandung. Kwon Byeonhosa-nim tak meraih dan hanya menghindarinya, jadi dia jatuh."

Eun Ji: Ya Tuhan. Kwon Byeonhosa-nim menghindarinya?

Hae Young: Ya. Bukankah sangat mengecewakan? Jadi Oh Yoon Seo-ssi berusaha mati-matian untuk tak jatuh. Dia mendorong tempat sampah dan berlari ke ujung lorong, tapi akhirnya jatuh.

Eun Ji: Tapi aku tak mengerti. Apa maksudmu, dia mendorong tempat sampah dan berlari?




Moon Hee langsung mempraktekkannya dengan kursi. Kebayangkan bagaimana malunya Yoon Seo? 




Yoon Seo meminta mereka berhenti. Dengan wajah polosnya, Moon Hee meminta maaf, ia  hanya ingin membantu Eun Ji memahami.

Yoon Seo: Tidak. Tak apa. Permisi.

Yoon Seo pelan-pelan berjalan ke ruangannya sambil tersenyum.


Setelah menutup pintu barulah Yoon Seo mengeluh bahwa tadi ia maluuuu banget.

"Tapi, kenapa mereka datang sangat pagi?"



Kebetulan Jung Rok datang barengan dengan CEO Yeon. CEO Yeon memprotes kelakuan Jung Rok semalam, Jung Rok sungguh jahat, serius, sangat jahat.

"Kenapa bersikap seperti itu tadi malam?" Tanya CEO Yeon.



"Apa maksudmu? Kau benar-benar tak tahu? Kau harusnya manangkap Yoon Seo. Bagaimana bisa kau... Bagaimana bisa kau menghindar seperti itu?"

"Kapan aku mengangkat kaki seperti itu? Aku hanya berbalik sedikit."

"Kau berbalik dan mengangkat kakimu. Jika orang akan jatuh, pasti ada instict untuk meraihnya. Kau seharusnya menangkapnya. Kenapa menghindar? Ya ampun."



CEO Yeon lega soalnya hanya mereka yang lihat. Bagaimana jika orang lain melihatnya? Orang-orang mungkin memposting foto dan mencoba mempermalukan Yoon Seo. Bagaimanapun, ia tak tahu apa Yoon Seo baik-baik saja. Seorang aktris seperti dia dipermalukan di depan semua orang. Bagaimana jika dia bilang tak akan datang kerja mulai sekarang?

"Dia mungkin tak datang kerja?" Tanya Jung Rok sambil menatap CEO Yeon.  

"Wajah apa itu? Apa kau menantikannya? Jika Yoon Seo berhenti datang untuk bekerja, kau harus berhenti datang juga."

"Kau serius?"

"Bercanda."



CEO Yeon mengitari Jung Rok meminta Jung Rok untuk bersikap baik pada Yoon Seo. 

"Baiklah padanya. Ayolah, Baiklah padanya. Pokoknya, bersikap baik padanya setidaknya demi sepupuku."

"Aku bahkan belum pernah melihat sepupumu."

"Dia terlihat imut."



Selama perjalanannya menuju ruangan. Jung Rok mendapatkan 'kecaman' dar orang-orang.

Yoon Hyuk: Aku tak tahu kau begitu tanpa belas kasih, Kwon Byeon. Aku sangat kecewa.


Eun Ji: Aku juga mendengar apa yang terjadi, dan sepertinya kau agak jahat kemarin malam.



Hae Young: Bukan agak jahat. Dia benar-benar jahat. Yoon Seo-ssi tampak sangat kesal hari ini. Bagaimana ini?



Moon Hee: Alih-alih membeli buket bunga di pesta penyambutannya, dia mendapat buket penghinaan. Jadi tentu saja, dia kesal. Kenapa kau melakukan itu padanya?


Kata-kata Moon Hee yang paling kasar dan saat Jung Rok balik menatapnya, ia buru-buru minta maaf. 

"Maafkan aku. Jika menyinggung perasaanmu tolong terima permintaan maafku."

Jung Rok hanya diam saja. Ia tidak menanggapi apapun.



Yoon Seo menyambut Jung Rok dengan sapaan manis, bahkan menawarkan secangkir kopi. 

"Tidak apa-apa."

"Jika ada yang kau butuhkan, jangan ragu untuk memberitahuku. 
Aku memutuskan untuk menjadi sekretaris yang sempurna mulai hari ini."

"Kemarin malam..."



Yoon Seo menduga Jung Rok akan minta maaf padanya, ia sudah siap menerimanya. Tapi ternyata...



Jung Rok: Kau benar-benar mabuk kemarin. Bukan pemandangan indah untuk dilihat.

Yoon Seo: Apa katamu?

Jung Rok: Kedepannya, kontrollah minummu agak tak kebablasan.

Yoon Seo: Omong kosong macam... (Yoon Seo keceplosan, tapi ia segera mengubah nada bicaranya kembali manis) Kau harus meminta maaf padaku, bukannya memberi nasihat.

Jung Rok: Meminta maaf?



Yoon Seo: Aku jatuh kemarin gara-gara kau.

Jung Rok: Tepatnya, bukan karena aku. Kau jatuh sendiri.

Yoon Seo: Jadi, maksudmu kau tak melakukan kesalahan?

Jung Rok: Aku merasakan tanggung jawab moral.

Yoon Seo: Tanggung jawab moral?



Yoon Seo entah menggunakan istilah hukum kemudian, "Negligent homicide. Kau melangkah ke samping padahal kau tahu aku bisa terluka jika kau tak menangkapku. Kau mengabaikan orang yang terlalu mabuk untuk berdiri."

"Kau tahu beberapa hal tentang hukum."

"Ya, aku kuliah di fakultas hukum. Bukan itu intinya. Jika kau punya argumen balasan, aku ingin mendengarnya."

"Lalu bagaimana dengan kenyataan kau minum sampai mabuk?"

"Ya?"

"Aku yakin kau sudah tahu akan sangat berbahaya untuk minum sebanyak itu kemarin. Dan itu juga bisa dianggap sebagai kelalaian besar. Permisi...."



Yoon Seo kesal karena Jung Rok selalu saja mengakhiri kalimatnya dengan "permisi" dan langsung pergi.

"Permisi? Permisi? Dia sangat menyebalkan."




Se Won resmi bekerja dan sekarang ia menghadap Bujang-nim. 

"Bagaimana rasanya setelah lama tak kembali?" Tanya Bujang-nim.

"Saya berterima kasih Anda meminta saya kembali. Saya kira ini sebabnya mereka bilang koneksi itu penting."

"Sudah kau lihat file kasusnya, kan? Maaf karena membombardirmu dengan pekerjaan secepatnya."

"Bukankah itu sebabnya Anda meminta saya untuk kembali? Omong-omong, bukankah Jung Ji Ho Daepyo pria yang mendapat dakwaan karena berjudi di luar negeri?"

"Ya, Park Geomsa bertanggung jawab atas kasus itu. Sementara itu, aku ingin kau memeriksa penggelapan."

"Apa ada bukti?"

"Ada orang yang melapor. Ada rumor tentang itu sebelumnya, tapi tak bisa menuntutnya."

"Kenapa?"

"Kenapa lagi?"

"Apa Anda mencoba membuat saya bertanggung jawab penuh untuk itu?"

"Tidak, hanya saja tak ada yang bisa menyelidikinya kecuali orang gila sepertimu."

"Nah, jika itu seberapa tinggi Anda memikirkansaya, Saya akan bekerja keras."

"Kau tak akan dapat melakukannya sendiri. Aku akan mengirim seseorang yang dapat membantu, berikan yang terbaik."

"Terima kasih."



Se Won tak sengaja melihat Yeo Reom saat akan ke ruangannya. 

Oh maaf. Tak kira Se Won dan Yeo Reum ini pengacara sama seperti Jung Rok, ternyata salah. Mereka berdua adalah Jaksa.




Se Won masuk ruangannya. Disana ada tiga orang yang membantunya.

Pertama adalah Kim Hyung Sik, penyidik.

Kedua Yoo Hyun Ji, staf administrasi.




Dan ketiga, Lee Joo Yeong Geomsa.

Joo Yeong: Aku membantu Park Seo Yeon Seonbae-nim dengan kasus perjudian di luar negeri, jadi aku tahu betul tentang Jung Ji Ho.

Se Won: Maka kita akan dapat menyelesaikannya dengan cepat. Atur barang-barangmu. Mari kita mulai briefing. Rapat dimulai dalam tiga menit.



Hyung Sik dan Hyun Ji bisik-bisik. Mana bisa bersiap dalam tiga menit?

"Aku memang mendengar desas-desus tentang dia."

"Masak kari pun tak cukup."

"Makanya itu."




Jung Rok mendengar teleponnya berdering, ia akan mengangkatnya tapi keduluan oleh Yoon Seo. 

"Apa gunanya menjawab?" Gumam Jung Ro dan langsung menuju Yoon Seo untuk menerima panggilan. 





Saat Jung Rok mencapai pintu, Yoon Seo sudah meneruskan panggilannya. 

"Apa yang kau lakukan? Aku meneruskan panggilan. Dia Kim Myung Hwan, klienmu." Kata Yoon Seo. 

"Baik."


Jung Rok pun kembali lagi dan menerima panggilan, ia berkata akan menemui kliennya itu sejam lagi.



Setelah menutup telepon. Jung Rok memandang Yoon Seo dan Yoon Seo membalasnya dengan senyuman manis.




Jung Rok akan pergi, ia pamitan pada Yoon Seo, "Aku keluar untuk menemui klien."

"Baik. Aku mengerti."

"Sepertinya aku tak bisa makan siang denganmu hari ini."

"Baik, jangan khawatir. Aku akan mengurus makan siangku sendiri."

"Baiklah kalau begitu."

Jung Rok pun pergi.


Tapi Yoon Seo langsung mengeluh, "Astaga, bagaimana makan siangku?"

AKhirnya ia memanggil SOS. Ia meminya Hyuk Joon membelikannya Salguksu.



Hyuk Joon menerima panggilan Yoon Seo di depan Yeon Daepyo. Yeon Daepyo mrnyutuh Hyuk Joon menurutinya saja toh gak minta beli seluruh restoran kan.


"Omong-omong, bukankah Yoon Seo terlihat sangat cantik saat dia makan?" Tanya Yeon Daepyo. 

"Dia benar-benar makan dengan baik."

"Benar, kan? Dia sangat cantik, kan? Itu yang membuatku jatuh cinta padanya. Setelah itu, aku mendapatkan tanda tangannya."

"Karena itu?"

"Dia sangat cantik."

[14 tahun yang lalu]







Yeon Daepyo gak sengaja melihat Yoon Seo yang sednag becanda dengan temannya. Yoon Seo meminta bungeoppangs yang disimpan temannya di dalam mantel. Jadinya kek adegan iklan. 

Saat itu, Yeon Daepyo langsung jatuh cinta pada Yoon Seo. 






Kejadian itu merupakan ide dari iklan coklat. 


Yeon Daepyo: Yoon Seo menjadi bintang besar sesudah syuting iklan itu. Dan berkat itu, aku juga menjadi stabil secara finansial. Waktu terasa begitu cepat. Aku.. akan memastikan Yoon Seo kembali berdiri.

Yoon Daepyo jadi emosional sampai menangis.



Hyuk Joon: Apa kau pikir itu andropause? Pria pengidap andropause tampaknya tak bisa mengendalikan emosi.

Yeon Daepyo: Oh benar, kah? Tutup mulutmu.



Yeon Daepyo mendapat telfon dari Yoo Siljang. Ia memastikan semuanya beres.

Lalu Yeon Daepyo memberitahu Hyuk Joon kalau Min Ji harus pergi ke pesisir  dalam perjalanan bisnis dan Yeon Daepyo ingin Hyuk Joon menggantikan Yoo Siljang menemani Min Ji kesana karea Yoo Siljang sedikit sakit.

"Lalu siapa yang akan jadi supir Yoon Seo..."

"Katakan padanya untuk naik taksi. Kau membelikannya Salguksu."


Yeon Daepyo: Min Ji sedang naik daun sekarang. Dia layak mendapatkan dukungan penuh. Kau seorang manajer. Kau harus tahu itu.

Hyuk Joon akan protes, tapi Yeon Daepyo segera menodongnya, "Kenapa? Kau merasa kesal?"

Hyuk Joon pun tidak bisa apa-apa.
>


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search