Sinopsis Babel Episode 1 Part 2

Sumber: TV Chosun



Yoo Ra menghubungi Woo Hyuk, mengatakan kalau ayahnya mengajak Woo Hyuk makan malam malam ini, ada waktu?  Tapi tak hanya bertiga, anggota keluarga lainnya juga hadir.

"Kalau kau tak mau, kujawab lain kali saja?" Tawar Yoo Ra.

"Tidak, tak apa."

Yoo ra memberitahu tempatnya, Woo Hyuk menjawab dengan sopan, ia memanggilnya Soenbaenim.



Woo Hyuk membuka file tentang Geosan Group, ada tiga foto disana, mungkin pendirinya, lalu ia mendekatkan foto Ricky.



Atasan Woo Hyuk datang karena mendengar berita, ia menanyakan kebenarannya. Woo Hyuk meminta maaf.  

"Bocah ini. Kupikir kau punya misi saat masuk ke kejaksaan  di usia yang tak muda lagi. Akhirnya soal uang juga?"

"Bujangnim."

"Geosan Group yang hebat itu membayarmu berapa jadi ketua tim hukum mereka?"

"Bukan soal uang."

"Sampai masih berguna sebagai mantan jaksa kau akan terus disedot lalu dibuang."

"Bujangnim... Hyungnim. Aku akan membuka jalan untukmu. Kelak kau bisa masuk, menginjak ladang ranjau dengan hati-hati."

"Apa aku menyuruhmu mengkhawatirkanku?"

"arusan kau senyum, kan?"

"Kau ini..."



Tiga orang menguping, mereka khawatir karena Woo Hyuk sepertinya mau benar-benar berhenti menjadi jaksa.

Yang pria memberi nasehat, "Nona jaksa, aku pernah bilang apa? Sudah kubilang jangan suka padanya karena Jaksa Cha seperti angin."

Pria yang disamping wanita membela, "Manajer, kalau perasaan bisa dikendalikan maka bukan perasaan."



Seorang Jaksa wanita satunya yang sedang bekerja menegur mereka untuk bekerja bukannya menguping. 

Si Manajer mau protes, tapi setelah melihat wajahnya, langsung diam.



Seorang anak tak sengaja menabrak seorang wanita dan menumpahkan eskrimnya mengenai baju wanita itu. 

Ibu si anak menegur anaknya. Tapi wanita itu malah tersenyum menatap anak itu, berkata akan membelikan es krim baru untuk anaknya.



Pelayan yang mengikuti wanita itu meminta sang ibu menunggu, mereka akan membelikan es krim baru.

"Tapi siapa orang tadi?"

"Dia istri Ketua Geosan Group."

Sang Ibu melongo tak menyangka.

Istri Ketua Tae adalah Shin Hyun Sook (Nyonya Shin).



Nyonya Shin menemui putranya, Soo Ho. 




Mereka berdua datang ke tempat makan malam berdua. Soo Ho tampak kecewa karena belum ada siapapun disana.

"Jangan tunjukkan kekecewaanmu."

"Aku perlu instruksi ibu soal ekspresi wajahku juga? Jangan menghalangiku. Hari ini akan kuakhiri."

Nyonya Shin langsung menampar Soo Ho, tapi berikutnya ia mengelus pipi Soo Ho. 

"Sadarlah. Geosan.. adalah milikmu. Ibu akan memastikannya. Jadi tahan perasaanmu."

"Aku mengerti."



Lalu datanglah Woo Hyuk bersama Yoo Ra. Nyonya Shin tanya, siapa yang dibawa Yoo Ra itu. 

"Saya Cha Woo Hyuk." Woo Hyuk memperkenalkan diri. 

Nyonya Shin: Ah.. Selamat datang.




Saat mereka duduk, Soo Ho berkata pada Yoo Ra, kenapa membawa pemain cadangan ke acara keluarga? Woo Hyuk pacar terbaru Yoo Ra ya?

Yoo Ra: Dia bukan lalat kotoran tapi jaksa terkemuka. Dia beda kualitas dengan seseorang yang omong kosong di mana saja.

Soo Ho: Kau setiap kubuka mulutku...

Soo Ho sudah mengayunkan pisau daging pada Yoo Ra.Nyonya Shin segera menghentikannya.

Nyonya Shin: Tae Sajang!

Soo Ho: Aku... Karena dia mengajak orang tanpa pemberitahuan.

Nyonya Shin: Ayah akan datang. Kau pikir Yoo Ra mengajaknya tanpa seizin ayahmu?

Nyonya Shin menanyakan DIrektur Na (Istrinya Soo Ho-Na Young Eun). Soo Ho kesal karena Young Eun bilang sudah sampai tapi belum kelihatan, ia langsung mengiriminya pesan. 


Young Eun membaca pesan kasar dari Soo Ho itu, ia balik kesal.

"Bodoh."

Lalu Yoo Ra masuk ke tempat makan malam.




Ketua Tae turun dari mobil, Min Ho menyambutnya, sementara Jung Won menunggu di lobi. 



Saat melihat Ketua Tae, Jung Won langsung mengubah ekspresi dinginnya, ia menyambut Ketua Tae hangat. 

"Ayah mertua sudah datang?"

"Ya. Hari ini kau sangat cantik. Apa kau senang suamimu menjadi presdir?"

Jung Won hanya tersenyum.


Jung Won merangkul lengan ayah mertuanya menuju ke tempat makan.




Di tempat makan, Min Ho menyapa Woo Hyuk, ini bukan kali pertama mereka bertemu. Woo Hyuk menyelamati Min Ho atas diangkatnya menjadi Presdir.

Min Ho mengajaknya bersalaman, Woo Hyuk menerimanya.



Nyonya Shin tanya, mereka saling kenal?

Min Ho: Sejak lama... dia banyak membantuku.




Makanan sudah tersedia, saatnya semuanya makan. Selama itu, Min Ho mengawasi jari Jung Won yang tidak memakai cincin pernikahan mereka.



Makanan sudah tersedia, saatnya semuanya makan. Selama itu, Min Ho mengawasi jari Jung Won yang tidak memakai cincin pernikahan mereka.




Woo Hyuk keluar ruangan untuk mengangkatnya setelah sebelumnya minta maaf pada yang lain. 

"Bukti kuat apa yang dapat menangkap Ketua Tae?" Tanya Woo Hyuk. 

"Aku yang mengajukan pertanyaan. Uangnya bagaimana?"

"Sudah siap."

"Baik. Kita bertemu sepuluh jam lagi."



Saat Woo Hyuk kembali, Soo Ho membanting garpu dan pisaunya, ia tidak berselera. 

"Kau tak berselera?" Tanya Ketua Tae.

"Begini... Ayah. Aku mulai dari bawah. Butuh sepuluh tahun untuk mencapai posisi ini. Apa yang dilakukannya?"



Ketua Tae mengambil daging Soo Ho dengan tangan, lalu memasukkannya paksa kemulut Soo Ho. 

"Apa yang kau makan dengan penghasilanmu sendiri? Selain mengacau perusahaan mulai dari bawah sampai ke eksekutif, apa yang sudah kau perbuat? Kalau kau ingin mempertahankan posisimu, tutup mulutmu."



"Kalau kau tak mau diturunkan ke posisi rendah di anak perusahaan, makan semuanya tanpa ada sisa. Makan semuanya."

Soo Ho melirik ibunya, tapi ibunya diam saja. 




semua juga diam, tak ada yang berani bicara. Soo Ho terpaksa melahap semua dagingnya walau berakhir memuntahkannya. Tapi Ketua Tae membentak, "Makan semuanya!"

Yoo Ra meminta Ketua Tae berhenti, mengingatkan kalau yang ada disana bukan hanya keluarga. 

Ketua Tae langsung menyuruh semuanya keluar kecuali Woo Hyuk.


Di luar, Nyonya Shin menasehati Soo Ho di depan Young Eun.

"Ibu sudah melarangmu bicara. Kendalikan dirimu."

"Pergi saja. Ayo pergi."




Dan mereka bertiga pun melangkah.

Ternyata tak jauh dari mereka ada Min Ho.

Nyonya Shin: Kau sudah merasa lebih baik?

Nyonya Shin dan keduanya langsung melewati Min Ho setelah mengatakannya.



Yoo Ra mendekati Jung Won, mengucapkan selamat atas posisi yang dicapai Min Ho. 

"Selamat. Ini bukan waktu dan tempat yang tepat untuk menerima ucapan selamat."

"Terima kasih, unni."

"Hibur Min Ho dengan baik."

Jung Won tersenyum mengangguk. 



Ketua Tae bertanya, bagaimana proses bergabung dengan mereka? Woo Hyuk menjawab lancar berkat Ketua Tae juga.

"Kau... apa yang kau inginkan?"

"Apa? Apa maksud Anda?"

"Aku tak suka tatapan matamu. Tatapan mata binatang. Tapi berbeda dari pria yang ingin mendapatkan posisi kuat lewat Yoo Ra. Apa alasanmu berhenti menjadi jaksa dan menjadi pengacara Geosan?"

"Saya ingin kekuatan."

"Kekuatan? Mau apa dengan kekuatan itu?"




"Saya ingin punya kekuatan yang membuat saya tak terkalahkan. Reporter menjadi jaksa, jaksa menjadi pengacara Geosan, itu alasannya."

"Walau di bawah bayang-bayangku, apa itu mungkin?"

"Bila tak ada cara, maka akan saya cari, dan bila tak saya temukan, akan saya ciptakan. Seperti diri Anda, ketua."

"Itu, itu... lucu sekali. Yoo Ra mirip denganku jadi dia jeli menilai orang. Ada yang perlu kau kerjakan lebih dulu."

"Katakan saja."

"Revisi surat wasiatku."



Min Ho menyuruh SUpir Kim pulang, ia akan menyetir. 

"Hari ini ultah putrimu. Kau harus pulang cepat." Kata Min Ho.

Min Ho bahkan memberikan uang untuk Supir Kim.  SUpir Kim sangat berterimakasih, tak menyangka Min Ho mengingatnya.



Min Ho lalu membukakan pintu untuk Jung Won. Tapi Jung Won tak kunjung naik sampai Min Ho menyuruhnya.



Di dalam mobil, Min Ho memutar lagu klasik. 

Min Ho: Kau tak apa? Makanannya tak sesuai seleramu. Kau tak bisa makan. Belakangan kau semakin kurus. Apa terjadi sesuatu? 


Jung WOn hanya menatap Min Ho, tidak menawab apapun.

Min Ho: Jangan sampai orang tahu. Cari cincinnya dan pakai dulu.

Jung WOn langsung menutupi jarinya.

Min Ho: Selamat!

Jung Won: Untuk apa?

Min Ho: Mulai hari ini kau istri presdir. 
Jung Won: Selamat.

Min Ho: Benar. Terima kasih. Terima kasih banyak.



Min Ho mengeraskan suara lagunya. Jung Won protes kalau lagunya terlalu keras. Tapi Min Ho malah menatap Jung Won tajam.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis Babel Episode 1 Part 2"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: