Sinopsis Encounter Episode 8 Part 4

Sumber: tvN


Jin Hyeok ada di Sokcho. Ia menghela nafas saat memandangi papan penunjuk arah di jalan.


Soo Hyun sedang bekerja di rumahnya, tapi ia tidak bisa fokus. Ia melihat jam, baru pukul 8 malam.



Soo Hyun pun menghubung Jin Hyeok. Soo Hyun mengerti, rasanya aneh kan disana?

"Tidak, ini tidak terasa aneh. Tapi aku tidak bisa berhenti memikirkan Ibu. Aku sangat merindukan Ibu."

"Rasanya kamu seperti asal bicara saja. Ucapanmu sungguhan, bukan?"

"Setiap kali melangkah, aku memikirkan Ibu dan memanggil nama Ibu. Jadi, tentu saja, aku serius. Aku mungkin akan tiba di penginapan besok bila terus seperti ini."

"Astaga, kalimatmu luar biasa."

"Akan kuhentikan jika Ibu tidak menyukainya."

"Kamu makin pandai bersikap jual mahal."

"Kudengar itu kunci untuk berkencan."

"Kata siapa?"

"Ayahku."



Soo Hyun berpesan agar Jin Hyeok tidur nyenyak, semoga sukses di hari pertama besok.

"Apa Ibu sudah akan menutup teleponnya? Aku tersesat saat bicara dengan Ibu di telepon. Aku akan memberi tahu polisi nomor telepon Ibu bila tersesat."

"Itu ide bagus. Aku bisa menggunakannya sebagai alasan untuk pergi ke Sokcho."

"Bagus. Ibu harus datang."

"Aku benar-benar akan datang."

"Tentu, kemarilah."

"Aku tidak berbohong."

"Aku tahu. Aku meminta Ibu untuk datang."

"Berarti aku akan segera bertemu denganmu."

"Setuju. Sampai nanti."

"Baik."



Sekretarsis Nam menemui Putri Manajer kim lagi. Ji Yu mengatakan kalau ayahnya pindah. Sekretaris Nam khawatir, Ji Yu baik-baik saja kan? 

"Tidak ada yang bisa kulakukan. Dia bahkan jarang pulang, jadi, tidak terasa aneh sama sekali."

"Aku mengkhawatirkanmu."

"Aku mengkhawatirkan ibuku. Dia menjadi anjing yang dibuang."

"Anjing yang dibuang?"

"Dia dibuang."

"Tapi tetap saja, jangan sebut ibumu anjing yang dibuang."

"Itu hanya kiasan. Aku tidak memanggilnya anjing. Kami mempelajari ini di kelas bahasa."

"Aku dahulu jurnalis, paham? Aku tahu apa maksudmu. Aku hanya kasihan pada kalian."

"Roti lainnya terlihat lezat. Kamu harus makan lagi."

"Paman, kalau begitu bisakah Paman membelikanku itu? Ibuku menyukainya."

"Kamu gadis yang baik. Kamu mirip dengan siapa?"

"Joan of Arc?"

"Dia bahkan bukan orang Asia."

"Kalau begitu, anggap saja aku mirip dengan Paman."

"Ada apa denganmu?"

"Kalau begitu, anggap saja aku gadis yang baik."

"Kamu memang putri Sun Joo."



Ketua Kim menemui Pacarnya Woo Seok dan Ketua Kim baru tahu kalau merea sudah putus. 

"Bolehkah aku bertanya kenapa kalian putus?"

"Aku tidak bisa ceritakan soal itu."



Lalu Ketua Kim mengajak Woo Seok bicara. Ibu bertanya berapa harga untuk mempertaruhkan perceraiannya dan berpura-pura jatuh cinta? Kenapa Woo Seok menyukai wanita yang putus dengannya itu?

"Ibu pikir mungkin kamu merindukan kasih sayang setelah bercerai dan mungkin menunggu Soo Hyun. Ibu pikir ibu harus membantumu putus dengan Soo Ah. Haruskah kamu membohongi ibu untuk membebaskan Soo Hyun dari tempat ini? Apa itu alasan sejak awal kamu memutuskan mempekerjakan Jang Soo Ah? Soo Hyun-lah yang membuatmu jadi seperti ini." Lanjut Ibu.

"Soo Hyun tidak tahu. Aku memang ingin melakukan itu."

"Beristirahatlah."

Woo Seok pun bangkit.



Kim Jin Hyeok mulai bekerja hari ini sebagai Resepsionis. Manajer mengenalkannya pada pegawai lainnya.

"Aku belum pernah menjadi resepsionis. Mohon bantuannya." Kata Jin Hyeok.



Soo Hyun juga bekerja di Seoul, ia memeriksa menu hotel. Soo Hyun meminta kepala koki mencari tahu perusahaan tteokguk baru soalnya teksturnya tidak bagus tahun lalu.

"Baik. Kami akan menyiapkannya." Kata Kepala Koki.

"Izinkan aku mencicipinya lebih dahulu." Pinta Soo Hyun.


Jin Hyeok bekerja dengan baik melayani tamu. Lalu ia ijin menelfon sebentar pada Seniornya. 

Jin Hyeok menghubungi seseorang untuk memintanya memeriksa lagi soal disjoki dan band untuk besok. Juga menanyakan soal topeng yang sudah dipesan. Terakhir Jin Hyeok minta maaf karena tidak hadir untuk membantu acaranya.


Senior memanggil, Jin Hyeok pun mengakhiri telfonnya. Senior mengatakan perintah Manajer pada Jin Hyeok bahwa Jin Hyeok harus mengambil panduan sebelum pulang. Jin Hyeok mengerti.


Di ruangannya, Soo Hyun melihat Daftar Penunjukkan Ulang Desember 2018. Ia menghela nafas.


Diwaktu bersamaan di Sokcho, Jin Hyeok keluar dari hotel.



Soo Hyun menutup laptopnya. Jin Hyeok menatap laut di pantai tempat mereka main-main bebera waktu yang lalu.

Jin Hyeok: Aku merindukannya.



Hari-H Pesta Akhir Tahun 2018. Tim mulai mempersiapan ruangan pesta. Sekretaris Nam juga ada disana dan mengeluhkan orang yang merencanakannya malah ada di Sokcho, tidak adil. Tiba-tiba ia ada ide, ia langsung bergegas keluar.




Manajer Kim membawakan beberapa topeng ke ruangan Soo Hyun, ia meminta Soo Hyun juga mengikuti pesta.

"Apa Anda tidak akan mampir ke pesta? Semua orang akan memakai topeng. Anda ingin tampil menonjol?"

"Aku akan mampir sebentar."

"Kami menyiapkan... Tidak. Jin Hyeok-ssi bekerja keras untuk menyiapkan ini hingga hari terakhirnya di sini. Semoga Anda bisa menikmatinya hari ini."

"Apa persiapannya lancar?"

"Acara ini pasti luar biasa."


Soo Hyun memilih topeng yang full face, jadi wajahnya tertutup seluruhnya.


Manajer Kim selanjutnya memeriksa ruangan pesta untuk memastikan tidak ada kendala.




Sekretaris Nam mendatangi Jin Hyeok ke Sokcho, ia marah-marah.

"Pesta akhir tahunnya kacau. Sedang apa kamu di sini? Kamulah yang merencanakannya. Acaranya kacau karena kamu tidak hadir."


Manajer Jin Hyeok menghampiri karena Sekretaris Nam teriak-teriak. 

Manajer: Ada yang bisa kubantu?

Sekretaris Nam: Aku dari kantor pusat. Aku harus segera mengajaknya ke kantor pusat. Manajer Kim bilang kamu harus datang sekarang. Cepatlah.

Jin Hyeok: Sekarang?

Sekretaris Nam: Kamu mau pergi besok? Setelah acaranya kacau balau? Presdir kita sangat kesal sekarang. Kita akan bicara di perjalanan.

Manajer Jin Hyeok pun menyuruh Jin Hyeok segera pergi, ia tidak mau hotelnya terseret masalah Jin Hyeok di Seoul. 



Sampai di mobil, Sekretaris Nam membukakan pintu belakang mobil untuk Jin Hyeok. Jin Hyeok menolaknya, ia akan mengemudi saja. 

"Aku kemari bukan untuk menjemputmu, Jin Hyeok. Aku kemari untuk menjemput kekasih bosku."

Jin Hyeok tersenyum. Ia tak menyangka Sekretaris Nam melakukannya, ia pun bersedia duduk dibelakang.


Soo Hyun berpikir diruangannya, sepertinya ia belum menentukan pilihan topengnya. 



Jin Myung dan Dae Chan sampai di lokasi pesta, mereka memakai setelan jas. 

Dae Chan: Aku merasa tidak cocok berada di sini.

Jin Myung: Semoga ada banyak wanita cantik.

Dae Chan: Jin Myung-ah Bukankah kita berlebihan? Kita menutup restoran.

Jin Myung: Kamulah yang berlebihan. Mari berpesta malam ini.

Dan Dae Chan pun bersemangat.




Hye In yang sudah dikabari Jin Myung menjemput mereka sambil membawakan dua topeng. 

Jin Myung: Hei, Hye In Noona. Kenapa hari ini kamu cantik sekali?

Hye In: Kalian tampan saat berdandan rapi.

Jin Myung: Kami akan menguasai tempat ini.

Dae Chan: Benar.

Hye In memberikan topeng mereka.

Dae Chan: Sangat disayangkan untuk menutupi wajahku, tapi ini konsep pestanya.

Jin Myung: Akan lebih baik jika kamu menyamar.

Hye In menyela, menyuruh mereka mengikutinya.




Eun Jin kebagian menjaga meja topeng. Woo Seok datang dan langsung menuju meja topeng. Eun Jin menyapanya dengan hormat, ia menyuruh Woo Jin memilih topeng yang disuka.

Woo Seok memilih satu dan membawanya naik. Eun Jin memuji, keluarga bangsawan bersinar sehebat apa pun mereka menyamar.



Mi Jin dan Soo Hyun turun ke ruangan pesta. Di dalam lift, Mi Jin kegirangan, ia sangat antusias dengan acara pesta seperti ini. 

"Siapa perencananya?" Tanya Mi Jin. 

"Kim Jin Hyeok-ssi."

"Apa ini? Aku merinding."

"Apa? Anda membuatnya canggung. Tidak, tapi getir. Anda membuatku getir."


Mi Jin mulai memakai topengnya, ia juga menyuruh Soo Hyun memakai miliknya. Ternyata pilihan topeng Soo Hyun adalah topeng pertama tadi.


Saat lift terbuka, mereka berpapasan dengan Eun Jin. Eun Jin jelas tahu siapa mereka dan kebetulan warna mantelnya sama dengan miliknya Soo Hyun. 


Memasuki ruangan pesta, Mi Jin meninggalkan Soo Hyun karena semua orang pasti akan mengenali Soo Hyun jika mereka bersama.



Jin Hyeok langsung turun dan berlari setelah mobil berhenti, tapi Sekretaris Nam memanggilnya. Jin Hyeok pun berhenti dan menoleh.

"Kamu tidak tahu tema pesta yang kamu rencanakan?"



Sekretaris Nam menunjukkan hadiahnya untuk Jin Hyeok. Setelan jas baru dan tentu saja sebuah topeng. Jin Hyeok berterimakasih, ia mengambilnya dan langsung lari ke dalam.


Sekretaris Nam mempersiapkan topeng untuk dirinya juga, tapi topengnya gak muat. HAHAHAHA




Han Gil memandu acara seperti yang sudah-sudah. Ia membua pesta hari ini.  Semua orang bertepuk tangan. musik dimulai.

Dae Chan berdiri disamping Mi Jin, kayaknya mereka tidak saling mengenali satu sama lain. Dae Chan mengajak Mi Jin bersulang.






Manajer Kim malah keluar. 

Eun Jin naik ke podium dan mulai berjoget, lalu beberapa orang mengikutinya.

Hye In dan Jin Myung berduaan. 

Dae Chan dan Mi Jin ketawa-tawa bareng.

Sementara itu, Woo Seok mencari-cari seseorang, kemungkinan besar Soo Hyun.




Manajer Kim menemui Sekretaris Nam di luar. 

"Astaga. Ada wajah yang tidak bisa disembunyikan."

"Kamu Sun Joo?"

"Bagaimana jika kamu melepasnya? Aku kasihan pada topeng itu."

"Tidak ada yang mengenaliku saat aku memakai ini."

"Aku sudah tahu kamu Nam Myung Sik dari jauh. Apa kamu buta?"

"Kamu juga lebih cantik dengan topeng itu."

"Terima kasih atas pujian hangatnya. Karena sekarang melajang, aku akan mencari apa ada pangeran tampan yang menungguku di sana."

"Untuk usianya, dia tidak pernah dewasa."

Manajer Kim kembali masuk.


Soo Hyun berjalan ditengah keramaian pesta, Woo Seok masih mencari.

Han Gil mengumumkan satu menit lagi sebelum tahun baru, mereka akan menghitung mundur dari 20.

"Jika ada orang yang kalian sukai, jangan biarkan dia pergi."

Ada dua tangan menemukan wanita bermantel putih. Satu menyentuh pundaknya dan satu lagi menggandeng tangannya.





Ternyata Soo Hyun yang digandeng tangannya dan ia langsung dibawa keluar oleh orang itu.



Sementara itu, Woo Seok salah orang, bukannya Soo Hyun, tapi Eun Jin.





Hitung mundur dimulai. Orang yang menarik Soo Hyun membuka topengnya di luar, dia adalah Jin Hyeok. Soo Hyun melepaskan topengnya juga setelah melihat wajah Jin Hyeok.

10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1! Selamat Tahun Baru!






Tema pesta rancangan Jin Hyeok adalah Havana Hotel, jadi ada penampilan tari salsa. 



Soo Hyun tersenyum menyaksikannya, ia ingat saat di Kuba, saat keduanya menonton pertunjukan tari Salsa bersama. 









Jin Hyeok tiba-tiba menarik Soo Hyun mendekat dan menciumnya.



Semua menemukan pasangan masing-masing.


Eun Jin - Han Gil


Mi Jin - Dae Chan


Jin Myung - Hye In


Sekretaris Nam - Manajer Kim


Dan tentu saja.. Jin Hyeok - Soo Hyun.


-=Epilog=-




Woo Seok meminta sekretarisnya mencaritahu mantel yang dikenakan Soo Hyun hari ini. Makanya tadi ia fokus mencari wanita dengan mantel putih, tapi ia keliru.



Sementara itu, Jin Hyeok merancang sendiri topeng yang dikenakan Soo Hyun, makanya ia bisa langsung mengenali Soo Hyun. 

Catatan untuk topengnya, "1. Menutupi wajah, 2. Pegangan tebal, 3. Warna gelap"



Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sinopsis Encounter Episode 8 Part 4"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Baca Juga: