Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 3 Part 4

Sumber: tvN



Hyeong Seok mendatangi Jin Woo di sebuah taman, ia membawa pedangnya. Jin Woo tersenyum saat melihat Hyeong Seok.

Jin Woo: Kau datang. Aku hampir mati mencoba naik dua level dalam sehari. Ini bukan hal yang kusarankan.




Sama-sama level 4. Jin Woo mendapatkan pedang Pembunuh, dan Hyeong Seok mendapatkan pedang Biarawan.

Jin Woo memamerkan pedangnya, "Bagaimana menurutmu? Ini baru. Aku jatuh ke air mancur berkali-kali untuk mendapatkannya. Maaf harus larut malam, tapi hanya ini waktu luangku. Aku ke Seoul besok pagi. Jadwalku sangat padat, jadi, ayo tuntaskan. Majulah."

"Semua pasti lancar hingga kau pergi."

"Kau sudah tahu, kenapa bertanya? Aku yakin kau sudah tahu saat kuhubungi. Bahwa kau kalah dariku. Karena itu kau terlihat kacau sekarang? Aku menghubungimu untuk beri kesempatan menebus kekalahanmu. Kau kalah di dunia nyata, tapi bisa menang di gim. Itulah indahnya gim. Cara melarikan diri dari kenyataan. Dunia tempat pecundang jadi pahlawan. Aku memberikanmu kesempatan itu. Lagi pula, sudah kukatakan. Seharusnya kau menyerah dan jaga istrimu. Bukannya jalan-jalan di kota indah ini, kini usahamu jadi sia-sia."



Hyeong Seok mulai menyerang Jin Woo duluan. Dan mereka sama-sama mendapat sayatan di bahu.



Hyeong Seok: Jin Woo. Kapan terakhir kita bicara berdua? Kapan? Beberapa tahun lalu. Benar. Kita hanya berpapasan di berbagai acara. Aku ingin bilang sesuatu kepadamu, dan kini ada kesempatannya. Kau masih meyakini aku merebut Su Jin darimu? Tidak. Itu tak benar. Dia menderita... karenamu. Karena itu aku menyelamatkannya. Menyakitkan melihat dia. Aku khawatir.. sesuatu terjadi kepadanya jika dia bersamamu. 




Jin Woo hanya berdecak. Hyeong Seok melanjutkan.

"Aku tahu.. kau membenci kami. Tapi ini saatnya kau hadapi kenyataan. Kegagalan pernikahan keduamu adalah bukti bahwa kau tak mampu menjadi suami. Seharusnya kau merenungkan kesalahan itu dan belajar darinya! Menyalahkan orang lain membawamu pada kegagalan lainnya. Jika kau tak mengakui bahwa kaulah masalah sebenarnya, pernikahan ketiga dan keempatmu.. tentu akan jadi bencana."



"Ini sebabnya kau berengsek. Semua pengkhianat di dunia bilang begitu. Mereka yang mengkhianati rajanya beralasan sama denganmu. Apanya yang demi rakyat? Alasan yang kau buat membuktikan bahwa kau pengkhianat. Pengkhianat selalu saja melontarkan alasan kotor. Kenapa? Karena mau sembunyikan betapa kotor dan pengecut mereka. Itu yang kau katakan saat merugikan perusahaan kita. Kau ingin kita memiliki visi lebih, tapi kau pergi karena aku masalahnya. Berapa besar visi yang dimiliki perusahaan barumu? Apa bedanya dengan J One? Selain memerankan sosok Raja, apa visi yang kau tunjukkan bagi pengikutmu? Kau sangat ahli mengeluarkan alasan payah. Itu sebabnya kusebut kau berengsek. Sekarang, majulah, Bedebah!"




Mereka bertarung lagi. Jin Woo berhasil menyerang Hyeong Seok.

Jin Woo: Benar. Bagaimana dengan alasan bagus alih-alih alasan payah? Kau melampiaskan amarah akan ayahmu kepadaku memakai cara terkotor, dengan bilang itu semua demi cinta sejati. Jika kau katakan itu sebagai alasan, setidaknya aku akan mengerti.




Hyeong Seok melakukan kontak fisik, Jin Woo membalasnya, tapi itu larang dari gim, konsekuensinya nyawa dan level mereka diturunkan. 


Setelah melepaskan satu sama lain, mereka sama-sama turun ke level 3.

Yang Ju ketiduran, tidak lagi menyalsikan permainan Jin Woo.



AKhirnya keduanya memakai pedang kembali. Hyeong Seok berhasil menyerang duluan, mendapat poin. Tapi Jin Woo berhasil keluar sebagai pemenang, ia menusuk perut Hyeong Seok, lalu menebas leher dari sisi kanan-kiri.





Terakhir, Jin Woo menebas dada Hyeong Seok sampai membuat Hyeong Seok tidak bisa bergerak lagi. Hyeong Seok terduduk di kursi taman.


Jin Woo menang, ia berhasil memperoleh poin Hyeong Seok.


Jin Woo tidak bisa lama-lama disana, Jung Hoon sudah menelfon, mengatakan kalau mereka harus segera naik pesawat. 

Jin Woo pun meninggalkan Hyeong Seok dengan perasaan puas. Ia langsung keluar dari gim.



Yang Ju terbangun karena suara dering ponselnya. Tenyata Jin Woo menelfon untuk pamer. 

"Kau tak melihat dia kukalahkan?"

"Tidak. Kau mengalahkannya?"

"Kau bicara seharian, tapi melewatkan momenku."

"Astaga. Di sini pukul 06.00. Kau sungguh mengalahkannya?"

"Aku menghancurkannya."



Jin Woo sampai di bandara. Disana sudah menunggu Jung Hoon dan Hee Joo. Jung Hoon langsung memberikan tiketnya karena mereka sudah terlambat.

Hee Joo: Barangmu sudah masuk. Kau harus lari.

Jin WOo: Aku tak tahu kau datang.

Hee Joo: Aku kemari untuk berpamitan. Tampaknya tak ada waktu bertemu.

Jin Woo: Benar. Makan malam. Seharusnya kita makan malam.

Hee Joo: Aku tahu kau sibuk, jadi, aku tak menghubungimu.

Jin Woo: Maafkan aku. Ternyata lebih lama.



Hee Joo: Tak apa. Kau sudah membereskan semua? Katamu harus kalahkan seseorang.

Jin Woo: Ya, aku menghancurkannya.

Hee Joo: Baiklah. Senang mendengarnya.



Panggilan untuk segera naik pesawat. Jin Woo pun pamit. 

Jin Woo: Aku pergi. Hubungi saat Jung Se Joo kembali.

Jung Hoon: Hubungi saat sudah tiba di hotel. 

Jin Woo: Jaga dirimu, Hee Joo-ssi. Teruslah bermain gitar klasik.



Jung Hoon mengajak Hee Joo pergi juga. Hee Joo bertanya, apa Jin Woo tak akan kembali kesana?

"Aku tak yakin. Tergantung keadaan. Aku ragu dia akan kembali."

Hee Joo mengangguk mengerti.

Tapi ia menatap Jin Woo lagi. 


Jin Woo kembali ke Barcelona ternyata, bukan ke Seoul dan akhirnya ia bisa memejamkan matanya.  



Jin Woo membersihakn diri sebelum tidur. Lalu ia mengirim pesan untuk Jung Hoon. 

Aku sampai.
Aku sangat lelah. Kuhubungi lagi besok.

Jin Woo pun tidur sampai matahari terbit.



Jung Hoon terus menghubunginya sampai membuatnya terbangun. Ternyata ada 16 panggilan tak terjawab dari Jung Hoon. 



Setelah mengambil minum, Jin Woo menghubungi Jung Hoon balik, "Kenapa menghubungiku? Pesawatnya pukul 11.00."

"Ada masalah."

"Masalah apa? Jung Se Joo menelepon?"

"Bukan dia. Ini tentang Cha Hyeong Seok Daepyo."

"Apa lagi maunya?"

"Cha Hyeong Seok Daepyo.. Dia meninggal."


"Apa katamu?"

"Cha Daepyo mat..  Cha Daepyo meninggal."

Jin Woo terkejut, kenapa dia meninggal? Jung Hoon juga belum tahu. Ia sedang pergi jalan-jalan pagi. Entah apa yang terjadi. Hyeong Seok ditemukan pagi ini di taman.

Kilas Balik...



Seorang yang sedang olah raga subuh melihat Hyeong Seok duduk terdiam di bangku taman. Ia mendekatinya, memanggil-manggil, tapi ternyata Hyeong Seok sudah meninggal. 

Kilas Balik selesai..



Jung Hoon: Saat ditemukan, dia sudah tewas. Dia duduk di bangku dengan mata terbuka.

***Merinding saia... Kenapa mati? Apa karena belum sempat keluar dari gim? Entahlah.. Gak sabar nunggu besok.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis Memories of the Alhambra Episode 3 Part 4"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: