Sinopsis Romance Is A Bonus Book Episode 1 Part 4

Sumber: tvN




Dan Yi kembali ketiban sial. Ia tidak bisa menerima ini, ia meminta AHjussi itu melepaskannya. Ahjussi tidak mendengarkan, malah mengajak Dan Yi menemaninya minum.

Dan Yi terpaksanya menyumpahinya, semua kata-kata sumpah serapah Dan Yi lontarkan untuk Ahjussi itu.

Tapi Ahjussi itu tetap tidak bergeming, bahkan saat Dan Yi menendangnya agar menjauh.






Sampai akhirnya seorang kesatria datang menolong Dan Yi dengan pura-pura sebagai kekasih Dan Yi.

Pria itu langsung mengancam Ahjussi dan menyuruhnya pergi.




Pria itu adalah Ji Seo Joon. Dan Yi bengong dengan perlakukan Seo Joon. Seo Joon menyadarinya, ia segera melepaskan tangan Dan Yi.

Seo Joon: Maafkan aku. Aku tak sengaja melihat dari lantai atas dan kau sepertinya sedang dalam bahaya.

Dan Yi: Benar. Terima kasih. Aku bisa menangkisnya, tetapi aku menghargainya.

Seo Joon melihat kaki Dan Yi yang tanpa alas. Dan Yi tanya, apa Seo Joon sebelumnya pernah melihat seseorang tanpa sepatu?

"Belum, selain di musim panas."


Seo Joon lalu menyuruh Dan Yi duduk. 

"Aku mungkin terdengar seperti pria gila, tapi aku punya sepasang sepatu."




Seo Joon mengeluarkan sepatu, sepasang sepatu hitam.

"Terserah bagaimana kau memikirkan ini, tapi aku bukan pria yang selalu membawa sepatu wanita."


Seo Joon bahkan mengelap kaki Dan Yi dan memakaikan sepatu itu untuk Dan Yi.

Dan Yi nya disuruh diam saja sama Seo Joon.



Seo Joon tak menyangka ternyata sepatunya pas banget sama Dan Yi dan hal itu membuat Dan Yi ketawa.

"Kenapa tertawa?"

"Sepatu ini milikku."



Seo Joon memulai cerita.

"Aku melihat seorang wanita sambil menunggu bus hari ini. Dia kehilangan sepatu."




"Aku berusaha mengembalikannya padanya, tapi dia menghilang."



"Aku mencari-carinya, tapi yang kutemukan hanyalah sepatu satunya. "



Seo Joon tidak bisa membuang sepasang sepatu yang bagus, tapijuga tidak tahu apa yang harus ia lakukan pada sepatu itu sampai akhirnya ia menemukan pemiliknya seperti sebuah keajaiban.

"Bagaimana ceritanya? Aku barusan mengarangnya." Lanjut Seo Joon.

"Setiap wanita menyukai cerita itu. Seperti Cinderella."

"Benar."

"Namun, aku terlalu tua untuk percaya pada dongeng seperti itu. Pikiran diselamatkan oleh seorang ksatria berbaju zirah terlalu kekanakan. Aku lebih suka menulis kisah hidupku sendiri."




Dan Yi lalu memberikan bawangnya untuk Seo Joon sebagai hadiah. 

"Terima kasih telah menemukan sepatuku. Hanya itu yang ku miliki. Potong daun yang berwarna hijau saja, dan kau tidak perlu membeli daun bawang untuk sementara waktu."



Dan Yi akan pergi, tapi Seo Joon memberikan payungnya. Dan Yi menolak, karena ia tidak tahu bagaimana nanti mengembalikannya, lagipula ia sudah basah kuyup. 

"Ambil saja."

Seo Joon menyerahkan paksa payungnya, lalu ia berlari menembus hujan.



Dan Yi akhirnya kembali ke rumah Eun Ho. Ia membunyikan bel. Eun Ho nya terkejut melihat keadaan Dan Yi yang basah kuyip begitu. 

"Astaga. Apa kalian bertengkar? Kenapabasah kuyup begitu?"

Dan Yi tidak menjawabnya, ia minta air hangat.



Sementara Eun Ho mengambilkan air, Dan Yi membungkus tubuhnya dengan selimut di sofa.

"Aku membeku." Kata Dan Yi.

"Apa yang sedang terjadi? Ada apa dengan tas itu? Siapa pria yang tadi ditelfon?"

Dan Yi hanya diam saja. 




Setelah minum, Dan Yi ijin untuk menginap dirumah Eun Ho malam ini. 

"Katakan lagi?"

"Ijinkan aku menginap malam ini. Hanya untuk malam ini."

"Apa kau lari dari rumah?"


Dan Yi meletakkan gelasnya, ia berdiri dan membawa barang0barangnya naik ke lantai dua. Eun Ho menghentikannya.

"Kenapa kau naik kesana? Mereka bilang pertengkaran pasutri tidak akan bertahan lama. Jadi.."

"Cha Eun Ho!! AKu hanya akan menginap malam ini. Noona benar-benar.. tidak punya tempat tujuan."

Dan Yi terdengar sama putus asanya saat ia kabur dihari pernikahannya. Eun Ho pun membiarkannya.



Di kamar atas, Dan Yi mengeluarkan pakaian yang ia sembunyikan di kardus.


Eun Ho sempat berpikir untuk menghubungi Dong Min, tapi ia gengsi.




Demi menghindari menjawab pertanyaan Eun Ho, Dan Yi makan dengan cepat.

"Apa yang terjadi?"




Eun Ho menunjukkan resmue Dan Yi, ia tahu Dan Yi sedang menyembunyikan banyak hal darinya.

"kau benar-benar tidak akan memberi tahu? Oke, aku akan berhenti bertanya. Makanlah Pelan-pelan. Aku mengerti. kau mungkin tidak ingin membicarakannya. Ada saat-saat seperti itu dalam hidup. Tapi tolong sewa ART lain untukku."

"Aku akan menjadi ART-mu."

"Apa yang merasukimu? Kau tidak akan pulang?"

"Aku tidak punya rumah.. untuk kembali. Aku bercerai setahun yang lalu."

"Apa itu novel baru? Tidak mungkin aku tidak tahu hal itu."


Eun Ho berdiri, ia akan berangkat, namun ia berpesan agar Dan Yi mencuci piringnya sebelum pergi. 

"Pulanglah. Aku akan menghubungi mu nanti. Apakah Dong Min Hyung selingkuh darimu?"

Dan Yi hanya diam saja.


Setelah terdengar suara pintu di tutup barulah Dan Yi bisa berhenti makan.


Sebelum masuk mobil, Eun Ho masih berpikir, semua kata-kata Dan Yi tadi tidak benar kan? Tidak mungkin benar kan?




Saat sedang bersih-bersih, Dan Yi menemukan brosur rekruitment karyawan baru untuk perusahaan Eun Ho, 

"Haruskah aku melamar? Kenapa harus? Aku mungkin tidak akan mendapatkan pekerjaan."

Dan Yi membawa persyaratannya dan ia kecewa, menurutnya gelar dan kualifikasi tidak berguna. 


Dan Yi tak sengaja berharap seandainya ia hanya lulusan SMA. Tapi sepertinya Dan Yi memikirkan sesuatu saat melihat persyaratan tidak dibutuhkan gelar.


Di kamar atas, Dan Yi terus berpikir sambil membaca kembali brosur itu.


Eun Ho pulang dan ia tidak melihat sepatu Dan Yi dibawah. Iya, karena Dan Yi membawa sepatunya ke kamar.



Eun Ho yang mengira Dan Yi sudah tidak di rumahnya menelfon. Tapi Dan Yi hanya melihatnya saja.



Karena tidak diangkat, Eun Ho pun mengirim pesan.

"Noona, apa kau sudah pulang? "
"Kau bilang kau bercerai karena kau marah, kan?"
"Aku tidak akan membiarkannya, jika si brengsek itu benar-benar berselingkuh."



Dan Yi tersenyum membacanya, tapi kemudian pesan baru masuk lagi.

"Aku menarik ucapanku aku tidak akan memanggilnya brengsek."
"Aku khawatir. Telfon aku besok."


Dan Yi kembali membaca brosur itu.



Hari wawancara Karyawan baru. Manajer Song memanggil tiga pelamar berikutnya untuk maju.


Sebelum menyurh mereka masuk ke ruangan wawancara, Manajer Song memberikan daftar resume pada Presdir Kim, Ko Isa dan Eun Ho.



Lee Ji Young, Kim Min Chul? dan Kang Dan Yi dipanggil untuk memasuki ruangan wawancara.


Presdir Kim mewanti-wanti Eun Ho agar tidak bertanya panjang lebar, yang singkat-singkat saja.

Eun Ho: Apak itu cara kita harus mempekerjakan karyawan? Kita harus ...





Eun Ho terhenti saat membaca resume Kang Dan Yi. Ia sempat tidak percaya, namun Dan Yi muncul di hadapannya sebagai pelamar.

-ooo-


Hari itu, jika aku pergi ke Negara Asing, aku akan manjelani hidup yang sepenuhnya berbeda.


Semangat, Kang Dan Yi. Dia tersenyum secerah yang ia bisa.


"Kau tampak cantik." Dia berkata. Dan Yi sepertinya tidak mendengarnya.


"Jangan menangis, Dan Yi. Semua akan baik-baik saja." Dia hanya butuh hiburan seseorang.


Disaat aku sedang susah, aku memikirkan Eun Ho. Hanya namanya saja membuatku lebih baik.


Hari itu aku menyadari nahwa Kesatria berbaju Zirah hanya ada di dunia dongeng.


Kita tertawa dan berlari di hangatnya matahari dan ketakutanku tentang masa depan langsung sirna.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis Romance Is A Bonus Book Episode 1 Part 4"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: