Sinopsis Touch Your Heart Episode 2 Part 4

Sumber: tvN



Pengemudi itu turun dan mendekati Yoon Seo, ia membentak Yoon Seo untuk segera keluar. Yoon Seo panik, ia menghubungi seseorang tapi tidak ada jawaban.

"Mobilku rusak. Kau merusak mobilku! Keluar sekarang! Hei! Biar kulihat wajahmu! Buka kacamata hitammu. Turunkan jendela. Keluar!" Bentak pengemudi. "Kau ingin aku memecahkan ini? Lihat. Akan kupecahkan jendela ini. Hei. Kupecahkan nih."



Saat pengemudi itu siap meninju kaca mobil, seseorang menangkap tangannya. Orang itu adalah Jung Rok.

Yeay... Yoon Seo selamat. 



Jung Rok mengenalkan diri sebagai pengacara Yoon Seo. 

"Apa? Pengacara? Jika kau pengacara, kau pikir kau bisa membiarkan ini?"

"Tentu saja kita tak bisa membiarkannya. Dan aku juga tak akan membiarkan apa yang kau lakukan begitu saja."

"Apa yang kulakukan?"

"Apa yang kau lakukan disebut mengemudi untuk balas dendam, atau mengemudi sembrono. Menurut pasal 151-2 UU Lalu Lintas, bisa dihukum hingga 1 tahun penjara atau denda 5.000.000 won."

"Sekarang wanita ini menabrak mobilku dari belakang duluan!"

"Ya. Kita dapat memeriksa blackcam dan lihat apa yang terjadi. Kami juga akan dapat memeriksa apa kau mengubah jalur tiba-tiba tanpa menyalakan sen."




Pengemudi itu mengaku kalah, ia langsung sopan dan meminta masalah ini selesai sampai disini saja. Yoon Seo teriak senang dalam hati. 

Jung Rok: Tidak. Ayo kita selesaikan secara hukum. Aku cukup menyukai hukum.




Akhirnya Yoon Seo dan Jung Rok ke kantor bareng. Di dalam lift, Yoon Seo menatap Jung Rok dengan tatapan tak biasa dan membuat Jung Rok bertanya alasannya.

"Aku tak menatapmu." Bantah Yoon Seo sambil mengalihkan pandangannya.

Sekarang giliran Jung Rok yang balik menatap Yoon Seo.

"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Yoon Seo bertanya balik.

"Aku ingin memastikan kau harus ke rumah sakit atau tidak."

"Aku tak harus pergi. Aku baik-baik saja."

Yoon Seo merasa ada yang aneh, "Omong-omong, bagaimana kau tahu itu aku?"

"Aku melihatmu."

Kilas Balik..




Jung Rok meihat kejadian tabrakan itu. 

Kilas Balik selesai..



Yoon Seo: Bagaimanapun, terima kasih sudah melangkah dan membantuku. Untuk membalasmu, aku akan bekerja keras hari ini.

Jung Rok: Baik. Sesuaikan dirimu.



CEO Yeon bergabung dengan mereka. CEO Yeon dan Yoon Seo saling menyapa.

CEO Yeon: Kwon Byeonhosa-nim, ekspresimu tegas konsisten.

keduanya langsung menatap CEO Yeon.


CEO Yeon: Ya, terlihat sangat tegas. Jika kau bertemu Yoon Seo pagi-pagi, kau harus memberikannya senyuman. Kaulah yang bekerja paling dekat dengannya. Bagaimana bisa kau begitu tak ramah? Jika kau bertemu dengannya di luar, kau akan pura-pura seperti orang asing. Benar, kan?

Yoon Seo: Yah, kurasa.

Jung Rok menunjukkan tatapan protes pada CEO Yeon. CEO Yeon berbisik, menyuruh Jung Rok tersenyum. Jung Rok mengabaikannya.


Setelah pintu lift terbuka, Jung Rok jalan duluan meninggalkan CEO Yeon dan Yoon Seo.

CEO Yeon: Aku tahu rasanya sangat aneh ketika berada di sekitar Kwon Byeonhosa-nim, tapi aku akan sering membantumu, bersabarlah, Oh Yoon Seo-ssi.

Yoon Seo: Baik.



CEO Yeon: Bagus... Dan Kwon Byeon nyatanya sangat patuh jika aku menegurnya dengan tegas. Jadi jika dia menyulitkanmu atau melecehkanmu, beri tahu aku kapan saja. Dan kau seharusnya tak pernah berpikir untuk berhenti.

Yoon Seo: Bagaimana ya... Dia mungkin orang yang lebih baik dari yang kita kira.

CEO Yeon: Apa katamu?


Yoon Seo: Apa? Tidak ada.




Jung Rok tak sengaja memergoki Yoon Seo menguap. Yoon Seo langsung menutup mulutnya.



Jung Rok keluar untuk bicara pada Yoon Seo. Jung Rok tanya, Yoon Seo kuliah hukum kan?

"Ya. Hanya 1 semester di tahun pertama. Bukannya dikeluarkan, aku memutuskan untuk berhenti. Aku terlalu sibuk dengan jadwalku."

"Pernahkah kau mencari contoh kasus?"

"Tidak."



"Jika kau mencari kata kunci di situs web resmi Mahkamah Agung, kau akan menemukan contoh-contoh yang relevan. Temukan semua yang relevan dengan kasus ini."

"Apa yang harus kutemukan?"

"Kasus tentang keluhan kebisingan karena hewan peliharaan."



Yoon Seo langsung mengambil buku catatan.

Jung Rok: Tidak harus hewan peliharaan saja. Bisa konflik Atau gugatan antar tetangga atau kebisingan antar lantai.

Yoon Seo: Baik. Karena ini pekerjaan pertamaku, aku akan bekerja keras.

Jung Rok: Baik. Yah...



Yoon Seo segera mengerjakan tugasnya dan setelah selesai ia memberikannya pada Jung Rok.

"Tak banyak kasus sebelumnya dari yang kupikir. Terutama, tuntutan hukum mengenai keluhan kebisingan karena hewan peliharaan. Tapi aku ingat sebuah cerita yang kudengar sebelumnya dan mencarinya. Ini bukan kasus di negara kita. Namun di AS, seseorang menggugat tetangga karena hewan peliharaan di sebelah membuat kebisingan, dan memenangkan gugatan. Dan tahukah kau berapa banyak yang dia terima untuk kompensasi? 500.000.000 won. Luar biasa, kan?"



"Kapan kau mendengar kasus itu?"

"Selama tahun pertamaku, kami membuka mock trial, dan aku ingat tim lain yang menyebutkan kasus ini."

"Pasti sudah lama sekali. Kau masih ingat?"

"Hmm~ Aku punya ingatan yang bagus. Meskipun sutradara tak pernah memuji atas aktingku, aku sering dipuji karena menghafal semua dialogku. Yah, aku tak bermaksud membanggakannya."

"Itu sesuatu untuk dibanggakan."

"Apa?"

"Bagaimanapun, ini sangat membantu. Kau bisa pergi sekarang."




Yoon Seo sangat senang mendengarnya. Ia memberi tanda semangat. Jung Rok hanya mengiyakan saja.




Yoon Seo kembali bekarja dan disela-sela itu ia menatap Jung Rok.

"Apa karena dia bintang dari firma hukum ini? Dia punya banyak pekerjaan."

Yoon Seo melihat jam dan sudah waktunya pulang.

"Dia bilang akan membenciku jika aku tak pulang tepat waktu. Haruskah aku pulang?"





Jung Rok terus bekerja sampai malam. Dan saat ia sadar, ia melihat Yoon Seo ketiduran di mejanya.





Jung Rok bersiap pulang, tak lupa ia membangunkan Yoon Seo.

Yoon Seo terbangun oleh ketukan Jung Rok di mejanya. Dengan mata masih tertutup dan rambut berantakan, Yoon Seo berkata kalau ia tidak tidur, hanya memikirkan jadwal Jung Rok besok.

"Kenapa belum pulang?"

"Nah, kalau-kalau kau harus menambahkan sesuatu ke jadwalmu."

"Mari makan malam."

"Ya?"




"Mari makan malam."

"Apa yang salah denganmu hari ini? Kenapa kau bersikap baik? Kau menangani dan membantuku kecelakaan mobil. Kau memberiku waktu yang sulit, bilang bahwa aku tak akan bisa membantumu. Tapi hari ini, kau memberiku pekerjaan. Kau memujiku, dan sekarang, kau ingin makan malam bersamaku. Sangat aneh."



Yoon Seo memikirkan sesuatu, "Tidak mungkin. Apa aku akan diberhentikan? Kau bersikap baik karena ini hari terakhirku? Apa makan malam seperti pesta perpisahan? Benar?"

"Bukan itu. Maksudku, kita harus makan malam."



Sebelum mengajak Yoon Seo pergi, ia menunjuk rambutnya sambil menatap Yoon Seo. Yoon Seo langsung mengambil cermin. Ia merapikan rambutnya sebelum mengikuti Jung Rok.




Jung Rok mengajak Yoon Seo makan di tempat yang sepi. 

"Apa kau sering kesini? Tidak ada pelanggan, tapi apa ini restoran terkenal yang tersembunyi?"

"Tidak. Makanan di sini rasanya tak enak. Dagingnya juga terasa agak kering."

"Lalu kenapa datang ke sini?"

"Bukankah kau bilang tak nyaman pergi ke restoran yang ramai?"

"Dengan begitu, kau memikirkanku?"

"Berapa lama kau akan memakai kacamata hitam itu?"

"Yah, kukira tak ada yang akan memperhatikanku di sini, dan tak ada seorang pun di sini. Aku akan melepasnya."




Yoon Seo melihat ada poster dirinya tertempel di dinding. Dengan bangga ia mengatakan kalau ia model iklan soju itu, ia langsung memperlihatkannya pada Jung Rik.

Sama seperti sebelumnya, Jung Rok menatap Yoon Seo tanpa ekspresi. 


Yoon Seo: Apa ini.. Kau membuatku malu. Bisakah minum banyak hari ini?

Jung Rok: Kau sering minum.




Yoon Seo: Aku merasa sedih selama pesta penyambutan. Hari ini aku merasa tidak terlalu buruk, jadi aku akan minum lebih banyak.

Jung Rok hanya diam.




Sorang Ahjussi datang mengantar soju. Ia bilang pada Ahjumma pemilik restorant untuk mengganti poster sojunya. 

"Model perusahaan soju sudah lama berubah."

"Kita tak memiliki pelanggan. Tidak akan ada yang melihat."

Ahjussi itu membawa yang baru, ia langsung menggantinya. 




Jung Rok khawatir akan Yoon Seo, tapi Yeon Seo malah bilang kalau mereka datang ke tempat yang sempurna.

"Mungkin aneh karena jika seseorang benar-benar mengenaliku. Benar, kan?"

Yoon Seo langsung meminum sojunya dan mulai makan lagi.



Jung Rok: Oh Jim Sin-ssi, kau tampak lebih kuat dari yang kupikir.

Yoon Seo: Yah, aku sudah terbiasa dengan itu saat menjadi selebriti. Orang-orang bergosip sepanjang waktu, dan memposting komentar jahat tentangku. Tabloid berbicara tentang hal-hal yang bahkan tak kulakukan. Sudah kualami untuk waktu yang lama, dan sekarang sudah terbiasa. Bohong jika aku berkata baik-baik saja akan hal itu.

Tapi Yoon Seo masih bisa tersenyum.



Jung Rok: Bagaimana pekerjaanmu di firma hukum?

Yoon Seo: Sampai sekarang pun masih sulit, tapi hari ini, aku menikmatinya. Hari ini, kau memberiku pekerjaan, memujiku, Dan mentraktirku gopchang sebagai bonus.

Yoon Seo menunjukkan kebahagiaannya.




Jung Rok keluar duluan dan ia melihat poster Yoon Seo ada di tempat sampah. Jung Rok langsung menutupinya dengan tubuhnya agar Yoon Seo tidak melihatnya.

"Kwon Byeonhosa-nim. Sampai jumpa besok. Hati-hati di jalan."

"Sampai jumpa."



Setelah Yoon Seo melangkah, Jung Rok memanggilnya, "Oh Jin Sim-ssi."

Sebelum menoleh, Yoon Seo menggerutu, "Wah sungguh, kubilang Oh Yoon Seo."



"Sampai sekarang, aku belum pernah memikirkanmu sebagai sekretarisku. Kau adalah orang yang akan tinggal sebentar dan pergi. Memang benar aku dulu menganggapmu sebagai gangguan. Mulai sekarang, aku ingin mengubah caraku memikirkanmu."

"Apa?"



"Aku ingin memberimu kesempatan untuk menjadi sekretarisku dengan benar. Ayo kita mulai dari awal."

"Sungguh?"




Jung Rok mengangguk lalu mengulurka tangan mengajak berjabat. 

Yoon Seo sangat senang, "Terima kasih, Kwon Byeonhosa-nim! Aku benar-benar akan bekerja keras!"





Saking senangnya, Yoon Seo berlari ke arah Jung Rok, tapi ia tersandung. Kali ini Jung Rok menangkapnya. 



Mereka agak canggung. 

Jung Rok: Saat ini... aku tak menghindar.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis Touch Your Heart Episode 2 Part 4"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: