Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 6 Part 3

Sumber: tvN


Setelah pelayan menuangkan wine, Profesor Cha mulai bicara.

"Sebaiknya kita sudahi saja. Kita tak punya waktu. Para reporter akan mulai menulis artikel jika kita terus ragu. Ini topik besar untuk bahan gosip. Kebenaran tak penting untuk mereka. Mereka hanya ingin memancing massa. Dan apa lagi yang lebih menarik dari ini?"

"Anda benar."

"Aku sudah bicara dengan Su Jin."



Profesor Cha menjelaskan pada Su Jin, "Autopsi tak akan menghidupkan kembali Hyeong Seok. Dan katanya akan berat mencari penyebab kematiannya. Jika kita memutuskan melakukan autopsi, reporter akan mulai menulis artikel dan berasumsi dia dibunuh. Dan aku yakin akan satu hal. Aku sudah muak mendengar rumor tentang kalian bertiga dalam beberapa tahun terakhir. Namun kali ini, aku bisa jamin akan jauh lebih buruk. Kau masih menginginkan autopsi?"

"Tidak." Jawab Su Jin sambil memegangi perutnya.



Profesor Cha melanjutkan, mereka sudah memutuskan, dan ia tak ingin jasad putranya berantakan. Ia tidak.. meragukan Jin Woo. Karena itu, tak ada alasan untuk melakukan autopsi.

Profesor Cha menanyakan pendapat Sun Ho.



Sun Ho ingat cerita Yang Ju soal Jin Woo yang bersemangat mengatakan kalau dia sudah menghancurkan Hyeong Seok dan dugaan Yang Ju jika Jin Wo bermain game melibatkan kontak fisik. 


Sun Ho menggabungkannya dengan niatan Jin Woo saat ia menjemputnya di depan rumah sakit, bahwa Jin Woo bisa saja melakukan hal gila, Jika ada pisau di tangannya, ia bisa saja menikam Hyeong Seok.



Profesor Cha mengulangi pertanyaannya lagi, Bagaimana menurut Sun Ho?

"Kurasa mustahil... untuk meragukannya." Jawab Sun Ho pada akhirnya, walaupun ia agak ragu.

"Kalau begitu kita tutupi. Kita akan urus semuanya dan pergi. Kau harus pertimbangkan berdasarkan kondisi Jin Woo. Tapi pertama, singkirkan Go Yu Ra. Dia sangat menyusahkan."

"Baik."

"Saat dia sudah pulih kirim dia ke Amerika. Dokter bilang tak banyak harapan, tapi dia harus mencoba terapi fisik."

"Ya, tentu. Aku akan siapkan semuanya."

"Mari makan."



"Begitulah, kematian Hyeong Seok dikunci rapat. Dan saat aku terlelap karena obat tidur, mereka meninggalkan Granada."



"Su Jin. Profesor Cha."


Yu Ra menggila, "Aku tak tahu ke mana dia dibawa. Akan kubunuh mereka semua. Sial! Cha Byeong Jun, akan kuhancurkan dia. Orang tua itu pasti sudah gila. Beraninya mereka membawa suamiku. Mereka tak berarti. Memang siapa mereka?"

Tapi manajernya segera membawanya masuk mobil.

"Bahkan Yu Ra."



Hyeong Seok dibawa ke tanah airnya. Sun Ho yang mengurus semuanya.

"Dan Hyeong Seok."



"Sementara, aku minta diberi obat untuk membantuku tidur sejak aku tahu Hyeong-seok tak akan muncul saat aku tidur."


"Tidur adalah perlindunganku. Agar terhindar dari ketakutanku, aku terus tidur."



Sun Ho pamit pada Jin Woo, ia harus kembali ke Seoul karena pekerjaan sudah menumpuk. Jin Woo mengangguk tanpa membuka lebar matanya. 

"Apa ada... yang ingin kau katakan?" Tanya Sun Ho.

"Tentang apa?" Jin Woo balik bertanya dengan lemah.

"Tidak. Aku hanya bertanya."



"Tak ada yang menanyakan apa yang terjadi antara aku dan Hyeong Seok hari itu. Meski mereka bertanya, aku tak akan menjawab bahwa aku membunuh Hyeong Seok. Namun, tak ada yang berani.. menanyakannya. Mungkin mereka takut akan kebenarannya."

Jung Hoon mengingatkan Sun Ho kalau waktu naik pesawat sudah tiba.




"Hyeong juga pergi. Dan saat aku terbangun... hanya ada kami berdua lagi."



Jin Woo bangun dan ia menyelimuti Hee Joo.


Jin Woo melangkah ke dapur, ia mencari obat, tapi semuanya kosong. 




Jin Woo mendengar suara riak air, ia pun menuju kolam renang dan disana ia melihat Min Joo.

"Ahjussi.. Sudah lama aku tak melihatmu bangun."

"Aku tak bisa kembali tidur."

"Mungkin karena kau berhenti minum obat tidur. Doktermu menghentikannya. Ternyata itu tak sehat. Apa hantunya sudah pergi?"

"Bukankah kau harus sekolah?"

"Tidak hari ini. Aku sudah bilang harus merawat orang."

"Merawat orang? Aku?"

"Ya. Aku jatuh cinta dengan tempat ini. Kolamnya yang terbaik. Boleh aku mengajak teman kemari besok? Mereka juga akan suka!"

"Sepertinya kau kemari untuk liburan, bukan untuk merawat orang."

"Aku ingin merawatmu. Aku sungguh kemari bergantian dengan Hee Joo Eonni. Tapi tak ada yang kulakukan. Kau hanya ingin Eonni."



Jin Woo: Kapan aku bilang begitu?

Min Joo: Kau tak mau melepaskannya, ingat? Kau minta dia tinggal.

Jin Woo: Sungguh?

Jin Woo lalu mengingat-ingat.





Saat Hee Joo akan mengambil handuk baru, tiba-tiba Jin Woo menarik tangannya. 

"Kau mau ke mana?" Tanya Jin Woo sambil menutup mata.

"Aku segera kembali."

"Tetap di sini. Aku takut sendirian."

"Baik. Aku tak akan ke mana-mana. Aku di sini."

Hee Joo lalu meminta bantuan Min Joo untuk mencucikan handuknya.




Jin Woo sama sekali tidak melepaskan tangan Hee Joo.



Min Joo mengatakan kalau kakaknya tidak bisa kemana-mana karena Jin Woo, bahkan tak bisa pulang.

"Kenapa harus dia?" Tanya Min Joo. 

"Entahlah. Aku juga tak mengerti kenapa begitu."

"Tidak masuk akal."

"Itu kebenarannya. Aku harus memikirkan kenapa aku bilang itu."

"Tak bisa dipercaya. Kenapa kau mencoba menggodanya?"

"Menggoda?"



"Itu yang kau lakukan sekarang, dan kau pandai melakukannya. Kau katakan hal yang membuat wanita terpesona. Seperti kataku, kau jago. Kau ahlinya. Kau suka julukan yang kuberikan padamu?"

"Apa kau akan menyukainya?"

"Kurasa itu cocok untukmu."

Jin Woo akan pergi, tapi Min Joo lupa menyampaikan satu hal. Min Joo menyukai Yu Ra karena dia cantik, tapi tidak lagi karena beda dari yang ia lihat di TV.

"Kau bertemu dengannya? Di mana?"

"Dia datang ke rumah kami."




Jadi Yu Ra datang ke Hostel Bonita dalam keadaan mabuk dan ia mengamuk disana. Yu Ra bahkan mendorong Hee Joo sampai terjatuh. 

"Sudah kuperingatkan untuk menjauh darinya, ingat?!"

Yu Ra juga merusak barang-barang.




Min Joo melanjutkan ceritanya, "Sungguh percuma, dia membentak dan bertanya di mana kau."

"Lalu? Dia memukul kakakmu?"

"Eonni didorong. Go Yu Ra mencoba menghantamnya, tapi tamu lain menghalangi. Dia mencoba menendang Eonni. Menyebalkan. Aku benci dia sekarang! Kenapa kau menikahinya? Dia dan kau tak akan pernah cocok. Kenapa kau menikahinya?"

"Aku tak ingat."

"Kenapa tak ingat?"

"Begitulah. Kurasa aku terbawa suasana."



Jin Woo masuk ke kamarnya lagi dan melihat Hee Joo masih tidur. Ia pun menutup  pintunya lagi pelan-pelan.



Ada yang datang, Sang Beom. Sang Beom bertanya, Jin Woo masih ingat dengannya kan? Dirinya yang..

Jin Woo menyela, "Tentu. Kau "sudah seperti" keluarga Hee Joo-ssi."



Sang Beom membawakan titipan nenek. Sambil mengeluarkannya dari tas, ia bertanya dimana Hee Joo. Jin Woo menjawab kalau Hee Joo sedang tidur.

"Tentu dia lelah. Sudah beberapa hari. Bagaimana kondisimu? Aku tak mengira kau bangun. Kau tampak baik."

"Lumayan."

"Artinya kau sudah baikan? Lalu, boleh kuajak Hee Joo keluar hari ini?"

"Apa?"

"Hari ini.. ulang tahunnya. Aku cemas dia akan merayakannya di sini, tapi boleh kuajak keluar? Teman-teman merencanakan pesta."

"Aku tak tahu ulang tahunnya."

"Kami menundanya karena dia bilang tak bisa datang, tapi sekarang masih ulang tahunnya."

"Seharusnya dia merayakannya."

"Hee Joo sudah melalui banyak hal. Dia bukan perawat pribadimu. Sejak kau terluka di hostel, dia menyalahkan dirinya. Jiwanya sangat lembut."



Jin Woo: Dia tak perlu berpikir begitu.

Sang Beom: Benar, 'kan? Tapi kau membuatnya tinggal. Kau terus memintanya.

Jin Woo: Pasti pengaruh obat. Mungkin keliru dengan sekretarisku.

Sang Beom: Mungkin saja. Dia terlalu cemas untuk pulang dan tidak bisa tidur.

Jin Woo: Aku sudah gila, 'kan?

Sang Beom: Tidak juga. Kondisimu sempat kritis, jadi bisa dimaklumi...

Jin Woo:  Aku sudah baikan, dia boleh pergi.

Sang Beom: Sungguh? Aku senang.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 6 Part 3"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: