Sinopsis Touch Your Heart Episode 1 Part 4

- Februari 07, 2019
>
Sumber: tvN




Yoon Seo mengikuti Jung Rok dengan kesal, "Apa yang kulakukan salah? Aku menunggumu begitu lama, bahkan tak makan. Kau marah padaku begitu kau datang, seharusnya minta maaf! Kenapa kau melakukan ini padaku?"

Jung Rok meletakkan tas dan sushinya di sofa, ia lalu menjawab. "Oh Jin Sim-ssi."

"Oh Yoon Seo kubilang!"

"Ini perusahaan."

"Ya?"

"Aku tak tahu yang CEO-mu maksudkan, tapi ini bukan tempat di mana kau bisa bersenang-senang dan beristirahat. Jika kau memilih untuk menjadi sekretaris di tempat ini, setidaknya kau seharusnya tak mengganggu orang yang datang ke sini untuk bekerja dengan bersungguh-sungguh."

"Aku pun tak bermaksud mengganggu juga."



"Mumpung kita membahasnya, Aku tak menyukai orang-orang sepertimu yang melakukan pekerjaan dengan sembrono. Meskipun kau cukup terkenal di TV, ini bukan tempat itu. Jadi kuharap kau sadar akan hal itu."

"Sadar?"

"Ya."

"Aku pun... Aku pun tak datang ke sini untuk bersenang-senang!"

"Namun kau datang berpakaian seperti ini?"

"Aku bahkan belum mulai bekerja. Bagaimana bisa kau menilaiku dari penampilan luar? Tidakkah kau pikir kau terlalu berprasangka?"



Jung Rok membenarkannya, ia berprasangka. Seperti yang Yoon Seo katakan, ia tahu belum cukup lama untuk menilai seperti apa Yoon Seo itu. Tapi setidaknya Yoon Seo harus datang bekerja tepat waktu agar ia tak memiliki prasangka seperti itu.

"Tapi..."

"Jika kau benar-benar ingin bekerja sebagai sekretarisku, gantilah pakaian yang lebih pantas terlebih dahulu. Jika tidak, bermain-main saja di sini selama tiga bulan."



Yoon Seo melepaskan kekesalannya di toilet. Setelah memastikkan tidak ada orang disana, ia langsng teiak kenceng. Aaaaaaa!!

"Omooo. Pria itu sangat menyebalkan! Siapa yang tahu aku kan jadi sekretaris? Jika aku tahu, aku tak akan berpakaian seperti ini! Apa dia pikir aku ingin terlambat? Hyuk Joon Oppa menyuruhku pergi jam 10!"


"Siapa dia bisa berbicara Banmal padaku? Takkan kubiarkan begitu saja!"


Saat Yoon Seo kembali, ia mendengar Jung Rok membicarakan dirinya di telepon.

"Dia bahkan tak akan bertahan seminggu. Dia mungkin akan bilang ingin menyerah besok. Sederhananya, tak ada harapan."

"Tak ada harapan?" Yoon Seo mengulanginya.



Jung Rok: Ya, tak ada harapan. Kita memiliki bukti nyata, tapi dia terus menyangkalnya. Membuatku gila. Dia tak akan bisa menolaknya terlalu lama. Bagaimanapun, terima kasih sudah membantu. Berkatmu bukti ditemukan.

"Tidak masalah." Jawaban si penelepon. 

"Omong-omong, kapan kau datang ke Seoul? Dua hari? Apa Yeo Reum tahu?"

"Tidak. Belum."

"Ini masalah kalian, kalian berdua harus membereskannya. Aku harus pergi ke pengadilan."

"Baik, kututup. Ayo kita mengadakan pesta comeback segera."

"Baik."



Setelah menutup telepon, Jung Rok melihat Yoon Seo menatapnya tajam. Jung Rok tidak berpikiran apapun.




Saat ia keluar, Yoon Seo mengajaknya bicara. Jung Rok menolaknya karena ia ada sidang. 

"Aku masih punya sesuatu..."

"Kau bisa pulang jam enam." Jung Rok mengabaikan Yoon Seo.

Yoon Seo sukses dibikin kesel banget sama Jung Rok hari ini.




Dalam perjalanan pulang, Yoon Seo ngomel-ngomel.

"Aku belum pernah lihat pria yang rewel seperti dia. Aku terlambat? Berpakaian seperti ini? Aku mengerti dia mungkin tak menyukainya. Dia harus mengajariku! Aku pergi ke sana untuk belajar. Dia tak senang ketika aku sedang bekerja, dan tak senang ketika aku sedang beristirahat. Dia ingin aku bagaimana?"

"Makanya itu. Dia ingin kau bagaimana? Dia pria yang sangat aneh. Kenapa dia seperti itu?" Hyuk Joon menyetujui saja kekesalan Yoon Seo agar suasana tak berubah makin gak enak.

"Aku tak tahu. Kukira dia hanya membenci keberadaanku."

"Sebentar. Dia membencimu, padahal kau Oh Yoon Seo? Aku benar-benar tak mengerti itu. Dia bisa membenci wanita, tapi bagaimana dia bisa membencimu?"

"Itu yang kumaksud. Serius, menyebalkan. Aku tak membutuhkan drama itu lagi, jadi mungkin aku harus berhenti saja."


"Ayolah, Yoon Seo-ya. Kenapa seperti itu? Kau harus mengerti, sebagai wanita yang baik dan cantik."

"Aku tak bisa mengerti! Kesabaranku sudah mencapai batasnya. Aku tak bisa melakukan ini lagi! Itu dia! Cut!"

"Kenapa kau selalu yang meneriakkan itu?"

Yoon Seo menatapnya dengan tatapan membunuh. Hyuk Joon langsung meneriakkan cut! cut!

"Cut! Cut! Oppa akan bicara dengannya. Dia pikir dia siapa?"



Seseorang menghentikan mobil mereka. Yoon Seo memelingkan wajahnya agar tidak terlihat. Hyuk Joon menutupinya dengan tangannya. 

Orang itu minta mereka bantuan mereka untuk menunggu sebentar karena mereka sedang syuting. 




Yoon Seo melihat adegan syuting itu, ia bergumam sedikit kesal, "Apa ini? Apa mereka pemilik jalanan?"

"Aigoo... Itu pasti sulit. Syuting di luar pada musim dingin sulit."

Sutradara akhirnya meneriakkan "Cut!".


Yoon Seo memandang kembali mereka dan matanya berkaca-kaca.




Di rumah, Yoon Seo jadi tidak bersemangat, ia memandang fotonya di dekat TV.




Yoon Seo memutar rekaman saat dirinya terkenal dulu, saat ia berjalan di red karpet dan dielu-elukan.

"Cantiknya, Oh Yoon Seo." Gumam Yoon Seo dengan mata berkaca-kaca.




Yoon Seo juga memutar drama terdahulunya. Dimana ia bertengkar dengan lead male-nya.

Yoon Seo minta dilepaskan. 

"Lepas. Lepaskan aku! Lepas. Lepas! Lepaskan aku. Lepas kubilang! Lepas!"



Lead male akhirnya melepaskannya, "Pukul aku. Tak akan begitu sakit."

"Bagaimana bisa kau bertemu wanita lain di belakangku? Bagaimana bisa kau mencintai dua orang dengan satu hati?"

"Aku salah. Maafkan aku."

"Maafkan kau? Lupakan! Aku takkan pernah memaafkanmu!"



Yoon Seo berakhir menangis sambil memukul-mukul tasnya. 

Lead male juga meneteskan airmata.


Yoon Seo menangis tersedu menontonnya.



Hyuk Joon pagi-pagi memencet bel rumah Yoon Seo tapi tak ada jawaban. Ia langsung masuk saja karena mengaggap Yoon Seo masih tidur.




Hyuk Joon mencari-cari Yoon Seo dan menemukan Yoon Seo ketiduran di runag belajar.




Hyuk Joon terkejut, beneran Yoon Seo dari semalam tidur disana? 

"Ya." Jawab Yoon Seo masih dengan menutup mata.

"Kenapa? Kau tak pernah ke ruang belajar ini sejak hari kau pindah."

"Aku sedang mencari sesuatu. Jam berapa sekarang?"

Hyuk Joon melihat jam tangannya dan mengatakan sudah jam setengah delapan. Yoon Seo panik, ia segera berlarian sambil berkata kalau ia terlambat.

Hyuk Joon: Kenapa? Bukankah dia bilang ingin berhenti tadi malam?




Satu hal lagi yang membuat Hyuk Joon terkejut. Ia melihat bekas Yoon Seo belajar. Di layar monitor menunjukkan artikel berjudul "Lingkup Kerja Sekretaris Firma Hukum".

"Dia mencari ini sepanjang malam? Dengan tangannya sendiri? Yoon Seo-ya, kau baik-baik saja?"



Hyuk Joon mengantar Yoon Seo ke kantor. Yoon Seo buru-buru masuk, ia setengah berlari.



Ia pun puas akhirnya bisa sampai tepat waktu. 

"Aman! Aku tak terlambat."




Jung Rok sedang bicara dengan Yoo Yeo Reum. 

"Tak buruk." Kata Jung Rok. 

"Benarkah? Kau pikir kita bisa menang?"

"Kupikir ini layak diperjuangkan."

"Syukurlah. Terima kasih sudah bertemu aku. Aku tahu kau sibuk. Dari semua orang, kau, Kwon Jung Rok."

"Karena ini mengenaimu, bukan sembarang orang."

"Apa? Jantungku berdebar kencang."

"Aku ragu..."

"Lagian, kaulah yang hatinya berdegup."

"Apa?"



Yeo Reum membahas soal berita mengenai Yoon Seo yang bekerja menjadi sekretaris Jung Rok. 

"Siapa yang memberitahumu itu? Joon Gyu Hyeong (CEO Yeon)?"

"Tidak, aku bertemu dengan Choi Yoon Hyuk Byeonhosa di pengadilan kemarin."

"Dia sangat konsisten, dengan mulutnya yang ringan. Dia bilang akan menjaga rahasia."

"Jangan khawatir. Aku akan merahasiakannya. Bagaimana rasanya bekerja dengan Dewi Hallyu? Apa rasanya seperti berjalan di atas awan?"

"Alih-alih awan, seperti berjalan di atas es tipis."

"Apa?"

"Sulit dijelaskan."



Yoon Seo ke Pantry untuk mengambil minum dan kebetulan disana ada Eun Ji. Yoon Seo menyapanya.

"Jika kau ingin kopi, mau kubuatkan?" Eun Ji menawari.

"Tidak apa-apa."

"Aku sangat terkejut ketika kau datang ke sini sebagai sekretaris. Kudengar kau berhasil masuk sekolah hukum, tapi dikeluarkan sesudah menerima masa percobaan akademik."

"Siapa yang memberitahumu? Aku memutuskan untuk berhenti sendiri."

"Benarkah?"

"Ya."



Eun Ji akan memberi Yoon Seo nasehat. Sebelumnya ia ijin memanggil Yoon Seo dengan namanya karena ia lebih tua. Yoon Seo tidak keberatan.

"Kau sepertinya tak tahu karena ini pertama kalinya sebagai sekretaris, tapi menjadi sekretaris di sini bukan hanya tentang melakukan tugas-tugas sederhana. Kau harus menganggap dirimu sebagai mitra hukum pengacaramu. Aku harap kau bisa bekerja lebih keras, biar kau bisa membantu Kwon Byeonhosa-nim."

"Aku mengerti."

"Jika kau mengerti.."

"Yang Biseo-nim, mungkin'kah kau tahu drama Amerika bernama, "Madman"?"

"Ya?"

"Sutradara bilang menyenangkan, tapi sangat membosankan bagiku. Bagaimanapun, dalam drama itu, ada karakter yang persis sepertimu. Dia mengomeli sekretaris muda untuk melakukan ini dan itu seperti kakak perempuannya. Kau tipe karakter seperti itu, kan?"

"Karakter? Apa maksudmu sekarang..."

"Baik. Aku paham. Terima kasih atas saranmu. Aku benar-benar akan bersungguh-sungguh."

Yoon Seo lalu keluar.



Pertama yang Yoon Seo lakukan adalah berlatih untuk menghubungkan telepon yang masuk ke ruangan Jung Rok dan ia berhasil dalam sekali coba.


Yoon Seo membuat daftar pekerjaan yang harus ia lakukan hari ini.




Selanjutnya, Yoon Seo meminta bantuan Hae Young untuk mengajarinya menggunakan mesin fotokopi. 

Yoon Seo berhasil melakukannya, ia sangat berterimakasih pada Hae Young sampai memeluknya.

Hae Young: Jika kau berterima kasih, bisakah beri tahu aku kosmetik jenis apa yang kau gunakan kapan-kapan? Aku sangat menghargai itu.



Yoon Seo akan mengatakannya, tapi Hae Young keburu kabur.

Moon Hee melihat keduanya, tapi ia tidak berkomentar.

Yoon Seo berpikir untuk mengerjakan hal selanjutnya setelah ia berhasil menggunakan mesin fotokopi.


CEO Yeon menjajari Jung Rok yang sedang menunggu lift. 

"Kwon Byeon. Habis dari pengadilan?"

"Ya."

"Benar. Aku lupa memberitahumu kemarin. Malam ini pesta penyambutan Yoon Seo-ssi. Semua orang datang, jadi jangan terlambat."



Jung Rok mengingatkan kalau Yoon Seo hanya hanya akan tinggal selama tiga bulan, kenapa harus melakukan pesta penyambutan segala?

"Semua karyawan menginginkannya. Dia hanya di sini selama tiga bulan, sehingga setiap waktunya harus dibikin berharga. Mereka benar, kau tahu. Situasinya membutuhkan sambutan yang lebih baik. Kau mau bergabung, kan?"

"Aku ada rapat dengan klien."

"Aku tahu itu, dan aku juga tahu akan selesai lebih awal juga. Lagipula kau tak akan minum."

"Aku akan minum, dan aku mungkin mabuk."

"Sungguh? Baguslah, karena kami akan lebih nyaman ketika kau mabuk."

"Apa?"

CEO Yeon bisa mengelak dengan alasan pintu liftnya terbuka, ia mengajak Jung Rok segera masuk.




Yoon Seo menyapa Jung Rok saat Jung Rok masuk. 

"Kwon Byeonhosa-nim, selamat pagi."

"Ya, halo."

"Kau datang terlambat hari ini."

"Aku punya urusan di luar kantor."

"Oh begitu rupanya."



Yoon Seo berdehem, menunjukkan pakaiannya. Jung Rok menyadari itu dan berkomentar, "Kau terlihat sangat rapi hari ini."

"Apa begitu?" Yoon Seo puas dengan pujian Jung Rok itu.



Yoon Seo mengikuti Jung Rok ke ruangannya. Jung Rok merasa Yoon Seo seperti mau mengatakan sesuatu, apa memangnya?

"Yah, ketika kau keluar, aku merapikan mejamu sedikit. Sangat banyak file dan dokumen tersebar di atasnya. Meja yang bersih meningkatkan produktivitas kerja, jadi aku memastikan itu."



Jung Rok memeriksa file yang ditumpuk jadi satu oleh Yoon Seo dan ia jadi kesal.

"Oh Jin Sim-ssi."

"Bukan Oh Jin Sim. Oh Yoon Seo."

"Kenapa melakukan sesuatu yang tak diperintahkan?"

"Ya?"

"Laporan uji cobaku semuanya menjadi kacau. Aku tak bisa melihat yang harus kuulas segera."

"Omo. Bagaimana ini... Jika kau memberi tahu aku apa itu, aku akan segera..."

"Kenapa menyentuh barang orang lain?!"

"Tapi, aku hanya berpikir harus bersih..."

"Mungkin terlihat berantakan bagimu, tapi aku punya sistem. Kau lupa yang pernah kukatakan? Kau bisa bersantai."



Yoon Seo tidak terima dikasari begitu, toh ia sudah mencoba yang terbaik, haruskah Jung Rok sejahat itu? Ia mungkin tak tahu bagaimana melakukan banyak hal, tapi ia mau belajar, asal tahu.

"Terserah. Kau bisa pergi sekarang."




Yoon Seo akan pergi, tapi ia tidak bisa diam diperlakukan begitu.

Yoon Seo: Permisi. Aku hanya ingin bertanya. Mungkinkah kau.. membenci wanita?

Jung Rok: Apa katamu?

Yoon Seo: Makanya itu... Itu... Kau membenci wanita?




Jung Rok menjawab sambil melangkah mendekati Yoon Seo, "Maaf aku tak sesuai kau pikirkan."

"Apa yang kau lakukan?"

"Aku.. suka wanita. Sangat menyukainya. Benar-benar menyukainya. Hanya saja... Aku sama sekali tak tertarik padamu."

Yoon Seo tak percaya mendengarnya.
>

1 komentar:

avatar

Lnjut terus ...gk sabar ni seru critanya


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search