Sinopsis Romance is a Bonus Book Episode 4 Part 4

Sumber: tvN



Dan Yi yang pertama kali datang pagi ini, ia langsung membersihkan semuanya.


Setelah selesai, ia membaca buku.



Seo Timjang menghampirinya, melihat buku apa yang ia baca. Ternyata buku tentang pemasaran. Dan Yi hampir saja keceplosan kalau ia pernah bekerja di bidang periklanan.

"Aku pernah bekerja paruh waktu. Sudah lama sekali, saat aku masih muda. Waktu cepat berlalu. Harus banyak belajar. Jadi, aku memulai dari awal." Dan Yi mengarang cerita.

"Buku ini tak akan berguna karena terbit tahun 2003. Buku ini hanya membahas strategi yang sudah kuno. Ditulisnya setengah hati. Jadi, membacanya hanya buang waktu.




Seo Timjang lalu menunjukkan buku yang tepat. Pertama, Seo Timjang memberikan satu buku, nanti ia rekomendasikan lagi kalau Dan Yi sudah selesai membacanya. Dan Yi sangat berterimakasih.




Saat semuanya sudah datang, Seo Timjang mempertanyakan Eun Ho, apa kerja di luar hari ini?

Hae Rin: Dia pergi bertemu Pak Ji Seo-jun.

Seo Timjang: Benarkah?

Bong Timjang: Presdir Kim pergi bersamanya.

Seo Timjang: Kenapa? Kesempatan Pak Cha lebih bagus jika pergi sendiri. Kau pasti bercanda.



Presdir Kim: Aku tak sekadar datang sebagai Presdir. "Aku pasti sangat penting karena Presdir akan ikut rapat.". Tidakkah dia akan berpikir begitu?

Eun Ho: Hanya jika Anda tetap diam. Kali terakhir rapat bersama Penulis Kang, Anda memberi tahu dia akan dapat untung. Jangan bilang itu lagi.

Presdir Kim: Dia setuju dengan kita  karena kata-kataku menggugahnya.

Eun Ho: Jika bilang itu lagi hari ini, Anda akan malu.



Presdir Kim mengajak Eun Ho taruhan, bagaimana kalau gaji bulanan? Eun Ho setuju, Presdir Kim juga harus mempertaruhkan gaji bulanannya. 



Mereka masuk di kafe dan melihat Seo Joon sedang membaca buku. 

Presdir Kim: Pemandangan yang bagus. Seorang pria harus membaca saat di kafe.




Tapi saat melihat wajah Seo Joon, Presdir Kim langsung ingat kejadian di toko buku. Kacau sudah.

Eun Ho mengenalkan Seo Joon pada Presdir Kim, dialah Desainer buku Ji Seo Joon. 

Eun Ho: Anda akan kalah taruhan hanya dalam lima detik. Ayo.




Eun Ho mengenakan dirinya pada Seo Joon. Seo Joon tersenyum. Presdir Kim juga ikutan, ia mengajak Seo Joon salaman, tapi Seo Joon menolaknya, hanya menyuruh mereka duduk. 



Presdir Kim: Sepertinya kita berjodoh. Saat kita bertemu di toko buku, kukira Anda model. Aku belum pernah melihat desainer yang tampan.

Seo Joon: Buku yang Anda promosikan tampaknya tak laris. Anda pasti merasa buruk.

Presdir Kim: Ya. Tentu saja.



Saatnya bicara serius. Seo Joon mengatakan pada Eun Ho kalau ia sudah membaca semua buku yang telah diterbitkan Gyeoroo.

Eun Ho: Terima kasih. Aku pun terus memantau sampul-sampul karya Anda.
mu mengontakku duluan. Aku tak minta banyak karena aku ingin melihatmu secara langsung.

Eun Ho: Bagaimana kesimpulannya?

Seo Joon: Kau lebih baik secara langsung. Kau pasti kesal.

Eun Ho: Kurasa, ya.



Presdir Kim ikutan nimbrung, "Menatap wajahnya tak membuatmu lelah. Melihatnya saja membangkitkan semangat. Kalau begitu, bekerjalah bersama kami. Kami akan membayarmu lebih dari orang lain. Dua kali lipat Wolmyeong.

Seo Joon malah ketawa, membuat Presdir Kim bartanya-tanya.

Seo Joon: Anda serupa dengan rumor. Kudengar Anda seorang pebisnis, Pak Kim, Presdir Gyeoroo. Anda bangun gedung kantor dari menjual buku, serta beli gedung sebelahnya. Mobil Anda paling mewah di industri ini. Lalu ada insiden toko buku. Hal yang luar biasa Anda sama dengan rumor. Aku tertarik.




Eun Ho kali ini tak terima kalau bosnya dihina begitu. 

Presdir Kim: Rumor tak memberi tahu segalanya tentang seseorang. Aku orang yang lebih baik jika Anda sudah kenal. Omong-omong, kami...

Seo Joon: Aku tak berniat bekerja dengan Gyeoroo. Seperti yang sudah kukatakan, aku kemari untuk bertemu Pak Cha.

Presdir Kim: Apa Anda tak suka Gyeoroo? Atau karena aku?

Seo Joon: Kenapa aku harus tak suka Gyeoroo atau Anda? Bidang kita sama. Aku ada pertanyaan.

Eun Ho: Pertanyaan soal Gyeoroo?

Presdir Kim: Tentu. Tanyakan saja. Anda bisa lebih tahu tentang kami jika kau memutuskan bekerja sama.

Seo Joon: Akankah Anda mejawabnya?

Presdir Kim: Ya, apa pun itu. Namun, jika Anda puas dengan jawabanku, bekerjalah dengan Gyeoroo.




Seo Joon: Anda masih berhubungan dengannya, 'kan?

Presdir Kim: Dengan siapa?

Seo Joon: Penulis, Kang Byeong Jun. Jujurlah. Aku yakin begitu. Bisakah Anda beri tahu kegiatannya saat ini?

Eun Ho: Tolong hentikan, Pak Ji Seo Joon.

Seo Joon: Mustahil tak penasaran. Suatu hari, tiba-tiba penulis terbaik Korea yang aktif menulis, mulai menarik hak penerbitan dan umumkan akhir karier. Lalu serahkan hak cipta ke penerbit kecil yang belum pernah bekerja dengannya. Kemudian, si penulis pensiun. Penerbit menggunakan hak penerbitan sebagai batu loncatan dan perusahaannya berkembang. Kenapa dia menyerahkan hak cipta penerbitannya kepada Gyeoroo?

Eun Ho berdiri, "Kami tak ada alasan untuk puaskan rasa penasaranmu. Permisi."

Eun Ho pergi duluan. 



Tapi Seo Joon belum menyerah, "Apakah rumor itu benar? Rumor Gyeoroo mengincar hak cipta dan mengunci Pak Kang karena itu."

Presdir Kim: Apa... Itu mustahil.



Eun Ho kembali. Seo Joon tambah memprovokasi, "Kau juga salah satu pendirinya, Pak Cha. Kau pasti tahu..."

Eun Ho hilang kesabaran, ia menarik kerah mantel Seo Joon, "Kau pasti penggemar Pak Kang. Kau tahu banyak. Pengumumannya ditulisnya sendiri. Tiap orang berhak untuk dilupakan. Itulah yang dia inginkan."

"Apa dia menghilang? Apa kau mengurungnya?"


Presdir Kim menarik tangan Eun Ho, menyurhnya melepaskan Seo Joon. 



Presdir Kim menjelaskan dengan sabar, "Setelah hilangnya Pak Kang, rumor-rumor aneh tersebar. Banyak rumor seperti ini. Namun... kami pun belum pernah bertemu. Kami tak tahu apa pun."

"Aku tak yakin soal itu, tapi aku tahu Pak Cha mengetahui sesuatu. Aku tahu itu hari ini."

Seo Joon langsung pergi setelahnya.



Presdir Kim mengajak Eun Ho minum-minum.

"Tidak usah dipikirkan. Kau tahu selalu saja ada rumor di industri ini. Setelah dia umumkan akhir kariernya, dia memberikan kita hak publikasi lalu menghilang."

"Setelah itu, hanya kita yang menjual buku-bukunya."

"Rumor buruk memang selalu adadi industri ini. Kita tak mendulang keuntungan. Kita menyumbangkan keuntungannya. Tapi kita tetap diuntungkan. "Perusahaan yang diberi hak oleh Kang Byeong Jun". Perusahaan kita bertumbuh pesat berkat label itu. Kita bisa investasi berkat itu. Dan penulis lain bekerja dengan kita berkat itu."

"Maaf. Semuanya salahku."

"Sudah kubilang jangan katakan itu. Kau yang menanggung beban. Bukan aku."




Eun Ho memandang Presdir Kim penuh kagum. Presdir Kim langsung kembali ke sikap biasanya, "Tidak. Jangan menatapku begitu. Aku tahu aku juga keren. Aku juga tahu kau menyukaiku. Terlepas dari segalanya, jika masih ingin bilang sesuatu, cepatlah."

"Bulan ini Anda tak digaji, 'kan?"

"Kau yang bayar ini."




Presdir Kim menanyakan alasan Eun Ho tidak minum. Eun Ho bilang ia harus menyetir. 

"Kau akan mengunjunginya?" Tanya Presdir Kim.

Eun Ho menggeleng. 

"Apa aku harus ikut?"

"Tidak. Hari ini aku sendiri saja."



Eun Ho berhenti di pinggir jalan, ia melamunkan perkataan Seo Joon tadi.


Di rumah, Dan Yi khawatir karena EUn Ho belum pulang juga padahal sudah larut. 



Dan Yi keluar untuk menunggu Eun Ho dan Eun Ho melihat itu karena ia ada di halaman. 



Dan Yi mengirim pesan, 

"Kenapa belum pulang? Cepat pulang. Aku menunggumu."

Eun Ho hanya membacanya saja, tidak menjawab dan hal itu makin membuat Dan Yi khawatir. 




Dan Yi pun masuk lagi, ia menunggu di halaman. Eun Ho bisa melihatnya dengan jelas.

Dan Yi menggumamkan lagu.

"Kau yang mencintai bintang-bintang.
Hei, kau Jangan kecewa
Jangan kecewa
Jangan meratapi..
Cintamu yang hilang

Hei, kau
Karena bintang-bintang Melindungimu
Kegelapan menghilang
Begitu juga denganmu
Jangan terlalu bersedih
Jangan terlalu bersedih
Karena cinta yang tak tampak
Jangan bersedih

Cintaku
Bintang-bintang bersinar
Untukmu...



Akhirnya Dan Yi melihat Eun Ho, lalu ia duduk disamping Eun Ho.

"Kenapa kau di sini? Kenapa tak masuk?" Tanya Dan Yi. 

"Bulannya terlalu indah." Jawab Eun Ho sambil melihat bulan. 

"Kau benar."




Eun Ho kembali memandang bulan. 

"Noona."

"Ya?"

"Nyanyikan aku lagu."

"Lagu apa?"

"Yang tadi kau nyanyikan."


Dan Yi pun mengulagi langunya tadi. 

-ooo-


Ada Malam-Malam Saat Aku Berharap Dia Tahu
Perasaanku Tanpa Harus Kuberi Tahu


Kami Seperti Buku. Menunggu Ditemukan
Dan Dibuka Untuk Melihat Isinya


Aku Diam, Takut Dia Rasakan
Tangan Gemetarku Saat Bersihkan Mulutnya


Di Suatu Hari Yang Dingin,
Tiba-Tiba Aku Jatuh Cinta Pada Dan Yi


Aku Belajar Soal Orang-Orang Di Perusahaan Ini
Akhirnya, Tak Ada Yang Bisa Hidup Sendiri


"Tempat Tinggal Gadis Yang Kusuka"
Kujawab Aku Takut Dia Melihatku


Sebagian Rahasia Melekat
Dan Kau Berharap Tak Pernah Mengetahuinya

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis Romance is a Bonus Book Episode 4 Part 4"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: