Sinopsis Romance is a Bonus Book Episode 4 Part 3

Sumber: tvN


Di dalam bis, Dan Yi memikirkan tas belanjaan yang dibawa Hae Rin tadi. Ia langsung membuat kesimpulan.



"Aku menemukan bra di rumahnya. Dia menaruh bra itu di tas belanja. Tas belanja itu ada pada Song Hae Rin. Ibunya memberikan kimchi buatan rumah. Artinya mereka pasti berkencan."


Dan Yi jadi ingat saat Eun Ho tidak mengangkat telfonnya karena sedang sibuk dicampakkan. Ia tambah heran karena Eun Ho bilang sudah putus.


Dan Yi mengingat-ingat lagi sampai saat Eun Ho mabuk kemarin bilang pergi ke rumah wanita yang dicintainya. Dan Yi menyimpulkan kalau mereka pasti baikan malam itu.


Setelah menemukan jawabannya, Dan Yi menghapus gambarnya.


Dalam perjalanan pulang, Dan Yi tak sengaja bertemu anjingnya Seo Joon yang talinya lepas.


Sementara itu, Seo Joon kebingungan mencari anjingnya. Ia tanya sana sini pada orang-orang yang lewat.


Dan Yi memakaikan syalnya sebagai tali untuk anjingnya Seo Joon. 

"Ini sangat mahal. Adikku membelikannya. Tapi akan kupinjamkan untukmu sekarang. Aku harus membawamu ke pemilikmu. Ayolah."




Akhirnya mereka bertemu dengan Seo Joon. Seo Joon pun lega banget.



Dan Yi mulai becanda, ia meminta 200 ribu won.

"Aku mengikatnya di depan toserba. Tapi ia sudah pergi saat aku keluar dengan ramyeon."

"Bagaimana kau akan membayar penaltimu?"

"Aku tak tahu."




Seo Joon melepaskan syal Dan Yi dan menggantinya dengan tali yang ia pegang.

Seo Joon ingat, apa Dan Yi juga membayar payungnya? Ia sudah menemukan sepatu Dan Yi lho..

Dan Yi menerima syalnya dan menjawab pertanyaan Seo Joon dengan mengangkat kedua bahu. Keduanya tersenyum.



Mereka berakhir jalan bersama. Seo Joon tanya, apa Dan Yi sudah kepikiran nama Anjingnya?

"Kita bertiga bertemu untuk kali pertama hari itu. Aku Daun Bawang. Kau Payung. Lalu, apa nama untuk anjingmu?"

"Sepatu? Apakah itu terlalu aneh?"

"Kita bertemu saat hujan."

"Lalu... Hujan?"

"Bagaimana jika Geum Bi?"

"Kedengarannya bagus."

Jadi mereka sepakat menamai anjingnya Geum Bi. 



Dan Yi meminta Seo Joon menunggu disana, ia akan mengambilkan payung, ia butuh 10 menit saja.

"Daripada ke rumah, bagaimana kalau makan ramyeon jika kau belum makan? Kutambahkan daun bawang."

Dan Yi pun setuju.



Eun Ho sangat berterimakasih atas kimchinya. Ibu tidak masala karena mereka selalu punya persediaan kimchi jadi jangan sungkan.

Ibu akan membungkuskan mandu (pangsit) juga tapi Hae Rin melarangnya, Eun Ho juga menolaknya dengan halus, lain kali saja ia kesana untuk mandunya.




Hae Rin mengantar Eun Ho sampai ke mobil.

Hae Rin: Ibuku sungguh konyol, 'kan?

Eun Ho: Kau masih awam untuk jadi orang dewasa. Kau membuatku sedih tak punya ibu.

Hae Rin: Aku lupa.

Eun Ho: Aku suka mengunjungi ibumu sebab mengingatkanku pada ibuku. Walau ibuku bukan tipe ibu yang hangat.



Hening sejenak. Hae Rin akan menggandeng tangan Eun Ho, tapi langsung ingat larangan Eun Ho untuk mampir ke rumahnya karena sekarang ia tinggal dengan wanita. Hae Rin secara otomatis berhenti, ia hanya mampu memandangi Eun Ho.





Eun Ho tiba-tiba berhenti di depan restoran daging babi. Hae Rin heran ada apa? Eun Ho menyuruhnya pergi.

"Kau tahu dia?"

"Tidak, aku akan makan babi goreng."

"Apa? Baiklah. Aku akan pergi. Hati-hati di jalan. Sampai besok."

Dan Hae Rin pun meninggalkan Eun Ho.


Eun Ho ingat perkataan Dan Yi kalau Dong Min ke luar negeri bersama seorang wanita. Tapi yang ia lihat Dong Min ada di restaurant itu sebagai pemiliknya.




Dong Min terkejut melihat Eun Ho di depannya. Ternyata Dong Min punya istri lagi yang saat ini tengah hamil. Dong Min langsung menyuruh istrinya menjauh.




Eun Ho tiba-tiba melepas mantelnya. DOng Min mulai gugup, ia akan menjelaskan semuanya pelan-pelan.

"Pikirmu ini bisa kau jelaskan dengan tenang?! Kau bercanda?"

"Apa? Untuk apa aku bercanda denganmu? Aku tak bercanda! Akan kujelaskan yang terjadi."

"Kau sudah tahu ini omong kosong."


Eun Ho berhasil menangkap Dong Min, ia langsung menarik rambutnya.

"Dia hamil!" Bentak Dong Min setelah berhasil lepas dari Eun Ho.




Dong Min menuju dapur, mencari senjata.

"Satu pukulan saja. Biar kupukul sekali!" Pinta Eun Ho.

"Yaa Cha Eun Ho! Beraninya kau bicara begitu padaku. Kau bukan adik kandung Dan Yi. Itu semua masa lalu. Apa maumu dariku?"

Eun Ho langsung memukul Dong Min. Dong Min melarikan diri, bersembunyi dibalik istrinya.




Dong Min sudah babak belur, ia terpaksa menutup restorannya. 

Mereka duduk semeja bertiga. Eun Ho tanya, Dan Yi tahu sejauh mana?

Dong Min: Dia tahu aku berselingkuh. Tapi kabar kehamilan itu tetap dirahasiakan. Lalu kami ke Kanada. Harus kuceritakan semuanya? Apa untungnya jika Dan-i tahu aku hidup seperti ini?

Eun Ho menggebrak meja.

Eun Ho: Kau bercanda? Apa kau tahu dia... Berikan ponselmu.

Dong Min: Mau apa dengan ponselku?



Eun Ho memberikan nomornya, ia menyuruh Dong Min mengangkatnya jika ia telfon. 

Eun Ho: Kirimlah e-mail pada Noona. Minta maaf dan bilang keadaan kacau.

Dong Min: Baik. Itu saja? Aku akan bilang tinggal di Kanada juga. 

Eun Ho: Aku akan kirim nomor rekeningnya. Kirim tunjangan anak dan alimentasi.

Dong Min: Apa?

istri: Tunggu. Kedai ini bukan milik kami. Ini milik orang tuaku.


Dong Min menyuruh istrinya diam, ia menyiyakan Eun Ho, "Aku akan kirim tunjangan anak karena dia putriku. Tapi alimentasinya... Kami sudah kelompokkan detailnya saat bercerai."

"Kirim uangnya jika tak mau melihatku tiap hari. Haruskah aku datang tiap hari? Besok juga?"

"Berapa? Berapa banyak yang harus kukirim padanya?"


Selama perjalanan pulang, Eun Ho mengingat cerita pilu Dan Yi setelah perceraiannya.

"Aku telah cukup menangis setahun ini. Satu hal yang diajarkan air mata itu adalah fakta bahwa menangis tak selesaikan apa pun."

Eun Ho: Dasar bodoh.



Seo Joon mengajak Dan Yi ke rumahnya dan memasakkan ramyeon. 


Eun Ho sampai rumah, ia memanggil-manggil Dan Yi, tapi tidak ada jawaban. Ia mengetuk pintu kamar Dan Yi, juga tidak ada tanggapan. 


Eun Ho masuk setelah ketukan ke tiga. Di dalam ia melihat catatan di kalender Dan Yi.

Tanggal 8 Feb, "GAJI PERTAMA HADIAH UNTUK JAE HUI DAN EUN HO".


Eun Ho menghela nafasmelihat perawatan kulit Dan Yi yang cuma produk sample. 



Lalu Eun Ho membuka laci, disana ada cincin. Eun Ho ingat, iatu adalaj cincin pernikahan. 


Eun Ho lalu memotret buku rekening Dan Yi untuk ia kirimkan pada Dong Min.




Dan Yi melihat-lihat lukisan Seo Joon dan ia melihat lukisan dirinya ada diantaranya.

"Belum kuselesaikan." kata Seo Joon. 

"Boleh untukku setelah selesai?"

"Tentu."



Seo Joon lalu mengajak Dan Yi minum teh, tapi sebelum duduk, Dan Yi memperhatikan ada dua pintu disana. Seo Joon menyadari itu. Ia menjelaskan.

"Salah satu pintuku berkunci digital. Pasti menurutmu itu aneh."


"Tapi orang lain anggap itu aneh. Kau menyenangkan, Nona Daun Bawang. Ya... Kau bahkan belum tanya namaku. Bukankah orang biasanya bertanya itu? Umur, nama, pekerjaan. Mungkin itu urutannya."

"Aku benci harus jawab itu."

"Umur, nama, pekerjaan. Yang mana?"



Dan Yimenunjukkan tanda silang, semua itu terlarang.

Dan Yi: Bukan tiga pertanyaan itu masalahnya. Setelah tiga pertanyaan itu terjawab, orang ingin tahu lebih banyak. Kisah hidupku tak sesederhana itu.

Seo Joon: Tampaknya sederhana. Tak pakai alas kaki, makan daun bawang, tanpa payung. Kau bahkan minum soju di hari pertama kita bertemu.

Dan Yi: Nona Daun Bawang dan Pak Payung. Bagus, 'kan? Kita seperti tetangga yang berteman.

Seo Joon: Ya, aku juga suka itu.

Dan Yi: Kita bisa bermain badminton di akhir pekan.

Seo Joon: Dan makan ramyeon saat hujan.

Dan Yii: Seharusnya panekuk daun bawang.

Seo Joon ketawa.

Dan Yi: Jika kau sedang bepergian, aku akan mengurus Geum Bi.

Seo Joon: Sungguh?

Dan Yi: Ya.

Seo Joon: Kau yakin?

Dan Yi: Ya.

Seo Joon ketawa senang.



Dan Yi pulang saat Eun Ho selesai mandi. Dan Yi mengingatkan Eun Ho untuk mematikan lampu kamar mandi dan memakai sandal.

Dan Yi mencoba kimchi ibunya Hae Rin, ia juga menyuapi Eun Ho. 

"Kau sering ke sana?"

"Ya, orang tua Song Hae Rin mengagumiku."

"Mereka harus lihat betapa malasnya kau di rumah."

"Kau dari mana malam ini? Sudah makan malam?"

"Ya, aku tadi bersama teman tetangga. Dia orang yang baru kutemui."

"Apa pekerjaannya?"



Dan Yi mengangkat kedua bahunya.

Eun Ho: Kau makan malam dengan orang yang tak kau kenal?

Dan Yi: Aku tak tahu namanya. Aku panggil dia Pak Payung dan dia panggil aku Nona Daun Bawang.

Eun Ho: Aigoo.. Sungguh kekanakan.

Dan Yi: Aku makan ramyeon di rumahnya.

Eun Ho: Apa? Dia pria? Kau ke rumah pria yang tak begitu kau kenal?

Dan Yi: Kenapa? Tidak boleh?



Eun Ho: Noona! Kau tak tahu arti makan ramyeon di rumah? Yoo Ji Tae bilang kepada Lee Young Ae di film One Fine Spring Day. Dia tanya, "Mau tinggal untuk makan ramyeon?" lalu setelah itu... Apa yang terjadi?

Dan Yi: Mereka tidur bersama.

Eun Ho: Ya, begitu. Itu tawaran yang berbahaya.

Dan Yi: Aku kesal memikirkannya.

Eun Ho: Ya. Dia orang mesum.

Dan Yi: Aku tak percaya kami baru saja makan ramyeon. Apa aku tak menarik?

Eun Ho: Kau bercanda? Sebaiknya kau hati-hati. Setidaknya cari tahu nama dan pekerjaannya. Kau tak tahu apa pun soal pria ini, tapi bagaimana bisa berteman? Dunia ini berbahaya.

Dan Yi: Apa bagusnya sangat mengetahui seseorang? Aku hanya butuh orang yang cocok denganku. Seseorang yang mengenalku dan kukenal baik juga. Hanya itu. Sikatlah gigimu.



Dan Yi lalu masuk ke kamarnya. Eun Ho mengikutinya, ia memastikan, orang itu dirinya kan? Seseorang yang sangat mengenalnya.

"Lalu Siapa lagi?"



Eun Ho pun keluar. 

"Hingga akhir. Itulah aku. Itulah aku. Itulah aku." Eun Ho menyanyikan lagu Wanna One.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis Romance is a Bonus Book Episode 4 Part 3"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: