Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 15 Part 2

Sumber: tvN



Min Joo belanja banyak daging sampai membuat Ahjumma kasir heran. Min Joo mengatakan kalau kakanya kembali setelah satu tahun padahal mereka mengira kakaknya sudah meninggal.



Nenek mengabari semuanya mealui telfon kalau Se Joo sudah kembali dalam keadaan baik-baik saja. Malam ini nenek masak banyak.

Min Joo datang membawakan belanjaan, Nenek menyuruhnya memeriksa apa yang Se Joo lakukan. Min Joo langsung saja melakukannya.



Se Joo ada di kamarnya bersama Sang Beom dan Min Joo. Sang Beom bertanya, darimana saja Se Joos elama ini sampai mereka tidak menemukan jejaknya. 

Min Joo: Oppa! rumah kita bagus, 'kan? Keren, ya? Rumah ini sangat mahal. Kita kaya sekarang.

Sang Beom: Se Joo-yaa. Hei, katakan sesuatu. Kau tak senang bertemu?



Min Joo merasa ada yang aneh, bukankah Se Joo terlihat sama seperti tahun lalu?  Dari rambut hingga pakaian, Se Joo tampak sama seperti saat pergi. Sang Beom sepertinya tidak menyadari hal itu.

Sang Beom: Kenapa kau tak menelepon? Dari mana kau? Kami pikir... Kami kira kau sungguh mati.

Hee Joo masuk saat Sang Beom mengatakannya. 



Se Joo akhirnya menjawab, "Instance dungeon."

"Apa?"

"Aku di instance dungeon. Aku tak bisa menghubungi."

"Instance dungeon? Di mana itu?" Tanya Sang Beom. 

"Itu tempat di dalam game. Hanya aku yang tahu. Saat itu terlalu berbahaya. Karena itu aku sembunyi. Aku tak membunuhnya. Aku sungguh tak membunuhnya."

"Apa?"

"Aku tak membunuh Marco. Aku tak bersalah. Percayalah."



Min Joo terkejut, Se Joo memnunuh orang?

"Kubilang tidak!" Se Joo teriak histeris. 



Semua terkejut, Se Joo langsung menyuruh keduanya keluar dan mengatakan pada nenek kalau Se Joo sedang mandi.

Min Joo tanya pada Sang Beom, apa kakaknya bersembunyi karena membunuh orang? Sang Beom mengajaknya turun saja.



Di depan Hee Joo, Se Joo terus mengulagi pernytaannya tadi kalau bukan dirinya, ia tidak membunuh Marco. 

"Ya, aku tahu. Aku mendengarmu. Kita bicarakan nanti. Aku tahu kau tak membunuhnya."

"Dia mencoba membunuhku. Dia menikamku. Karena itu aku kabur. Tapi dia terus mengikutiku... sambil menembakku."

"Ya, aku tahu. Aku tahu semuanya. Kau tak berbuat salah."

"Tapi dia tiba-tiba hilang. Karena itu aku keluar. Seseorang pasti menyelesaikan tugas. Aku menunggu ada yang menyelesaikan tugas. Tapi... Siapa yang melakukannya?"



Hee Joo: Kau... tak tahu?

Se Joo menggeleng. Hee Joo tanya lagi, Se Joo tidak tahu dimana dia sekarang?

Se Joo: Aku tidak tahu.. siapa dia.

Narasi Jin Woo, "Kembalinya Se Joo mengakhiri perjalanan panjang dan sepi ini."



Dengan bantuan Resepsionis itu, Sun Ho berhasil masuk ke dalam kamar hotel, tapi semuanya berantakan, Sun Ho semakin mengkhawatirkan Jin Woo.  



Sun Ho memeriksa setiap sudut untuk mencari Jin Woo dan ia menemukan hal yang membuatnya menganga.


SEHARI SEBELUMNYA


"Sekarang, hanya tersisa satu cerita. Kisah.. terakhirku."


Jin Woo membuka pesan Su Jin, "Maafkan aku."



Jin Woo akan menghubungi Su Jin, tapi ia mendengar suara lantunan gitar, Emma ada di depannya. Jin Woo pun mendekati Emma, tidak jadi menghubungi Su Jin. 




Jin Woo menyapa Emma terlebih dahulu dan mengucapkan lama tak berjumpa. Emma juga mengucapkan hal yang sama. 

"Ada sesuatu untukmu." Kata Jin Woo. 

"Apa itu Kunci Surga?"

"Ya."

"Tunjukkan padaku."



Jin Woo menunjukkannya, Emma berkata itulah yang ia cari, ia meminta Jin WOo memberikan itu padanya. Jin Woo memberikannya jika memang itu yang Emma mau.

Emma mengambilnya, ia tersenyum. 


Jin Woo diberi pemberitahuan kalau kunci surga berada di tangan Fatima. Jin Woo berhasil menyelesaikan tugas rahasia Master, sekarang Jin Woo menjadi Master baru. 







Tiba-tiba Gitar Emma menghilang, lalu Emma berdiri, mencabut kunci surga itu yang ternyata sebuah pisau dan tanpa menunggu lama, Emma menancapkan pisau itu ke dada Jin Woo. Jin Woo menahan sakit, ia memandang Emma tak mengerti.


Jin Woo membaca kalau Emma dengan menghapus Kekutu. 



Jin Woo memegangi tangan Emma, ia kesakitan banget.


Sementara itu, polisi terus melakukan pencarian terhadapnya, mereka sampai di gereja.




Jin Woo harus menunggu selama proses Emma mencabut Kekutu, tapi Jin Woo sudah kesakitan banget, akhirnya ia mendorong Emma. 



Jin Woo tersungkur ke lantai, tapi ia sempat membaca kalau Emma gagal menghapus kekutu jadi Emma gagal mereset Game. 



Saat Jin Woo menoleh kepada Emma lagi, EMma menghilang. Jin Woo kesakitan banget, sudah mau pingsan.



Polisi masuk ke Gereja, tapi tidak menemukan Jin Woo disana. Lalu mereka keluar lagi untuk mencari. 
  
  
Tebakan polisi benar, Jin Woo memang sudah keluar dan Jin Woo melihat mereka duluan, jadi bisa memilih jalan untuk kabur. Jin Woo jalan terseok dengan kunci surga masih tertancap didadanya. 



Tapi tantangan Jin Woo masih muncul, musuh-musuhnya. Pertama Jin Woo masih tanggap untuk menembak duluan.



Untuk kedua dan selanjutnya, Jung Hoon muncul untuk membantunya. Jin Woo menggnakan kesempatan itu untuk bersembunyi.




Tapi musuhnya mengganti senjata ke yang lebih canggih. Jung Hoon gugur di depan Jin Woo. 



Musuh beralih pada Jin Woo, tapi karena ada halangan pintu, ia tidak bisa mengejar.


Jin Woo naik beberapa lantai sampai ia menemukan kamar mandi, ia masuk ke sana, keadaannya kritis.



Dengan tenaganya yang tersisa, Jin Woo menarik kunci surga yang tertancap di dadanya dan itu menyebabkan eror yang tidak  dikenal. Jin Woo pun keluar dari game dan ia pingsan.  



Saat ia membuka matanya, ia melihat Ahjumma berusaha membangunkannya.



Lalu Dokter Choi datang dan ia pingsan lagi.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 15 Part 2"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: