Sinopsis Babel Episode 1 Part 3

Sumber: TV Chosun


Yoo Ra dan Woo Hyuk jalan berdua. Yoo Ra minta maaf atas yang tadi, pasti Woo Hyuk terkejut. Woo Hyuk bilang tidak apa-apa.

"Dia memperlakukan mantan suamiku seperti itu. Dia bilang berat hidup bersamaku karena aku mengingatkannya pada ayahku. Makanya kuceraikan dia. Salah satu harus memutuskan." Cerita Yoo Ra.

"Kau pasti menderita."

"Dia lebih menderita daripada aku."



Yoo Ra menanyakan soal ayahnya Woo Hyuk, pasti orangnya hangat kalau melihat Woo Hyuk. 

"Dulu dia hangat." Jawab Woo Hyuk. 

"Dulu?"

"Ayahku sudah meninggal."

"Maaf."

"Tak apa. Kejadiannya sudah lama."



Yoo Ra menanyakan apa yang ayahnya katakan pada Woo Hyuk tadi. Woo Hyuk menjawab cuma masalah pekerjaan.

"Benarkah? Seperti kita?"

Woo Hyuk tidak bisa menjawabnya.

Keknya Yoo Ra suka sama Woo Hyuk deh, tapi Woo Hyuk nya tidak menanggapi.



Besoknya, Woo Hyuk menjemput Ricky di bandara. 




Woo Hyuk menyapa duluan, ia mengulurkan tangan untuk berjabat, tapi Ricky malah memberikan kopernya sambil tanya apa ada restoran kimchi jjigae yang enak.



Woo Hyuk membawakan koper Ricky menuju mobil. Ricky mengomentari cara jalan Woo Hyuk yang sama persis dengan ayahnya. 

"Ekspresimu waktu kebingungan juga sama. Rasanya seperti aku kembali ke tiga puluh tahun yang lalu." Lanjut Ricky.


Usai memasukkan koper dalam bagasi, ada telfon dari Jae Il. Woo Hyuk mengatakan kalau ia baru bertemu dengan Ricky.



Woo Hyuk mendengar sesuatu, ia melihat ke arah Ricky dan ternyata Ricky diculik. Ia langsung mengejar. 



Kejar-kejaran terkadi. Sayangnya penculik Ricky berhasil lolos.



Woo Hyuk mengalami kecelakaan, ia menabrak mobil yang terbalik. 



Woo Hyuk keluar darimobil dengan kondisi kepala berdarah. Ia jalan sempoyongan, pandangan agak kabur. Tiba-tiba ada seorang pria yang memukulnya.



Woo Hyuk roboh, tapi ia masih sempat melihat pria itu membawa koper Ricky dari mobilnya.



Jae Il datang ke rumah sakit untuk mencari Woo Hyuk. Tapi bukannya menanyakan kondisi Woo Hyuk, Jae Il kesal karena kreditan mobilnya belum lunas.

"Mobil itu bagaimana hasilnya?" Tanya Woo Hyuk. 

"Sudah sangat jelas. Tak terdaftar."

"Ah.. Harusnya aku sudah siap untuk itu."

"Siapa menduga Ketua Tae akan bertindak seperti ini?"

"Apa?"

"Bila Ketua Tae tahu aku merencanakan ini, dia takkan membuat situasi serumit ini."



Jae Il membenarkan, kalau Ketua Tae tahu pasti sudah menyingkirkan Woo Hyuk.

Woo Hyuk: Karena itu cara yang cepat dan pasti. Pasti bukan Ketua Tae.

Jae Il: Lalu siapa?

Woo Hyuk harus menemukanya, seketika itu iamelepas infusnya. Woo Hyuk menyuruh Jae Il menyebar foto Ricky pada agen layanan, terutama fokus pada lokasi judi.


Ricky tidak sadarkan diri disebuah ruangan. Kemudian ada yang mendekatkan sesuatu ke hidungnya dan seketika itu Ricky langsung bangun. 



Pria itu memutar rekaman suara telfon antara Ricky dan Woo Hyuk saat Woo Hyuk tanya apa bukti kuat yang bisa menangkap Ketua Tae. 

"Apa? Bukti untuk menangkap Ketua Tae?" Tanya Pria itu. 

"Gara-gara itu, kau membawaku ke sini? Benar begitu? Sepertinya aku memegang semua kartu."



Pria itu berkata kalau mereka bisa memberimu uang sebanyak keinginan Ricky. Apa buktinya?

"Dalam mimpi." Jawab Ricky lalu ketawa, "Ada orang yang ingin kutemui. Kau bisa membawanya?"

"Kalau tak mau buka mulut, tak masalah. Aku akan mencari tahu sendiri."

"Aku tak berurusan dengan anjing. Aku tak tahu siapa pemilikmu. Tapi kalau dia ingin tahu sesuatu, suruh dia berhadapan denganku."



Pria itu memakai sarung tangan hitam, lalu mendekati Ricky. 

Ada yang datang, Ricky dan pria itu memandang pintu.

Ricky: Lama tak jumpa.

Tapi kita tidak diperlihatkan apa yang dilihat Ricky. 



Jung Won menyiapkan teh untuk bekal Min Ho. Ia memasukkannya kedalam tas Min Ho.



Jung Won menyiapkan teh untuk bekal Min Ho. Ia memasukkannya kedalam tas Min Ho.



Min Ho menjelaskan pada Ketua Tae kalau Soo Ho semalam menjamu pembeli dari India jadi tak bisa pulang.

"Apa? Apa benar?" Tanya Ketua Tae. 

"Dia memintaku datang untuk dikenalkan karena mereka pembeli penting. Tapi hari ini aku berkunjung ke pabrik, jadi kubilang lain kali saja."

Ketua Tae menyindir Nyonya Shin yang bahkan tidak tahu apa yang dikerjakan putranya. 



Sebelum pergi, Min Ho melambai pada Jung Won. 



Setelah mobil jalan, Nyonya SHin masuk duluan. Tinggallah YounG Eun dan JunG Won.

Young Eun: Adik ipar, kau pasti bahagia.

Jung Won: Apa?

Young Eun: Karena hidup bersama orang yang perhatian bahkan mau menjaga kakaknya yang jahat. Bukan begitu?

Jung Won hanya diam saja.



Di dalam helikopter, pilot mengucek matanya, lalu meneteskan obat mata.

"Mata Anda sakit?" Tanya kokpitnya.

"Mata kering. Kalau sudah tua, air mata pun kering."

"Kapten, kau masih prima."

"Hari ini mari antar ketua dengan selamat."

"Ya."


Heli itu yang akan mengantar Ketua Tae dan Min Ho. Min Ho khawatir, apa angin kencang begini akan baik-baik saja?

"Paling cuma mati. Kau tak punya nyali." Jawab Ketua Tae.

"Maaf."



Kokpit menyapa Ketua Tae, ia mengenalkan dirinya yang merupakan pegawai baru namanya Park Gi Chan.


Ketua Tae batuk-batuk, Min Ho lalu memberikan tehnya. 

Ketua Tae meminumnya dan heli pun terbang.




Jung Won kembali main ke rumah makan temen wanitanya. Teman membawakan eine untuk mereka.

Teman: Tak ada pembeli. Tak ada pria untukku juga. Hidup ini tak indah.

Mereka mendengarkan radio dan kebetulan akan memutar lagu The Magic Flute karya Mozart, Queen of the Night's Aria, Hell's vengeance boils in my heart.




Jung Won mendengar bait pertama dan ia langsung mematikan radionya. Itu adalah lagu yang diputar keras-keras oleh Min Ho saat di mobil. 

Teman khawatir, apa Jung Won baik-baik saja? Jung Won diam saja.




Pilot merasakan tenggorokannya kering. Lalu asisten Ketua Tae mengulurkan minuman. 

"Tak usah. Tak apa." Tolak Pilot.

"Ketua ingin memberikannya padamu."

Akhirnya pilot pun meminumnya.





Namun kemudian ia mengalami serangan jantung dan meninggal seketika. Heli tidak bisa dikendalikan oleh kokpit, akhirnya heli jatuh ke sungai setelah sempat menabrak menara sutet.



Berita kecelakaan heli Ketua Tae langsung menjadi topik hangat.

"Saat ini, diketahui satu korban hilang, tiga tewas dan satu terluka parah. Dipastikan korban luka parah adalah Ketua Tae Byeong Cheol. Korban hilang, putra kedua Ketua Tae Byeong Cheol, Presdir Tae Min Ho adalah suami dari Aktris Han Jung Won."

Woo Hyuk juga menyaksikan berita itu.




Seseorang memencet bel kamar hotel Soo Ho. Wanita yang tidur bersama Soo Ho bangun duluan karena gak tahan mendengar suara bel.

Ternyata yang datang adalah Young Eun.



Young Eun membawa air es dari ember di dapur, lalu ia menyiramkannya pada Soo Ho. Soo Ho pun bangun dengan marah.

"Siapa?!"

"Istrimu."

"Kenapa kau di sini? Kau tak bermain adil!"

"Ayah dan adikmu mengalami kecelakaan."

"Apa?"

"Helikopternya jatuh."

"Mereka mati?"

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis Babel Episode 1 Part 3"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: