Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 13 Part 4

Sumber: tvN



Jin Woo memperingati, jangan pernah log ini kecuali berada di dekat Emma, karena mereka tak tahu yang mungkin terjadi.

"Kenapa kau bertahan di game ini?" Tanya Hee Joo. 

"Hanya ini caranya. Tapi jangan cemas. Levelku sudah tinggi sekarang. Mereka ketakutan saat melihatku. Kau mengenal Emma lebih jauh?"

"Tidak. Bicara dengannya tak mudah. Dia hilang setelah satu kalimat dan muncul lagi setelah lama menunggu."

"Dia diprogram untuk muncul secara acak. Pelan-pelan saja dengannya. Lagi pula aku butuh waktu. Aku tak tahu harus bertanya apa atau mencari apa."

"Aku juga tak tahu. Aku sama tak tahunya. Tetap saja, kau akan punya ide lebih baik soal yang ingin didengarnya."

"Entah apa aku harus katakan padanya, tapi aku melihat..."

"Kau melihat sesuatu?"



"Bukan hal besar. Hanya tangan kanannya. Gelang dan cincin di tangan kanannya tampak sangat tak asing."



"Entah apa aku pernah melihatnya. Pertama, kukira itu gelang yang pernah kumiliki, tapi itu milik Fatima."





Jin Woo tak mengerti maksud Hee Joo. Hee Joo menjelaskan, Tangan Fatima ada di Alhambra. Di atas gerbang pertama yang dikenal sebagai Gerbang Keadilan.

"Aku tahu karena sering menjelaskannya sebagai pemandu. Kurasa Se Joo dapat ide itu dari buku panduanku."





Suatu hari saat Se Joo datang ke kafe untuk meminta uang saku, Hee Joo menyadari kalau Se Joo membawa buku panduannya. 

"Itu buku panduanku? Kenapa ada padamu?" Tanya Hee Joo. 

"Aku butuh untuk ciptakan benda."

"Benda? Apa itu?"

"Lihat saja nanti. Ini akan keren."



Hee Joo: Dia membawa-bawa buku panduanku cukup lama. Tangan Fatima adalah motif aksesorinya.

Jin Woo: Apa tepatnya makna ilustrasinya?

Hee Joo: Fatima adalah putri Muhammad, dan orang Islam meyakini tangannya adalah kunci menuju surga. Karena itu ada legenda soal Gerbang Keadilan. Di hari Kunci Surga bertemu tangan Fatima, gerbang akan dibuka dan istana akan runtuh.

Jin Woo: Tunggu. Kau menyebutkan kunci?

Hee Joo: Ya, Kunci Surga. Ada dua ilustrasi di Gerbang Keadilan. Tangan Fatima dan Kunci Surga.



Jin Woo mengingat sesuatu, saat ia ke Alhambra kemarin, ia melihat Kunci itu di pintu masuk pertama ke Alhambra. Itu adalah Kunci Surga.



Jin Woo lalu mengeluarkan kunci yang ia dapatkan di penjara bawah tanah. 



Hee Joo tidak bisa melihat apa yang Jin Woo pegang, ia heran, ada apa?

Jin Woo: Apa kisah legendanya?

Hee Joo: Di hari Kunci Surga bertemu tangan Fatima, gerbang akan dibuka dan istana akan runtuh. Soal apa ini?

Jin Woo: Kenapa aku merasa.. Se Joo akan ada di sana?

Nah.. Jin Woo mulai menyimpulkan.


Nah.. Jin Woo mulai menyimpulkan.

"Se Joo tak terkurung di penjara bawah tanah Alhambra saat mengirimkan elang. Dia menuntunku ke sana agar aku bisa temukan Kunci Surga yang disembunyikannya."




Faktanya, Se Joo berlaria di hutan, ia ditembaki Marco. Mereka berduel. Marco juga kena tembakan Se Joo.






Ada baku tembak, Marco lebih aktif menyerang, tapi ia tidak berlindung seperti Se Joo, jadi Se Joo bisa mengalahkannya. Se Joo pun naik level, kini levelnya 94.



Se Joo ketakutan, ia meninggalkan lokasi.



Hyeong Seok masih menunggu di Kafe Alcazaba, Sekretarisnya terus menghubungi Marco, tapi tidak ada jawaban. Hyeong Seok gak sabar, ia meminta ponsel pada Sekretarisnya untuk bicara sendiri.



Se Joo mendekati Marco, dimana Marco sudah meninggal dengan mata terbuka lebar. Se Joo membangunkannya, tapi Marco tidak bergerak. Se Joo ketakutan. 




Hyeong Seok meletakkan ponselnya di meja dan tiba-tiba panggilannya dijawab, yang terdengar suara nafas Se Joo yang terengah-engah. 

"Halo? Kau... Di mana kau? Apa yang kau pikir..."

"Marco tak bisa datang."

"Siapa ini?"

"Dia tidak bisa datang."

"Siapa ini?"

"Ada masalah dengan gamenya."



Hyeong Seok ingat, Marco pernah menyebutkan memiliki rekan. Ia pun bertanya, masalah apa? Se Joo tidak menjawab. Hyeong Seok kesal, ia membentak, MASALAH APA?!!!

"Aku tak tahu. Aku juga tak tahu."

"Siapa namamu? Ada apa ini? Tidak, sambungkan Marco."

"Dia tak bisa jawab."

"Hei, dasar kau... Katakan pada Marco, aku akan tunggu tepat satu jam lagi. Jika dia tak datang, kesepakatan batal. Kau mengerti?"

"Tak bisa diteruskan."

"Apa?"

"Tak bisa diteruskan."

"Marco, berengsek kau. Kau dengar ini, 'kan? Kemari dalam satu jam. Atau aku akan cari dan bunuh kalian. Beraninya menipuku? Karena aku menghormati anak kecil seperti kalian... Beraninya kau coba menipu..."

Se Joo langsung memutus sambungan. 



Hyeong Seok menghubungi balik, tapi tidak ada jawaban. Sekretarisnya bertanya, apa katanya? Hyeong Seok menjawab kalau bocah-bocah sial itu memanfaatkannya.

"Lalu Se Joo tak bisa percaya siapa pun."



Se Joo menemukan alamat email dan nomor ponsel Jin Woo di saku Marco, ia membawanya lari.



Sampai di rumah Marco, Se Joo mengirim email untuk Se Joo. 




Dan setelahnya Marco muncul disertai lagu Alhambra dan hujan petir. 

Se Joo: Ada apa ini? Kenapa kau terus muncul? Kau sudah mati! Kenapa lakukan ini padaku? Jangan tembak. Pergi! Pergi kau!

Tapi Mrco tetap menembak dan terus mengikutinya sampai ke kereta. 




"Dia mengira akan mati. Entah di dalam game atau dunia nyata. Karena itu dia bersembunyi."






"Dia menunggu... kunci tersembunyi untuk diberikan kepada Emma. Tugas ini.. berakhir di tangannya."




Jin Woo mengerti ia harus berbuat apa sekarang. Hee Joo bertanya, apa ceritanya membantu? 



"Apa itu membantu?" Jin Woo mengulang pertanyaan Hee Joo. 

"Ya. Aku rasa itu tak membantu."

"Aku hanya perlu melakukan peranku."

Jin Woo tersenyum. 



Di toilet, Jin Woo bicara ditelfon dengan Yang Ju.

"Ada apa? Aku tak mendengar kabar." Tanya Jin Woo. 

"Aku baru akan menelepon. Aku kirimkan sekarang."

"Sekarang?"

"Ya, aku membuat beberapa benda. Lihatlah."

"Benar. Park Daepyonim baru kembali ke Korea. Dia mencarimu. Anda bicara dengannya?"



Di luar, Sun Ho menghubungi Jin Woo, Jin Woo mengangkatnya. 

"Di mana kau?" Tanya Sun Ho. 

"Kenapa?"

"Kau tak tahu? Sepertinya Yu Ra menyebabkan masalah."

"Masalah?"


Sun Ho menjelaskan semanya, Jin Woo terdiam, lalu ia menoleh ke belakang, ada mobil polisi dan dua orag polisi.



Di dalam kafe, Hee Joo didatangi detektif. 

Detektif: Anda bersama Yoo Jin Woo-ssi? Anda ada di foto.

Hee Joo: Foto?

Detektif: Kami menemukan Anda dari foto di media sosial. Di mana Yoo Jin Woo-ssi?

Hee Joo: Ada apa ini?

Detektif: Ke mana dia pergi?




Jin Woo kembali masuk ke dalam kafe, ia melihat dan mendengar Detektif mencarinya, ia langsung lari. Polisi mengejar. Hee Joo gak ngerti apa yang terjadi. 



Jin Woo lari tungganglanggang menghindari polisi, ia gak boleh tertangkap sekarang.

Hee Joo ikut menyusul keluar, ia bingung.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 13 Part 4"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: