Sinopsis Item Episode 1 Part 1

- Februari 12, 2019
>
Sumber: MBC



Kereta bawah tanah tiba-tiba berhenti. Masinis menarik tuas sehingga kereta itu melaju ke arah belakang dengan kecepatan tinggi. Tertulis "Pyeonghwa" di depan kereta.


Penumpang menyadari ada yang tidak beres dengan keretanya. Mereka menangis, ada yang memeluk keluarga yang saat ini bersamanya, ada yang menelfon keluarga yang di rumah, ada yang berdoa.



Kereta terus melaju dengan kecepatan tinggi sampai membentur dinding lorong. Penumpang merasakan goncangan di dalam, makin panik lah mereka.


Seorang penumpang menghubungi konduktor melalui telfon darurat, menyuruh menghentikan kereta, tapi ia tidak didengar.

"Hentikan keretanya. Hentikan keretanya!" Dia hanya bisa terus berteriak.


Tiba-tiba lampu padam, suasana makin mencekam. Orang yang menelfon tadi masih belum menyerah, ia terus berteriak menyuruh untuk menghentikan kereta.


Di Stasiun Jeongjin seorang pria yang terluka di pelipisnya menghalangi semua penumpang masuk ke kereta yang baru datang. Mengatakan ada bahaya jadi semuanya harap minggir.



Ada yang mengenali pria itu yang katanya Jaksa pembunuh. Mereka langsung ramai-ramai mengabadikan momen itu menggunakan ponselmasing-masing.


Jaksa itu menekan tombol Berhenti Darurat dan masih terus menyuruh semuanya keluar dari sana karena akan ada bahaya. Tapi tentu saja tidak ada yang mendengar.



Jaksa itu nekat, ia turun ke rel di depan kereta. Masinis melapor pada pihak keamanan. 




Jaksa itu adalah Kang Gon (Ju Ji Hoon). Ia berhenti untuk mengeluarkan foto dari saku mantelnya. Tapi tidak jelas siapa didalam foto itu karena fotonya rusak. Yang jelas itu foto anak cewek.



Gon menetskan airmata menatap foto itu. 

Lalu Gon memakai gelang. 




Entah kenapa Gon melihat gedung di dekat sana, kebetulan ada seorang wanita yang melompat. 




Tapi Gon tidak punya waktu lama untuk menatapnya. Keretanya akan datang, batu-batu koral diatas rel bergetar. 







Gon berlari ke arah kereta. Ia menghadang kereta itu dengan tangan. Gelangnya tadi bercahaya. 

Gon berusaha keras bengat untuk menghentikan kereta. Sepertinya usahanya akan berhasil, tapi masalahnya kereta kan gak bisa langsung berhenti. Akibatnya, sambungan antar gerbong terangkat dan .... 



Huft! Itu semua cuma mimpinya Gon. Gon melihat lengannya, ia tidak memakai gelang itu.


Di meja, ada foto dirinya sedang menggendong anak kecil.



Gon membuka jendela kamarnya, ia mengatur nafasnya yang ngos-ngosan karena mimpi buruk itu.


Pemandangan di luar kamar Gon bagus banget BTW, langsung mengarah ke pelabuhan.

EPISODE 1



Gon memasak sarapan sambil mendengarkan berita.

"Hwawon satu-satunya perusahaan Korea yang masuk daftar 100 merek global dan menempati peringkat ke-18 yang dipilih Grup Penelitian Merek Amerika. Grup Penelitian Merek berkomentar bahwa Hwawon menunjukkan tingkat pertumbuhan tercepat dengan peringkat tinggi mereka.

Inilah berita selanjutnya. Pimpinan Yayasan Tree of Hope, Nam Chul Soon, menghilang. Dia terakhir terlihat meninggalkan kantor di Yeoksam-dong dan pergi ke vilanya di Namyangju. Polisi sudah mulai menyelidiki karena dia menghilang sepekan. Polisi masih belum menemukan petunjuk keberadaannya. Pada tanggal 24, sekitar pukul 18.32..."


Setelah masakannya matang, Gon mematikan TV dan memanggil seseorang. Kang Da In.

"Kamu akan terlambat ke sekolah."



Yang dipanggil ada di kamar mandi sedang mempraktekkan menekan tuts piano. 

Gon: Jika kamu tidak keluar sekarang, paman akan makan semuanya.


Barulah Da In menoleh. Da In adalah anak yang ada di foto itu.




Sementara Da In makan sarapannya, Gon mengepang rambutnya. 

"Paman jamin. Ketika kamu pergi ke sekolah hari ini, temanmu akan berkata rambutmu terlihat cantik."


Da In menunjukkan tulisan, mereka akan terlambat.

Gon langsung menggendong Da In keluar. 




Gon mengantar Da In ke sekolah. Ritual mereka adalah melakukan tos sebelum Da In turun.

Sete


Setelah Da In turun, Gon melihat foto keluarga yang ia tempel di mobilnya. Mungkin itu adalah foto mama papa Da In.



Gon bertugas di Kantor Kejaksaan Umum Cheonghae. Sesaat setelah ia masuk ruangannya, ia memriksa berkas kasus suap Konstruksi Cheonghae.



Penyidiknya heran, Gon kan akan pindah ke Seoul besok, kenapa repot-repot membaca dakwaan?

"Rasanya aneh. Itu hanya selembar kertas, tapi hidup seseorang bergantung pada benda ini."

"Kamu juga harus berpikir tentang hidupmu. Menikahlah saat kamu pergi ke Seoul."

"Astaga. Jangan menjadi orang asing saat aku mengirimimu undangan pernikahan."

"Ya. Kirimkan undangannya kepadaku, dan aku akan terbang ke sana."



Lalu Pak Penyidik memberikan hadiah untuk Gon, sepaket pakaian dalam. 

"Apa ini? Pakaian dalam yang diberikan kepadaku oleh seorang pria... Apa artinya ini?" Tanya Gon.

"Itu nyaman jika dipakai sehari-hari. Aku juga cukup sering tinggal jauh dari rumah. Dengan pakaian dalam ini, aku biasa memakainya bolak-balik."

Gon ketawa karenanya. "Terima kasih."



Atasan Gon masuk, "Kamu tidak bersemangat untuk pergi ke Seoul?" Candanya tapi langsung cemberut saat melihat Gon membuka berkas kasus suap Konstruksi Cheonghae.

"Tidak. Fakta bahwa aku akan meninggalkan tempat yang bagus ini membuatku ingin menangis.

Pak Penyidik dan ibu administrasi tahu arah pembicaraan mereka, jadi mereka keluar.



Atasan: Kamu akan segera kembali ke Seoul, jadi, kenapa masih ikut campur dengan dakwaan itu? Aku dengar tempat itu hanyalah toko kecil. Menyelesaikan kasus itu tidak akan menghasilkan apa pun. Kamu seharusnya tahu karena lama terlibat dengan Hwawon sebelumnya.

Gon: Pak. CEO dari toko kecil itu adalah keponakan anggota kongres Cheonghae. Dia juga sepupu pejabat publik yang mengelola pesanan dan mengawasi konstruksi Dinas Pendidikan.

Atasan: Karena kerabat, kudengar mereka baru saja bertemu secara teratur untuk makan dan bermain golf. Bahkan di Undang-Undang Kim Young Ran tertulis menyuap kerabatmu tidak masalah. Mari kita selesaikan ini dengan baik. Jangan biarkan apa pun menahan kariermu. Ya?




Saat atasannya akan keluar, Gon bertanya, apa Atasannya mendapatkan sesuatu? 

"Beraninya kamu mengatakan itu?!" Atasannya langsung membentak. 

"Maksudku, Anda dapat sesuatu untuk dimakan?"

Atasan langsung salah tingkah.

Gon: Pak. Tidak baik jika Anda memakan apa pun yang Anda mau.

Lalu Gon pamit meninggalkan Atasannya di ruangannya. "

"Saya dalam perjalanan untuk mengakhiri ini dengan baik."

"Astaga, dasar merepotkan."



Seseorang dobebaskan dari hukuman. Dan dia sudah ditunggu banyak reporter di luar.


Mereka menanyakan kapan orang itu akan kembali ke bisnis dan bagaimana bisa mendapatkan kepercayaan publik lagi?




Tiba-tiba orang itu berlutut, "Saya ingin mohon maaf dengan tulus kepada Anda semua yang telah mendukung Hwawon. Saya akan bertanggung jawab penuh, dan mundur dari posisi saya. Saya akan merenungkan bagaimana saya bisa mengabdikan diri saya untuk masa depan negara. Sekali lagi, Saya sangat menyesal atas perbuatan saya."

Orang itu adalah Jo Se Hwang (Kim Kang Woo).


Di kantor polisi sedang diadakan rapat internal mengenai hilangnya Nam Chul Soon, Pimpinan Yayasan Tree of Hope.



Timjang (Kapten Tim) mereka kesal karenasudah sepekan tapi belum ada hasil. Timjang bertanya pada Detektif Kim, apa ada petunjuk saat mencari area sekitar tempat Nam?

"Aku sudah memeriksa keluarga, kerabat, dan kenalannya. Aku tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan."


Selanjutnya Timjang bertanya pada Detektif Jung. Jawabannya, "Aku sudah memulihkan semua rute GPS mobilnya, Tapi tidak ada apa pun kecuali dengan tujuan ke vilanya."


Sementara itu, Shin So Young hanya mendengarkan dari sudut. 


Timjang Frustasi. Detektif yang berkacamata memberikan solusi, "Seperti yang Shin Seonbaenim katakan, daripada penculikan atau orang hilang, bukankah lebih baik fokus kita menjadi kasus pembunuhan?"

"Omong kosong apa itu? Hei, bagaimana jika kita mengklaim ini mungkin pembunuhan tanpa bukti, dan dia tiba-tiba muncul entah dari mana? Siapa yang akan bertanggung jawab untuk itu? Kamu?"



So Young menjawab, ia yang akan bertanggung jawab, lalu ia mempresentasikan hasil penyelidikannya. 

"Sangat mungkin ini adalah pembunuhan, alih-alih penculikan atau orang hilang. Karena Nam Chul Soon selalu hati-hati, bahkan dengan kunci digital, dia selalu mengunci pintu dua kali. Keluarganya bersaksi dia melakukan hal yang sama di rumah. Dilihat dari rekaman tiga bulan sebelumnya, Pimpinan Nam mengunci pintu dua kali sebelum keluar. Tapi hari itu, dia tidak menguncinya sebelum pergi. Catatan panggilannya menunjukkan sebelum keluar, dia telah menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal. Aku percaya bahwa panggilan ini memberinya tekanan psikologis. Selain itu, tekanan ini begitu luar biasa sehingga itu merusak kebiasaan lamanya. Terakhir, tiga menit setelah dia tiba di vila, dia menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal."




"Berapa lama panggilannya?"

"Sepuluh detik. Setelah panggilan itu selesai, semua kamera pengawas dan perangkat listrik di vila itu dimatikan."

"Jadi, menurutmu, apa yang terjadi selama sepuluh detik itu?"

"Aku belum tahu detailnya, tapi penelepon pasti tahu sesuatu yang membuat Pimpinan Nam menjadi sangat tertekan. Jika tidak, ayah macam apa akan melarikan diri dari rumah dan meninggalkan semua uangnya di brankasnya ketika putri satu-satunya akan segera menikah?"
>


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search