Sinopsis Romance is a Bonus Book Episode 3 Part 4

Sumber: tvN


Saat minum teh pemberian Dan Yi, Hae Rin melihat proposal judul untuk uraian. 




Dan Yi: Aku ingin memberikan ideku. Aku ingin membantu di sini. Maukah Anda melihatnya?

Hae Rin: Aku?


Pegawai perbaikan datang. Dan Yi langsung menunjukkan dimana yang harus diperbaiki.


Sementara itu, Hae Rin membaca uraian Dan Yi.


Saat Dan Yi kembali, Hae Rin sudah tidak ada disana, tapi proposalnya masih ada. Dan Yi melihat tulisan disana.

"Terdengar Seperti Kau Memohon Orang Untuk Membeli Bukunya."

Dan Yi: Memohon? Apa salahnya... Dia benar. Alih-alih dengan nada menjual, aku harus membuat pembaca menginginkannya sendiri.


Dan Yi membaca catatan-catatan lain.

"Kau hanya menjelaskan isi bukunya."
"Ini tak cerdas."
"Ini tak langsung memikat pembaca."




Eun Ho muncul dan Dan Yi refleks mengajaknya bicara seperti biasa. Eun Ho mengingatkan untuk memanggilnya dengan sopan kalau sedang di kantor.

Dan Yi memberikan teh yang diseduhnya dan meminta Eun Ho memeriksa judul uraiannya. Eun Ho membacanya.



Dan Yi menyiapkan ruang rapat untuk membahas uraan buku. 



Saat Go Isa masuk, Dan Yi menunjukkan hasil uraian finalnya. Go Isa mengambilnya dengan wajah kesal. Lalu karyawan lain masuk satu per satu.


Go Isa menyempatkan membaca uraian Dan Yi sebelum rapat dimulai. 


"Apakah uraian yang baik itu?" Dan Yi menulis dalam buku catatannya.



Dalam Rapat, Eun Ho menyampaikan.

Eun Ho: Uraian yang baik itu harus merefleksikan judul bukunya.



Bong Timjang: Nuansa bukunya harus bertepatan dengan misterinya. Kita harus memakainya sebagai tema.

Seo Timjang: Itu bagus, tapi coba bicarakan itu dengan pembaca di toko buku. Siapa yang akan membelinya?

Karyawan lain: Setuju. Kita harus membuat pembaca membeli bukunya dulu.

Presdir Kim: Go Isanim, ada pendapat?

Go Isa: Aku punya beberapa. Pertama...

Go Isa menunjukkan uraiannya Dan Yi dan semuanya puas. 

Presdir Kim: Keren. Ini bagus. Ini membawa semangat dan membuat tertarik.




Hae Rin tersenyum, ia tahu milik siapa uraian itu. 

Eun Ho juga manggut-manggut karena tahu itu adalah milik Dan Yi.

Eun Ho dan Hae Rin seperti menunggu Go Isa mengatakan sesuatu lagi, tapi Go Isa diam saja. 


Dan Yi mendengar dari para karyawan yang keluar dari ruag rapat kalau Uraian Go Isa terpilih. 



Dan Yi berpapasan dengan Eun Ho, tapi Eun Ho diam saja padahal Dan Yi seperti mau menyanyakan sesuatu. 

Sebelum keluar, Bong Timjang memuji Go Isa.



Go Isa melewati Dan Yi begitu saja saat keluar seperti yang lainnya padahal Go Isa yang paling terakhir keluarnya.


Eh.. masih ada Hae Rin sih disana dan Dan Yi melihat uraiannya ada di meja, sudah lecek, artinya banyak yang baca.




Dan Yi: Apa ini.. sering terjadi?

Hae Rin: Apa maksudmu?

Dan Yi: Ini uraian saya. Anda tahu itu. Anda tahu arti bintang ini.

Hae Rin: Aku tak paham yang kau bicarakan. Kurasa ini bukan salah satu salinan yang kau tunjukkan.


Hae Rin langsung keluar. Dan Yi kecewa.


Dan Yi tidak bersemangat sampai jam kantor selesai. Bahkan Hae Rin harus memencet tombol lift untuk Dan Yi.




Mereka berduaan di dalam lift. Hae Rim mengingatkan Dan Yi bahwa disana itu adalah tempat bekerja.

"Kuberi tahu saat hari pertamamu. Saat kami merekrut sepuluh orang, hanya satu yang bertahan setelah tiga tahun. Jika kau mau bertahan di sini, berhentilah berpikir ini tak adil. 

"Bukan hanya itu yang kupikirkan. Aku juga.. kecewa pada seseorang. Tanpa memihakku, atau mempermasalahkannya, hanya bilang, "Aku tahu yang kau rasakan". sudah cukup bagiku. Alih-alih menasihati.. atau menenangkanku, bersimpatilah denganku. Kita semua manusia. "Aku tahu yang kau rasakan". Itu yang kuharapkan."


Dan Yi lalu keluar terlebih dahulu. Tak lupa ia memberikan salam.


Sampai dirumah, Dan Yi minum-minum ditemani Eun Ho. 

Dan Yi: Beginilah cara orang bertahan. Mengambil ide pegawai kontrak. Dan kau pura-pura tak tahu. 

Eun Ho: Sudah kubilang akan sulit. Tak ada yang menyuruhmu.

Dan Yi: Kau memihak atasanmu.

Eun Ho: Itu tak penting. Hanya karena idemu dipilih, tidak membuktikan kompetensimu.



Dan Yi: Bukan itu yang kumau. Saat ini, aku hanya mau.. pegawai lain tahu itu ideku. "Dia bukan hanya orang yang bekerja rendahan. Dia bisa sukses jika diberi kesempatan". Sesuatu seperti itu.

Eun Ho: Bahkan itu pun sulit dicapai. Kau mungkin butuh waktu lebih. Kau bisa bertahan?

Dan Yi: Aku akan bertahan. Rasanya seperti aku memulai hal yang baru. Rasanya seperti aku rekrut baru. Kau tahu apa yang sangat kusuka?

Eun Ho menantikan jawabannya.

Dan Yi: Eun Ho-ya. Eun Ho-ya~~.

Eun Ho: Kau mabuk?

Dan Yi: Kau tahu orang-orang... Sekarang orang-orang memanggilku dengan nama.

Eun Ho: Apa maksudmu?



Dan Yi mengingat semua orang memanggilnya dengan "Jae Hui Omma", "Omma", "Yeobo".

Dan Yi: Selama ini, tak ada yang memanggilku dengan nama. Kang Dan Yi. Aku juga punya nama. Tak ada yang memanggil namaku. Tapi sekarang, orang-orang memanggil namaku. Rasanya aneh. Dipanggil nama.


Maka Eun Ho pun memanggil Dan Yi dengan nama. 

"Kang Dan Yi-ssi."

"Ya, Pak Kepala Editor?"

"Dan Yi cantikku."

"Eun Ho tampanku."

"Mari bersulang."

"Mari."


Eun Ho: Dan Yi, Dan Yi, Dan Yi-ku.

Dan Yi: Kau mau mati?

Eun Ho ketawa manis.



Dan Yi meninggalkan Eun Ho sebentar unuk mencuci tangan, tapi saat ia kembali Eun Ho sudah tidak ada di rumah.


Dan Yi menghubungi Eun Ho dan ternyata Eun Ho ada di taksi. 

"Di mana kau?"

"Di taksi."

"Kau banyak minum."

"Makanya aku naik taksi. Jika sadar, aku sudah menyetir sendiri. Kau tahu aku tak suka orang lain mengemudikan mobilku."

"Kau mau ke mana?"

"Kau pikir ke mana? Aku pulang ke rumah."

"Hei, kau minum di rumah."

"Apa?"

"Ini aku, Dan Yi Noona. Kita minum bersama di rumah. Kau mau ke rumah siapa? Apa kau semabuk itu?"



Eun Ho langsung sadar, ia tanya pada supir taksi, mau kemana mereka?



Ternyata datang ke rumah lama Dan Yi. 

"Dasar gila." Kata Eun Ho untuk dirinya sendiri.



Eun Ho lalu melihat ke jalan yang ia lewati tadi dan ia melihat dirinya turun dari taksi.

"Kapan pun aku mabuk, aku datang kemari karena aku sangat merindukan Dan Yi."


"Terkadang, aku dengar tawanya."


"Terkadang... kudengar mereka bertengkar."


"Dan terkadang... Aku melihatnya menangis."





"Saat itu, aku bahkan tak bisa menyapanya. Kukira hatiku akan hancur."


Eun Ho terdiam mengenang semua itu.




Dan Yi menunggu di luar. 

"Kau baik-baik saja? Kau dari mana?" Tanya Dan Yi.



Dan sekarang Eun Ho bisa memeluk Dan Yi.

"Kini aku tak perlu ke sana setelah minum. Kang Dan Yi... tinggal di rumahku."

-ooo-


Dulu Dan Yi Dan Aku Suka Menerbangkan Balon Berisi Surat
Aku Tak Pernah Tahu Dan Yi Yang Membalas Suratku


Saat Mabuk, Aku Naik Taksi Dan Menuju Rumah Dan Yi


Sifat Dan Yi Kebalikan Dariku
Aku Tersipu Saat Malu Tapi Dia Tertawa


Aku Akhirnya Paham Arti "Kerinduan"
Saat Kang Dan Yi Tak Lagi Di Sisiku


Eun Ho Pernah Bertanya, "Kita Akan Selalu Bersama Saat Dewasa, 'Kan?"


Dia Selalu Luar Biasa
Tak Peduli Seberapa Lelah, Dia Tak Pernah Pingsan


Bersama Eun Ho Membuatku Merasa Hangat
Baguslah Aku Pindah Ke Rumahnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis Romance is a Bonus Book Episode 3 Part 4"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: