Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 6 Part 4

Sumber: tvN


Hee Joo bangun dan ia panik karena tidak melihat Jin Woo disana. Ia langsung berlari ke kamar mandi, tapi Jin Woo juga tidak ada disana. Ia langsung keluar.





Hee Joo menemukan Jin Woo sednag minum di dapur. Hee Joo lega, ia kira Jin Woo keluar sendirian lagi.

"Selamat ulang tahun." Ucap Jin Woo.

"Apa?"

"Kudengar ini hari ulang tahunmu."

"Bagaimana kau tahu?"

"Pria yang "sudah seperti" keluargamu memberitahuku."

"Apa?"



Lalu muncullah Sang Beom, ia mengajak Hee Joo keluar untuk merayakan ulang tahunnya, ia sudah memanggil semua dan mereka mau datang.

"Aku sudah bilang tak bisa."

"Daepyonim baik-baik saja. Dia bilang kau boleh pergi."





Hee Joo lalu memandang Jin Woo. Jin Woo menyuruhnya bersenang-senang. kalau ia tahu, pasti ia membelikan hadiah.  

"Itu tak penting. Aku tak mau pergi. Kurayakan nanti saja." Jawab Hee Joo. 

"Kau tak perlu tinggal lagi. Aku baik-baik saja. Istirahatlah di rumah."




Sang Beom segera bergerak untuk mengambilkan jaket Hee Joo. Hee Joo masih enggan pergi, tapi Sang Beom memaksa, ia sudah meminta semuanya datang lho! Jangan dibatalkan lagi!

"Kutunggu sekretarisnya. Seseorang harus mengawasi Daepyonim." Kata Hee Joo.

Jin Woo menyela, ia mengatakan kalau dirinya sungguh tidak apa-apa. 





Mereka sudah keluar, tapi Hee Joo masih tidak tega, ia tidak bisa meninggalkan Jin Woo sendirian. Sang Beom menenagkan, sekeretarisnya akan segera datang.

"Tapi dia belum datang." Bantah Hee Joo. 

"Astaga. Dia bukan anak-anak. Dia juga tampak sehat. Dia tak tampak gila."

"Siapa bilang?"

"Bukankah dokter berkata dia mengalami pikiran paranoid?"

Hee Joo pun tak bisa membantahnya.



Jin Woo benar-benar sendirian sekarang. 

Jin Woo menghubungi seseorang, "Ini aku. Kau di kota, 'kan? Tolong kirimkan sesuatu."




Jin Woo beralih ke sofa, ia tiduran disana. Tapi ia mendengar sesuatu. 

"Saat efek obatnya hilang, kecemasanku dimulai lagi"


Jin Woo kembali ke kamar, mencari obatnya, tapi tidak ada.

"Aku lebih baik saat tidur, tapi aku kehabisan obat."


Ia kembali ke dapur, mencari minuman beralkohol, tapi juga tidak ada.

"Mereka juga membuang alkohol."


Jin Woo hanya bisa memaksakan diri untuk tidur, tapi tentu daja tidak bisa.

"Apa ini gangguan mental? Meski tak ada tanda-tanda, aku bisa merasakan sebentar lagi.. dia muncul."



Saat Hee Joo sedang persiapan ke pesta, ia menyempatkan diri menghubungi Jin Woo. Jin Woo mengatakan kalau ia baik-baik saja.

"Apa Sekretaris Seo bersamamu?"

"Belum."

"Belum? Seharusnya dia datang sejak tadi."

"Kuminta dia melakukan sesuatu. Dia akan segera datang."

"Baiklah."





Hee Joo bertanya sedang apa Jin Woo saat ini, Jin Woo berbohong ia sedang menonton TV. Tapi sebenarnya Jin Woo mengunci dirinya di kamar mandi. Ia membutuhkan ruang tertutup untuk jaga-jaga jikalau Hyeong Seok muncul. 

"Kau tak bosan?" Tanya Hee Joo. 

"Tidak."

"Kau baik-baik saja, 'kan?"

"Kau mau kembali jika tidak?"

"Kau tak sehat?"

"Aku hanya bercanda. Bersenang-senanglah hari ini."

"Akan kubawakan makanan. Apa ada yang ingin..."

"Kau tak perlu datang."

"Tetap saja..."

"Tak apa-apa. Jangan datang."

"Kenapa tidak? Aku..."

"Sudah dulu."

Jin Woo memutus telfon. 



Saat Hee Joo akan keluar, seseorang membunyikan bel pintu. Ternyata seseorang datang untuk mengantar bunga. Bunga khusus untuk Hee Joo. 



Ternyata bunga itu dari Jin Woo. Jin Woo mengucapkan selamat ulang tahun pada Hee Joo dengan syukur yang tulus.

Hee Joo tersenyum, "Serius? Bunga setelah menutup teleponku?"



Jin Woo mendengar suara petir dan lagu itu, Hyeong Seok kembali. Jin Woo meringsut ketakutan.



"Hyeong Seok-ah. Sampai kapan kau akan ikuti aku? Bisa hentikan ini sekarang? Aku sungguh... Aku sungguh ingin berhenti. Apa kau akan puas setelah membunuhku? Sampai saat itu kita harus terus bertarung?"

Hyeong Seok menghilang lagi kaena waktu tunggu habis.




Jung Hoon kembali dengan membawa hadiah, tapi ia tidak menemukan Jin Woo.

Jung Hoon masuk kamar mandi dan menemukan  Jin Woo disana. Jung Hoon ikut masuk dan menutup pintunya lagi, ia bertanya, sedang apa disana?

"Ayo pergi. Aku bisa bergerak sekarang. Ayo kembali. Aku ingin berhenti merepotkan."

"Kenapa? Kenapa tidak istirahat? Kau harus memulihkan kesehatanmu dan Direktur Park Sun Ho bilang kembali minggu depan. Tiket pesawatnya...'

"Bukan pesawat. Belikan tiket kereta. Ke Barcelona dahulu."

"Kereta?"

"Jika naik pesawat, entah apa yang akan kulakukan. Kereta lebih baik. Aku bisa turun."

"Kapan kau ingin pergi?"

"Hari ini."


Hee Joo merayakan ulangtahunnya dengan teman-teman, ia juga mendapatkan hadiah. Hee Joo sangat bersyukur.



Tapi Hee Joo tidak bisa tenang, ia menyelinap keluar saat teman-temannya sedang sibuk ngobrol. Hee Joo menghubungi Jung Hoon. Jung Hoon tanya dulu pada Jin WOo sebelum mengangkatnya. 

"Ini Hee Joo-ssi. Apa yang harus kulakukan? Haruskah kujelaskan singkat?"

"Telepon saat tiba. Katakan kita pergi karena urusan penting."

"Haruskah begitu? Dia akan kecewa."



Maka Jung Hoon pun mengangkat telfon Hee Joo. Ia menyampaikan persis seperti perintah Jin Woo. Ia berkata pada Hee Joo kalau semuanya baik-baik saja.

"Pekerjaanmu pasti repot tanpaku. Aku akan mampir membawa makanan enak."

"Tunggu."


Jung Hoon mengatakan pada Jin Woo kalau Hee Joo akan mampir ke rumah. Jung Hoon sungguh tidak enak, ia akan mengatakan semuanya pada Hee Joo karena Hee Joo akan sangat kecewa.


Jung Hoon pun mengatakan semuanya. Hee Joo jelas kecewa mendengar Jin Woo akan kembali. 

"Kapan dia akan pergi? Ke mana dia pergi?"


Setelah mendapatkan jawaban, Hee Joo langsung lari ke jalan besar. Disana ia langsung menyetop taksi. 



Jin Woo sampai di Stasiun Granada. Ia sudah naik kereta, tapi ia masih was-was. Jung Hoon menawarinya kopi, tapi ia diam saja. Jung Hoon pun berinisiatif mengambilnya sendiri. 

"Aku meninggalkan Granada dalam ketakutan."



Saat kereta akan jalan, Hee Joo masuk ke peron dan Jin Woo melihatnya.

"Aku tak sanggup memikirkan perasaan orang lain. Namun..."





Hee Joo terlambat. Ia tidak bisa mengejar laju kereta. Bahkan Hee Joo tidak sempat melihat wajah Jin Woo untuk yang terakhir. 




Hee Joo menangis. Jin Woo juga bersedih.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 6 Part 4"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: