Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 4 Part 2

Sumber: tvN



Sang Beom yang baru datang melihat Hee Joo prgi dengan Jin Woo naik taksi. Ia bertanya-tanya, mau kemana mereka? Dan ia juga agak kesal karena ternyata Jin Woo masih ada di Granada.



Ternyata Jin Woo butuh seorang penerjemah. Hee Joo menjelaskan kalau bahasa spanyol itu keahliannya, Jin Woo mendatangi orang yang tepat.

"Sekretaris Seo akan membayarmu nanti..."

"Astaga, jangan cemas. Kau tak perlu membayarku."

"Pekerjaan adalah pekerjaan."

"Sungguh tak apa. Aku kaya sekarang. Aku tak bekerja untuk bayaran kecil. Aku anggap ini pekerjaan sukarela."



Jin Woo langsung menoleh ke belakang. Tahu pikiran Jin Woo, Hee Joo mengatakan kalau ia hanya bercanda tadi.  

"Bercanda, 'kan? Aku agak terkejut. Kau berubah banyak dalam sehari. Aku penasaran apa kau orang sama yang menyewakan kamar buruk untuk 50 euro." Kata Jin Woo.



Hee Joo menanyakan asalan Jin Woo kembali, ada apa?

"Seseorang meninggal."

"Apa? Astaga. Siapa yang meninggal?"

"Kenalanku."



Jin Woo sampai di tempat tujuannya, ia turun dan meminta Hee Joo memberitahu supir taksi untuk menunggu 10 menit. Hee Joo mengerti.





Setelah memberitahu supir, Hee Joo mengikuti Jin Woo. 

Jin Woo memencet bel sebuah hotel, ternyata itu adalah hotel yang ditinggali Su Gyeong, Su Jin dan Hyeong Seok. Su Gyeong memanggil Jin Woo ipar dan membuat Hee Joo agak terkejut.


Hee Joo bertanya, apa kenalan Jin Woo yang meninggal tinggal disana? 

"Dia di rumah sakit. Istriku... Istri dia dan adiknya di sini. Mereka sedang liburan, tapi dia ditemukan tewas."

"Begitu. Apa? Barusan kau bilang, "istrimu"?"

"Dia mantan istriku. Aku salah bicara. Maaf."



Setelah sampai di depan kamar, Jin Woo memencet bel lagi, ia menjelaskan pada Hee Joo. 

"Istrinya sedang hamil dan dia pingsan saat mendengar kabar pagi ini. Mereka memanggil dokter, tapi ada kendala bahasa. Mereka pasti cemas sekarang. Sekretarisnya sibuk mencoba membereskan semuanya. Akan baik jika kau bisa menemani mereka."

"Baiklah."


Su Gyeong langsung menangis saat melihat Jin Woo. Su Gyeong mengajak mereka masuk.




Jin Woo mengenalkan Hee Joo, "Dia lama tinggal di sini, jadi, bisa membantu."

Su Gyeong tak menyangka ini bisa terjadi, bagaimana? Ia sampai tak bisa berkata-kata. Ia bersama Hyeong Seok di sini sebelum tidur kemarin dan Hyeong Seok baik-baik saja.

Jin Woo bertanya, bagaimana dengan keluarga Hyeong Seok, sudah dikabari? 

"Aku menghubungi saudaraku. Ibuku... Aku tak sanggup memberitahunya. Tapi dia sudah dengar dari berita, kini sedang menangis."

"Di mana Eonnimu?"

"Di kamarnya."




Su Gyeong membawa Jin Woo ke kamar Su Jin. Su Jin sedang tidur sendirian. Jin Woo heran, kemana perawat dan dokternya?

"Perawat pergi mengambilkan obat. Dia terus bicara kepadaku tapi aku tak mengerti apa pun. Aku minta dokter yang bisa bahasa Inggris, tapi..."



Jin Woo mendekati Su Jin, ia rasa Su Jin harusnya ke rumah sakit.

"Tekanan darahnya naik pagi ini, jadi, aku khawatir, tapi sudah tak apa. Dokter bilang lebih baik dia istirahat di rumah."

"Aku bahkan tak sempat ke rumah sakit karena Su Jin."

"Aku akan ke sana sekarang."

"Ke rumah sakit?"

"Ya. Aku akan cari tahu yang terjadi dan meneleponmu."

Jin Woo pun langsung pergi karena taksinya sudah menunggu di bawah.



Jin Woo keluar, ia memastikan, apa Hee Joo baik-baik saja disana sendirian? 

"Ya, jangan cemas."

"Para karyawan akan datang dari Barcelona, kau di sini hingga mereka tiba. Aku akan ke rumah sakit."

"Rumah sakit mana?"

"Kurasa Rumah Sakit San Carlos. Aku tak begitu ingat."

"Aku yakin itu benar. Itu rumah sakit terbesar di Granada. Sepuluh menit dari sini."



Lalu Su Gyeong keluar. Jin Woo tahu ini pasti berat untuk Su Gyeong, tapi  bertahanlah, dan tanya saja Hee Joo jika perlu sesuatu. Su Gyeong mengerti.

"Terima kasih sudah datang." Ucap Su Gyeong.




Jin Woo berbalik menuju pintu, tapi suara Su Jin tiba-tiba menghentikannya. Su Jin bertanya apa yang dibicarakan Jin Woo dengan suaminya.

"Kau menemuinya semalam. Kau meneleponnya, benar? Kau bilang apa kepadanya? Apa yang kau katakan kepadanya hingga dia mati?"



Su Gyeong mendekati kakaknya yang mulai melantur. Ada apa sih? 

Su Jin: Ada yang aneh. Aku merasa hal buruk akan terjadi sejak bertemu dengannya di stasiun. 

Su Jin kembali memandang Jin Woo, "Kau pasti merasa lega. Kau ingin ini terjadi, 'kan? Kau pasti menantikan ini terjadi! Apa yang kau katakan kepadanya? Apa yang kau katakan sebelum dia meninggal?!! Seharusnya kau telepon saja dia. Kenapa kau harus memanggilnya?! Dia juga hidup menderita. Dia selalu ingin berdamai denganmu. Dia menangis dan mabuk tiap hari. Kami tak selalu bahagia!"



Su Gyeong memaksa kakaknya untuk kembali ke kamarnya. SU Jin menangis tersedu.

Su Gyeong: Eooni, ada apa denganmu? Kenapa kau menyalahkannya? Dia hanya membantu.



Jin Woo tiba-tiba bertanya apa Hee Joo punya pacar? Apa Oppa yang waktu itu pacarnya Hee Joo?

"Tidak, dia bukan pacarku. Dia hanya teman. Aku tak punya pacar."

"Meski kau punya pacar, kusarankan jangan menikah."


Jin Woo tersenyum, ia sudah melaluinya dua kali dan pernikahan itu sangat payah.

Sebelum pergi, Jin Woo berpesan untuk menjaga mereka, jika ada sesuatu langsung hubungi dirinya.


Hee Joo melihat kepergian Jin Woo dari balkon, ia terus menatap sampai taksi Jin Woo gak kelihatan.


Hee Joo mengingat perkenalan Jin Woo pada Sang Beom kemarin. Jin Woo berkata ia sudah menikah dua kali, tapi gagal. Yang pertama gagal karena sahabat dan istrinya mengkhianatinya.

Hee Joo mengerti sekarang, jadi Su Jin itu mantan istrinya dan yang meninggal itu adalah teman yang menghianatinya.


Jin Woo melamun di taksi, sampai ia tiba di Rumah Sakit.



Di sana, Jin Woo disambut Oleh Jung Hoon.

Jung Hoon: Seseorang baru datang dari konsulat. Aku sangat terkejut sebelumnya. Aku bangun pagi sekali, aku keluar untuk jalan-jalan. Lalu aku melihat mobil polisi dan ambulans di depan taman.



"Aku mendekat untuk melihat, dan itu seseorang yang kukenal."


Jung Hoon: Dia tak bawa paspor, jadi, aku mengidentifikasinya. Aku juga menghubungi Neword. Hidup tampak tak berarti, Daepyonim. Bagaimana dia tewas begitu saja? Tak ada luka dan tak ada yang mencuri dompetnya. Jadi, polisi menganggapnya kematian mendadak. Serangan jantung atau strok. Kesehatan penting, Daepyonim.



Jin Woo melihat Hyeong Seok di kamar mayat. Ia iangat bagaimana ia menghabisi Hyeong Seok semalam.



Setelah melihat Hyeong Seok, Jin Woo menemui konsulat. Konsulat memberi hormat pada Jin Woo dan berterimakasih sudah meluangkan waktu sibuknya.

"Masalahnya, Anda orang terakhir di daftar teleponnya. Jadi, polisi tampaknya harus menanyaimu. Tidak apa-apa? Mereka tak mencurigaimu. Tentu, kami akan mengautopsi untuk memastikan, tapi mereka pikir ini bukan pembunuhan. Namun, mereka harus tetap membuat laporan, jadi, mereka bilang ingin tahu semua yang bisa diketahui. Tampaknya, Pak Cha keluar rumah setelah dapat telepon darimu. Mereka mau tahu apa kalian bertemu."

"Ya, kami bertemu. Kami bertemu di taman semalam sebelum aku pergi ke bandara. Aku akan bersaksi jika perlu. Siapa yang harus kuhubungi?"




Yang Ju menunggui Sun Ho yang telfonan dengan Jin Woo. Sun Ho sebenarnya gak setuju jika Jin WOo memberitahu kepolisian kalau Jin WOo bertemu dengan Hyeong Seok, ia cemas Jin Woo mungkin dilibatkan.

"Mereka tetap akan tahu, jadi, aku lebih baik jujur. Jika tidak, mereka akan curiga."

"Aku cemas akan ada artikel yang tak benar. Sudah banyak rumor tentang kalian. Ini tak akan mereda. Bagaimanapun, pekerjaanmu sudah cukup. Sebaiknya kau kembali ke Korea. Artikel tentangnya akan keluar paling lambat besok pagi. Kau harus kembali ke Seoul sebelum itu. Naik pesawat awal."



Tapi Jin Woo menolaknya, ia akan tinggal lebih lama. 

"Jika kau tinggal, akan tampak aneh. Juga tak baik untuk Su Jin-ssi. Fakta bahwa kalian bertiga ada di Granada cukup membuat orang bergosip."

"Aku akan mengurusnya sendiri."

Jin Woo langsung menutup telfon.



Yang Ju tak habis pikir, bagaimana bisa waktunya tepat sekali? Sun Ho menatapnya penuh tanya. Yang Ju pun menjelaskan.

"Daepyonim memberitahuku dia menghancurkannya."

"Apa?"

"Dia meneleponku pagi-pagi, bilang sudah menghancurkan Cha Daepyo. Dia terdengar sangat bersemangat."

"Apa maksudmu?"

"Apa mungkin.. Daepyonim menggunakan kekerasan fisik saat bermain gim? Jika begitu dia bisa dituntut pembunuhan tak terencana."


Sun Ho menegur Yang Ju, bagaimana bisa Yang Ju bcara begitu?!

Yang Ju: Aku hanya merasa tak nyaman soal dia memberitahuku menghancurkan Cha Daepyo.

Sun Ho tampak berpikir.


Jin Woo kepikiran kata-kata konsulat tadi.



Konsulat menyampaikan hasil pemeriksaan dokter yang janggal. Hyeng Seok mungkin tewas karena pendarahan alih-alih serangan jantung atau strok. Tak banyak darah tersisa dari jasad Hyeong Seok, seakan darahnya terkuras, padahal tak punya luka luar.

"Entahlah. Pemeriksaan lebih lanjut mungkin akan mengungkap bekas suntikan. Kalau begitu ini akan menjadi kasus pembunuhan. Tapi tentu saja, kemungkinannya kecil. Itu sebabnya kami perlu menjalankan autopsi mendetail." Lanjut Konsulat.




Jin Woo terhanyut karena suara gitar seorang musisi jalanan. 



Jung Hoon mendekat, menyampaikan kalau Sun Ho terus memintanya untuk membawa Jin WOo kembali Ke Korea. Ia akan memesan tiket malam ini, tapi menanyakan persetujuan Jin Woo dulu. 




Jin Woo tidak merespon, ia malah menayakan musik apa yang dimainkan musisi itu. Jung Hoon menjawab, judulnya "Memories of the Alhambra".

Jung Hoon: Karena kita di Granada, kita bisa mendengar versi langsung lagu itu. Astaga. Lagu itu makin membuatku tak tenang.

Jin Woo: Itu "Memories of the Alhambra"?

Jung Hoon: Kau tidak tahu?

Jin Woo: Apa aku harus tahu?

Jung Hoon: Semua orang tahu lagu itu. Semua orang memainkan versi gitarnya di SMA. Pemula mainkan "Romance", yang mahir mainkan "Memories of the Alhambra". Orang-orang akan tahu kau mahir jika bisa memainkan "Memories of the Alhambra".

Jung Hoon mempraktekkannya dengan jari dan mulutnya, tapi Jin Woo menyuruhnya berhenti karena Jung Hoon terlihat bodoh.


Jung Hoon merasa harus mendukung seniman jalanan.

"Sejak kapan kau membayar untuk seni? Kau selalu mengunduh ilegal."

"Tapi lagu itu terus menancap di hatiku. Ah.. Kerasnya hidup."

Jung Hoon pun memberikan uang.



Jin Woo terus memandangi musisi itu.



Musisi selesai memainkan lagunya. Jung Hoon memberikan tepuk tangan, ia langsung berbalik, tapi Jin Woo sudah menghilang, ia lansgung menerogoh ponselnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 4 Part 2"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: