Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 5 Part 4

Sumber: tvN




Hee Joo ada di dalam lift bersama Yu Ra dan manejernya. Yu Ra menanyakan sapa Hee Joo. Hee Joo mengatakan namanya. Yu Ra heran melihat Hee Joo yang merawat Jin Woo bukan sekretarisnya.

"Sekretaris Seo? Dia sedang menemui pengunjung."

"Pengunjung apa?"

"Semacam profesor, tapi hanya itu yang kutahu."

"Pasti Cha Byeong Jun. Kenapa pria tua itu kemari alih-alih dengan menantu jandanya? Kenapa dia cepat sekali mati setelah membuat masalah? Ini sangat mengherankan."


Pintu lift terbuka, Hee Joo mengatakan kamarnya nomor 905, tapi ia tidak ikut turun karena ada urusan lain. 



Yu Ra masuk ke kamar yang disebutkan Hee Joo, tapi orang asing yang ada disana.

Yu Ra: Apa dia bekerja sama dengan Jin Woo?

Yu Ra langsung keluar dengan kesal. Manajernya yang meminta maaf karena sudah salah kamar.



Hee Joo mendapat telfon dari Sang Beom. Hee Joo cerita kalau ia bertemu Yu Ra barusan. 

"Sungguh?"

"Tapi aku menipunya. Bagaimana ini?"

"Apa maksudmu?"

"Aku harus apa? Dia akan membunuhku jika bertemu lagi."


Hee Joo melihat perawat mendorong kursi roda ke arah kamar Jin Woo. Ia heran, ia langsung mematikan telfon. 




Ternyata kursi roda itu untuk pasien yang tongkatnya dirampas Jin Woo. Hee Joo heran, dimana pasiennya.

Perawat penjelasan, "Kami sudah minta dia tidak bergerak, tapi pasien mencuri tongkat seseorang dan pergi."

"Apa?"

"Dia tak seharusnya berjalan. Ini akan memperparah pemulihannya."

Hee Joo masuk dan memang Jin Woo tidak ada disana, Jin Woo bahkan meninggalkan ponselnya. 



Jin Woo jalan keluar, Hyeong Seok berhasil menebas punggungnya sampai membuat Jin Woo tersungkur. Jin Woo kehilangan 100 poin. 


Jin Woo terus menghindar sebisanya, tapi Hyeong Seok terus mengejarnya.



Jung Hoon masuk ke ruangan Jin Woo tapi hanya melihat Yu Ra disana. Jung Hoon tanya, kenapa Yu Ra kesana?

Yu Ra menyapa Profesor Cha, bukannya menjawab pertanyaan Jung Hoon. Profesor Cha lalu menanyakan pertanyaan yang sama, kenapa Yu Ra ada disana?

Yu Ra: Suamiku kecelakaan. Aku harus menemaninya. Aku istrinya. Berkas perceraian kami belum final. Tapi sekretarisnya sudah memblokir nomorku. Bukankah itu kasar?

Jung Hoon: Di mana Daepyonim?

Yu Ra: Aku harus tanya kau. Ke mana dia pergi?

Jung Hoon: Apa?

Yu Ra: Jangan berlagak polos. Kau pasti tahu dia ke mana.

Profesor Cha: Apa maksudmu?

Yu Ra: Dia kabur. Dia pasti terkejut mendengarku datang. Dia kabur. Perawat berkata dia kabur setelah merebut tongkat seseorang. Dia pasti sangat membenciku hingga kabur meski sakit. Kudengar kakinya hancur. Ini seperti komedi hitam, bukan, Profesor? Harus tertawa atau menangis?



Profesor Cha: Kau minum-minum?

Yu Ra: Tidak. 

Profesor Cha: Kalau tidak mabuk, kau tak seharusnya bersikap sarkastis dan bercanda tentang cedera kaki suamimu. "Jika dia tiba-tiba mati, aku tak butuh tunjangan. Apa aku bisa mendapatkan semua uangnya? Skenario apa yang lebih menghasilkan? Haruskah kubatalkan perceraiannya? Aku harus katakan apa ke media?" Kau mungkin kemari dengan pikiran bahagia. Jika sikapmu begini, kau kesal karena hanya kakinya yang cedera.

Yu Ra: Sudah kusangka, kau sangat kasar.

Profesor Cha: Seharusnya hormati keinginan pasien. Kenapa jauh-jauh datang kemari? Kau tahu betul dia tak menyukaimu. Kunjunganmu tak akan membantu.

Yu Ra: Profesor. Kau selalu mencoba memberiku pelajaran, tapi aku keluarganya. Kau bukan keluarganya.

Profesor Cha: Apa keluarga yang terpisah dan tak bertahan setahun lebih baik? Atau aku, yang 20 tahun bersamanya?

Yu Ra: Kau bicara saja. Kau tak mengakui putramu. Kau kemari untuk memastikan dia mati. Kau dan putramu adalah keluarga di atas kertas. Seharusnya kau merawat menantumu yang malang. Oppa punya aku. Mari merawat keluarga masing-masing.



Jung Hoon menemui perawat untuk menanyakan dimana jin Woo, tapi sepertinya ia tidak menemukan titik terang. Prefesor Cha yang khawatir bertanya apa yang terjadi.

"Entahlah. Aku yakin Hee Joo-ssi bersamanya. Dia tak menjawab telepon. Permisi, aku akan mencarinya."



Pihak konsulat menemui Profesor Cha.




Hyeong Seok beneran gak memberi Jin Woo rehat, ia terus menyerangnya. Pedang Jin Woo terlempar, ia sudah berdarah dimana-mana, mau bangun pun susah.



"Hari itu, saat itu, aku menyadari sesuatu. Kematian Hyeong Seok adalah pembunuhan. Hyeong Seok dibunuh. Dia mati kehabisan darah setelah terkena pedangku. Sama sepertiku saat ini. Aku membunuh Hyeong Seok. Sebagai bukti, aku akan mati dengan cara yang sama. Kematian kami akan tetap menjadi misteri. Tapi kami tahu.. bahwa kami saling membunuh dan membalas dendam. Dendam yang kami harapkan sepenuh hati."




Jin Woo sudah pasrah, ia menutup matanya, Hyeong Seok juga sudah siap menghabisinya, tapi kemudian suara panggilan Hee Joo menghentikan Hyeong Seok. 



Jin Woo membuka matanya dan melihat ada Hee Joo di depannya. Hee Joo menangis. 

Hyeong Seok menurunkan pedangnya. Ada pemberitahuan kalau duel mereka tertunda karena ada rintangan. 




Hee Joo khawatir melihat keadaan kaki Jin Woo, ia akan memanggil bantuan tapi Jin Woo menariknya dan memeluknya. 

Hitung waktu mundur dimulai. Jin Woo meminta Hee Joo diam sebentar saja.




Sambil menangis Hee Joo bertanya, ada apa?  

"Jangan bergerak sebentar saja. Jangan ke mana-mana lagi." Pinta Jin Woo. 

Jin Woo terus menatap Hyeong Seok. 

Jin Woo: Aku bertingkah aneh, 'kan? Kau tak mengerti aku.

Hee Joo: Benar.

Jin Woo: Apa aku tampak gila bagimu? Kurasa aku sudah gila.

Hee Joo tak bisa menjawabnya.


Waktu tunggu habis, duel dibatalkan, Hyeong Seok pun menghilang. 



Jin Woo pun melepaskan Hee Joo, mengatakan sekarang sudah tidak apa-apa. Dan Jin Woo pingsan. Hee Joo panik.


Konsulat mengatakan pada Profesor Cha kalau mereka sedang melakukan autopsi, tapi masih butuh waktu. Lalu Jung Hoon datang dengan terburu-buru, memberitahu kalau mereka sudah menemukan Jin Woo. 



Semuanya segera bergerak ke sana. Tapi Profesor Cha hanya menunggu. Profesor Cha ingat kata-kata konsulat tadi.




Konsulat mengatakan kalau mereka menemukan sidik jari Jin Woo si leher dan kerah Hyeong Seok dan Jin Woo sudah membuat pernyataan dia menarik kerahnya, tapi..

Profesor Cha: Tidak ada luka luar. Apa yang mereka curigai dari sidik jari?

Konsulat: Ditambah lagi, hasil penyelidikan utama kami menunjukkan Waktu kematian Cha Daepyonim selaras saat berpisah dengan Yoo Daepyonim. Aneh dia tak sengaja terjatuh dari lantai enam.

Profesor Cha: Apa maksudmu? Apa menurutmu.. teman putraku mungkin membunuh putraku?

Sekretaris: Profesor, bukan begitu maksud Pak Kim.

Konsulat: Polisi tak bisa menjadikannya tersangka karena kondisinya. Aku ingin katakan mungkin perlu investigasi lanjutan.




Profesor Cha menghentikan perawat yang menggendong Jin Woo. Jung Hoon menjelaskan kalau Jin Woo terjatuh saat hujan. 

Jin Woo dengan lemah meminta maaf pada Profesor Cha. Kemudian perawat segera membawa Jin Woo masuk. 


Petugas kepolisian menanyai Hee Joo, apa yang sedang dilakukan Jin WOo saat Hee Joo menemukannya?



Hee Joo yang masih syok menjawab tidak begitu mengerti. 

Petugas polisi meninggalkannya dan Hee Joo terus menangis.

"Beberapa hal hanya dapat dipahami saat kau sama-sama gila."




"Jung Se Joo. Aku bisa paham kenapa dia belum kembali. Aku paham kenapa dia takut."

Saat di kereta dan terjadi hujan lebat disertai petir, Se Joo juga mendengar suara gitar itu, lagu Momories of the Alhambra.

"Se Joo mungkin juga dikejar sepertiku. Oleh seseorang yang hanya bisa dilihatnya."



"Apa Se Joo meninggal di kereta itu? Atau..."






Sebenarnya Se Joo tergeletak disana saat Jin Woo memeriksa kereta. Hanya saja Jin Woo tidak bisa melihatnya. Se Joo menggenggam pistol.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 5 Part 4"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: